Selasa, Juli 10

Komunikasi dan Model kepemimpinan



 " Komunikasi dan Model kepemimpinan"
 Proyek-L05
@L05-Vaizar
@Startup-L02

















ABSTRAK

Kepemimpinan  adalah proses dalam mengarahkan dan mempengaruhi para anggota dalam melakukan berbagai aktivitas di suatu kegiatan seperti dalam menjalankan bisnis, sedangkan komunikasi adalah proses penyampaian dan pertukaran informasi sekurang-kurangnya antara 2 pihak atau lebih yang berperan sebagai pengirim  dan penerima dengan menggunakkan berbagai media yang ada.  Tipe kepemimpinan dalam mempengaruhi para anggotanya dapat berbeda-beda. Hal ini disebabkan latar belakang pemimpin,budaya, organisasi, maupun dalam hal bisnis.Bentuk komunikasi yang dilakukan pemimpin antar individu yang memiliki perbedaan budaya akanmenimbulkan perbedaan karakter, sehingga membutuhkan penyesuaian agar kegiatan komunikasi dapat berjalan secara efektif terutama dalam berwirausaha.



Kata Kunci : komunikasi dan kepemimpinan

Rumusan Masalah
Bagaimana karakter maupun tipe seorang pemimpin yang bagus?
Bagaimana seorang pimpinan memiliki komunikasi yang Baik terhadap bawahan?

Pendahuluan

Penelitian para ahli ilmu jiwa dalam menjelaskan fenomena bahwa hanya sedikit orang yang mampu menjadi pemimpin dibanding sekian banyak yang menjadi pengikut, mengantarkan pada anggapan bahwa pemimpin mempunyai beberapa ciri unggul yang tidak dipunyai oleh para pengikutnya. Pengamatan awal menunjukkan bahwa sebagian besar pemimpin mempunyai ciri-ciri fisik yang menonjol seperti ukuran badan lebih tinggi dan besar, lebih cerdas, lebih extrovert, dan lebih percaya diri. Karakteristik itulah yang mengantarkan seorang pemimpin untuk mau atau dipaksa mau menerima tanggung jawab yang lebih besar yang merupakan satu dari beberapa syarat menjadi pemimpin.Koontz (Wahjono, 2010:268) mengikhtisarkan ada 4 sifat utama yang berpengaruh terhadap kesuksesan seorang pemimpin, yaitu : (1) kecerdasan, (2) kedewasaan dan keluasan hubungan sosia, (3) motivasi diri dan dorongan berprestasi, dan (4) sikap-sikap hubungan manusiawi.

Pembahasan


Komunikasi dalam menjalankan usaha sangat bermanfaat untuk diterapkan dalam ruang lingkup komunikasi bisnis atau berwirausaha. Teori komunikasi pengusahawan/pemimpin bisa menjadi acuan bagi pengusaha/pemimpin dalam menerapkan gaya komunikasi kepemimpinannya dalam menjalankan Bisnis. Secara umum, komunikasi kepemimpinan memiliki beberapa fungsi seperti fungsi informatif, fungsi regulatif, fungsi persuasif dan fungsi integratif. Berikut adalah manfaat dari mempelajari komunikasi kepeminpinan.
1. Meningkatkan alur informasi
Komunikasi kepemimpinan memiliki fungsi informatif yang artinya proses pertukaran informasi atau ide antara atasan dan bawahan harus terlaksana dengan baik. Bagi atasan, komunikasi kepemimpinan dibutuhkan agar atasan mengetahui kondisi organisasi dan dapat menentukan kebijakan dalam organisasi. Bagi bawahan, komunikasi kepemimpinan bermanfaat untuk memperoleh informasi seperti benefits yang didapat karyawan, izin cuti, jaminan sosial & kesehatan dan informasi lainnya.
2. Melancarkan regulasi
 Komunikasi kepemimpinan juga berfungsi dalam menjalankan regulasi dalam perusahaan atau organisasi. Atasan memiliki wewenang dalam mengatur alur komunikasi. Atasan berhak memberikan instrusi kerja kepada bawahan. Dengan adanya komunikasi kepemimpinan, proses penyampaian instruksi pekerjaan beserta regulasinya bisa berjalan lebih baik.
3. Meningkatkan fungsi persuasif
Salah satu fungsi komunikasi kepemimpinan adalah membuat pemimpin bisa memberikan pengaruh kepada bawahannya untuk mengikuti arahan pemimpin tersebut. Pemimpin yang baik harus memiliki kemampuan persuasif, karena dengan ini maka bawahannya bisa bekerja lebih baik dan tidak sekadar mengerjakan instruksi kerja atasan.
4. Membuat integrasi komunikasi organisasi
Adanya sistem komunikasi kepemimpinan yang baik juga bisa memperlancar proses komunikasi antar pegawai maupun pegawai dengan atasan dalam suatu Bisnis atau Usaha. Dengan mempelajari komunikasi kepemimpinan, atasan bisa menerapkan sistem maupun sarana komunikasi yang bisa mengintegrasikan proses komunikasi di dalam Bisnis.
B. Kepemimpinan
The Traitist Theory of Leadership (Teori Sifat), teori ini mengemukakan sifat-sifat yang dimiliki seorang pemimpin dianggap sebagai ukuran penting sebagai syarat-syarat untuk menentukan potensi kepemimpinan sorang pemimpin.
The Situasional Theory of Leadership (Teori Situasioanl), teori ini mengemukakan kepemimpinan dipengaruhi oleh keadaan enterprenuer dan lingkungan sosial. Gaya kepemimpinan pebisnis dalam keadaan normal dan kritis akan berbeda. Keberhasilan karena pengaruh situasi, artinya ada seorang pemimpin yang berhasil dalam keadaan normal, namun ada pula yang dapat berhasil dengan baik dalam keadaan krisis. Bagi seorang pemimpin sejati keadaan-keadaan darurat justru merupakan kesempatan baik untuk mengatasi keadaan krisis itu.

Tipe Kepemimpinan

Tipe kepemimpinan dalam mempengaruhi para bawahannya dapat berbeda-beda. Hal ini disebabkan latar belakang pemimpin/Pebisnis, usaha yang digeluti, pengikut dan lingkungan usaha.
1. Kepemimpinan Otoriter
Pemimpin menganggap dirinya yang paling berkuasa. Pengarahan pada bawahan dilakukan dengan cara memberikan instruksi atau perintah. Tujuan kepemimpinannya hanya unutk meningkatkan produktivitas kerja dan cenderung tidak memperhatikan kesejahteraan pekerja. Pimpinan menganut sistem manajemen tertutup, sistemnya pun sentralisasi.akan tetapi tipe kepemimpinan ini jarang diterapkan dalam bisnis atau wirausaha bahkan bisa dikatakan tidak pernah
2. Kepemimpinan Partisipatif
Pemimpin melaksanakan kepemimpinannya dengan cara persuasif, menciptakan kerjasama yang harmonis, menumbuhkan loyalitas, dan partisipasi bawahannya. Pemimpin memotivasi bawahan agar mempunyai rasa memiliki perusahaan. Falsafah pemimpin, pemimpin adalah untuk bawahan. Sistem manajemen terbuka dan informasi pembinaan kaderisasi sangat diperhatikan.
3. Kepemimpinan Delegatif
Pemimpin memberikan kewenangan (delegasi) pada bawahan agar besar, sehingga bawahannya diberi keleluasaan dalam mengambil keputusan dan menbuat kebijakan.
Pimpinan menyerahkan tanggung jawab agar bawahan dapat mengendalikan dirinya sendiri dan menyelesaikan pekerjaanya. Para bawahan dituntut untuk memiliki kematangan kemampuan dalam bekerja dan kematangan psikologis atau kemauan dalam bekerja.

Kesimpulan

jadi komunikasi dalam kepemimpinan suatu hal yang harus dimiliki pejiwa bisnis, komunikasi adalah ssegala galanya, Komunikasi yang Baik menghasilkan output yang baik juga

Daftar Pustaka





















Tidak ada komentar:

Posting Komentar