Minggu, April 19

5 Output Design Thinking @R-29


Proses
Jadi, design thinking punya lima proses. Sebenarnya banyak pendapat sih dan berbeda-beda. Ada empat proses, ada yang menggabungkan beberapa proses dan memunculkan proses baru. Tapi, aku mengambil empat proses yang umum digunakan oleh masyarakat yaa… Berikut lima proses pada design thinking.





Gambar 1. Lima Proses pada Design Thinking
Keterangan:

     1. Empathize (empati)

Hal pertama yang dilakukan dan pusat dalam design thinking adalah empathize. Tahap ini berfokus pada user (customer dan client) dan mencari apa sebenarnya permasalahan yang harus diselesaikanTerdapat 3 bagian dalam tahap empathize, yaitu observe (amati), engage (terlibat), dan immerse (merasakan langsung). Observe merupakan cara dalam mengamati perilaku user dan cara mereka berinteraksi dengan lingkungannya agar dapat memahami hal apa sebenarnya yang dibutuhkan oleh mereka. Engage merupakan cara untuk terlibat secara langsung dengan user, seperti turut serta dalam membantu mengungkapkan cara berpikir dan nilai yang mereka pegang. Terakhir, immerseImmerse merupakan cara untuk merasakan situasi yang user rasakan. Dalam empathize, penting untuk memahami diri user dan hal apa yang penting bagi mereka.

2.   Define (menentukan)
Dalam tahap ini, informasi yang telah diperoleh pada tahap empathize akan dianalisis untuk menentukan dan mengidentifikasikan inti dari masalah. Kemudian, kita harus berfokus pada user yang spesifik untuk mempermudah proses penemuan masalah. Penemuan masalah juga harus berdasarkan insight (wawwasan) dan kebutuhan user

3.   Ideate (menghasilkan ide)
“Think outside the box” adalah kalimat yang sangat tepat pada tahap ini. Di sini, kamu harus bisa mengidentifikasikan solusi baru secara kreatif dan inovatif untuk problem statement yang sudah dibuat pada tahap define. Cara menghasilkan ide ada banyak, seperti brainstorming, brain write, worst possible idea, mind mapping, dan SCAMPER.

4.    Prototype (prototipe)
Tahap ini adalah tahap untuk mengaplikasikan ide kreatif dan inovatif. Tahap ini membuat solusi dapat dilihat secara visual. Dalam pembuatan prototipe, kamu harus dapat menyederhanakan, berpikir, dan bertindak cepat, dan menggunakan pendekatan ekonomis yang nantinya dapat diubah menjadi sebuah beta product atau sebuah Minimal Viable Product (MVP).

5.   Test (uji coba)
Ini adalah tahap terakhir dalam design thinking. Di tahap ini, kita menguji coba prototipe dengan user untuk memonitor bagaimana respons dan anggapan mereka tentang solusi yang kita ciptakan. Di sini juga kita dapat menarik kesimpulan apakah solusi sudah memuaskan user atau belum. Jika belum, kita masih memiliki peluang untuk memperbaiki solusi dan membuat solusi yang lebih baik. Tahap ini dapat dilakukan secara berulangkali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar