Senin, Maret 30

Emphathy dalam Ide Bisnis


Dibuat oleh : Kresna Wijaya Kesuma (43118010252) @Q28-KRESNA

Mind Mapping



Design Thinking adalah salah satu metode baru dalam melakukan proses desain. Design Thinking merupakan metode penyelesaian masalah yang berfokus pada pengguna atau user. Design Thinking sendiri dipopulerkan oleh David Kelley dan Tim Brown pendiri IDEO – sebuah konsultan desain  yang berlatar belakang desain produk berbasis inovasi.

     Empati adalah kemampuan dengan berbagai definisi yang berbeda yang mencakup spektrum yang luas, berkisar pada orang lain yang menciptakan keinginan untuk menolong sesama, mengalami emosi yang serupa dengan emosi orang lain, mengetahui apa yang orang lain rasakan dan pikirkan, mengaburkan garis antara diri dan orang lain

 3 Bagian penting dalam Empathi :
  • Observe (amati): Kita akan mencoba mengamati perilaku pasar yang kita asumsikan disini sebagai para pencari kontrakan dan cara mereka berinteraksi dengan lingkungan pasar agar dapat memahami hal atau kriteria dari kontrakan yang seperti apa yang sebenarnya dibutuhkan sekarang ini.
  •  Engage (terlibat): merupakan cara untuk terlibat secara langsung dengan user, seperti turut serta dalam membantu mengungkapkan pikiran dan nilai yang mereka pegang. 
  • Immerse (Merasakan Langsung ): adalah cara yang effective untuk mengetahui atau merasakan situasi yang calon customer rasakan. Dan beruntungnya disini kita yang mempunyai ide ini juga berasal dari pengalaman kita sendiri pada saat mencari kontrakan yang ideal sesuai dengan harapan kita jadi setidaknya kita bisa merasakan yang calon customer rasakan dan ini akan dapat membatu design atau konsep seperti apa yang akan kita terapkan dalam bisnis kita nanti kedepan.

     Hal pertama yang dilakukan dan pusat dalam design thinking adalah empathize. Tahap ini berfokus pada user (customer dan client) dan mencari apa sebenarnya permasalahan yang harus diselesaikan. Terdapat 3 bagian dalam tahap empathize, yaitu observe (amati), engage (terlibat), dan immerse (merasakan langsung).

    Observe merupakan cara dalam mengamati perilaku user dan cara mereka berinteraksi dengan lingkungannya agar dapat memahami hal apa sebenarnya yang dibutuhkan oleh mereka. Engage merupakan cara untuk terlibat secara langsung dengan user, seperti turut serta dalam membantu mengungkapkan cara berpikir dan nilai yang mereka pegang. Terakhir, immerse. Immerse merupakan cara untuk merasakan situasi yang user rasakan. Dalam empathize, penting untuk memahami diri user dan hal apa yang penting bagi mereka.

1. Define (menentukan)
Dalam tahap ini, informasi yang telah diperoleh pada tahap empathize akan dianalisis untuk menentukan dan mengidentifikasikan inti dari masalah. Kemudian, kita harus berfokus pada user yang spesifik untuk mempermudah proses penemuan masalah. Penemuan masalah juga harus berdasarkan insight (wawwasan) dan kebutuhan user.

2. Ideate (menghasilkan ide)
“Think outside the box” adalah kalimat yang sangat tepat pada tahap ini. Di sini, kamu harus bisa mengidentifikasikan solusi baru secara kreatif dan inovatif untuk problem statement yang sudah dibuat pada tahap define. Cara menghasilkan ide ada banyak, seperti brainstorming, brain write, worst possible idea, mind mapping, dan SCAMPER.

3. Prototype (prototipe)
Tahap ini adalah tahap untuk mengaplikasikan ide kreatif dan inovatif. Tahap ini membuat solusi dapat dilihat secara visual. Dalam pembuatan prototipe, kamu harus dapat menyederhanakan, berpikir, dan bertindak cepat, dan menggunakan pendekatan ekonomis yang nantinya dapat diubah menjadi sebuah beta product atau sebuah Minimal Viable Product (MVP).

4. Test (uji coba)
Ini adalah tahap terakhir dalam design thinking. Di tahap ini, kita menguji coba prototipe dengan user untuk memonitor bagaimana respons dan anggapan mereka tentang solusi yang kita ciptakan. Di sini juga kita dapat menarik kesimpulan apakah solusi sudah memuaskan user atau belum. Jika belum, kita masih memiliki peluang untuk memperbaiki solusi dan membuat solusi yang lebih baik. Tahap ini dapat dilakukan secara berulangkali.
Kepentingan atau manfaat dari mempelari Empathy yang akan kita terus perdalam supaya mencapai konsep bisnis ideal sesuai dengan harapan customer antara lain emphati dapat membantu  mendesain pemikiran untuk mengatur asumsi dari si pemikir tentang permasakahannya, pemikir bisa jadi memberikan masukan dari keingiannnya pada user, informasi yang didapat memberikan masukan yang sangat baik bagi desainer meskipun waktu pengamatan singkat, terbangun rasa empati, pemahaman, pengalaman, pandangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar