Minggu, Maret 22

Quis Kwh 3


Kelompok bisnis Kewirausahaan


Kode label:@Q31-ALDI
Ide bisnis kami

Anggota:Muhammad Aldi Awamsyah(Mahasiswa Mercu Buana)
:Muhammad Dhio(Mahasiswa Perbanas)
:Hary Alfrozy(Mahasiswa Umj)








 Deskripsi Produk:

Planning
Saya merencanakan menjual Parfum Bisnis yang saya jalani ini sangat cocok dalam kehidupan sekarang, karena saat ini, semakin banyak orang yang memperhatikan penampilannya salah satunya yaitu dengan menggunakan parfum. Makin meningkatnya kebutuhan permintaan berbagai aroma atau merek parfum, mendorong saya untuk mendirikan bisnis yang bergerak di bidang Parfum ini

Tentang Parfum
Parfum atau minyak wangi adalah wewangian yang dihasilkan dari proses ekstraksi bahan-bahan aromatik yang digunakan untuk memberikan aroma wangi bagi tubuh, obyek benda ataupun ruangan. Proses ekstraksi tersebut menghasilkan minyak esensial yang memiliki aroma wangi yang sangat pekat. Kebayakan parfum dihasilkan dari ekstraksi tumbuh-tumbuhan seperti bunga, akar, daun atau kayu tapi ada juga yang berasal dari hewan seperti musk (kasturi) yang dihasilkan dari kelenjar rusa, namun pada konteks nya di jaman sekarang musk pada parfum sudah diganti dengan senyawa sintetik, karena adanya pelarangan keras atas perburuan rusa yang merupakan satwa yang dilindungi. Parfum yang biasa dijual tidak terdiri dari sepenuhnya minyak esensial murni, melainkan telah melewati proses pencampuran dan pengenceran, campuran tersebut terdiri dari minyak esensial itu sendiri, air destilasi dan alkohol.

Sejarah Parfum
Parfum sudah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu - kata "parfum" berasal dari bahasa Latin "per fume" yang artinya "melalui asap". Salah satu kegunaan parfum tertua berupa bentuk pembakaran dupa dan herbal aromatik yang digunakan dalam upacara keagamaan, seringkali untuk aromatic gums, kemenyan dan mur, dikumpulkan dari pohon. Mesir adalah yang pertama memasukkan parfum ke budaya mereka diikuti oleh Cina kuno, Hindu, Israel, Carthaginians, Arab, Yunani, dan Romawi. Di Mesir pula botol parfum pertama digunakan sekitar 1000 SM. 

Tingkat Konsentrat
Minyak parfum perlu diencerkan dengan pelarut karena minyak murni (alami atau sintetis) mengandung konsentrat tinggi dari komponen volatil yang mungkin akan mengakibatkan reaksi alergi dan kemungkinan cedera ketika digunakan langsung ke kulit atau pakaian. Pelarut juga menguapkan minyak esensial, membantu mereka menyebar ke udara.

Porsi minyak esensial dalam parfum menentukan tingkatan parfum dan juga ketahanan wangi yang akan terus tercium. Berikut tingkatan parfum yang umum saat ini, antara lain:
• Ekstrak parfum: 20% -40% senyawa aromatik
• Eau de parfum: 10-30% senyawa aromatik
• Eau de toilette: 5-20% senyawa aromatik
• Eau de cologne: 2-5% senyawa aromatik

Semakin tinggi jumlah persentase senyawa aromatik, maka intensitas dan aroma parfum dapat bertahan lebih lama. Perfumeries yang berbeda menetapkan jumlah yang berbeda dari minyak untuk masing-masing parfum mereka. Oleh karena itu, meskipun konsentrat minyak parfum dalam pengenceran Eau De Parfum (EDP) selalu akan lebih tinggi daripada parfum yang sama dalam bentuk eau de toilette (EDT) di dalam kisaran yang sama, jumlah yang sebenarnya dapat bervariasi antara masing-masing Perfumeries. Sebuah parfum EDT dari sebuah Perfumeries mungkin lebih kuat daripada EDP dari Perfumeries yang lain.

Piramida Wangi
Parfum umumnya memiliki tingkatan dan dapat digambarkan seperti piramida dengan tiga tingkatan dari atas kebawah. Tingkatan ini disebut "note/notes" (eng:nada), kenapa disebut notes? karena setiap tingkatan aroma akan menimbulkan harmoni aroma yang akan tercium secara berangsur-angsur. 
Berikut ketiga note/notes tersebut:
• Top notes: merupakan aroma yang tercium pertama kali sesaat setelah disemprotkan, sensasi aroma yang ditimbulkan biasanya segar, fruity dan aroma citrus.
• Heart notes/middle notes: merupakan aroma yang tercium beberapa saat setalah top notes dan merupakan inti dari aroma parfum tersebut. Aroma yang biasanya digunakan adalah aroma floral, dan  aromatik seperti lavender, cinamon, aroma rempah dan lain-lain.
• Base notes/bottom notes: merupakan aroma yang mencakup keseluruhan aroma parfum dari top notes dan juga heart notes. Aroma yang biasa digunakan seperti musky, woody, chypre dan aroma oriental (manis).

Tips Parfum
1. Tidak disarankan untuk menyemprotkan parfum di udara dan berjalan melewatinya. Itu akan membuat Anda membersihkan noda berminyak di bawah Anda, dimana sejumlah kecil parfum akan turun ke lantai.
2. Semprotkan sedikit pada rambut Anda, sebaiknya dengan parfum khusus (Hair mist)
3. Jangan pernah menyemprotkan parfum ke sutra. Ini akan merusak sutra tersebut.
4. Orang dengan kulit berminyak cenderung memiliki aroma kuat dibandingkan dengan mereka yang memiliki kulit kering.
5. Karena aroma parfum menempel pada kulit berminyak, oleskan sedikit pelembab kulit alami berbasis minyak ke kulit sebelum memakai parfum.
6. Tempat terbaik untuk memakai parfum: bagian tengkuk (belakang) leher, siku bagian dalam, belahan dada, belakang telinga dan di sepanjang bahu.
7. Untuk memperpanjang usia botol parfum, tempatkan di tempat kering yang sejuk. Paparan sinar matahari atau lampu bisa menyebabkan perubahan warna, bau dan penguapan.
8. Jika Anda telah sangat jatuh cinta dengan parfum yang membuat kulit Anda alergi, mengapa tidak menggunakannya untuk aroma tas, dompet, rambut, jaket (atau pakaian yang tidak langsung kontak dengan kulit Anda). Ini akan membuat Anda terhibur!
9. Untuk menguji apakah kulit alergi terhadap parfum tertentu, cobalah cara ini: oleskan sedikit pada pergelangan tangan, atau siku bagian dalam atau bagian belakang tangan / lengan dan jika ada reaksi setelah 1 jam, maka parfum tersebut mungkin tidak cocok untuk Anda.
10. Uji hanya 4 jenis parfum yang berbeda pada waktu yang bersamaan. Terlalu banyak variasi dapat membingungkan hidung Anda. Atau Anda dapat mencium bubuk kopi untuk menetralkan dan kemudian lanjutkan pengujian. Anda juga harus menguji bagaimana aroma ternyata setelah sekitar 10 menit, setelah alkohol menguap dan parfum akan bercampur dengan minyak alami dari kulit Anda.
11. Bila cuaca panas, hindari menerapkan aroma pada daerah yang terkena sinar matahari karena reaksi panas dapat menyebabkan iritasi kulit.
12. Sinar matahari dapat bereaksi dengan bahan kimia dalam parfum yang dapat menyebabkan pigmentasi seperti terlihat pada leher orang-orang setelah bertahun-tahun menerapkan parfum di tempat yang sama.

-Memulai usaha Parfum (idea)
Lalu kelompok kami juga telah menyusun Strategi penjualan produk kami, kelompok kami menargetkan terhadap anak remaja dan dewasa serta anak2 agar selalu menggunakan parfum. lalu kami tak lupa juga memasarkan produk kami melalui media sosial dan memasang iklan melalui instragram kami ataupun web. 
1.     Mempersiapkan modal usaha. Modal dalam usaha parfum isi ulang tergolong kecil. Kecil yang dimaksudkan yaitu diluar modal tempat yang nantinya akan digunakan, baik itu kontrak maupun membeli kios sendiri.
2.     Mempersiapkan tempat usaha. Tempat sangat penting dan vital dalam bisnis parfum isi ulang. Carilah tempat yang setidaknya memiliki ukuran 4×4 meter, karena ukuran tersebut merupakan standar dalam kelancaran bisnis parfum isi ulang pada umumnya.
3.     Menyiapkan desain dan isi toko. Desainlah toko yang nanti akan Anda tempati semeriah mungkin. Kemudian buatlah toko tersebut lebih berwarna, misalnya dengan cara memoles toko dengan warna yang meriah dan pencahayaan yang terang. Dengan begitu, Anda akan mendatangkan banyak pengunjung.
4.     Mempersiapkan katalog dan contoh parfum. Persiapkan sebuah katalog nama-nama parfum yang akan Anda jual. Selain itu, persiapkan pula contoh biang parfumnya. Biasanya biang parfum ditempatkan di botol roll kecil yang berukuran 4 ml dan diberi kode parfum pria dan parfum wanita. Hal tersebut bertujuan untuk memudahkan para konsumen dalam memilih parfum yang akan mereka beli.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar