Selasa, Maret 26

Kreatifitas Salah Satu Modal ber Usaha

Kreatifitas Salah Satu Moal ber Usaha

Novian Adi Pratama, @M01-NOVIAN, @STRATUP-M01
Abstrak.

Kreatifitas Menurut Rockler (Materi Pelatihan Kewirausahaan LP3I Bandung, 2004) dalam Innovative Teaching Strategis mendefinisikan kreativitas adalah kesadaran seseorang untuk mendapatkan suatu perspektif baru dan sebagai hasilnya membawa sesuatu yang baru.
Conny Semiawan (1984:8) menyatakan, kreativitas diartikan sebagai kemampuan untuk menciptakan suatu produk baru. Dimana produk baru tersebut tidak perlu semuanya baru, tetapi dapat merupakan bagian-bagian produk saja.
Kreativitas (creativity) adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan untuk menemukan cara-cara baru dalam meilhat masalah dan peluang.
Maka kreativitas dapat diartikan menjadi kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru atau melihat hubungan-hubungan baru antara unsur, data, variabel yang sudah ada sebelumnya.

       Dalam buku A Whack on the Side of the Head, Roger von Oech mengidentifikasikan 10 kunci mental yang membatasi kreativitas seseorang :


1.    Mencari satu jawaban yang “tepat”
Kebanyakan sistem pendidikan yang mendarah daging adalah asumsi bahwa terdapat satu jawaban yang “tepat” untuk masalah tertentu, namun pada kenyataannya kebanyakan masalah bersifat ambigu. Tergantung pada pertanyaan-pertanyaan yang diajukan seseorang, mungkin (biasanya memang) terdapat beberapa jawaban yang “tepat”.
2.    Berfokus untuk “berpikir logis”
Logika adalah bagian yang sangat penting dalam proses kreatif, terutama ketika mengevaluasi ide dan menerapkannya. Akan tetapi, dalam fase imajinatif awal proses tersebut, pemikiran logis dapat menghambat kreativitas dan terlalu berfokus untuk menjadi logis juga menghambat penggunaan salah satu dari penciptaan pikiran yang sangat kuat. Von Oech menyarankan agar kita “memikirkan sesuatu secara berbeda” dan untuk secara bebas menggunakan pemikiran tidak logis, terutama dalam fase imajinatif proses kreatif.

3.    Mengikuti aturan secara membabi buta
Sejak masih kecil kita belajar untuk mematuhi beberapa aturan secara membabi buta, namun terkadang kreativitas bergantung  pada kemampuan kita melanggar aturan yang ada sehingga kita dapat melihat cara-cara baru melakukan sesuatu.
4.    Terus menerus bersifat praktis
Membayangkan jawaban yang tidak praktis terhadap pertanyaan-pertanyaan “bagaimana bila” dapat menjadi batu loncatan yang sangat kuat terhadap ide-ide kreatif. Menyingkirkan kepraktisan selama beberapa waktu dapat membebaskan pikiran untuk mempertimbangkan solusi kreatif yang, sebaliknya mungkin tidak pernah timbul.
5.    Memandang permainan sebagai hal yang tidak berguna
Permainan memberikan peluang kepada kita untuk menemukan kembali kenyataan dan merumuskan kembali cara-cara melakukan sesuatu. Perhatikan anak-anak saat bermain dan anda akan melihat mereka menemukan mainan baru, menciptakan cara-cara baru dalam melihat hal-hal lama, dan belajar apa yang sukses dalam permainan mereka.
6.    Menjadi terlalu terspesialisasi
Menetapkan masalah “pemasara” atau “produksi” atau bidang lain sebagai salah satu masalah yang berdiri sendiri (menyangkut bidang khusus), membatasi kemampuan untuk melihat kemungkinan bagaimana masalah terkait dengan masalah lain. Sedangkan pemikir kreatif cenderung menjadi “penjelajah”, mencari beberapa ide di luar bidang keahlian mereka.
7.    Menghindari ambiguitas
Ambiguitas (makna ganda) dapat menjadi rangsangan kreatif yang sangat kuat, hal tersebut mendorong kita untuk “berpikir dengan cara berbeda”. Menjadi sangat terperinci dalam situasi imajinatif cenderung melumpuhkan kreativitas. Akan tetapi, ambiguitas ini mengharuskan kita mempertimbangkan paling tidak dua pikiran yang berbeda, bahkan sering kali bertentangan pada waktu yang sama, yang menjadi saluran langsung bagi kreativitas. Situasi ambigu ini memaksa kita memperluas pikiran kita diluar batasan-batasan normal dan untuk mempertimbangkan pilihan kreatif yang sering kali kita abaikan.
8.    Takut terlihat tolol
Orang cenderung menjadi konvensional karena mereka tidak ingin terlihat bodoh. Pekerjaan yang bodoh adalah melanggar kebiasaan dan aturan yang membuat kita berpikir dengan cara yang sama. Wirausahawan merupakan “orang-orang bodoh” nomor satu. Ahli teori kewirausahaan Joseph Schumpeter, menulis bahwa para wirausahawan melakukansatu fungsi penting “pemusnah kreatif” yaitu pada saat mereka memikirkan kembali asumsi-asumsi konvensional dan membuang asumsi yang tidak berguna lagi.
Menurut Schumpeter, “fungsi para wirausahawan adalah mereformasi dan merevolusi pola produksi dengan cara memanfaatkan penemuan atau, secara lebih umum, memanfaatkan tekonologi yang belum dicoba untuk memproduksi komoditas baru atau memproduksi komoditas lama dengan cara baru, dengan cara mengorganisasikan kembali industri.
9.    Takut salah dan gagal
Orang-orang kreatif menyadari bahwa mencoba sesuatu yang baru sering kali mengarah pada kegagalan, akan tetapi mereka tidak melihat kegagalan sebagai akhir. Hal itu mencerminkan pengalaman belajar yang pada kesuksessan.
10.  Percaya bahwa “saya tidak kreatif”

 Beberapa orang membatasi dirinya karena mereka yakinbahwa kreatifitas hanya dimiliki oleh Einstein, Bethoven dan Da Vinci, akan tetapi keyakinan ini sering menjadi ramalan untuk menghakimi diri sendiri. Banyak orang yang dianggap Jenius, visioner dan penemu sesungguhnya tidak lebih pintar daripada orang umumnya akan tetapi mereka lebih banyak belajar cara untuk berpikir secara kreatif dan cukup tahan untuk terus mencoba hingga sukses.  

KESIMPULAN
     Anda harus Percaya pada kemampuan anda sendiri tidak peduli anda bersaing dengan siapa dan bagaimana, yang terpenting ialah ketika anda Yakin akan Kemampuan anda, anda tunjukan kepada orang banyak  bahwa anda yang akan sukses dengan cara anda Sendiri.

DAFTAR PUSTAKA

W. Zimmer. Thomas, M. Scarborough, Wilson Daugh. 2008. Kewirausahaan dan    Manajemen Usaha KecilEdisi 5. Jakarta: Salemba Empat.

Ir. Hendro, M.M. 2011. Dasar-dasar Kewirausahaan. Jakarta: Erlangga.
Geoffrey G. Meredith, Robert E. Nelson, Philip A. Neck. 2005. Kewirausahaan: Teori dan 

Praktek. Jakarta: Lembaga Manajemen PPM.
Made Dharmawati, D, Hajjah. 2016. Kewirausahaan. Jakarta: RajaGrafindo Persada.



4 komentar:

  1. Nama : Nurhadi Budi Santoso.Y
    Nim : 41617110063
    Artikel diatas sangat bagus.Menurut saya Percaya Diri merupakan syarat wajibnya, apabila kita ingin menggali kreatifitas kita kita sebaiknya memiliki jiwa yang selalu confident (PD), dengan rasa PD, maka kita nantinya dapat melalukan hal-hal baru dengan mudah tanpa adanya rasa takut salah atau takut jelek, dll.
    Berdoa. Dengan usaha yang kita lakukan, tanpa diiringi dengan doa kita tidak dapat melakukannya, kesuksesan yang besar di nilai dari usaha dan doa yang kita lakukan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sangat menambah wawasan saya, terimaksih sudah berkomentar dan terimakasih Respon baiknya kak.

      Hapus
  2. Nama: Hana Kartika
    Nim: 42317110015
    Artikel yang bermanfaat sekali. Jadi fresh dan terbuka fikiran saya

    BalasHapus