Kamis, Juli 1

Anyaman Sebagai Ornamen untuk Mempercantik Konstruksi

Melihat realita di zaman sekarang sangat sulit mencari pekerjaan, karena lowongan pekerjaan lebih sedikit dibandingkan pencari pekerjaan. Di desa maupun di kota sama- sama sulit mencari pekerjaan. Kami mencoba untuk meneliti cara mendirikan usaha, agar muncul  usaha- usaha baru untuk para pencari kerja. Langkah pertama untuk mendirikan usaha yaitu dengan mengetahui tata cara mendirikan suatu usaha baru.

Beberapa penelitian telah berusaha mencoba untuk menemukan tempat bermulanya ide pendirian bisnis berskala kecil. National  Federation of Independent Business Foundation, menemukan bahwa “pengalaman kerja terdahulu” menyebabkan 45% ide baru.  “Minat pribadi” berjumlah 16% dari total penelitian, dan “munculnya kesempatan” berjumlah 11%. mengungkapkan beberapa sumber ide awal pendirian usaha baru, perusahaan. Sumber ide awal tersebut dapat berasal dari :

a) Pengalaman pribadi

b) Minat Kadangkala 

c) Penemuan secara tidak sengaja

d) Relasi atau bisnis keluarga

e) Pencarian ide dengan penuh pertimbangan

Anyaman merupakan kerajinan asli yang berasal dari Indonesia. Kita sebagai warga Indonesia patut bangga, kita bisa melihat berbagai tipe atau motif anyaman. Sekarang di era modern, anyaman mulai merambah di dunia konstruksi di Indonesia. Banyak sekali arsitek terkenal dari Indonesia yang mulai menggunakan anyaman sebagai fasad, partisi, atau ornamen apapun yang bisa mempercantik bangunan mereka.

Model bisnis yang saya jalankan bias dibilang model bisnis manufacture. Dalam model bisnis manufaktur, anda membuat sebuah produk dan menjualnya untuk mendapatkan laba. Biasanya produksi barang dilakukan dengan menggunakan mesin produksi.  Ketika menjalankan bisnis manufaktur, anda bisa menjual barang secara langsung ke konsumen atau menggunakan perantara pihak ketiga.

Kita menggunakan bahan baku impor, alasan kita menggunakan bahan impor karena bahan impor memiliki kualitas yang lebih baik sehingga bahan menjadi tahan lama. Untuk area outdoor saja bisa tahan sampai 10-15 tahun. Untuk produksi anyamannya, saya dengan team langsung terjun langsung ke lapangan untuk melakukan pengontrolan, tujuannya supanya produk yang kita hasilkan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Sebelum produk kita sampai di pihak owner/client pun kita masih akan melakukan pengecekan terakhir yang biasa disebut QC Finishing Material, itu semua kita lakukan agar memberikan kepuasan terhadap owner/client.


Bisnis Model canvasing atau yang sering disingkat BMC adalah sebuah model bisnis yang saat ini cukup banyak digunakan oleh para pemilik bisnis karena bisnis model ini ringkas namun memiliki banyak point penting didalamnya. BMC sendiri di gambarkan sebagai berikut;


1. VALUE PROPOSITION

Sederhananya, value proposition merupakan nilai jual produk/jasa Anda sehingga konsumen memilih perusahaan Anda daripada kompetitor. Sebelum menentukan hal yang lain, value proposition sangat krusial untuk diketahui agar bisnis Anda menjual apa yang konsumen benar-benar butuhkan dan memastikan apakah perusahaan Anda menjual solusi atas permasalahan mereka.


Berikut adalah beberapa pertanyaan yang dapat membantu Anda:


Apa penyebab masalah itu terjadi?

Mengapa konsumen ingin masalah tersebut hilang?

Apa manfaat bisnis saya untuk konsumen?

2. CUSTOMER SEGMENTS

Value proposition saling berkaitan erat dengan segmentasi konsumen Anda. Target konsumen bisa dibagi menjadi berbagai segmen sesuai kebutuhan, contohnya, berdasarkan usia, gender, hobi maupun tingkat konsumerisme.


Lalu, bagaimana cara mengetahui secara spesifik target konsumen kita?


Beberapa pertanyaan di bawah ini bisa digunakan untuk menentukan target konsumen Anda!


Kepada siapa solusi Anda paling memberikan dampak positif?

Apakah solusi Anda cocok untuk perorangan atau bisnis lain?

Bagaimana karakter perorangan atau bisnis tersebut?

Solusi Anda cocok untuk laki-laki atau perempuan? Atau keduanya?

Berapa umur mereka?

3. CUSTOMER RELATIONSHIP

Jadi, tadi kita sudah menentukan Value Proposition dan segmentasi konsumen. Selanjutnya adalah memahami konsumen Anda dan ´mendekati´mereka.


Cara mendekati konsumen ada banyak, baik secara personal, by phone, dan sebagainya.  


Di dalam customer relationship, Anda dapat mengetahui cara apa yang paling efektif untuk berinteraksi dengan konsumen maupun calon konsumen. Misalnya Anda memiliki bisnis online yang menjual produk aksesoris rambut dengan target usia 18-25 tahun. Tentunya target konsumen Anda adalah perempuan yang suka berdandan atau berpenampilan rapi. Lalu bagaimana membuat mereka mau membeli produk aksesoris rambut Anda? Dengan memberikan informasi seputar perawatan rambut, tips mengikat rambut, dan sebagainya.


Cara termudah menjangkau konsumen milenial adalah dengan berinteraksi lewat channel yang ´sering didatangi oleh target konsumen Anda´, berkomunikasi sesuai dengan bahasa mereka (ala milenial misalnya) dan memberikan konten-konten yang relevan dengan interest mereka.


4. CHANNELS

Di bagian customer relationship, kita sudah membahas cara PDKT´ dengan konsumen Anda sesuai dengan bahasa dan interest mereka. Kini saatnya Anda benar-benar menemui dan berbicara mereka.


Bisa dikatakan, channel merupakan tempat pertemuan Anda dengan konsumen. Pertanyaan berikut dapat membantu Anda mengidentifikasi tempat mana yang ideal untuk bertemu dengan mereka.


Dimana konsumen Anda berada?

Apakah mereka aktif menggunakan sosmed?

Apakah mereka suka mendengarkan radio atau aplikasi music?

Apakah mereka suka menghadiri event atau seminar?

Apakah mereka menonton TV ?

Hal ini dapat menentukan dimana Anda harus meletakkan advertisement. Apakah di billboard, di Instagram, di koran dan lain sebagainya.


5. KEY ACTIVITIES

Key activities merupakan aktivitas bisnis Anda yang dijalankan sehari-hari agar dapat mencapai value proposition. Beberapa panduan pertanyaan yang perlu Anda jawab:


Aktivitas bisnis seperti apa yang dapat diterapkan di dalam perusahaan untuk membantu Anda agar konsumen puas?

Bagaimana dengan distribusi produk/jasa Anda?

Apakah Anda memiliki tenaga ahli untuk menjalankan kegiatan perusahaan sehari-hari?

6. KEY RESOURCES

Agar tetap kompetitif di dalam industri bisnis yang Anda geluti, Anda membutuhkan sumber daya yang tepat karena ini adalah asset yang Anda miliki untuk mendukung aktivitas perusahaan. Beberapa contoh sederhana key resource adalah computer, ruang kerja, karyawan, kendaraan, listrik, dan lain sebagainya.


7. KEY PARTNERS

Dalam sebuah bisnis, membutuhkan partner kerja yang mendukung perusahaan Anda. Jika sampai saat ini Anda belum menemukan keunikan dari produk/jasa Anda dikarenakan kurangnya networking, Anda membutuhkan partner kerja yang dapat membantu Anda mencapai value proposition.


Jika Anda membuka sebuah bakery, Anda membutuhkan supplier bahan kue yang jaraknya dekat agar bahan yang dikirim selalu fresh. Nah, supplier itulah yang menjadi key partner Anda dalam berbisnis agar Anda bisa selalu menjaga kualitas roti yang Anda jual.


Jika Anda menjalankan agensi manajemen media sosial, mungkin key partner Anda adalah sebuah agensi jasa desain grafis untuk memastikan kualitas desain feed media sosial yang baik untuk diberikan kepada para klien.


8. COST STRUCTURES

Cost structure merupakan skema finansial yang membiayai operasional perusahaan Anda. Berapa uang yang harus dikeluarkan untuk melaksanakan aktivitas perusahaan per harinya? Berapa biaya untuk sumber daya yang dipakai? Berapa harga pemasaran produknya?


9. REVENUE STREAMS

Setiap perusahaan membutuhkan aliran pendapatan untuk tetap bisa menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Revenue stream merupakan sumber pendapatan perusahaan dari berbagai sumber, seperti hasil penjualan, dividen dan sebagainya.


Bisnis model canvas merupakan teknik yang efektif untuk diterapkan di dalam perusahaan karena dapat membantu memetakan bisnis Anda secara terstruktur. Anda dapat menggunakan bisnis model ini untuk mewujudkan ide-ide Anda menjadi hal yang konkret.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.