Sabtu, Agustus 6

PERSIAPAN PRIBADI PENGUSAHA MUDA - MISKIN KETIKA KECIL, KINI MILYARDER KEBUN KARET

Miskin Ketika Kecil, Kini Miliarder Kebun Karet

Miskin Ketika Kecil, Kini Miliarder Kebun Karet



Menjalani masa kecil yang berat justru membuat Bpk. H. M. Sukarni, SE. Ak., MBA., QIA., CFE menjadi pribadi yang tegar dan mandiri. Orangtua Bpk. Sukarni yang kurang mampu tidak membuat dirinya berkecil hati. Dia bahkan terus bekerja dan mau memulai karier dari nol di dunia entrepreneur yang tidak pernah dijalani sebelumnya. Kini, pria yang berusia 56 tahun ini justru menjadi pemilik 100 hektar lebih kebun karet di daerah Pasaman, Sumatera Barat. Bpk. Sukarni juga berhasil menjadi orang kaya paling fenomenal di daerahnya.

Kerja keras menjadi kunci sukses Bpk. Sukarni. Lahir dari keluarga yang serba kekurangan tidak membuat pria yang kini berusia 56 tahun tinggal diam. Dia justru giat bekerja dan belajar untuk menjadi sesukses sekarang. Aset-nya sangat banyak dan bisa membuka lapangan pekerjaan di daerahnya.

Kekayaannya tersebut berasal dari bisnis di bidang karet. Berdasarkan catatan di daerahnya, pria kelahiran Rao Utara ini menduduki jajaran orang terkaya Rao Utara, Pasaman. Beliau melakukan pengendalian kebun karet secara berkala setiap hari dari jarak jauh maupun langsung on the spot dikarenakan Beliau harus mengontrol kebun dari Jakarta ke daerah Sumatera barat baik dengan telepon ataupun kunjungan langsung.

Sumber harta Bpk. Sukarni sebagian besar dari  hasil gajinya sebelum pensiun, ditambah pengelolaan yang baik sebelum Beliau pensiun. Ia merintis karier hingga menjadi kaya dengan tidak mudah. Sebab orangtua Bpk. Sukarni bukan orang yang berkecukupan.

Bpk. Sukarni memiliki lima saudara. Ayah Bpk. Sukarni sudah meninggal sejak Bpk Sukarni umur 4 tahun dan Ibu dari Bpk. Sukarni sudah meninggal sejak umur 13 tahun.

Bpk. Sukarni dulunya bahkan sering tidak memiliki pakaian yang layak untuk dikenakan. Ia sering menggunakan pakaian yang tidak sesuai. Bpk. Sukarni yang masih berusia enam tahun pun tidak tinggal diam. Dia sering kali membantu menjual pakaian training dan sepatu. Bpk. Sukarni juga pernah menjadi penjual rambutan untuk membantu kehidupan keluarga.

Tapi justru keterbatasan tersebut yang menempa Bpk. Sukarni menjadi sosok yang mandiri. Kehidupan masa kecil yang dibelenggu kemiskinan juga mendorong Bpk. Sukarni bekerja lebih keras agar bisa memperbaiki hidup.

Bpk. Sukarni setelah mempunyai modal kecil-kecilan kemudian mencoba peruntungan dengan menjadi pengusaha. Ia menyewa truk untuk mengangkut hasil karet, dan mulai melakukan perambahan karet. Ilmu yang di dapatnya mulai dari mencontoh praktek kerja orang lain mau pun belajar dari buku-buku mengenai berkebun karet yang baik.

Bisnisnya mulai berkembang ketika Bpk. Sukarni menduduki bangku sekolah menengah atas di Bukittinggi, Sumatera Barat. Dia yang semula ingin melanjutkan kuliah di jurusan akuntansi harus menerima nasib untuk kembali bekerja, lantaran tidak memiliki biaya untuk melanjutkan pendidikan.

Akhirnya karet yang dibina jatuh bangun pun membuahkan hasil melalui kerjasama dengan orang-orang sedaerah yang mempunyai visi dan misi yang sama. Kesempatan ini membuat Bapak yang mempunyai anak 2 orang ini percaya diri untuk membangun sebuah kebun karet seluas-luasnnya. Saat ini Beliau sudah mempunyai 50 karyawan untuk mengelola kebun sebesar 100 hektar lebih.


Report by: NIKA BENO SATRIO - 46114120034
K034-NIKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.