Selasa, Maret 31

"Emphathy Dalam Ide Bisnis"



Oleh :
Dendi Anggara @R19-DENDI
41618110041

Sepeti yang kita tahu bahwa emapati adalah kemampuan kita dalam memposisikan diri pada perspektif orang lain. Jika kita kaitkan hal ini pada sebuah bisnis atau ide bisnis. Maka akan jelas sekali untuk menemukan sebuah ide yang nantinya akan berkembang sesuai dengan yang kita harapkan adalah dengan melihat dari sudut pandang konsumen. Kita harus jeli melihat dan merasakan apa sebenarnya yang dibutuhkan oleh konsumen kita dewasa ini. Untuk melihat semua itu hal yang tentunya penting untuk kita lakukan adalah salah satu bagian terpenting dari Emphaty yaitu Observasi (mengamati).
Mengapa bagian ini penting, karena seperti yang kita tahu. Steve Jobs membesarkan Apel yang sekarang ada di hampir seluruh masyarakat dunia salah satu nya dengan mengamati apa kebutuhan masyarakan hari demi hari yang harus menjadi fundamental atau kebutuhan primer mereka selain makan dan minum. Dan dengan teliti mengamati kondisi masyarakat atau konsumen tersebut mereka pun terus berinovasi sehingga produk mereka selalu dinanti – nanti. Dan lihat hasilnya saat ini, terkadang sederhana itu lebih susah daripada rumit. Bahkan Steve Jobs pun harus bekerja lebih keras untuk bisa berpikir optimal dan membuat produk Apple yang dikenal canggih menjadi lebih sederhana. Ia memikirkan cara mengoperasikan yang lebih gampang (sederhana) sehingga para konsumen bisa langsung memikirkan apa yang akan mereka lakukan ketika memiliki produk Apple. Terbukti, belakangan ini produk Apple lebih simpel dan memahami kebutuhan para konsumen.
Setelah itu semua, bagian selanjutnya adalah dengan terlibat langsung terhadap produk yang kita bangun sehingga dalam proses menyakinkan konsumen nantinya, kita akan membuat mereka merasakan pula apa yang kita rasakan pada produk tersebut. Dengan menjadikan bahwa ide bisnis tidak lah hanya sekedar ide semata tp dalam proses dari mulai mengetahui apa yang masyarakat atau konsumen butuhkan, kita pun menyajikan sesuatu yang kita sendiri merasakan bahwa produk tersebut memang dibutuhkan. Intinya, menempatkan kecintaan terhadap bisnis tersebut telah membuat kita mampu memeperlakukan  konsumen dengan pelayanan terbaik yang kita lakukan.
Seringkali para pebisnis lebih memprioritaskan kuantitas demi mendapatkan penjualan yang tinggi. Namun dengan cara berpikir seperti ini, barang yang dihasilkan bisa saja memiliki kualitas yang kurang. Jadi, kita harus merasakan sendiri bahwa konsumen benar – benar puas dengan apa yang kita hasilkan. Dengan meresakan seperti itu maka tentu dengan sendirinya kita akan membuat sesuatu tentu mengutamakan kualitas terbaik. Sederhananya, jika kita sendiri merasakan kurang puas, apalagi konsumen yang telah mengeluarkan uang mereka untuk memberi produk kita. Hal ini benar – benar harus kita tekankan. Kita harus bisa merasakan apa yang konsumen rasakan. Dan itu haruslah sebuah kepuasan.
Hal itu semua adalah menempatkan emphaty terhadapa sebuah bisnis yang akan kita jalankan. Namun, semua ide akan tetap menjadi ide jika kita tidak mampu atau tidak percaya diri dalam menjalankannya. Ide yang matang dengan langkah – langkah tersebut tentulah harus di realisasikan. Dan merealisasikan suatu ide bisnis adalah dengan percaya diri. Jika semua data observasi telah matang. Jangan lah ragu untuk bertindak. Hanya orang yang tidak mencobalah orang gagal sesungguhnya. Dan jika kita telah mencoba namun tidak sesuai dengan ekspetasi, maka rasakan lah rancangan untuk menyelami setiap masalah – masalah dalam observasi yang mungkin terlewatakan. Begitulah ciri orang sukses sesungguhnya. Mecoba adalah langkah untuk sukses!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar