Senin, April 20

5 Tahap Design Thinking beserta Output

Nama: Febe Putrianne
NIM: 41819010057
Nama Usaha: JASTIP BY FE.
Jenis Usaha: Jasa Titip

Pengertian design thinking
Design thinking adalah proses memecahkan masalah menggunakan pendekatan solusi praktis dan kreatif yakni dengan menekankan pendekatan dari sisi user.
Melalui proses design thinking ini, diharapkan kamu dapat memecahkan masalah, menciptakan produk atau aplikasi solutif yang efektif dengan memahami kebutuhan pengguna terlebih dahulu.

Mengenal Design Thinking, Metodologi Pemecah Masalah | Good News ...

Proses design thinking
1. Empathize (empati)
Hal pertama yang dilakukan dan pusat dalam design thinking adalah empathize. Tahap ini berfokus pada user (customer dan client) dan mencari apa sebenarnya permasalahan yang harus diselesaikan. Terdapat 3 bagian dalam tahap empathize, yaitu observe (amati), engage (terlibat), dan immerse (merasakan langsung). Observe merupakan cara dalam mengamati perilaku user dan cara mereka berinteraksi dengan lingkungannya agar dapat memahami hal apa sebenarnya yang dibutuhkan oleh mereka. Engage merupakan cara untuk terlibat secara langsung dengan user, seperti turut serta dalam membantu mengungkapkan cara berpikir dan nilai yang mereka pegang. Terakhir, immerse. Immerse merupakan cara untuk merasakan situasi yang user rasakan. Dalam empathize, penting untuk memahami diri user dan hal apa yang penting bagi mereka.

2. Define (menentukan)
Dalam tahap ini, informasi yang telah diperoleh pada tahap empathize akan dianalisis untuk menentukan dan mengidentifikasikan inti dari masalah. Kemudian, kita harus berfokus pada user yang spesifik untuk mempermudah proses penemuan masalah. Penemuan masalah juga harus berdasarkan insight (wawwasan) dan kebutuhan user.

3. Ideate (menghasilkan ide)
“Think outside the box” adalah kalimat yang sangat tepat pada tahap ini. Di sini, kamu harus bisa mengidentifikasikan solusi baru secara kreatif dan inovatif untuk problem statement yang sudah dibuat pada tahap define. Cara menghasilkan ide ada banyak, seperti brainstorming, brain write, worst possible idea, mind mapping, dan SCAMPER.

4. Prototype (prototipe)
Tahap ini adalah tahap untuk mengaplikasikan ide kreatif dan inovatif. Tahap ini membuat solusi dapat dilihat secara visual. Dalam pembuatan prototipe, kamu harus dapat menyederhanakan, berpikir, dan bertindak cepat, dan menggunakan pendekatan ekonomis yang nantinya dapat diubah menjadi sebuah beta product atau sebuah Minimal Viable Product (MVP).

5. Test (uji coba)
Ini adalah tahap terakhir dalam design thinking. Di tahap ini, kita menguji coba prototipe dengan user untuk memonitor bagaimana respons dan anggapan mereka tentang solusi yang kita ciptakan. Di sini juga kita dapat menarik kesimpulan apakah solusi sudah memuaskan user atau belum. Jika belum, kita masih memiliki peluang untuk memperbaiki solusi dan membuat solusi yang lebih baik. Tahap ini dapat dilakukan secara berulangkali.


Output
Saya selaku owner Jastip By Fe. Telah menerapkan 5 tahap design thinking tersebut ke dalam bisnis saya. Berikut merupakan detail prosesnya:

1. Empathize (empati)
Terbuka lebarnya jendela dunia melalui kemajuan teknologi membuat arus informasi mengalir deras masuk ke masyarakat Indonesia. Kini, banyak orang dari kalangan menengah tak asing lagi dengan berbagai produk-produk ‘bermerek’ terkenal (branded). Adanya keinginan masyarakat yang tinggi untuk memiliki barang branded namun terhalang oleh ketersedian barang.
Jastip By Fe. hadir dalam memahami kebutuhan pengguna tentunya kami telah melakukan beberapa riset, observasi dan wawancara yang bertujuan untuk mendapatakn data dan insight awal. Setelah melakukan hal tersebut, kami menggunakan Emphaty Map atau Peta Empati yang dapat dijadikan menjadi salah satu alat bantu yang digunakan untuk memahami kebutuhan dari pengguna khususnya dalam pembelian pakaian bermerek terkenal/branded.

2. Define (menentukan)
Semakin padat kegiatan masyarakat terkadang membuat masyarakat juga semakin sering melakukan transaksi online. Lewat Jastip By Fe. ini, konsumen tinggal memesan barang yang diinginkan kepada para pemilik jasa ini dan membayar sesuai harga barang yang dijual plus biaya titip. Barang pun akan dikirimkan ke lokasi tiap konsumen.

3. Ideate (menghasilkan ide)
Berikut ide bisnis untuk memulai bisnis ini:
·         Datang ke pusat perbelanjaan tertentu yang selama ini paling populer dan punya stok barang cukup lengkap
·         Ketahui produk yang sedang jadi tren
·         Cari produk-produk tersebut dan mulai memfotonya
·         Pajang hasil jepretan itu di akun media social
·         Buatlah promosi yang menarik, menawarkan jasa titip beli ke Instagram dengan menawarkan tarif jasa untuk itu
·         Ketika ada yang berminat, bisa membelikannya dan mengirim ke alamat yang sesuai dan pastikan orang yang berminat untuk dibelikan barang tersebut sudah mentransfer dana berikut tarif titip beli.
Bisnis ini menghasilkan visi menjadi jasa titip belanja online yang terpercaya, dan selalu menjaga kepuasan pelanggan. Sedangkan misi untuk memastikan kondisi pesanan sampai ketujuan dalam keadaan baik dan tepatwaktu untuk menjaga kepuasan pelanggan.

4. Prototype (prototipe)
Untuk memvalidasi dan mepercepat eksekusi akhir dengan memperhatikan kelayakan pada obyek sasaran, dalam hal ini adalah pengguna, Jastip By Fe. memiliki akun Instagram sebagai sarana berbagi info mengenai bisnis jasa kami. Selain itu, akun Instagram ini juga digunakan dalam hal mempromosikan bisnis ini. Berikut link instagram Jastip By Fe.

5. Test (uji coba)
Di tahap ini, kami menguji coba prototipe dengan user untuk memonitor bagaimana respons dan anggapan mereka tentang solusi yang kami ciptakan. Di sini juga kami dapat menarik kesimpulan bahwa kami belum sepenuhnya memuaskan customer, dikarenakan bisnis ini dijalankan dengan mengharuskan kami pergi ke tempat perbelanjaan ditengah pandemik  ini. Namun, kami masih memiliki peluang untuk memperbaiki solusi dan membuat solusi yang lebih baik. Kami dapat melakukannya secara berulangkali.

Setelah melewati 5 tahap design thinking, berikut yang dihasilkan oleh Jastip By Fe.
1.    Inovasi model bisnis
2.    Memiliki visi misi dalam pengembangan bisnis
3.    Fokus pemasaran produk yang luas


Tidak ada komentar:

Posting Komentar