Selasa, April 21

5 TAHAP DESIGN THINKING DAN OUTPUTNYA


MARISA FATIMAH
41819010058




5 tahapan Desain Thinking dan Outputnya

Sekarang sudah jamannya Bisnis dan teknologi yang sangat Canggih dan modern telah menjadi sangat kompleks-berinteraksi dengan mereka dapat dengan mudah mengasingkan orang-orang yang seharusnya dibantu. Masyarakat membutuhkan bantuan untuk memahaminya. Secara khusus, masyarakat membutuhkan interaksinya dengan teknologi dan sistem kompleks lainnya agar sederhana, intuitif, dan menyenangkan.Ini membutuhkan sistem bisnis dan teknologi agar fleksibel, mudah beradaptasi, dapat dicapai, dan responsif terhadap kebutuhan orang-orang yang menggunakannya. Keberhasilan tergantung padanya. Ini berarti mereka harus melihat keluar daripada melihat ke dalam. Mereka harus memenuhi kebutuhan emosional orang yang mereka layani.Nah,maka dari itu kita sebagai pelaku bisnis atau salah satu orang yang terkena dampak teknologi canggih kita harus memiliki sebuah peta pemikiran atau yang sekarang sedang sangat membooming yang disebut “DESIGN THINKING” , lalu apa itu desain thingking dan seberapa pentingnya kita mengetahui sendiri atau memiliki sebuah design thinking serta apa saja yang termasuk kedalam desain thinking dan bagaimana cara mengaplikasikan sebuah desain thinking yang kita rancang sendiri untuk perusahaan atau bisnis yang kita jalani.
APA SEBENARNYA ITU DESIGN THINKING?

Untuk memahami pemikiran desain mungkin cocok untuk tugas ini, penting untuk membuat perbedaan antara "desain" dan "budaya desain-sentris".Biasanya ketika seseorang berpikir tentang desain yang muncul di benaknya adalah "estetika" dan "kerajinan". Singkatnya, pemikiran ini berhenti pada eksekusi teknis sebagai tujuan tertinggi. Ini memprioritaskan desainer. Fokusnya bukan pada apa yang diinginkan dan dibutuhkan orang. "Budaya desain-sentris" di sisi lain melampaui desain sebagai peran, memberikan seperangkat prinsip (yang secara kolektif dikenal sebagai "pemikiran desain") untuk semua orang yang membantu menghidupkan ide. Maka ketika mendengar kata design thinking, dapat diartikan ialah sebuah metodologi desain yang bertumpu pada pencarian solusi untuk memecahkan suatu masalah tertentu. Atau, bisa juga diartikan sebagai metode yang pada dasarnya, filosofinya adalah human centered design (HCD), suatu desain yang berfokus pada manusia dengan aplikasi menggunakan experience design.

HCD merupakan cara yang akan lakukan untuk membuat sebuah solusi dari suatu masalah, dengan melihat peluang yang ada.

Untuk memahami lebih jauh ide pemikiran desain, mari pertimbangkan hal-hal berikut:
  1. Bisnis, kreatif, perusahaan sosial dan sistem ada untuk memenuhi kebutuhan manusia tertentu (yaitu kebutuhan pelanggan Anda).
  2. Kebutuhan manusia adalah sesuatu yang sangat diinginkan oleh orang-klien atau komunitas.
  3. Manusia perlu menimbulkan ke sistem dan perusahaan yang bertujuan hanya untuk memenuhi hal.
  4. Sistem sukses dan perusahaan memahami bahwa memenuhi kebutuhan manusia memerlukan yang perlu berada di pusat dari semua aktivitas, dan melampaui membuat keuntungan.
Pola pikir ini berfokus pada orientasi tindakan. Ini berbeda dengan pola pikir konvensional karena pola pikir ini mengeksplorasi banyak kemungkinan sehingga dapat menghasilkan keputusan yang tepat. Metode ini menggabungkan kebutuhan user atau pengguna, dengan kemampuan teknologi yang sesuai, dan tetap membuat sesuatu yang dapat berhasil sebagai sebuah bisnis. Design thinking bukanlah milik para pengusaha saja. Ini juga diperlukan oleh setiap orang, termasuk saya dan setiap pembaca Career Advice. Desain berkontribusi untuk kesuksesan kita karena cara berpikir ini dapat menciptakan kreativitas dan mengeluarkan kita dari cara-cara tradisional.
Pola pikir ini juga berpusat pada inovasi  individu. Setiap pemahaman yang dihasilkan berasal dari ide-ide setiap individu. Tujuannya adalah melayani kebutuhan pengguna yang tidak dapat diucapkan melalui pengetahuan mendalam akan masalah yang dimilikinya. Tentunya, ketika kita mampu mengimplementasikan ide-ide yang kita miliki, peluang kesuksesan akan semakin bertambah. 
Mari kita lihat dan kita bandingkan pengertian design thinking menurut beberapa ahli:
Menurut interaction-design.org design thinking adalah sebuah metodologi desain yang bertumpu pada pencarian solusi untuk menyelesaikan permasalahan tertentu. Design Thinking ditujukan untuk memecahkan masalah yang kompleks yang belum terdefinisi secara jelas atau belum ditemukan solusinya terbaiknya (mungkin sudah ada solusi, tetapi belum maksimal) dengan cara memahami kebutuhan manusia yang terlibat, dengan menciptakan banyak ide dalam sesi brainstorming serta melakukan pendekatan langsung melalui pembuatan prototype dan pengujian langsung.
Design Thinking sendiri dipopulerkan oleh David Kelley dan Tim Brown pendiri IDEO – sebuah konsultan desain yang berlatar belakang desain produk berbasis inovasi. Kita bisa memanfaatkan design thinking untuk mengembangkan perusahaan ini baik itu startup maupun korporasi. Metode ini menggabungkan kebutuhan pengguna dan teknologi terbaru, maka implementasi design thinking akan melahirkan ide-ide baru yang inovatif dan solutif. Sebagai contoh platform GAMELAB.ID lahir karena proses design thinking. Platform ini tumbuh dengan baik dan positif seiring dengan inovasi-inovasi yang tim lakukan di dalamnya. 

            Jadi bisa disimpulkan bahwa design thinking adalah sebuah konsep untuk Design thinking adalah sebuah konsep berpikir yang dipopulerkan oleh Rolf Faste. Ini adalah latihan pemecahan masalah yang mengaktualisasi ide dan membuat penyelesaian masalah dengan cara yang praktis namun kreatif. Berdasarkan sebuah penelitian, kreativitas adalah faktor yang membuat beberapa perusahaan tetap bertahan di tengah krisisnya ekonomi. Ini membuat banyak para pebisnis ingin mengetahui cara berpikir seorang desainer. Sehingga mereka dapat menerapkannya dalam usaha mereka dan mencapai kesuksesan besar.

“DESIGN THINKING ADALAH SEBUAH POLA PEMIKIRAN”
  1. Design Thinking adalah pola pikir. Dan tujuan Anda adalah mengembangkan pola pikir Design Thinking.
  2. Design Thinking adalah pendekatan berbasis solusi untuk memecahkan masalah.
  3. Design Thinking adalah pola pikir pemecahan masalah kreatif yang berpusat pada manusia, yang berfokus pada memberikan solusi untuk kebutuhan manusia. Berpusat pada manusia adalah istilah utama. Pola pikir Design Thinking melihat semua masalah baik bisnis, sosial, global, kreatif, hukum, medis dll. sebagai masalah manusia.
  4. Dalam Design Thinking, semua solusi dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan manusia.
  5. Merancang solusi yang memenuhi kebutuhan manusia tertentu membutuhkan masalah untuk dipahami sepenuhnya dalam ruang lingkup dan skala.
  6. Ketika masalah tidak didefinisikan dengan jelas, kita akhirnya memiliki pengetahuan terbatas tentang ruang lingkup dan skalanya. Sebagai hasilnya, kita menghasilkan solusi yang tidak mencukupi yang hanya merupakan langkah untuk menghentikan kesenjangan.
  7. Design Thinking adalah pendekatan pemecahan masalah kreatif yang berpusat pada manusia, yang membutuhkan kolaborasi antara orang-orang dari berbagai disiplin ilmu, masing-masing menyumbangkan ide-ide yang sangat berbeda (dan tidak ada ide yang keterlaluan) kemudian mempersempit ide untuk solusi yang mungkin. Dalam Design Thinking "berjalan sendiri" akan menghasilkan kegagalan.
  8. Design Thinking mengharuskan kita mempertanyakan bagaimana kita selalu memecahkan masalah dan mengadopsi pendekatan baru untuk pemecahan masalah. Ini melibatkan apa yang semula tampak dan menggunakan berbagai strategi yang belum dipertimbangkan sebelumnya untuk mendefinisikan dan mendefinisikan kembali masalah. Beberapa solusi alternatif dipertimbangkan dan disimulasikan sebelum menentukan solusi yang paling sesuai dengan kebutuhan manusia tertentu.
  9. Prototipe, prototipe, prototipe, mengujinya pada pengguna nyata.
  10. Design Thinking memberi ruang bagi kegagalan. Ia mengakui bahwa jarang untuk melakukan sesuatu dengan benar pertama kali. Perusahaan menyukai Apple memanfaatkan kegagalan sebagai pembelajaran, melihatnya sebagai bagian dari biaya inovasi.
APA MANFAAT MENGETAHUI  DESIGN THINKING?







 Kehidupan ini harus ada inovasi atau perubahan agar dinamis dan tidak stagnan. Entah ketika kita berada dalam bermasyarakat, berorganisasi, maupun ketika berada dalam dunia pekerjaan atau kewirausahaan.Salah satu alat inovasi yang lagi ngetrend saat ini adalah Design Thinking.Manfaat design thinking adalah :
- Pola pikir ini membantu Anda untuk tampil lebih baik dalam pekerjaan.
Katakanlah Anda ingin meningkatkan produktivitas dalam pekerjaan. Pertama, Anda harus menanyakan diri sendiri tentang gangguan yang Anda miliki. Tingkat produktivitas yang rendah membuat Anda kelelahan dalam pekerjaan. 

Ketika Anda mencoba untuk mencari masalahnya, temukanlah segala kemungkinan yang menyebabkan masalah tersebut. Mungkin Anda memiliki kesulitan untuk fokus. Lalu, temukanlah solusi terbaik. Lakukan brainstorming dan penelitian akan solusi-solusi terbaik yang dapat Anda terapkan. Anda mungkin perlu mengambil beberapa waktu untuk beristirahat saat bekerja, atau mematikan beberapa alat komunikasi yang mengganggu. Cobalah setiap solusi tersebut satu persatu dan temukan solusi terbaik yang cocok untuk Anda. Akhirnya, Anda akan mampu menemukan solusi terbaik untuk permasalahan yang Anda miliki.

- Design thinking membantu Anda mencapai tujuan pribadi.
Bagaimana jika tujuan yang ingin dicapai adalah tujuan pribadi? Ya, konsep berpikir ini juga berguna untuk mencapai tujuan pribadi. Design thinking dapat membantu seseorang untuk mengatasi kemalasan seseorang.

Selain manfaat dalam mengetahui design thinking,kita juga harus mengetahui sikap dasaar dalam design thinking ini.tujuannya untuk apa?tujuannya agar kita mengetahui sikap apa saja yang perlu dimiliki sebelum kita mengaplikasikan design thinking yang sudah kita konsep,ada 3 sikap dasar dalam proses design thinking,3 tahapannya yaitu:

1. Experimentation
Sikap suka bereksperiman dan keluar dari yang sudah pakem (out of the box) bisa saja menghasilkan solusi-solusi yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Lakukan hal-hal yang diluar kebiasaan sehingga mendapatkan experience yang berbeda. Budayakan juga kepada anggota tim kita untuk suka bereksperimen dan melakukan hal-hal baru.

2. Testing & Iteration
Uji coba, uji coba dan terus uji coba... Kalau dalam pembuatan game kita mengenal istilah PLAYTESTING. Semakin banyak kita melakukan playtesting, maka game yang kita buat akan semakin teruji dari berbagai sisi. Di Educa Studio sendiri sebuah game bisa mengalami ratusan bahkan ribuan kali pengujian untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Iterasi adalah sesuai yang menjemukan, menjenuhkan dan bahkan membuat bosan, tetapi demi hasil yang terbaik harus dilalui.. Lakukan improvisasi sehingga tim tidak mengalami kejenuhan dalam iterasinya. 

3. Collaboration
Untuk memecahkan masalah-masalah yang kompleks, dibutuhkan kolaborasi dengan para ahli di bidangnya. Semangat kolaborasi harus terus digaungkan untuk menemukan solusi terbaik. 

APA SAJA TAHAPAN DALAM DESIGN THINKING?







Dalam design thinking terdapat beberapa tahapan,yaitu:
1. Emphatize
Tahap pertama ialah untuk mendaptkan pemahaman empatik dari masalah yang ingin dipecahkan. Pada tahap ini dilakukan pendekatan terhadap customer kita. Apa sebenarnya yang diinginkan oleh mereka. Hal ini dapat dilakukan terjun langsung ke lapangan bertemu dengan mereka melakukan wawancara dan dapat juga bertindak seolah menjadi mereka. Agar permasalahan customer yang benar-benar ingin diselesaikan dapat berjalan dengan lancar. . Anda harus memahami masalah yang akan dipecahkan.Lakukan penelitian untuk membangun pengetahuan tentang “apa yang pengguna lakukan, katakan, pikirkan, dan rasakan”.
Anda harus berbicara dengan pelbagai macam pengguna aktual. Amati yang mereka lakukan, yang mereka rasakan dan inginkan, tanyakan pada diri sendiri seperti apa yang dapat menghambat pengguna.Tujuan semua proses tersebut adalah agar Anda dapat benar-benar bisa berempati dengan penguna yang didasarkan pada cara pandang mereka.Dalam tahap ini Anda juga bisa berkolaborasi dengan ahli yang terkait untuk memperoleh informasi lebih banyak. Hingga akhirnya Anda akan mempunyai pengalaman pribadi. Ini penting untuk dilakukan guna mengecilkan asumsi serta memperbesar pemahaman Anda mengenai kebutuhan serta keinginan pengguna.
Mengapa Harus Empati?
Salah satu parameter keberhasilan sebuah produk layanan jika keduanya bisa menunjukkan tiga parameter utama kesuksesan, yakni keduanya memiliki: desirability (terkait manusia/pengguna), feasibility (media/teknologi/metode), dan viability (bisnis/layanan).
Tim harus sepenuhnya dapat memahami dan merancang produk atau layanan yang diinginkan ketika kebutuhan, pengalaman, keinginan, dan preferensi orang dapat dipahami dengan baik. Empati adalah komponen penting dari setiap solusi. Jika kita mengabaikan itu semua, kita akan membuat produk yang diabaikan oleh pasar alias gagal.
2. Define
Informasi yang telah dikumpulkan selama tahap Empathize, dianalisis dan disintensis untuk menentukan masalah inti yang akan diidentifikasi. Tahap define ini akan sangat membantu untuk menyelesaikan masalah customer karena telah dilakukan penetapan masalah.
 Anda bisa membuat problem statement yang fokus terhadap penggunaan akhir sebagai gambaran anda bisa membuat definisi sebagai berikut. Bagaimana anda memperoleh pendapatan 5% pada target market bekerja. Namun versi yang benar adalah “bekerja memerlukan perangkat yang tepat guna mengembangkan skillnya sehingga hidupnya akan lebih mudah”.Tahapan desain sendiri bisa membantu tim di dalam memahami berbagai macam permasalahan dengan lebih mudah. Dan bisa memikirkan ide yang dapat dijadikan solusi dari permasalahan tersebut. Ide hebat bisa berupa fitur baru di dalam aplikasi, fungsi-fungsi atau bentuk yang benar-benar eksperimental yang sebelumnya memang belum ada.
3. Ideate
Tahap ini merupakan tahap untuk menghasilkan ide. Semua ide-ide akan ditampung guna penyelesain masalah yang telah ditetapkan pada tahap define. Penting untuk mendapatkan ide sebanyak mungkin atau solusi masalah di awal fase ide. Untuk tahap akhir ialah penyelidikan dan pengujian ide-ide tadi untuk menemukan cara terbaik untuk memecahkan masalah atau menyediakan elemen yang diperlukan untuk menghindari masalah-masalah yang nantinya terjadi.
Ini adalah tahapan dimana Anda menyaring sejumlah opsi gagasan yang ada untuk mendapatkan kemungkinan solusi untuk memecahkan masalah. Jadi Ideation adalah proses menghasilkan gagasan/ide yang luas tentang topik-topik tertentu, tanpa menilai, mengevaluasi atau membenarkan salah satu.
Apa manfaat ideation?
“Inspiration adalah cara kita mencari tahu apa yang mau diselesaikan, bagaimana orang-orang selama ini berinteraksi dengan solusi yg sudah ada, seberapa besar masalah itu terjadi. Maka dengan begitu, kurvanya akan naik, karena kita mau cari tahu lebih jauh sesuatu yang belum pernah kita lihat,” jelas Miqdad.

Masih dengan penjelasan yang sama, selanjutnya Miqdad menjelaskan bahwa ideation adalah mencari ide dengan ditulis lalu dibuat polanya dari segala hal yang sudah didapat di inspiration.

Terakhir, ialah implementation yaitu membuat sebuah prototype yang tujuannya untuk mendapatkan feedback langsung dari user atau penerima solusi.

Kembali pada langkah yang sudah dibahas di atas, EDIPT, ternyata masing-masing EDIPT juga memiliki banyak alat yang berbeda-beda. Pertama ialah empathize. Ada empat alat yang bisa digunakan berupa service safari, diary studies, field studies, dan intercept. Cara menentukan yang paling efektif adalah dengan mendesain research terlebih dahulu dan mengetahui objek di risetnya.

“Karena sering kali ketika berempati, jatuhnya bukan memahami orang, tapi malah validasi dari asumsi sendiri. Maka dengan begitu jadi menutup banyak pintu. Tentukan dahulu objeknya apa,” kata Miqdad.

Kedua, define ialah dengan cara download your learning, find themes and insights, dan craft “how might we” questions.
Rikke Dam menjelaskan sebagai berikut:
Berinovasi dengan fokus yang kuat perdaarkan perspektif pengguna, kebutuhan mereka, dan wawasan mereka.
· Meningkatkan potensi inovasi dari solusi yang dibuat.
· Menyatukan perspektif dan kekuatan anggota tim.
· Menemukan bidang inovasi yang tidak terduga.
· Membuat volume dan variasi dalam opsi inovasi
· Mendapatkan solusi yang jelas dari diri sendiri dan Tim.
Pondasi proses ideation
Menurut Aurora Harley, ada tiga pondasi dalam proses ideation, diantaranya adalah:
Pertama, ide tidak di evaluasi
Setiap anggota tim bebas untuk mengemukakan gagasan kepada tim. Anggota tim yang lain mencoba memberikan ruang kepada rekannya untuk berpendapat, tidak memandang sebelah mata, dan terburu-buru dalam menilai atau mengevaluasi.
Kedua, setiap ide didokumentasikan
Gagasan atau ide yang beredar dalam sesi diskusi/brainstorming harus didokumentasikan. Biasanya menggunakan kertas tempel dimana masing-masing anggota tim menuliskan ide-idenya ke dalam kertas kemudian di tempel. Lebih baik lagi semua proses tersebut kemudian di dokumentasikan dalam bentuk gambar atau video.
Ketiga, kolaborasi memacu ide beragam
Anggota tim mendapatkan kesempatan untuk mengemukakan ide-ide kreativ nya (semua ide adalah unik dan kreativ). Jika hal itu dilakukan secara kelompok, maka akan menghasilkan ide yang banyak dan beragam. Mengizinkan orang lain untuk membagikan ide di lingkungan yang terbuka memiliki manfaat salah satunya adalah dapat membangun tim dan memperkuat dukungan untuk desain akhir. Teknik Ideation
Nah, Anda bisa mengumpulkan berbagai macam ide solusi dari tim.
Ada beberapa teknik untuk mengumpulkan ide-ide, diantaranya:
· Brainstorming
· Brainwriting
· Brainwalk
· Challege Assumptions
· SCAMPER
· MindMap
· Skecth/Sketchstorm
· Storyboard
· Gamestorming
· Prototype
4. Prototype
Pada tahap ini akan dihasilkan sejumlah versi produk yang murah dan diperkecil, atau fitur khusus yang ditemukan dalam produk, sehingga dapat menyelidiki solusi masalah yang dihasilkan pada tahap sebelumnya. Prototype ini dapat diuji dalam tim sendiri, atau ke beberapa orang lain. Ketika ada masukan maka dilakukan pebaikan lagi pada prototype ini, sehingga dihasilkan prototype yang benar-benar bagus. Setelah sesi ideation, ide-ide yang yang ada dikumpulkan, kemudian dikategorikan, disempurnakan, dan dipersempit, sehingga tim dapat memilih solusi yang terbaik. Prototype atau puwarupa atau arketipe merupakan bentuk awal dari sebuah entitas. Dalam design thinking, prototype dibuat sebelum pengembangan atau sebelum hasil desain diproduksi secara masal.
Tujuan utama Prototype adalah untuk memvalidasi dan mepercepat eksekusi akhir dengan memperhatikan kelayakan pada obyek sasaran, dalam hal ini adalah pengguna.­­­­ Anda juga bisa menggunakannya untuk mengekplorasi masalah, ide, dan peluang dalam area fokus tertentu dan mengujinya untuk mengetahui dampak perubahan inkremental atau radikal.
Tipe Prototype
Purwarupa atau prototype dapat berupa apa saja tergantung dari ide solusi apa yang nanti akan diujicobakan. Sebaiknya fokus kepada proses yang akan dilakukan pengguna akhir. Dengan demikian, Anda bisa memperoleh umpan balik yang sesuai.
Ada dua tipe utama prototype, yakni Low-fidelity Prototyping dan High-fidelity prototyping.
Pertama, Low-fidelity prototyping
Prototyping tingkat pertama ini merupakan prototyping tingkat kesetiaan rendah. Misalnya jika produk berupa aplikasi prototyping, dibuat dengan model tidak lengkap, dibuat menggunakan bahan kayu, kertas, logam atau plastik dan bahan-bahan murah yang lain.
Low-fidelity prototyping menurut Nick Babich memiliki ciri:
Desain Visual: Hanya berupa atribut visual dari produk akhir yang disajikan.
5. Test
Dilakukannya pengujian dan evaluasi terhadap produk kepada masyarakat dan hasilnya akan dilakukan perubahan dan penyempurnaan untuk menyingkirkan solusi masalah dan mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang produk dan penggunanya.
Nah, pada kelima tahap ini jika ada kegagalan disalah satu tahap dapat kembali ke tahap yang memungkinkan itu dapat diperbaiki. Contoh pada tahap Ideate tidak menghasilkan penyelesaian masalah, maka dapat kembali lagi ke tahap Emphatize.
Setelah melewati langkah panjang dan prototype atau purwarupa selesai, maka panduan menggunakan design thinking yang terakhir adalah dengan melakukan uji coba bagi pengguna akhir.
Jangan lupa sebaiknya selalu dicatat berbagai macam hal, sehingga Anda bisa memperoleh data yang cukup di dalam mengambil keputusan. Pengujian bisa dilakukan berulang kali atau dengan sistem iteration sampai memang benar-benar ditemukan solusi terbaik bagi permasalahan yang ada.
Anda dapat menguji coba berbagai macam ide di tahap ketiga untuk mencoba solusi baru atau menggabungkan beberapa ide yang ada sekaligus.
Itu dia 5 tahapan dan output pada tahap design thinking dan yang telah saya tambahkan juga sebagian dari berbagai sumber untuk menguatkan pendapat saya mengenai design thinking ,semoga bermanfaat..







Tidak ada komentar:

Posting Komentar