Senin, April 20

5 Tahap Design Thinking Beserta Outputnya




Dalam membuat sebuah produk atau aplikasi dengan metode design thinking, maka akan dilakukan beberapa tahapan berikut secara berulang sebanyak yg dibutuhkan untuk menghasilkan produk yang sesuai:

Empathize
Ketika sudah mengetahui user atau pengguna yang akan dituju, maka seorang desainer perlu mengetahui pengalaman, emosi, dan situasi dari si pengguna. Mencoba menempatkan diri sebagai pengguna sehingga dapat benar-benar memahami kebutuhan pengguna. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan wawancara, observasi kehidupan pengguna, dan cara lainnya.

Define
Setelah desainer mengerti kebutuhan pengguna, maka desainer perlu menggambarkan sebuah ide atau pandangan user yang akan menjadi dasar dari produk atau aplikasi yang akan dibuat. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat list kebutuhan user dan menggunakan pengetahuan mengenai kondisi yang sedang terjadi.

Ideate
Dengan kebutuhan yang ada, maka desainer perlu menggambarkan solusi yang dibuthkan. Hal ini dapat dilakukan melakukan evaluasi bersama tim desain dengan menggabungkan kreativitas dari masing-masing desainer.

Prototype
Ide yang sudah ada sebelumnya maka perlu langsung diimplementasikan dalam sebuah aplikasi atau produk uji coba. Perlu dihasilkan sebuah produk nyata dan kemungkinan skenario penggunaan.

Test
Dari produk atau aplikasi uji coba yang sudah dibuat, maka akan dilakukan sebuah percobaan dengan pengguna. Dari pengalaman pengguna dalam menggunakan produk uji coba, maka akan didapatkan masukkan untuk membuat produk yang lebih baik dan melakukan perbaikan pada produk yang ada.

Output:

1.       Empati
Kami glitch studio, melihat adanya celah bisnis dibidang teknologi. Kami melihat bahwa hampir semua orang memiliki telepon genggam, dan sering menghabiskan waktu luang mereka dengan gadget tersebut. Glitch studio, hadir untuk memenuhi kebutuhan hiburan masyarakat dibidang permainan.
2.       Define
Kami menentukan game kami di platform android, karna fleksibilitas platform tersebut. Dimana banyak orang memiliki gadget dengan system operasi android. Mudahnya mempublikasi aplikasi kepada masyarakat melalui google playstore.
3.       Ideate
Berikut merupakan ide untuk memulai bisnis kami:
1.       Merasakan apa yang dirasakan oleh pengguna.
2.       Mencari ide – ide baru
3.       Mengimplementasi ide tersebut menjadi sebuah prototype.
4.       Ketika prototype selesai kami melakukan testing
5.       Hingga, mempublikasi aplikasi kami di Google Play Store.
4.       Prototipe
Untuk memvalidasi dan mepercepat eksekusi akhir dengan memperhatikan kelayakan pada obyek sasaran, dalam hal ini adalah pengguna. memiliki akun Instagram sebagai sarana berbagi info mengenai bisnis jasa kami. Selain itu, akun Instagram ini juga digunakan dalam hal mempromosikan bisnis ini.
5.       Test (uji coba)
Kami mengambil ulasan konsumen kami melalui Google Play Store. Disini kami dapat menarik kesimpulan untuk membuat game berikutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar