Sabtu, Agustus 6

Persiapan Pribadi pengusaha muda



  Akhir-akhir ini kita sering mendapatkan informasi mengenai  kesuksesan-kesuksesan yang dialami oleh para pelaku usaha baik pada skala daerah maupun skala nasional yang pelakunya adalah para anak muda yang masih duduk di bangku sekolah maupun kuliah.
   Tidak sedikit para wirausaha muda itu mengawali usaha dari sekedar iseng,hobi, mencari tambahan unang jajan, dan memang mempunyai niat untuk merintis usaha untuk bekal masa depan. Apalagi dengan didukung perkembangan sistem informasi dan konunikasi modern saat ini akan memudahkan mencari relasi dan menawarkan produk dan jasa tanpa harus face to face.
    Banyak para pengusaha muda menggunakan sosial media untuk melakukan promosi dan transaksi seperti facebook, twiter, instagram dan sebagainya. Tetapi faktor yang paling utama menjadi wirausaha adalah mental. Keuntungan berwirausaha sejak usia muda adalah memupuk mental dan pengalaman, sehingga semakin usia bertambah mental dan pengalaman akan semakin terbukti.
Ada beberapa hal yang harus dipersipakan untuk menjadi pengusaha muda :
1.       Membangun kepribadian.
2.      Mempersiapkan ketrampilan
3.      Menbangun usaha saat muda.
4.      Merealisasikan mimpi jadi nyata.
Mengapa kita harus membangun usaha sebaiknya sejak usia muda?, Alasanya :
1.       Ada kekuatan yang positif yang sudah dimiliki kaum muda terutama mahasiswa untuk berhasil dalam dunia usaha.
2.      Ada peluang yang cukup besar yang berwujud potensi yang perlu dikembangkan dari status mahasiswa dan kaum muda.
   Dengan pengalaman bisnis yang pernah saya lakukan,saya yakin bisa mengikuti jejak teman-teman kita yang sudah sukses di luar sana. Setidaknya saya sudah punya mental berbisnis dari pengalaman berjualan jersey bola. Modal terberat bagi seorang pengusaha adalah mental, karena mental itu dari diri kita sendiri, sedangkan modal finansial bisa kita perioleh dari pinjaman apabila kita kekurangan modal.
    Selain bekerja saya berkeinginan mempunyai usaha sendiri yaitu mempunyai toko sembako. Kenapa saya pilih toko sembako?,alasannya adalah semakin bertambahnya jumlah penduduk maka kebutuhan bahan makanan semakin bertambah pula, selain itu sembako juga bisa bertahan dengan waktu cukup lama berbeda dengan makanan jadi.
    Untuk mewujudkan keinginannya saya tentunya saya tidak tinggal diam dan duduk manis di bangku kerja saya, tetapi sejak empat bulan yang lalu saya mulai merintis dengan membuka warung sembako kecil-kecilan yang dikelola oleh istri saya di rumah, bahkan istri saya rela resign dari tempat bekerja untuk merintis usaha ini. Ada beberapa strategi dan langkah-langkah yang saya pikirkan matang-matang sebelum mulai membuka usaha ini, diantaranya :
1.       Memilih usaha dikampung karena jumlah warung belum begitu banyak, sehingga persaingan tidak begitu berat.
2.      Memilih usaha dirumah sendiri karena tidak perlu biaya sewa tempat usaha yang biasanya sangat mahal,jadi uang itu saya alokasikan sebagai tambahan modal.
3.      Memulai usaha selagi masih muda karena masih mempunyai tenaga dan semangat yang kuat.
Berikut ini kisah sukses pengusaha muda:
Dea Valensia Budiarto Gadis Belia yang Sukses Bisnis Batik Kultur
Dea Valensia Budiarto sukses kembangkan bisnis batik kultur. Customer batik kultur buatan Dea Valensia tidak cuma dari dalam negeri saja. Seputar 15% peminat batik bikinannya datang dari beragam negara diluar negeri seperti Singapura, Belanda, Australia, AS serta sebagian negara yang lain.
Walau waktu ini ia sudah mengantongi omzet seputar Rp 300 juta tiap-tiap bln dari bisnis batik kultur, tetapi Dea tetap terus selalu meningkatkan usahanya serta meningkat market share. Satu diantara langkahnya yaitu dengan buka Galeri Batik Kultur di Semarang pada th ini. ” Kita telah bangun galeri serta paling akhir tahun ini bakal selekasnya usai, ” tutur gadis memiliki rambut panjang ini.
Di samping itu, Dea menyampaikan bakal selekasnya bangun toko ritel di Jakarta untuk menambah market share. Karena, pemasaran Batik Kultur sampai kini cuma hanya di sebagian jejaring sosial seperti Facebook serta Instagram.
    Bersamaan gagasannya untuk meningkatkan market share bisnis batik kultur ini, Dea terasa mesti menaikkan varian produk batiknya. Sampai kini batik buatan Dea cuma ditujukan untuk customer wanita seperti pakaian resmi wanita, baju serta baju pesta untuk wanita. Nah nantinya, Dea merencanakan menghasilkan beragam baju untuk beberapa pria juga. Dengan demikian, pasar Batik Kultur ini bakal makin besar.
Walau tak mempunyai latar belakang profesional untuk perancang baju, Dea meyakini dapat membuat jenis-model baju batik yang disenangi beberapa orang. Karenanya, gadis lulusan Universitas Multimedia Nusantara (UMN) ini selalu belajar serta rajin mengamati lingkungan untuk dapat menangkap trend fesyen yang berkembang.
Melalui product yang ia hasilkan dari bisnis batik kultur ini, Dea juga berupaya untuk mendorong anak-anak muda menyukai batik serta memakai product dalam negeri ini. Karenanya, gadis berparas cantik ini dapat selalu berupaya bikin design pakaian batik yang menarik, sederhana serta pas untuk kelompok anak-anak muda. ” Saya mau makin banyak lagi anak-anak muda yang menggunakan batik, ” kata dia.
Mengingat banyak pemain yang bergerak di usaha yang sama dengannya, Dea selalu mencari kiat usaha supaya produknya terus di terima masayarakat. Menurut dia, kiat yang perlu dikerjakan yaitu membuat jenis yang menarik serta unik, dan mengambil keputusan harga yang sesuai sama. ” Jadi harga yang diputuskan tak terlampau murah serta tak terlampau mahal juga, ” katanya.
   Dea juga merencanakan mengambil sekolah usaha untuk memperdalam pengetahuan didunia usaha. “Kalau mempunyai pengetahuan pasti bakal lebih gampang meningkatkan batik kultur semakin besar lagi, ” kata dia.
   Th ini, Dea membidik dapat menaikkan produksi jadi 1. 300-1. 500 per bln. Th lalu ia baru dapat menghasilkan seputar 800 potong baju setiap bln. Bersamaan dengan pembukaan galeri baru di th ini, Dea akan selekasnya menaikkan karyawan jadi 60 orang dari mulanya yang cuma sejumlah 38 karyawan.
Nyatanya, jadi bos di umur belia jadi tantangan sendiri untuk Dea. Karena, umur seluruhnya pegawai yang bekerja tambah lebih tua darinya. ” Itu jadi tantangan untuk saya bagaimana untuk terus menjalin komunikasi yang baik, ” katanya
Referensi:
https://umkmjogja.com/dea-valensia-budiarto-gadis-belia-yang-sukses-bisnis-batik-kultur.html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar