Sabtu, Agustus 6

MENERAPKAN SIKAP MENTAL BISNIS ORANG CINA - KETIKA ORANG CINA MAMPU BERSAING

Ketika Orang Cina Mampu Bersaing

Ketika Orang Cina Mampu Bersaing



Sangat baik bagi kita untuk belajar mengenali bagaimana orang Cina berwirausaha, karena banyak hal-hal yang dapat kita petik untuk dapat menggali potensi diri kita yang mana Cina dapat menerapkan hal-hal tersebut. Bagi orang Cina menjadi seorang wirausahawan akan berpeluang menjadi seseorang yang lebih sukses daripada menjadi seorang karyawan. Mereka berani berwirausaha karena dengan berwirausaha akan memiliki waktu dan ruang yang luas untuk mengembangkan kemampuan. Mungkin pada poin inilah yang menyebabkan banyaknya orang Cina menjadi seorang bos dari pada seorang karyawan.
Kesuksesan orang Cina tidak terlepas dari faktor kerja keras dan pantang menyerah. Sikap kerja keras dan pantang menyerah merupakan motivasi orang Cina untuk selalu berusaha hingga meraih kesuksesan yang diharapkan. Merek juga sama sekali tidak takut gagal, karena kegagalan adalah guru di kehidupan wirausaha. Dengan kegagalan maka kita akan mengerti mana seharusnya dilakukan. Kegagalan pertama anggap sebagai pembelajaran, kegagalan kedua adalah untuk lebih bijak dalam mencari jalan keluar, kegagalan ketiga dan seterusnya adalah untuk lebih giat berusaha dan menguji kesabaran.

Orang Cina tak segan untuk belajar, survei, dan bertanya langsung pada orang yang sudah berpengalaman atau dianggap sudah mahir dalam dunia wirausaha. Hal ini lah yang membuat orang Cina mempunyai ilmu tinggi tentang wirausaha karena langsung belajar dan praktek didunia nyata sehingga memiliki pengalaman lebih daripada yang hanya belajar teori saja. Mereka juga sangat perhitungan dalam merencanakan sebuah usaha yang akan digeluti. Dengan mempertimbangkan usaha apa, dimana, produknya apa, siapa yang membeli selain itu juga memperhitungkan bagaimana untung ruginya, berapa pengeluaran/pemasukan, kapan kembali modal, semua itu mereka rencanakan secara matang untuk mendapatkan efektifitas kerja dan efisiensi waktu untuk usaha yang mereka geluti sehingga tujuan utama tercapai secara tepat tanpa banyak membuang-buang waktu dan tenaga.
Seperti yang sudah saya posting sebelumnya, pada pembahasan Bpk. Sukarni yang menjadi milyarder dengan menghimpun orang-orang yang ada didaerahnya yang mempunyai visi yang sama, maka begitu pula dengan orang Cina. Melibatkan keluarga sejak dini misalkan sang ayah membuka sebuah toko atau rumah makan, maka sang istri yang menjadi kasir dan anak sebagai pelayan sehingga anak-anak akan tahu sedini mungkin tentang seluk beluk dunia bisnis. Maka seperti yang kita lihat, banyak orang Cina yang jika kaya sampai keturunannya, orang tua juga mengharapkan sebagai bekal pembelajaran bagi anak agar kedepan sang anak bisa lebih sukses dari orang tuanya.
Manajemen yang baik juga turut diperhatikan dan salah satu faktor yang sangat penting jika ingin mencapai kesuksesan. Orang Cina sangat disiplin dalam memanajemen uang, setiap kegiatan usahanya akan dicatat secara rinci pada pembukuan sehingga orang Cina dapat mengetahui secara pasti neraca keuangan mereka. Jarang sekali orang cina mengalami kehabisan stok barang itu dikarenakan kedisiplinan mereka dalam mengelola uang dan membukukan setiap kegiatan-kegiatan keluar masuk usaha mereka.
Orang Cina itu, belum benar-benar sukses jangan hambur-hamburkan uang hanya untuk hal-hal yang tak berguna. Orang Cina sudah terbiasa untuk hidup sederhana, meskipun sudah kaya mereka hanya menggunakan 20% uang mereka untuk biaya hidup. Sisanya akan digunakan untuk mengembangkan usaha. Selagi ada uang akan selalu diputarkan untuk kegiatan usahanya sehingga akan mendapatkan keuntungan yang berlipat.
Bagi orang Cina waktu adalah uang, Mereka sangat memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk menghasilkan sesuatu karena membuang-buang waktu hanya akan membuat mereka merasa menyesal dan kecewa.
Memberikan pelayanan yang maksimal adalah menjadi kepuasan bagi pelanggan. Dengan adanya kepuasan pelanggan juga akan memperoleh nilai tambah dalam usaha yaitu dengan adanya promosi gratis dari mulut ke mulut oleh pelanggan yang merasa puas dan menceritakan pada orang-orang yang ia temui.
Orang Cina sadar bahwa membina relasi adalah suatu hal yang penting dalam sebuah usaha. Dengan menjalin hubungan yang baik kepada pelanggan akan membuat pelanggan kembali datang ke tempat kita. Kita bisa memberikan sebuah hadiah misalkan sebuah kaos atau jam dinding, meskipun terlihat murah namun akan meninggalkan kesan baik bagi para pelanggan. Dengan adanya relasi yang baik juga bisa tercipta sebuah kerjasama yang saling menguntungkan.



Report: NIKA BENO SATRIO - 46114120034
K034-NIKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar