Kamis, September 29

Sepak Terjang PT. Kalbe Farma



Taukah kamu, Kalbe Farma didirikan sejak tanggal 10 September 1966. Berawal dari usaha farmasi yang dikelola di garasi rumah Jl. Simpang 1/1 Tanjung Priok, Jakarta Utara dan dikembangkan oleh enam bersaudara, yaitu Khouw Lip Tjoen, Khouw Lip Hiang, Khouw Lip Swan, Boenjamin Setiawan, Maria Karmila, dan F. Bing Aryanto. Pendiri utamanya adalah Dr. B. Setiawan Ph.D. yang mendapat gelar dan bergerak di bidang farmakologi. Bersama dengan Franciscus Bing Aryanto yang merupakan saudaranya sendiri. Mereka ingin meningkatkan kesadaran dan kesehatan masyarakat kala itu. Alhasil muncullah Kalbe yang berfokus pada bisnis farmasi ini.

Dr. Boen sendiri merupakan seorang dokter ahli farmakologi yang sangat paham tentang dunia farmasi. Sedangkan Bing sangat jeli dalam melihat peluang atau kesempatan untuk mengembangkan bisnis Kalbe dengan jaringan bisnis serta relasi luas yang dimilikinya. Hingga sekarang PT. Kalbe Farma banyak dikenal dan merupakan salah satu perusahaan farmasi terbesar di Asia Tenggara.

Visinya adalah menjadi dominan dalam bisnis kesehatan di Indonesia dan menjadi pemain dalam pasar global dengan brand yang kuat, peningkatan melalui manajemen yang bagus dan teknologi canggih. Sedangkan Misinya adalah meningkatkan kesehatan untuk kehidupan yang lebih baik. Adapun nilai-nilai utama yang dijunjung tinggi oleh Kalbe Farma adalah integritas, kerjasama yang kuat, inovasi, agility dan memberikan yang terbaik untuk konsumen.

Hingga saat ini produk-produk Kalbe Farma yang telah beredar di pasaran sudah mencapai kurang lebih sekitar 300 macam produk, seperti produk under licensed yang merupakan hasil kerjasama dengan berbagai produsen yang ada di luar negeri, seperti Daiichi dari Jepang untuk Cravit tablet dan injeksi, Schering dari USA untuk Lesidas, dan sebagainya. Contoh produk-produk Kalbe Farma:


Dan bila kita ingin analisis PT. Kalbe Farma ini dengan menggunakan analisis SWOT, adalah sebagai berikut:




Jika kita melihat kekuatan dari Kalbe Farma ini, yang merupakan market leader untuk produk kesehatan masyarakat dan market leader untuk produk etichal. Produk-produknya merupakan leading brand dengan berbagai segmentasi pasar yang spesifik. Ia juga disebut sebagai inovator dalam mengembangkan obat-obatan dan menghasilkan banyak produk-produk baru yang berbasis teknologi tinggi dan lebih modern.
Namun Kalbe juga memiliki beberapa kelemahan, seperti komponen-komponen impor dari obat yang masih sangat tinggi sekitar 90% dari bahan baku yang digunakan dan 50% dari bahan-bahan pengemasan yang digunakan. Sehingga hal ini berpengaruh pada harganya yang melonjak naik. Masalah utama pada bahan baku sebagai bahan dasar produksi adalah ketergantungan dari luar negeri sehingga bisa mengurangi manfaat yang diperoleh dari intensitas lokal karena kurang berkembangnya industri  kimia lokal. Serta kurang adanya koordinasi antara industri-industri terkait, misalnya saja antara industri kimia dengan industri farmasi yang sering mengalami kesulitan karena intermediate-nya tidak bisa dibuat lokal.

Walaupun  begitu, Kalbe Farma tetap memiliki peluang untuk bisa mempertahankan dan mengembangkan bisnisnya. Seperti besarnya jumlah penduduk di Indonesia yang tingkat konsumsi obat perkapitanya rendah, sehingga menyebabkan pasar potensial yang bisa dikembangkan. Kemudian kecenderungan untuk berkembangnya sistem penanganan kesehatan sehingga dapat menyalurkan tenaga dokter, termasuk dengan dokter spesialis yang dibutuhkan.

Adapun ancaman yang harus diantisipasi adalah adanya kompetisi internal yang cukup keras. Ini terjadi karena jalur pemasaran berada di kategori yang sama dan masih dalam ikatan saudara sehingga dengan mudah melihat data  masing-masing, hal ini bisa memicu terjaidnya saling menjatuhkan. Adanya krisis ekonomi juga membuat daya beli obat rakyat Indonesia itu menurun, sehingga berpengaruh pada kelangsungan hidup industri farmasi nasional terutama untuk pasar lokal. Sejak diberlakukannya Undang-Undang paten tahun 1974 dan direvisi tahun 2001 mengenai pengembangan produk, sehingga produk Kalbe yang berstrategi copy cat sulit untuk dikembangkan. Apalagi sistem legal belum cukup  untuk bisa menanggulangi adanya obat palsu dan berpengaruh pada pengontrolan harga. Maka semakin luasnya pasar yang ingin dicapai untuk dapat menembus pasar internasional akan semakin kuat pula pesaing-pesaing yang ada. Kalbe mengaku bahwa sampai saat ini produknya belum mampu bersaing dengan produk dari Amerika Serikat.

Referensi:




5 komentar:

  1. @A45-PUTRI
    Menurut saya mindmap terlalu simple akan lebih baiknya kalau dibuat menarik agar menggambarkan menariknya isi dari artikel.
    Dan saran saya untuk tidak menggunakan Sumber dari web Kalbe saja agar valid

    BalasHapus
  2. A48-NITA
    Menurut saya artikel ini sudah bagus. Namun akan lebih baik jika tulisannya lebih dipadatkan lagi dan mind mapnya lebih dikreasikan lagi agar pembaca tertarik membaca artikel ini.

    BalasHapus
  3. A47-MOZA
    Menurut saya artikel ini sudah keren Namun seharusnya bisa lebih dikembangkan dengan bahasa yang lebih mudah dipahami lagi dan lebih spesifik lagi penjelasannya.

    BalasHapus
  4. @A44-chanida.
    Komentar: penjelasan mengenai perusahaan yang diangkat sangat bagus dan lengap, ditambah dengan analisis swot sebagai bentuk penilaian kepada perusahaan tersebut.
    Saran: mindmap perlu dibuat agar lebih menarik.

    BalasHapus
  5. @A08-SULIS : artikelnya lengkap dan bagus... tetapi maindmapnyabharus dilengkapi dengan visi misi agar menarik

    BalasHapus

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.