Jumat, April 3

How to Define the "Design Thinking"


By : Agung Widiantoro
Code : R18-AGUNG

Design tidak harus terkait dengan keindahan, seni atau hal estetis lainnya. Karena menurut Steve Jobs sendiri design itu bukan hanya tentang apa yang dilihat dan dirasakan, akan tetapi yang paling penting adalah bagaimana design itu bekerja dan mampu memberikan solusi. Jadi yang disebut dengan design thinking tidak harus dilakukan oleh designer saja seperti penata busana atau arsitek, tapi kemampuan design thinking ini harus dimiliki oleh siapapun di dunia ini. Definisi dari design thinking sendiri yaitu suatu metode atau cara yang digunakan untuk memcahkan masalah atau problem yang terjadi saat ini dan memberikan solusi terhadapnya.  Solusi disini dicari dan diusahakan yang paling efektif dan seefisien mungkin. 
Design thinking ini juga mengajak kita untuk tidak menghabiskan energi untuk membahas suatu masalah tapi focus untuk mencari solusinya. Design thinking ini selalu berusaha untuk terus mencari solusi bukan hanya dengan logika tapi juga imajinasi, intuisi dan penalaran sistemik. Boleh dikatakan bahwa design thinking ini adalah pendekatan inovasi yang menggabungkan cara berpikir rasional dengan cara berpikir intuitif. Herbert Simon peraih hadiah nobel pada tahun 1978 menulis buku yang berjudul “the science of the artificial” dimana dia memperkenalkan istilah kecerdasan buatan atau artificial intelligence yang difinisikan sebagai kecerdasan design yang harus dimiliki system untuk bisa mencari solusi atas suatu masalah dengan cepat. Baru secara resmi istilah design thinking ini diperkenalkan oleh David Kelley CEO perusahaan design di California yang bernama IDEO. Dia menekankan pentingnya pemahaman design untuk kesuksesan suatu inovasi. Sesuatu yang diyakini pula oleh Steve Jobs CEO Apple yang selalu sukses menggabungkan seni dan teknologi dalam suatu produk dan model bisnis yang pada akhirnya mengantarkan Apple pada kesuksesan nya. 
Metode design thinking ini berbeda dengan analytical thinking yang lebih mementingkan atau focus akan analisis ilmiah dalam memecahkan masalah. Analytical thinking adalah analisis ilmiah untuk mengidentifikasi masalah, mencari parameter dari masalah tersebut. Berbeda dengan Design Thinking yang lebih focus dalam mencari atau mengusahakan solusi dari masalah tersebut jadi titik atau pola pemikiran yang sangat berbeda. Dalam Analytical Thinking lebih menyaring dan menurukan ide atau breaking down idea tapi dalam Design Thinking yang lebih utama adalah tentang bagaimana menggali dan membangun ide atau building up idea yang untuk kemudian dicoba atau di test satu per satu. Itulah sebabnya dalam design thinking lebih menekankan dalam Abductive Reasoning bukan deductive atau inductve reasoning yang selama ini dilakukan dalam Analytical thinking. Aductive reasoning didefinisikan sebagai penalaran yang lebih mengutamakan simplifikasi untuk bisa menjelaskan masalah dengan cara yang paling sederhana. Nah ini juga berlaku ketika kita misalnya akan mendesign suatu proses atau prosedur yang dasar nya adalah satu yaitu simplify. Kalau bisa dibuat mudah atau sederhana kenapa harus diperumit. Folosofy sederahan atau simplify ini yang membuat Apple yang kemudian menjadi sangat sukses sampai saat ini. Dan pertama jaman dahulu computer yang ukuran besar besar menjadi ukuran yang lebih simplify dan compact. Atau ketika Apple mendesign remote control TV. Dulu kita mengenal remote control dengan ukuran yang besar dan terlalu banyak tombol yang sering membuat kita pusing yang akhirnya Apple meluncurkan remote model baru yang dengan deisgn yang lebih compact dan dengan meminimalisir tombolnya. Itulah sebabnya inovasi yang dihasilkan melalui cara berpikir design akan memliki pendekatan yang berbeda dengan inovasi yang dilakukan dengan pendekatan tradisional atau konvensional. Cara berpikir design memerlukan hal hal utama antara lain adalah Empati yang artinya cara berpikir dengan perpesktiv orang lain, selanjutnya adalah optimism pasti ada solusi untuk semua masalah, eskperimental atau keinginan kuat untuk berani mencoba hal hal baru termasuk juga berani gagal untuk belajar, kolaborasi yaitu selalu mencari peluang untuk bekerja sama dengan orang lain untuk meraih hasil paling optimal untuk Bersama.
Tahapan tahapan untuk mengaplikasikan design thinking yang pertama adalah mendefinisikan masalah, yang kedua adalah menentukan opsi solusi, dan yang ketiga adalah yang terpenting yaitu membuat prototype, menguji dan memperbaiki. Yang terakhir adalah eksekusi dan terus menyempurnakan. 
Jadi kunci keberhasilan design thinking adalah luangkan banyak waktu untuk mendefinisikan masalah yang fundamental lalu segera melakukan iteasi solusi dan penyempurnaan sampai menemukan design yang tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar