Sabtu, Agustus 6

PERSIAPAN PRIBADI PENGUSAHA MUDA

PERSIAPAN PRIBADI PENGUSAHA MUDA



Banyak yang berpendapat membangun/ memulai usaha pada usia muda akan lebih berhasil dibanding kan dengan ketika sudah tua, bahkan saat pensiun. Jalan hidup seseorang bisa begitu berliku adanya namun selalu saja tetap ada ujungnya. Kesuksesan adalah impian semua orang. B
erlikunya jalan akan sampai pada kesuksesan asalkan dijalani dengan kesungguhan hati dan kerja keras. 

Begitulah kisah yang terjadi dalam hidup seorang pemuda
yang bernama Hamzah Izzulhaq
Hamzah sudah belajar berbisnis mulai usia dini pada waktu kelas 5 SD 
dengan menjual beberapa macam permainan seperti kelereng, petasan,dan 
berbagai macam permainan yang disukai anak-anak.


 Mulai beranjak dewasa padawaktu masuk jenjang SMA Hamzah mulai 
berbisnis dalam bidang pulsa dan buku – buku dengan melobi pamannya yang
mempunyai Toko buku yang besar Hamzah mulai menjadi Distributor
Buku dengan diskon 30 % dari pamannya. Buku tersebut dijualkan kepada
adik kelas dan kakak kelasnya dengan diskon 10% sehingga dia meraup 
keuntungan 20% setiap bukunya.


Dari itu semua hamzah mengantongi Rp 950 ribu.


Uang jerih payah dari hasil penjualan pulsa dan keuntungan buku kemudian
ditabungnya. Sebagian dipakai untuk membuka konter pulsa dimana bagian 
operasional diserahkan kepada teman SMP-nya sementara Hamzah hanya 
menaruh modal saja. Sayangnya, bisnis itu tak berjalan lancar. Omzet 
yang didapat sering kali dipakai tanpa sepengetahuan dan seizin Hamzah. 
Voucher pulsapun juga sering dikonsumsi secara pribadi. Dengan kerugian 
yang diteriman, Hamzah akhirnya memutuskan untuk menutup usaha yang 
hanya berjalan selama kurang lebih 3 bulan itu.


Hamzah tidak putus asa
dan kembali lagi merenungi kesalahannya dan membaca biografi 
pengusaha-pengusaha besar tak lama kemudian ia berjualan snack-snck roti
dan meraup keuntungan 5 jutaan dan setelah itu ia ketemu dengan mitra 
bisnis yang menjual franchise bimbel seharga 175 juta tetapi hamzah 
tidak punya uang sebesar itu kemudian di harus pinjam ayahnya yang 
sebagai dosen tetapi ayahnya hanya meminjami uang 70 juta yang 
semestinya untuk dibelikan mobil.


Hamzah melobi untuk membayar 75 juta
dulu sisanya yang 100 juta untuk dicicil.

Di bisnis bimbel ini peruntungan Hamzah tiba. Seiring dengan lulusnya 
Hamzah dari SMA, Hamzah sudah memegang 3 lisensi franchise, jumlah siswa
yang diatas 200 orang, omzet 360 juta per semester, dengan untung 
bersih 180 juta per semester.


Merasa bisnis bimbelnya sudah mulai stabil dan bisa didelegasikan. Hamzah melirik bisnis sofabed.
Sebuah perusahaan sofabed yang sudah jalan tiga bulan dia beli dan dia 
kembangkan. Perkembangannya yang cukup pesat membuat Hamzah bisa 
mengantongi omzet 160 juta perbulan.

                                                  
dan dibawah ini akan dibeberkan 5 Tips Bisnis ala Hamzah Izzulhaq :
Pertamamemperbaiki hubungan dan kualitas komunitas atau lingkungan kita. Lingkungan sangat berpengaruh besar dalam membentuk karakter dan perkembangan jiwa kita. Misalnya, ketika kita melontarkan hasrat untuk terjun ke dunia bisnis, maka tidak menutup kemungkinan banyak yang akan bilang “ah, ngapain sih bisnis? nanti aja” “sok tua loh! nikmati hidup aja dulu!”.

Nah, jika kita berteman dengan orang-orang yang berpikiran pesimis seperti, ada kemungkinan kita tidak akan maju. Untuk itu pilihlah lingkungan dan komunitas pergaulan yang tepat.

Kedua, bagi Anda yang ingin 
memulai bisnis, janganlah memulai dari nol! Maksudnya, kalau istilah tangga, ada tangga 1 sampai 5, maka kita mulailah di tangga yang ke 4 atau ke 5. Misalnya, kita bisa meneruskan suatu usaha yang sudah dirintis oleh orang lain.

Ketiga, Jangan NATO (No Action Talk Only). Ketika kita sudah punya banyak teori, langkah selanjutnya yang paling penting kita lakukan adalah ACTION, bertindak. Lakukan bisnis kita mulai sekarang, tidak ada kata menunda, nanti saja, atau kalau saya sudah besar!

Keempat, perbaiki hubungan kualitas kita dengan orang tua dan Tuhan. Hubungan dengan orang tua harus tetap terjaga dengan baik dengan selalu meminta pendapat dan nasehat tentang berbagai hal. Jangan mentang-mentang sudah sukses, lalu kita lepas dari orang tua kita. Apalagi dengan Tuhan, berdoa dan mohon petunjuk-Nya merupakan hal esensial lainnya yang harus kita jalankan.

Kelima, ingat kepada orang lain. Selalu tanamkan makna “the power of giving”, bersedekah, berbagi dengan orang lain. Kekuatan memberi bukanlah isapan jempol belaka. Semakin banyak Anda memberi, maka akan semakin banyak pula Anda menerima.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.