Jumat, Juli 29

Berani Mengambil Resiko


Wirausahaan yang sukses haruslah orang yang mampu melihat ke depan, berpikir dengan penuh perhitungan, serta

mencari pilihan dari berbagai alternative masalah dan solusinya. Geoffrey G. Meredith (1996) mengemukakan ciri-ciri wirausahawan adalah sebagai berikut:

1. Percaya diri. Seorang pengusaha harus memiliki kepercayaan diri yang lemah. Percaya diri merupakan sikap dan keyakinan untuk memulai, melakukan, dan menyelesaikan tugas atau pekerjaan yang dihadapi/
2. Berorientasi pada tugas dan hasil. Seorang wirausahawan harus fokus pada tugas dan hasil. Apapun pekerjaannya harus harus jelas apa hasilnya.
3. Berani mengambil resiko. Setiap proses bisnis harus memiliki risikonya masing-masing dan apabila anda ingin memperoleh keuntungan, maka anda harus mau mengeluarkan biaya sekecil apapun biaya itu.
4. Kepemimpinan. Wirausahawan yang berhasil, ditentukan pula oleh kemampuan dalam memimpin atau yang kita sebut dengan kepemimpinan. Kepemimpinan dan kepeloporan ini bukan hanya memberikan pengaruh pada orang lain atau bawahannya, melainkan juga sigap dalam mengantisipasi setiap perubahan.
5. Keorisinalan. Nilai kerorisinalan dari semua yang dihasilkan oleh wirausahawan akan sangat menentukan keberhasilan mereka dalam mencapai keunggulan bersaing.
6. Berorientasi pada masa depan. Memiliki pandangan jauh ke depan dan bila perlu sudah tiba lebih dahulu pada masa depan merupakan kemampuan yang biasanya ada pada setiap wirausahawan yang sukses.

Berhubungan dengan salah satu ciri-ciri wirausahawan yaitu berani mengambil resiko, saya akan sedikit bercerita mengenai bisnis makanan yang dijalankan keluarga saya. Bisnis industri makanan memang bukan hal yang mudah. Selain butuh modal yang besar juga membutuhkan kejelian dalam membaca kegiatan pangsa pasar. Banyak perusahaan yang gulung tikar dikarenakan kegagalan dalam pengelolaan bisnis mereka. Di awal bisnis ini orang tua beserta keluarga besar melihat adanya beberapa peluang yang memang bisa dimanfaatkan untuk menjadi bisnis yang menjanjikan.
Sukro adalah contoh salah satu makanan ringan yang sudah cukup banyak dijual di pasaran. Kebanyakan orang mengkonsumsi sukro untuk cemilan atau digabungkan dengan makanan lainnya seperti bakso,soto, dan lainnya. Peluang yang cukup menjanjikan dengan belum adanya pesaing yang sama dalam bisnis ini di daerah sekitar Tangerang. Jajanan sukro sendiri memang identik dengan makanan ringan yang harga jualnya murah, namun bukan berarti makanan harga murah tidak sehat.
Salah satunya adalah PT Ayam Mas. PT Ayam Mas merupakan salah pabrik yang memproduksi kacang sukro, dimana bisnis ini merupakan usaha yang dilakukan orang tua saya pada saat ini. Ide menjual sukro bukan merupakan usaha awal mereka. Sebelumnya, mereka sempat memproduksi dan menjual roti. Namun usaha roti memang kurang berhasil karena banyaknya roti yang tidak laku. Karena memang pada saat itu belum terlalu paham dengan pangsa pasar dan kurangnya promosi roti yang dilakukan sehingga produksi roti terhenti sementara dan cukup banyak kerugian yang ditimbulkan.
Kemudian orangtua saya mencoba usaha lain dan pada akhirnya memutuskan untuk mengalihkan usahanya ke bisnis lain yaitu sukro. Pada awalnya memang agak sulit untuk memasarkan sukro dikarenakan belum terlalu mengenal pangsa pasar dan daerah pemasarannya yang terbatas. Setelah beberapa tahun menjalani usaha tersebut, sedikit demi sedikit kamipun mengerti pangsa pasar dan daerah pemasaran yang tepat. Permintaan pasar yang berubah-ubah dan keinginan pasar yang berbeda awalnya sedikit membingungkan. Selain itu dikarenakan biaya transportasi yang cukup besar, sukro yang dipasarkan terbatas daerahnya, hanya sebatas daerah Serang dan Tangerang. Dalam perkembangannya, akhirnya sukro berinovasi dalam hal rasa sehingga memunculkan rasa sukro yang original dan rasa pedas dimana rasa pedas belum banyak ditemukan pada kacang-kacang sukro di pasaran.
Pengusaha yang bisa menjadi contoh dengan memanfaatkan peluang bisnis makanan kecil yaitu Reza Nurhilman (Axl), beliau adalah pemilik dari keripik Maicih. Pada saat itu, bisnis makanan ringan memang belum ada yang seperti Maicih. Axl sangat jeli melihat peluang besar di pasaran, terutama dalam bisnis makanan. Maicih sendiri diluncurkan pada tahun 2010 langsung mendapatkan perhatian dari banyak orang terutama anak muda. Maicih tidak membuka gerai dan toko untuk memasarkan produknya, namun lebih menggunakan teknologi media sosial seperti Twitter dan Facebook. Axl sengaja memang menggunakan media sosial dalam pemasarannya karena memberikan ciri khas bahwa produknya akan terkenal secara ekslusif agar orang penasaran.
Axl pandai mengubah pandangan masyarakat yang menilai keripik pedas adalah produk dari kampung, namun dengan strategi pemasaran yang berbeda dengan produk keripik atau makanan kecil lainnya pada saat itu membuat perhatian orang tertuju kepada keripik Maicih. Maicih sendiri mampu diproduksi 75 ribu bungkus per minggu. Pada semua varian dari kripik, jeblak, gurilem. Maicih sudah menjadi makanan yang populer sampai di seluruh Indonesia bahkan juga sudah sampai keluar negeri seperti ke Jepang dan Singapura. Modal awal yang hanya berjumlah Rp 15 juta kini sekarang omzet Maicih sendiri sudah meningkat dengan tajam. Tidak kurang dari omzetnya mencapai Rp 7 Milyar perbulan.

Kesuksesan Maicih melihat peluang itu di pasaran agaknya membuat PT Ayam Mas harus bisa berinovasi seperti Maicih. Memang untuk pemasarannya sekarang hanya menggunakan pemasaran langsung dari pasar ke pasar lain untuk area yang cukup terbatas. Namun dengan melihat peluang yang begitu besar di dunia online PT Ayam Mas akan mencoba untuk mengikuti jejak Maicih berjualan di online.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar