Sabtu, Juli 29

Mencontoh Orang Tionghoa dalam Memulai Usaha

oleh Bintang Pamungkas
@E16-Putra

Sudah tidak asing lagi apalagi di Indonesia ini bahwa pemilik usaha sebagian besar adalah orang tionghoa. Dengan tidak meremehkan orang Indonesia sendiri tapi memang kebanyakan orang tionghoa lah yang banyak memiliki usaha baik usaha kecil maupun usaha dalam cakupan yang luas. Pepatah China mengatakan "Didunia ini tidak ada yang tidak mungkin, yang ditakutkan apakah orang itu mau mengerjakan atau tidak". Atas hal itulah kita tidak boleh malu untuk mencontoh prinsip orang tionghoa dalam memulai usaha.

Orang Tionghoa pada umumnya memiliki beberapa prinsip agar usaha nya mampu berkembang dimanapun mereka mendirikan usaha. Prinsip-prinsip tersebut digunakan secara turun temurun sehingga usaha nya dapat terus berkembang. Prinsip-prinsip tersebut antara lain :


1. Kesederhanaan
Orang-orang Cina terkenal Sederhana, kekayaan yang dia peroleh tidak semua dikonsumsi habis. Namun mereka menabung atau menginvestasikan sebagian pendapatannya. Ada filsafat Cina yang berbunyi " Jangan berhenti sebelum sampai ke sungai Huang ho." Orang-orang yang sukses dibentuk dari kehidupan yang sulit’. Jadi dalam berusaha, banyak pengusaha yang awalnya bersusah-susah dahulu, kemudian baru ketika sudah kaya, mulai bersenang-senang kemudian.

2. Pekerja Keras dan Cerdas
Orang Cina itu pekerja keras dan cerdas. Orang Cina; kalau ayahnya jualan kacang buntelan, maka pada saat anaknya nanti, usahanya sudah menjadi pabrik kacang. Jadi, untuk faktor entrepreneurship, mungkin Cina nomor satu di dunia.

3. Fleksible
Orang Cina adalah bangsa yang fleksible, mudah berubah dan menyesuaikan diri dengan keadaan yang bagaimanapun. Mereka akan dapat hidup dan mencari makan di mana pun mereka berada. Inilah salah satu kepandaian orang Cina. Orang Cina biasa berdagang di mana saja termasuk di kawasan yang paling tidak produktif sekalipun.

4.Tahan Banting
Prinsip bisnis orang Cina, yakni agresif, jangan melepas peluang, berani mengambil resiko, tahan banting, tidak menyerah pada nasib, dan semangat juang. pedagang Cina dikatakan agresif dalam berbisbis karena mereka tidak mau kompromi, terutama menyangkut kualitas barang, untung, dan rugi. Pedagang harus bisa membedakan antara urusan bisnis dan urusan pribadi. Mereka juga sangat tegas dalam megurus keuangannya. Hasil keuntungan harus digunakan untuk menghasilkan lebih banyak keuntungan lagi. Uang harus menjadi uang.

5. Berani Mengambil Resiko
Berani mengambil resiko termasuk resiko gagal, rugi ataupun jatuh usaha dagangnya. Berdagang adalah suatu kegiatan yang penuh resiko dan tidak ada jaminan dengan berdagang orang akan untung, oleh karena itu setiap kegiatan perdagangan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, bukan dilakukan sambil lalu. Orang yang berani maka harus berani mencoba, membuka dan memajukan perdagangannya. Musuh utama para pedagang adalah takut bersaing dan takut gagal.

Selain itu Menurut pakar marketing Hermawan Kartajaya dari Mark Plus Inc, ada tiga nilai tradisi yang dipegang teguh oleh orang Tionghoa yang ikut mendukung kesuksesan mereka sebagai pebisnis. Berikut adalah falsafah yang dapat kita tiru.

1. Quang-Shi
Yaitu hubungan yang sangat erat antar orang Tionghoa. Ketika yang satu terlilit masalah, maka yang lain akan ikut membantu.

2. Wei-Chi
Yakni optimisme menghadapi krisis. 'Wei' artinya bahaya dan 'chi' artinya kesempatan. Jadi setiap kali terjadi krisis, ada dua tindakan yang harus dilakukan, yaitu melepaskan diri dari bahaya dan meraih kesempatan. Orang Tionghoa selalu berpikir positif dalam menghadapi krisis dengan mengedepankan peluang yang ada dibandingkan sibuk memikirkan kendalanya. Jadi mereka akan berusaha sekuat tenaga tanpa mengeluh untuk meraih kesempatan itu, sekecil apa pun.

3. Mian-Zi
Arti harfiahnya 'muka'. Orang Tionghoa memegang prinsip, apa pun yang terjadi jangan sampai ‘kehilangan muka’ alias harga diri. Misalnya, ia punya utang dan sudah jatuh tempo. Jika tak punya uang tunai, ia rela menjual asetnya untuk melunasi utang tersebut daripada harus kehilangan harga diri.

Sebenarnya prinsip dan falsafah orang Tionghoa tersebut sudah sangatlah umum dan sama dengan prinsip-prinsip orang Indonesia sendiri. Tinggal kita lah apakah mampu menerapkan prinsip dan falsafah tersebut agar mampu menciptakan usaha yang dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat lainnya.







Daftar Pustaka
Anonim, 2017, 3 Falsafah Sukses Pengusaha Tionghoa, http://www.pesona.co.id/article/3-falsafah-sukses-pengusaha-tionghoa. Diakses tanggal 29 Juli 2017

Hidayat, Wahyu. 2013. Prinsip Bisnis Orang Tionghoa. http://mbahpwiro.blogspot.co.id/2013/02/v-behaviorurldefaultvmlo.html?m=1. Diakses tanggal 29 Juli 2017

Anonim. 2015. 7 Cara Cepat Kaya dan Rahasia Kesuksesan Orang Cina. http://carainvestasibisnis.com/cara-cepat-kaya-dan-rahasia-kesuksesan-orang-cina/.  Diakses tanggal 29 Juli 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar