Selasa, April 3

Gaya Kepemimpinan dan komunikasi serta komitment untuk kinerja perusahaan yang lebih baik




Abstrak
Peningkatan kinerja pegawai dipengaruhi oleh berbagai faktor baik untuk datang dari petugas itu sendiri dan juga datang dari institusi lingkungan Hidup. Faktor-faktor yang datang di petugas diri antara lain
komunikasi dan gaya kepemimpinan. Komitmen organisasi memiliki pengaruh terhadap kinerja pegawai. Komitmen karyawan lembaga dapat dijadikan salah satu jaminan untuk menjaga kelangsungan institusi. Seorang pemimpin mengaku harus memiliki kemampuan memimpin dan kemampuan intelektual yang tidak diragukan sehingga dalam memutuskan kebijakan diterima dengan baik dalam memimpin organisasi.
Kata Kunci
Gaya kepemimpinan, gaya komunikasi, komitment,
Pendahuluan
Menurut Buchari Zainun, (2001: 51) dalam Kristianto Manajemen  sumberdaya  manusia  bukanlah  suatu  yang  baru  di  lingkungan suatu organisasi. Upaya manusia, bukan suatu yang statis, tetapi terus berkembang dan berubah seirama dengan dinamika kehidupan manusia yang berlangsung dalam kebersamaan.   Keberhasilan   suatu   instansi   ditunjang oleh   beberapa   faktor, diantaranya    peranan    sumberdaya    manusia,    oleh    karenanya    instansi    harus memahami   perilaku   dari   pegawai.   Hal   ini   disebabkan pegawai   merupakan penggerak  utama  dalam  organisasi,  sehingga  harus  mendapatkan  perhatian  yang lebih serius.
Komunikasi kepemimpinan merupakan komunikasi yang dilakukan pemimpin kepada bawahan organisasinya. Dalam penerapannya, pemimpin dapat menggunakan berbagai macam jenis komunikasi kepemimpinan sesuai dengan gaya masing masing yang dipengaruhi oleh banyak faktor. Jenis komunikasi kepemimpinan atau gaya komunikasi kepemimpinan wajib dimiliki oleh seorang pemimpin. Gaya komunikasi kepemimpinan ini harus digunakan pemimpin untuk mempengaruhi bawahannya untuk mencapai target organisasi.
Tugas seorang pimpinan suatu instansi untuk mempengaruhi bawahannya, dalam arti mengarahkan, membimbing, menggerakkan dan mengontrol bawahan agar dalam setiap tindakannya sesuai dengan keinginan organisasi serta mengarahkan penggunaan fasilitas yang ada demi tujuan organisasi, bagaimanapun lengkapnya peralatan kerja, faktor manusia harus mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh karena manusia paling menentukan berhasil dan tidaknya suatu organisasi. Seorang pemimpin dituntut harus mempunyai kemampuan memimpin dan kemampuan intelektual yang tidak diragukan sehingga di dalam memutuskan suatu kebijakan diterima baik di dalam organisasi yang dipimpinnya. Dengan adanya kepemimpinan manajerial yang memadai, maka pegawai akan memiliki persepsi yang baik sehingga segala tindakannya akan dijadikan panutan atau tauladan bawahannya dalam melaksanakan pekerjaan. 


Pembahasan
A.    Gaya kepemimpinan
Secara sederhana, proses pengelolaan organisasi mencakup empat tahap, yaitu “perencanaan (planning, mengorganisasikan, pengarahan dan pengawasan  biasanya disingkat dengan POAC”. Apabila salah satu unsur tersebut tidak berjalan dengan baik, maka akan menimbulkan ketimpangan-ketimpangan dalam semua aktivitasnya sehingga akan mempengaruhi pencapaian tujuan organisasi. Kutip Zamroni, (2000: 3) dalam kristianto.
Menurut Saul. W. Gellerman, (2003) dalam Hidayat .Gaya (style of leadership) ternyata merupakan ringkasan dari bagaimana seorang pemimpin melaksanakan fungsi kepemimpinannya dan bagaimana ia dilihat oleh mereka yang berusaha dipimpinnya atau mereka yang mungkin sedang mengamati dari luar.
Menurut Kartini Kartono (2001: 135) dalam Kristianto “Kepemimpinan adalah kemampuan untuk memberikan pengarahan yang konstruktif kepada orang lain untuk melakukan suatu usaha kooperatif mencapai tujuan yang telah direncanakan.” Feithzal Rivai (2004: 78) mengemukakan “Kepemimpinan adalah kemampuan memperoleh consensus dan keterikatan pada sasaran bersama, melampuai syarat-syarat organisasi, yang dicapai dengan pengalaman sumbangan dan kepuasan dikelompok kerja.
Menurut   Sondang   P.   Siagian   (1997:   46) dalam kirstianto: Kepemimpinan  yaitu   kemampuan seseorang/atau  sekelompok  orang  untuk  antara  lain  memperoleh  kepercayaan  dari orang-orang  yang  dipimpin  dan  keterampilan  untuk  menggerakkan  orang-orang yang  dipimpin  itu  sehingga  pencapai  tujuan  yang  telah  ditetapkan  dapat  terlaksana dengan efektif, efisien, dan ekonomis. 

Pada dasarnya di dalam setiap gaya kepemimpinan terdapat 2 unsur utama,yaitu unsur pengarahan (directive behavior) dan unsur bantuan (supporting behavior). Sedangkan berdasarkan kepribadian maka gaya kepemimpinan dibedakan menjadi (Robert Albanese, David D. Van Fleet, 1994) :
1.      Gaya kepemimpinan kharismatis
merupakan gaya kepemimpinan yang mampu menarik atensi banyak orang, Mereka terpesona dengan cara berbicaranya yang membangkitkan semangat. Biasanya pemimpin dengan kepribadian kuning ini visionaris. Mereka sangat menyenangi perubahan dan tantangan.
2.      Gaya Kepemimpinan Otoriter
Merupakan gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh. Segala pembagian tugas dan tanggung jawab dipegang oleh si pemimpin yang otoriter Dalam gaya kepemimpinan otoriter, pemimpin mengendalikan semua aspek kegiatan.

3.      Gaya kepemimpinan demokratis
Merupakan gaya pemimpin yang memberikanwewenang secara luas kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya.


4.      Gaya Kepemimpinan Moralis
Merupakan gaya kepemimpinan yang paling menghargai bawahannya. Biasanya seorang pemimpin bergaya moralis sifatnya hangat dan sopan kepada semua orang. Pemimpin bergaya moralis pada dasarnya memiliki empati yang tinggi terhadap permasalahan para bawahannya.


                B.  Komunikasi kepemimpinan
Menurut Hidayat (2018) Gaya kepemimpinan ini biasanya didasarkan oleh beberapa pola dasar yakni mementingkan hubungan kerja sama, mementingkan pelaksanaan pekerjaan dan mementingkan hasil dari pekerjaan. Untuk mengetahui berbagai jenis komunikasi kepemimpinan, berikut adalah contoh gaya komunikasi kepemimpinan yang biasa digunakan:
1.      Gaya Controlling
Gaya komunikasi kepemimpinan model ini mementingkan kendali atas organisasi. Pemimpin dengan gaya komunikasi controlling akan membatasi dan cenderung mengatur perilaku, pikiran dan tanggapan bawahannya.
2.      Gaya Equalitarian
Gaya komunikasi kepemimpinan jenis ini mengedepankan aspek kesamaan
dalam komunikasi. Komunikasi kepemimpinan jenis ini melakukan penyebaran
informasi atau ide dengan arus dua arah, baik dari atasan ke bawahan maupun
sebaliknya.
3.      Gaya Struktural
Dalam gaya komunikasi kepemimpinan ini, pemimpin memberikan informasi
yang bertujuan untuk pemantapan perintah penugasan, jadwal penugasan dan
struktur organisasi.
4.      Gaya Dinamis
Komunikasi kepemimpinan gaya dinamis ini artinya pelaku komunikasi akan
bersikap lebih agresif dalam menyampaikan dan menangkap pesan. Dalam gaya ini, baik pemimpin dan bawahan sadar betul bahwa lingkungan organisasi mereka dinamis sehingga berfokus pada tindakan.
5.      Gaya Relinqushing
Dalam gaya komunikasi kepemimpinan ini, pemimpin memiliki sifat bersedia
dalam menerima saran atau ide dari orang lain. Pemimpin bersedia menurunkan
keinginannya dalam memberi perintah dan mengatur pegawainya.

B.     Komitment organisasi
Komitmen organisasi merupakan suatu keadaan sejauh mana seorang karyawan memihak pada suatu organisasi tertentu dan tujuannya, dan berniat memelihara keanggotaan dalam organisasi” menurut Robbin, (1996: 171) dalam kristianto. Mitchell dalam Feithzal Rivai (2004: 27) dalam kristianto menyatakan bahwa “komitmen organisasi merupakan loyalitas dan identifikasi individu terhadap organisasi.” Lebih lanjut Mitchell dalam Feithzal Rivai (2004: 27) mengemukakan bahwa “Mereka mempunyai komitmen tinggi cenderung lebih bertahan dan rendah absensinya daripada yang komitmennya rendah.” 


Contoh Kasus :
1.     Chairul Tanjung

Image result for cara komunikasi chairul tanjung untuk bisnisDemi menjaga kepuasan pelanggan. Dia pernah menelpon Customer Service Bank Mega untuk memastikan bahwa line telpon Bank Mega mudah dihubungi.
Chairul Tanjung (ejaan Soewandi: Chairul Tandjung, lahir di Jakarta16 Juni 1962; umur 53 tahun) adalah pengusaha asalIndonesia. Ia menjabat sebagai Menko Perekonomian menggantikan Hatta Rajasa sejak 19 Mei 2014 hingga 27 Oktober 2014. Namanya dikenal luas sebagai pengusaha sukses yang memimpin CT Corp.
Chairul memulainya bisnisnya ketika ia kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, Sempat jatuh bangun, akhirnya ia sukses membangun bisnisnya. Kini perusahaan konglomerasi miliknya CT Corp, menjadi sebuah perusahaan yang membawahi beberapa anak perusahaan seperti Trans CorpBank Mega, dan CT Global Resources.
Chairul Tanjung, CEO CT Corp dan mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Jumat (22/9) menjelaskan kegiatan Humas, Media landscape di Indonesia dan Business Communication Leadership.
"Komunikasi dalam dunia bisnis haruslah berubah menjadi lebih interaktif dan dua arah, terutama dalam menjalani bisnis yang berhubungan langsung dengan konsumen. Beriklan tidaklah cukup untuk menginformasikan atau meningkatkan kesadaran khalayak pada produk ataupun perusahaan kita," ujar  Chairul Tanjung.
"Konsumen adalah salah satu Humas terbaik kita, kenapa? Karena mereka serta merta berbagi pengalamannya kepada sekitarnya. Oleh karena itu yang bisa kita lakukan adalah mengakomodasi atau memastikan kepuasan mereka terhadap produk ataupun layanan perusahaan kita," kata Chairul Tanjung menambahkan.



Kesimpulan
Seiring perkembangan zaman, kepemimpinan secara ilmiah mulai berkembang dengan pertumbuhan manajemen ilmiah yang lebih dikenal dengan ilmu tentang memimpin. Hal ini terlihat dari banyaknya leteratur yang mengkaji tentang leadership dengan berbagai sudut pandang atau perspektifnya. Kepemimpinan tidak hanya dilihat dari baiknya saja, akan tetapi dapat dilihat dari penyiapan sesuatu berencana dan komitment dalam diri dan dapat melatih calon – calon pemimpin.

Daftar Pustaka
Hidayat, Atep Afia.2018.Komunikasi dan model kepemimpinan.Modul perkuliahan Kewirausahaan I.Universitas Mercubuana. Jakarta

Kristianto, Djoko.2009. Komitmen Organisasi, Model Kepemimpinan Manajerial dan pengaruhnya terhadap Kinerja.
 Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan Vol. 9, No. 1, April 2009 : 45 – 52. Fakultas Ekonomi Universitas Selamet Riyadi. Surakarta


 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.