Jumat, April 3

Desing Thinking Produk


Dwi Setia Budi (41618110096)
@R22-DWI


Design thinking adalah proses yang disusun secara sistematis untuk menyelesaikan masalah melalui produk, layanan atau alat pembantu lainnya. Dalam prosesnya desainer, berupaya untuk mengumpulkan informasi, menggagas ide dan akhirnya menguji produk. Kendati demikian, rentetan langkah tersebut tidak harus  dilaksanakan secaara linear atau berurutan.

1.      Empati adalah fondasi awal dari proses design thinking. Menempatkan diri dalam pikiran khalayak dan memahami hal itu secara sepenuhnya akan membantu desainer untuk membuat produk yang secara akurat dapat mengatasi permasalahan mereka.
Masalah yang hampir kita jumpai sehari-hari adalah masalah penanggulangan sampah dan sampai saat ini masih merupakan permasalahan yang belum bisa diselesaikan dengan baik, khususnya di berbagai daerah di Indonesia. Jumlah sampah terus meningkat di setiap tahunnya. Kesadaran pemerintah dan masyarakat akan sampah harus digali agar terlepas dari permasalahan sampah.

2.      Define adalah Informasi yang telah dikumpulkan pada fase empathize kemudian dianalisa untuk menentukan akar masalah dari khalayak yang ditargetkan.
Pengolahan sampah plastik untuk dikembangkan menjadi benda pakai yang bermanfaat kembali sudah banyak dilakukan. Namun masih perlu banyak sentuhan kreativitas dalam pengolahannya. Eksplorasi sampah plastik menjadi karya baru yang bermanfaat tanpa harus diurai dan dihancurkan merupakan salah satu solusinya.

3.      Ideate
Pada fase ketiga ini, desainer telah memulai untuk menggagas dan membangun ide. Desainer telah mengerti apa yang diinginkan oleh khalayak dan menjadikannya landasan untuk mulai mendesain.
Proses pembuatan limbah plastik menjadi produk pakai khususnya untuk elemen interior ruangan.

4.      Prototype adalah Desain versi produk yang lebih murah dan sederhana dihasilkan pada fase ini. Prototype produk berguna untuk mengetahui bagaimana konsumen merespon produk, menemukan solusi baru untuk menyelesaikan masalah dan apakah metode penyelesaian masalah yang digunakan telah berhasil.
Membuat beberapa pilihan atau contoh produk walaupun tidak 100% jadi agar konsumen mengetahui dimana kelemahan produk kita, membuat protoype secara simpel.

5.      Test,  Meskipun test seringkali dianggap sebagai fase akhir dari proses design thinking, namun patut diingat aktivitas ini tidak harus dilaksanakan secara linear. Test bisa dilakukan kapan saja dalam proses design thinking, bahkan sejak tahap empathize

Tidak ada komentar:

Posting Komentar