Jumat, Juli 26

GAYA KEPEMIMPINAN

Untuk memahami gaya kepemimpinan terlebih dahulu kita ketahui definisi
kepemimpinan menurut para ahli. Adalah sebagai berikut :
Menurut House dalam Gary Yukl, (2009:4) mengatakan bahwa : Kepemimpinan
adalah kemampuan individu untuk mempengaruhi, memotivasi, dan membuat
orang lain mampu memberikan kontribusinya demi efektivitas dan keberhasilan
organisasi. Jadi dari pendapat House dapat dikatakan bahwa kepemimpinan
merupakan cara mempengaruhi dan memotivasi orang lain agar orang tersebut mau
berkontribusi untuk keberhasilan organisasi.

Berdasarkan definisi kepemimpinan di atas dapat diartikan bahwa kepemimpinan
adalah kemampuan seseorang dalam mempengaruhi, menggerakkan, mendorong,
mengendalikan orang lain atau bawahannya untuk melakukan sesuatu pekerjaan
atas kesadarannya dan berkontribusi dalam mencapai suatu tujuan.

Gaya kepemimpinan menurut pendapat Hasibuan (2007:170) gaya
kepemimpinan dibagi menjadi tiga bagian, yaitu :

1. Kepemimpinan Otoriter
Kepemimpinan Otoriter adalah jika kekuasaan atau wewenang, sebagian
besar mutlak tetap berada pada pimpinan atau kalau pimpinan itu
menganut sistem sentralisasi wewenang. Pengambilan keputusan dan
kebijaksanaan hanya ditetapkan sendiri oleh pemimpin, bawahan tidak diikutsertakan untuk memberikan saran, ide, dan pertimbangan dalam
proses pengambilan keputusan. Orientasi kepemimpinannya difokuskan
hanya untuk peningkatan produktivitas kerja karyawan dengan kurang
memperhatikan perasaan dan kesejahteraan bawahan.

2. Kepemimpinan Partisipatif
 Kepemimpinan Partisipatif adalah apabila dalam kepemimpinannya
dilakukan dengan cara persuasif, menciptakan kerja sama yang serasi,
menumbuhkan loyalitas, dan partisipasi para bawahan. Pemimpin
memotivasi bawahan agar merasa ikut memiliki perusahaan. Bawahan
harus berpartisipasi memberikan saran, ide, dan pertimbangan dalam
proses pengambilan keputusan. Pemimpin dengan gaya partisipatif akan
mendorong kemampuan bawahan mengambil keputusan. Dengan
demikian, pimpinan akan selalu membina bawahan untuk menerima
tanggung jawab yang lebih besar.

3. Kepemimpinan Delegatif
 Kepemimpinan Delegatif apabila seorang pemimpin mendelegasikan
wewenangnya kepada bawahan dengan agak lengkap. Dengan demikian,
bawahan dapat mengambil keputusan dan kebijaksanaan dengan bebas
atau leluasa dalam melaksanakan pekerjaannya. Pemimpin tidak peduli
cara bawahan mengambil keputusan dan mengerjakan pekerjaannya,
sepenuhnya diserahkan kepada bawahan. Pada prinsipnya pemimpin
bersikap menyerahkan dan mengatakan kepada bawahan inilah pekerjaan
yang harus saudara kerjakan, saya tidak peduli, terserah saudara
bagaimana mengerjakannya asal pekerjaan tersebut bisa diselesaikan dengan baik. Dalam hal ini bawahan dituntut memiliki kematangan dalam
pekerjan (kemampuan) dan kematangan psikologis (kemauan).
Kematangan pekerjaan dikaitkan dengan kemampuan untuk melakukan
sesuatu yang berdasarkan pengetahuan dan keterampilan. Kematangan
psikologis dikaitkan dengan kemauan atau motivasi untuk melakukan
sesuatu yang erat kaitannya dengan rasa yakin dan keterikatan.

Gaya kepemimpinan juga harus dilakukan melalui pendekatan sifat, pendekatan perilaku dan pendekatan situasional.

perilaku kepemimpinan yang efektif adalah perilaku pemimpin yang
berorientasi kepada tugas atau hasil. Demikian pula selanjutnya.
Dari teori di atas dapat diambil kesimpulan bahwa indikator gaya
kepemimpinan ada tiga, yaitu hubungan antara pemimpin dengan bawahan, struktur
tugas yang ada dalam pekerjaan tersebut dan kewibawaan kepemimpinan.


Daftar pustaka

https://www.google.com/search

https://www.google.com/amp/s/www.finansialku.com/gaya-kepemimpinan-dalam-organisasi-teori-kepemimpinan/amp/

https://www.google.com/search

https://www.google.com/search?safe=strict&client=ms-android-vivo&bih=560&biw=360&hl=en&ei=izQ6XeSdDJLc9QPKnaqwAQ&q=pendekatan+sifat+kepemimpinan&oq=pendekatan+sifat+kepemimpinan&gs_l=mobile-gws-wiz-serp.12..0i71l4.0.0..5687...0.0..0.0.0.......0.YI9Eiz19umg


Tidak ada komentar:

Posting Komentar