Minggu, April 19

5 Output Design Thinking Bisnis

Nama : Tri Rizky Maulana
Nim : 41618110069
@R21-TRI


Dasar-dasar dari Design Thinking


Apa sih itu Design thinking ?

Design thinking adalah sebuah metodologi desain yang bertumpu pada pencarian solusi untuk menyelesaikan permasalahan tertentu. Design Thinking ditujukan untuk memecahkan masalah yang kompleks yang belum terdefinisi secara jelas atau belum ditemukan solusinya terbaiknya (mungkin sudah ada solusi, tetapi belum maksimal) dengan cara memahami kebutuhan manusia yang terlibat, dengan menciptakan banyak ide dalam sesi brainstorming serta melakukan pendekatan langsung melalui pembuatan prototype dan pengujian langsung.
Dari tim kelompok kami menggunakan metode ini dengan pada umumnya dimasyarakat luas dengan Empathise, define, ideate, prototype, dan test.
Ada 5 Output Design Thinking Bisnis Yaitu :
1. EmphatiseTahap pertama adalah kami harus memahami dan berempati pada masalah yang akan kami pecahkan. Bisa juga dalam tahap ini kita berkolaborasi dengan para ahli yang berhubungan untuk mendapatkan informasi yang lebih banyak. kami juga bisa melakukan pengamatan, terlibat di dalam berbagai kegiatan sampai akhirnya kita memiliki pengalaman pribadi. Hal ini penting untuk mengecilkan asumsi dan memperbesar pemahaman kita tentang kebutuhan dan keinginan Jasa service yang memiliki masalah.
2. Define
Setelah pada tahap sebelumnya kita mengumpulkan data-data dan informasi, maka pada tahap ini kita bersama tim mendefinisikan masalah inti. Buatlah problem statement yang berfokus pada pengguna akhir. Sebagai gambaran alih-alih kita membuat definisi seperti ini "Bagaimana kita meningkatkan pendapatan 5% di target market" tetapi versi yang benar adalah "Pekerja membutuhkan perangkat yang tepat untuk mengembangkan skillnya sehingga kehidupannya menjadi lebih mudah".
Tahap define akan membantu tim dalam memahami permasalahan secara lebih mudah dan memikirkan ide-ide sebagai solusi atas permasalahan tersebut. Ide-ide hebat dapat berupa fungsi-fungsi, fitur-fitur baru dalam aplikasi atau bentuk yang benar-benar experimental yang sebelumnya belum ada. 
3. Ideate
Tahap berikutnya adalah mengumpulkan ide-ide solusi dari tim. Ada ratusan teknik dalam mengumpulkan ide-ide seperti Brainstorm, Brainwrite, Worst Possible Idea dan SCAMPER. Silakan gunakan yang mana yang memang efektif dan nyaman digunakan oleh seluruh anggota tim.
Mungkin akan muncul ratusan ide-ide sebagai alternatif solusi masalah yang akan kita pecahkan. Untuk mempermudah bisa mengelompokkan solusi-solusi ke dalam 3 kelompok yaitu feasibility (yang bisa dilakukan melalui teknologi), viability (pengaruhnya terhadap bisnis yang berjalan) dan desirability (yang diinginkan pengguna).  Ambil yang paling bisa dilakukan dahulu untuk masuk ke tahap berikutnya. 
4. Prototype
Proses pembuatan prototype itu sendiri akan saya bahas terpisah di artikel yang lainnya, intinya prototype sebagai alat kita mengujicobakan secara langsung kepada pengguna akhir. Prototype atau purwarupa bisa berupa apa saja tergantung ide solusi apa yang akan kita ujicobakan. Fokus pada proses yang akan dilakukan oleh pengguna akhir sehingga kita mendapatkan umpan balik yang sesuai. 
5. Test
Setelah purwarupa selesai, lakukan uji coba kepada pengguna akhir. Jangan lupa untuk selalu mencatat berbagai hal sehingga kita mendapatkan data yang cukup untuk mengambil keputusan. Pengujian dapat dilakukan berulang-ulang (iteration) sampai benar-benar ditemukan solusi terbaik untuk permasalahan yang ada. Kita bisa mengujicobakan banyak ide-ide yang ada di tahap ketiga untuk mencoba solusi baru atau bahkan menggabungkan beberapa ide sekaligus. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar