Rabu, September 13

E-commerce Terbaik di Indonesia


@Startup G02 -

Review 5 Starup Perusahaan E-comerce Terbesar di Indonesia

Start-up pertama adalah Tokopedia merupakan salah satu pusat perbelanjaan dari Indonesia yang mengusung model bisnis online. Tokopedia memungkinkan setiap individu, toko kecil dan brand untuk membuka dan mengelola toko online.
Sejak diluncurkan sampai hingga akhir 2017, layanan dasar Tokopedia bisa digunakan oleh semua orang secara gratis. Tokopedia.com resmi diluncurkan ke publik pada 17 Agustus 2009 di bawah naungan PT Tokopedia yang didirikan oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison pada 6 Februari 2009.
Sejak resmi diluncurkan, PT Tokopedia berhasil menjadi salah satu perusahaan internet Indonesia dengan pertumbuhan yang sangat pesat dan diminati oleh masyrakat karna kemudahanannya dalam mengakses dan pelayanan yang cukup baik dan dipercaya, namun keberhasilan tokopedia tidak mudah, tokopedia mengalami kendala di awal pendanaan usahanya dan sulit untuk mendapatkan suntikan dana dari investor namun tahun-tahun berikutnya mulai mendatkan suntikan dana dari beberapa investor dan menjadi salah satu perusahaan jasa e-comerce yang sangat suksek.

Selanjutnya Bukalapak, Bukalapak didirikan oleh seorang anak sederhana bernama Achmad Zaky beliau memadukan antara berwirausaha dengan dunia online. Bukalapak pada awal tahun 2010 sebagai divisi agensi digital bernama Suitmedia yang berbasis di Jakarta. Pada September 2011 Bukalapak menjadi PT dan dikelola oleh manajemen yang dipimpin oleh Achmad Zaky sebagai CEO (Chief Executive Office) dan Nugroho Herucahyono sebagai CTO (Chief Technology Officer).
Setahun kemudian, Bukalapak mendapat investasi dari Batavia Incubator (perusahaan gabungan dari Rebright Partners, Japanese Incubator dan Corfina Group) tahun 2012, Bukalapak GREE Ventures, Maret 2014,mendapat investasi oleh Aucfan, IREP, 500 Startups, dan GREE Ventures. Lalu bukalapak terus berinovasi dengan membuat aplikasi untuk android dan telah didownload lebih dari 87.000 user. Pada 25 Juni bukalapak menambahkan fitur Quick buy. Disatu sisi Bukalapk juga memiliki masalah yaitu laporan keuangan EMTEK tahun 2015 (pemilik 49% saham Bukalapak), diketahui bahwa Bukalapak telah mendapatkan dana investasi dari EMTEK total hingga Rp 439 miliar, sepanjang tahun 2015 Bukalapak tercatat masih merugi hingga Rp229 miliar, dengan pemasukan Rp 6,4miliar. Serta masalah penipuan sehingga Bukalapak membuat Sistem Pembayaran Buka Dompet


Yang ketiga adalah Traveloka, Traveloka  adalah sebuah online travel agent, Traveloka adalah website pencarian dan pembelian tiket pesawat dan hotel secara online yang paling besar di Indonesia. Perusahaan didirikan pada tahun 2012 oleh Ferry Unardi, Derianto Kusuma, dan Albert. Pada pertengahan tahun 2013 Traveloka kemudian berubah menjadi situs reservasi tiket pesawat di mana pengguna dapat melakukan pemesanan di situs Traveloka.com.s
Pada bulan Maret 2014, Ferry Unardi menyatakan bahwa Traveloka akan segera masuk ke bisnis reservasi kamar hotel.
Pada bulan Juli 2014, jasa pemesanan hotel telah tersedia di situs Traveloka.
Traveloka telah memperoleh dua kali pendanaan sejauh ini. Pendanaan pertama yang tidak disebutkan jumlahnya berasal dari East Ventures  pada tahun 2012. Tahap kedua datang sekitar setahun kemudian saat Samwer bersaudara dari Rocket Internet memberikan investasi seri A ke Traveloka melalui Global Founder Capital (GFC).



Selanjutnya Aplikasi Go-jek merupakan salah satu aplikasi ojek online yang saat ini banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia, selain karena memudahkan ketika ingin bepergian, juga aplikasi ini dilengkapi dengan berbagai fitur, seperti go-glam, go-clean, go-tix, go-massage, dan sebagainya. Aplikasinya pun memiliki rating tinggi
Namun, dibalik jutaan kelebihan yang dimiliki oleh Aplikasi Go-Jek ini, terdapat pula beberapa kelemahan. Misalnya, keluhan yang ditulis oleh seorang blogger yang dikutip dari blog-nya mengatakan bahwa “Kalau bicara soal Go Jek Apps, masih inget banget gimana dulu tuh saya ngalamin yang namanya error di jam-jam tertentu. Pesan gagal eh malah yang datang lebih dari satu Go Ride.”


Terakhir, yaitu perusahaan Grab. Menurut sang tukang ojek, sejak bergabung Grab Bike dia seakan tidak pernah kehabisan pelanggan. “Pokoknya benar-benar cari duit sekuatnya, sesehatnya, mau jam berapa aja pasti ada sewa”. Dia juga menceritakan kalau dalam 1 bulan ini saja pendapatannya rata-rata 1,5 – 2 juta perminggu. “Pokoknya alhamdulillah banget deh mbak. Terima kasih sama Grab Bike. Cari duit jadi gampang banget”.




Referensi
https://abdullahlubisblog.wordpress.com/2016/03/02/www-traveloka-com/ (diakses pada tanggal 13 agustus 2017, Pukul 12.48 WIB)

Leighton Cosseboom, Mengapa Traveloka bisa menjadi startup unicorn pertama di Indonesia, https://id.techinasia.com/traveloka-startup-unicorn-analisis-pasar  diakses pada tanggal 13 September 2017, Pukul 12.51 WIB)

 

Meilia Adhayanti, Artikel Bisnis Traveloka,  http://adhayantimeilia.blogspot.co.id/2015/12/artikel-bisnis-travelokacom.html diakses pada tanggal 13 September 2017, pukul 12.54 WIB


http://www.febriyanlukito.com/review-aplikasi-go-jek-indonesia-layanan-terbaru-gojek-line/
http://rumahinspirasi.com/pengalaman-menggunakan-gojek-dan-grab-bike/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar