Minggu, Desember 17

BISNIS PLAN ROYAL JAMUR

1.1   Latar Belakang

Jamur kuping (Auricularia auricula) adalah komoditas yang saat ini sangat dicari masyarakat. Baik untuk bahan pangan maupun industri obat dan kosmetik. Peluang bisnis jamur kuping masih terbuka lebar. Jumlah petani jamur kuping relatif lebih sedikit dibandingkan dengan petani jamur jenis lain. Jika dilihat dari segi bisnis, budidaya jamur kuping adalah layak untuk diusahakan karena pasar terbuka luas. Karakteristik dari jamur kuping ini adalah memiliki tubuh buah yang kenyal (mirip gelatin) jika dalam keadaan segar. Namun, pada keadaan kering, tubuh buah dari jamur kuping ini akan menjadi keras seperti tulang.Bagian tubuh buah dari jamur kuping berbentuk seperti mangkuk atau kadang dengan cuping seperti kuping, memiliki diameter 2-15 cm, tipis berdaging, dan kenyal.  Warna tubuh buah jamur ini pada umumnya hitam atau coklat kehitaman akan tetapi adapula yang memiliki warna coklat tua. Jenis jamur kuping yang paling memiliki nilai bisnis yang tinggi adalah yang memiliki warna coklat pada bagian atas tubuh buah dan warna hitam pada bagian bawah tubuh buah, serta ukuran tubuh buah kecil. Jamur kuping merupakan salah satu jamur konsumsi yang umum dikeringkan terlebih dahulu, kemudian direndam dengan air dalam waktu relatif singkat sehingga jamur ini akan kembali seperti bentuk dan ukuran segarnya (Wikipedia)

Jamur kuping mengandung air, protein, lemak, karbohidrat, serat, abu. Lemak yang terkandung dalam jamur termasuk lemak yang aman dan sehatjika dimakan. Jamur pun mengandung beragam vitamin seperti B1, B2, niasin, biotin dan vitamin C. Mineral yang terdapat pada jamur kuping adalah K, P, Ca, Na, Mg, Cu dan beberapa elemen mikro lainnya. Serat di dalam jamur ini berkisar antara 7,4-27,6%. Jamur kuping mempunyai manfaat bagi kesehatan, baik untuk penyakit dalam tubuh maupun yang di luar tubuh, seperti luka bakar. Jamur ini juga mampu secara efektif menghambat pertumbuhan sel kanker serta berfungsi sebagai pencegah dan penghambat proses penggumpalan darah. Selain itu, masih banyak manfaat lain dari jamur kuping, dari sisi medis. Budidaya jamur kuping adalah pekerjaan yang sederhana dan bisa dilakukan oleh seorang penyandang disabilitas. Penyiraman otomatis dengan pompa, sprinkle dan timer, tidak terlalu merepotkan untuk penyandang tuna daksa, tuna rungu dan tuna netra. Bahkan seorang anak penyandang autis dapat diajarkan untuk budidaya ini.


1.2 Visi dan Misi

Visi dari proposal yang saya buat ini adalah untuk membuat usaha dimana usaha ini akan terus berkelanjutan dan  membuat saya menjadi entrepreneur muda dalam bidang argobisnis yang menghasilkan jamur-jamur berkualitas dan nilai lebih agar mampu menciptakan kepuasan pelanggan dan mampu bersaing dengan industri sejenis serta memperluas lapangan kerja yang ada di Jakarta dan memudahkan pemerintah dalam mengatasi permasalahan pengangguran yang ada di Jakarta.

Misi dari budidaya jamur kuping adalah menghasilkan jamur kering yang berkualitas tinggi, memberikan pelayanan yang terbaik kepada konsumen.

1.3  Tujuan
Agar setelah lulus dari perguruan tinggi saya sudah memiliki pekerjaan dan usaha sendiri. Dengan harapan nantinya dapat memberdayakan pengangguran yang ada di Jakarta agar mereka memiliki pekerjaan yang dapat mengangkat perekonomian tanpa tergantung oleh orang lain.

1.4  Kegunaan

Kegunaan kegiatan PKM ini adalah agar mahasiswa dapat mengembangkan jiwa entrepreneur dan keberanian dalam berwirausaha. Kemudian dapat mengembangkan bahkan menambah penghasilan tambahan dari usaha budidaya jamur kuping ini. Dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar yang membutuhkan.
1.5  Gambaran Umum Rencana Usaha
1.5.1        Ide Produk
Saya menjual jamur kuping kering dengan menyesuaikan kebutuhan pasar.
1.5.2        Strategi Kegiatan Usaha
a.      Mutu Produk
Saya menjual jamur kuping kering dengan kualitas tinggi.
b.      Harga Produk
Jamur kuping kering yang saya jual berkisar mulai dari Rp.70.000/kg.
c.       Jalur Pemasaran
·         Personal Selling     :  Mouth to Mouth.
·         Direct Selling        : Menjual langsung kepada restoran-restoran yang membutuhkan bahan dasar jamur kuping kering.
·         Media Sosial         : Facebook, Twitter, Instagram, dll.

2.1  SWOT

a.      Strength (Kekuatan)

·         Keunggulan produk

Saya menawarkan jamur kuping kering yang memiliki kualitas terbaik dengan harga yang terbilang murah.

·         Kreativitas

Kami menawarkan jamur kuping yang sudah dikeringkan sehingga lebih awet dan apabila ingin dikonsumsi hanya perlu direndam didalam air hangat maupun dingin.

b.      Weakness (Kelemahan)
Belum memiliki cukup pengalaman
Pengalaman untuk memulai usaha yang masih sangat minim merupakan suatu kelemahan yang harus diatasi.
c.       Opportunities (Peluang)
·         Banyaknya konsumen
Dalam tiga tahun terakhir, minat masyarakat Indonesia mengonsumsi jamur terus meningkat, sebab kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi jamur berpengaruh positif terhadap permintaan pasokan.
·         Keterbukaan untuk menggunakan teknologi baru kedepannya untuk membuat kemajuan besar dibidang produksi khususnya.
d.      Ancaman (Threat)
Melihat dari perkembangan argobisnis khususnya jamur masa kini, banyaknya permintaan masyarakat, maka persaingan dalam menjalankan usaha ini pun cukup banyak. Dan apabila pelayanan dan kualitas yang diberikan kepada konsumen kurang memuaskan, maka konsumenpun akan merasa kecewa, sehingga usaha ini akan terancam bangkrut.
Untuk mengatasi masalah tersebut, maka saya akan selalu memberikan pelayanan dan kualitas produk yang terbaik kepada semua konsumen saya. Kualitas produk yang baik dan pelayanan yang terbaik menjadi prioritas utama saya dalam menjalankan usaha ini.

2.1.Sasaran dan Target Pasar

Sasaran kami adalah restoran, tempat makan dan pengepul jamur kuping kering yang memang menjadikan jamur kuping kering menjadi produk matang. Untuk itu saya memulai promosi dari daerah sekitar tempat tinggal saya serta melakukan promosi pada restoran-restoran yang memang membutuhkan jamur kering di sekitar daerah Jakarta Selatan , karena saya menganggap promosi akan lebih efektif. Untuk itu, saya juga menggalakkan promosi di berbagai media sosial, seperti facebook, twitter, instagram bahkan juga di web seperti tokopedia, amazon, dll. Hal ini saya maksudkan untuk memberi kemudahan dalam pemesanan dan pembelian kepada konsumen.

2.2.Metode Pelaksanaan

Pelaksanaan program budidaya jamur ini ini terbagi atas 3 tahap, yakni survey, penyusunan rencana usaha, dan uji coba penjualan. Penjelasan tiap tahap akan dijelaskan, sebagai berikut :
a.       Survey
·         Survey Pasar.
Survey pasar dilakukan untuk mengetahui target pasar yang akan dijangkau oleh usaha yang akan dijalankan dan menangkap keinginan para target pasar. Survey pasar juga dilakukan untuk mengetahui kekuatan kompetitor lain dan menetapkan strategi apa yang diterapkan agar dapat bersaing dengan kompetitor lainnya.
·         Survey Tempat usaha.
Survey ini dilakukan untuk mencari tempat yang strategis untuk membuka usaha agar dapat menarik perhatian konsumen dan dapat bersaing dengan kompetitor lainnya.
·         Survey Perlengkapan.
Survey ini dilakukan untuk mengetahui perlengkapan-perlengkapan yang harus digunakan untuk menunjang dan mendukung usaha ini.


b.      Menyusun Rencana Usaha
Pada tahapan ini saya melakukan susunan rencana usaha yang sesuai dengan visi misi yang saya jalankan dengan mencari inovasi terbaru untuk usaha ini agar bisa berbeda dengan yang lain dan dapat bersaing dengan kompetitor lainnya yang hasil akhir dari usaha ini adalah agar dapat berkembang luas dan dapat diterima oleh semua masyarakat.
c.       Uji Coba Penjualan
Pada tahap ketiga ini kami akan mencoba melakukan uji coba penjualan agar dapat sesuai dengan selera target pasar dan dapat diterima oleh target pasar.

2.4  Aspek Organisasi, SDM, dan Menejemen Umum

a         Nama Perusahaan        : Royal Jamur
b        Bidang Usaha             : Makanan
c         Jenis Produk/Jasa        : Jamur Kuping Kering
d        Alamat            Perusahaan     : Jl. Peninggaran Timur 1 kavA4 No.55 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta

2.5  Anggaran Biaya

1.   Pemasukan

Dana Kampus (Universitas)     :           Rp  12.500.000   +

Jumlah Pemasuk                                   Rp  12.500.000

2.      Biaya Investasi
a.      Pembuatan kumbung/rumah jamur              : 36 x Rp.  250.000  =  Rp.9.000.000
b.      Pompa air                                                                                          Rp.   750.000
c.       Paralon                                                                                              Rp.   500.000
d.      Springkle                                                      : 4 x Rp.      75.000  = Rp.   300.000
e.       Sprayer                                                                                            Rp.    200.000
f.       Alat panen (ember, pisau, alas jemur)                                               Rp.    300.000
g.      Sapu                                                                                                  Rp.      20.000
                                                                                                        Jumlah         Rp.11.070.000
3.      Biaya Penyusutan
a.    Penyusutan kumbung                3/60 x 9.000.000                                     : 450.000
b.   Penyusutan pompa air              3/60 x 750.000                                         :   37.500
c.    Penyusutan paralon                  3/60 x 500.000                                         :   25.000
d.   Penyusutan  sprinkle                3/60 x 300.000                                         :   15.000
e.    Penyusutan sprayer                  3/60 x 200.000                                         :   10.000
f.    Penyusutan alat panen             3/36 x 300.000                                         :   25.000
g.   Penyusutan sapu                      3/24 x 20.000                                           :     2.500
                       Jumlah penyusutan Rp. 565.000
4.      Biaya Variabel
a.       Baglog                                   2.000 x @ Rp. 2.500                             : 5.000.000
b.      Tenaga kerja                          3 x Rp. 750.000                                    : 1.250.000
c.       Listrik dan air                        3 x Rp. 100.000                                    :    300.000
                                                                                    Jumlah                Rp.5.850.000
Biaya Operasional per Periode
Total biaya operasional/periode: Biaya tetap Rp. 565.000 + Rp. 5.850.000 =
Rp. 6.415.000
5.      Pendapatan dan Keuntungan
Pendapatan per periode: 288 x Rp. 70.000 = Rp. 20.160.000
Keuntungan per periode = 20.160.000-6.415.000 = Rp. 13.745.000
6.      Kelayakan Usaha
R/C Ratio      : Pendapatan : Total Biaya Operasional per periode = 20.160.000 : 6.415.000 = 3,2
Pay back ratio            : Total Biaya Investasi : Keuntungan = (Rp. 11.070.000 : 13.745.000) x 1 bulan = 0.81 bulan
Agar usaha budidaya jamur kuping ini berhasil, maka dibutuhkan modal awal sebesar Biaya Investasi dan Biaya Variabel sebesar Rp. 11.070.000 + Rp. 5.850.000
= Rp. 16.920.000 atau enambelasjuta sembilanratus duapulu ribu rupiah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar