Minggu, September 26

BELAJAR MENGETAHUI PENTINGNYA ETIKA SEBELUM MENJALANKAN BISNIS

 Oleh DIRAN (S06-DIRAN)


Abstrak      Etika bisnis dapat diartikan sebagai peraturan tidak tertulis sebagai landasan norma dan perilaku yang harus dipatuhi oleh seluruh lapisan dalam perusahaan. Dengan menjalankan etika bisnis yang baik, sebuah perusahaan bisa mendapat nilai dan kepercayaan lebih dari masyarakat, negara, dan bahkan kompetitornya. Etika berbisnis ini bisa dilakukan dalam segala aspek. Saling menjaga kepercayaan dalam kerjasama akan berpengaruh besar terhadap reputasi perusahaan tersebut, baik dalam lingkup mikro maupun makro. Tentunya ini tidak akan memberikan keuntungan segera, namun ini adalah wujud investasi jangka panjang bagi seluruh elemen dalam lingkaran bisnis.

Kata kunci : etika bisnis usaha

Pendahuluan

Banyak orang selalu ingin bercita-cita menjadi orang yang sukses, salah satunya adalah dengan cara berbisnis. Bisnis sangat memberikan kontribusi yang besar dalam kemajuan, ekonomi, sosial dan budaya, namun juga menimbul-kan konsekuensi yang disebabkan oleh kegiatan perusahaan tersebut. Dalam berbagai kegiatan perusahaan dimungkinkan munculnya perilaku pelanggaran etika karena ada kecenderungan orang yang merasa dirinya paling benar dalam berbagai macam situasi. Oleh sebab itu dalam situasi apapun perlu suatu kesadaran moral, agar keputusan yang dibuat walau dalam kondisi apapun tetap bernilai etika. Dunia bisnis yang tumbuh dengan pesat menjadi tantangan maupun ancaman bagi para pelaku usaha agar dapat memenangakan persaingan dan mem-pertahankan kelangsungan hidup perusahaannya.

Etika bisnis dalam perusahaan memiliki peran yang sangat penting, Suatu perusahaan akan berhasil bukan hanya berlandaskan moral dan manajemen yang baik saja, tetapi juga harus memiliki etika bisnis yang baik. Perusahaan harus dapat mempertahankan mutu serta dapat memenuhi permintaan pasar yang sesuai dengan apa yang dianggap baik dan diterima masyarakat..Perilaku tidak etis dalam kegiatan bisnis sering juga terjadi karena peluang-peluang yang diberikan oleh peraturan perundang-undangan yang kemudian disahkan dan disalah gunakan dalam penerapannya dan kemudian dipakai sebagai dasar untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang melanggar etika bisnis.Haruslah diyakini bahwa pada dasarnya praktek etika bisnis akan selalu menguntungkan perusahaan baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang, karena mampu mengurangi biaya akibat dicegahnya kemungkinan terjadinya friksi, baik intern perusahaan maupun dengan eksternal, mampu meningkatkan motivasi pekerja, melindungi prinsip kebebasan berniaga, mampu meningkatkan keunggulan bersaing. perusahaan yang menjunjung tinggi nilainilai etika bisnis, pada umumnya termasuk perusahaan yang memiliki peringkat kepuasan bekerja yang tinggi pula, terutama apabila perusahaan tidak mentolerir tindakan yang tidak etis, misalnya diskriminasi dalam sistem remunerasi atau jenjang karier. Perlu dipahami, karyawan yang berkualitas adalah aset yang paling berharga bagi perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan harus semaksimal mungkin harus mempertahankan karyawannya.

Tujuan dan Manfaat Etika Bisnis



Tujuan akhir dari etika bisnis tentu melibatkan keberlangsungan perusahaan. Dalam jangka pendek, perusahaan dengan etika yang baik akan mendapatkan nilai dan pandangan positif sehingga lebih dianggap tepercaya. 

Selain itu, berbisnis dengan menggunakan etika akan menciptakan hubungan yang baik antara perusahaan dan karyawan, perusahaan dan konsumen, serta perusahaan dengan perusahaan lain. Hal ini memberikan kredibilitas yang baik bagi perusahaan.  Jika etika diterapkan secara internal di seluruh lapisan perusahaan, karyawan dan pimpinan akan memiliki relasi yang baik, lalu suasana bekerja akan semakin kondusif dan suportif. Ini menjauhkan perusahaan dari praktik curang di dalam lingkungannya sendiri.

Beberapa Etika bisnis yang harus dipahami dan dilakukan antara lain:

1.    Sebutkan nama lengkap, dalam situasi berbisnis, mitra sebaiknya menyebutkan nama lengkap saat berkenalan. Namun jika namanya terlalu panjang atau sulit diucapkan, akan lebih baik jika sedikit menyingkat.

2.    Berdirilah saat memperkenalkan diri, berdiri saat mengenalkan diri akan menegaskan kehadiran mitra. Jika kondisinya tidak memungkinkan untuk berdiri, setidaknya mundurkan kursi, dan sedikit membungkuk agar orang lain menilai positif kesopanan motra.

3.    Ucapkan terima kasih secukupnya, dalam percakapan bisnis dengan siapapun, bos atau mitra perusahaan, hanya perlu mengucapkan terima kasih satu atau dua kali. Jika mengatakannya berlebihan, orang lain akan memandang kalau mitranya sangat memerlukannya dan sangat perlu bantuan.

4.    Kirim ucapan terima kasih lewat email setelah pertemuan bisnis, setelah mitra menyelesaikan pertemuan bisnis, kirimkan ucapan terima kasih secara terpisah ke email pribadi rekan bisnis Anda. Pengiriman lewat email sangat disarankan, mengingat waktu tibanya akan lebih cepat.

5.    Jangan duduk sambil menyilang kaki, tak hanya wanita, pria pun senang menyilangkan kakinya saat duduk. Namun dalam kondisi kerja, posisi duduk seperti ini cenderung tidak sopan. Selain itu, posisi duduk seperti ini dapat berdampak negatif pada kesehatan.

6.    Tuan rumah yang harus membayar, jika mengundang rekan bisnis untuk makan di luar, maka sang mitralah yang harus membayar tagihan. Jika sang mitra seorang perempuan, sementara rekan bisnis atau klien, laki-laki, ia tetap harus menolaknya. Dengan mengatakan bahwa perusahaan yang membayarnya, bukan uang pribadi.

Prinsip – Prinsip Etika Bisnis


Untuk menerapkan etika bisnis, harus mengetahui beberapa prinsipnya terlebih dahulu. Melalui prinsip-prinsip etika bisnis diharapkan bisa menghasilkan nilai-nilai, norma dan perilaku moral yang baik mulai dari staf paling bawah hingga pimpinan paling atas dari manajemen sebuah perusahaan.

1.     Prinsip Kejujuran

Kejujuran menjadi hal penting dan bisa sangat berpengaruh pada kepercayaan. Bisa dikatakan bahwa kejujuran menjadi salah satu kunci yang harus digunakan kalau bisnis Anda ingin sukses. Pada tingkat persaingan yang makin keras ini justru pengusaha harus mampu mempertahankan konsumennya melalui kejujuran.

2.      Prinsip Integritas Moral

Penerapan integritas moral ini harus dilakukan kepada seluruh lapisan yang ada di perusahaan. Integritas yang tinggi membuat kepercayaan masyarakat bertambah begitu juga sebaliknya kalau ada satu atau beberapa orang dari perusahaan Anda yang melakukan hal yang bertentangan dengan moral maka semua bagian dalam perusahaan akan terkena imbas buruknya.

3.      Prinsip Kesetiaan

Yang dimaksud dengan prinsip kesetiaan adalah bahwa seluruh elemen dalam perusahaan baik bawahan hingga atasan tidak seharusnya mencampuradukan urusan bisnis dengan urusan pribadi. Dengan begitu maka semua orang di dalam manajemen bisa melakukan pekerjaan secara serius dan fokus supaya visi dan misi perusahaan bisa tercapai.

4.     Prinsip Otonomi

Prinsip otonomi dalam etika berbisnis ini terkait erat dengan kemampuan seseorang untuk bisa mengambil keputusan serta tindakan yang semestinya. Seorang pengusaha haruslah memiliki sikap yang tegas dalam membuat semua keputusan dengan kesadaran yang penuh sesuai dengan kewajibannya.Prinsip otonomi tersebut pastinya tidak boleh bertentangan dengan nilai moral dan norma yang berlaku di dalam kehidupan masyarakat. Pengusaha harus bisa meninggalkan semua hal dan menghindari membuat keputusan yang bertentangan dengan nilai moral.

5.     Prinsip Keadilan

Prinsip keadilan ini berhubungan erat dengan hak untuk diperlakukan sama sesuai dengan peraturan yang berlaku. Perusahaan tidak boleh bertindak diskriminatif kepada pihak-pihak yang berkonstribusi serta terlibat dalam aktivitas usahanya.

Jika prinsip keadilan ini bisa berjalan dengan baik maka dampaknya sangat bagus bagi perusahaan. Keadilan yang dirasakan oleh semua elemen akan mendorong mereka untuk bekerja lebih keras demi keberhasilan perusahaan.

Beberapa contoh etika bisnis yang baik untuk diterapkan antara lain:

1.    Bersikap Jujur, Kejujuran adalah satu nilai penting yang harus diterapkan dalam berbisnis. Ketidak jujuran dalam berbisnis dapat diartikan sebagai penipuan, terlebih jika hal tersebut merugikan pihak tertentu. Bersikap jujur juga membuat karyawan dan perusahaan menjadi lebih mudah dipercaya. 

2.    Menyebutkan Nama, Menyebutkan nama atau memberikan kartu nama sudah menjadi etika umum ketika bertemu dengan relasi bisnis. Ini mengindikasikan niat baik dan ketertarikan untuk berkolaborasi lebih lanjut. 

3.    Berpakaian Rapi, Dengan berpakaian mencerminkan kepribadian seseorang. dalam berbisnis, berpakaian rapi juga berarti  menghormati relasi bisnis, pimpinan, atau perusahaan yang Anda datangi. Memakai pakaian yang rapi dan harum juga menggambarkan kualitas diri Anda sebagai seseorang yang dapat dipercaya.

4.    Penggunaan Bahasa yang Baik, Bahasa apa pun yang digunakan dalam berkomunikasi, sebaiknya gunakan bahasa yang positif dan jauhi kata-kata atau istilah kasar. Penggunaan bahasa menentukan kualitas diri serta bagaimana Anda ingin dihargai oleh orang lain. 

5.    Berdiri saat Berjabat Tangan, Saat relasi bisnis datang, selalu berdiri saat Anda akan berkenalan dan menjabat tangan mereka. Hal ini menunjukkan sikap hormat dan menghargai. Dengan begitu, relasi bisnis juga akan menghargai Anda. 

6.    Membayar Tagihan, Jika Anda mengundang seseorang untuk pertemuan bisnis di sebuah tempat, ketahui bahwa Anda yang wajib untuk membayar tagihannya. Mengundang seseorang berarti Anda meminta waktunya untuk membicarakan persoalan bisnis. Dengan membayar tagihan, mereka akan merasa dihargai. 

7.    Mengucapkan Terima Kasih, Mengucapkan terima kasih secukupnya dan secara formal akan memberikan kesan profesional. Sebaliknya, jika diucapkan berlebihan, Anda akan dianggap kurang sopan. 

Contoh Etika Bisnis

1.    Dalam pertemuan bisnis karyawan akan saling menyebutkan nama. Hal ini tampaknya mungkin sangat normal, dengan menyebutkan nama aytau memberikan kartu nama saat pertemuan bisnis pertama kan membuat kesan pertama yang baik pula.

2.    Mengikuti aturan perusahaan yang ada. Saling bekerja sama adalah sebuah hal yang baik, namun tidak boleh melupakan aturan-aturan yang ada di dalam perusahaan. Jangan sampai dilanggar ya. Karena akibatnya bisa fatal.

3.    Mengucapkan terima kasih. Hal sederhana lainnya, namun kalau kalian ingin sukses dalam mencapai kerja sama yang baik, jangan lupakan kalimat terima kasihnya ya! Misalnya, “terima kasih sudah diundang” atau “terima kasih telah diajak bekerja sama”.

4.    Saling menghargai satu sama lain. Kalian ketahui sendiri, Indonesia adalah negara yang majemuk. Artinya, banyak sekali penduduk kita yang berbeda-beda suku, agama, dan kelompok usia. Untuk itulah, ketika pertemuan bisnis, saling menghargai satu sama lain adalah hal yang sangat dibutuhkan.

5.    Egosiasi di segala aspek. Sebelum mencapai kesepakatan, biasanya dua pihak akan saling bernegosiasi. Untuk mencapai kerja sama yang baik, memang sebaiknya negosiasi dilaksanakan terlebih dahulu.

6.    Berkomitmen untuk kerja sama. Kkomitmen ini adalah salah satu dari yang paling penting. Kalau kita masing-masing perusahaan tidak memiliki komitmen untuk bekerja sama dengan baik, maka tidak akan tercipta partner bisnis yang baik pula.

7.    Saling menjaga reputasi perusahaan. Ketika kita mewakili perusahaan, alangkah baiknya apabila kita memiliki etika yang baik, dengan menjaga nama baik perusahaan. Kalau nama perusahaan baik, nama kita juga baik.

 

Kesimpulan

Di dalam persaingan dunia usaha yang sangat ketat ini, etika bisnis merupakan sebuah harga mati, yang tidak dapat ditawar lagi. Dalam zaman keterbukaan dan luasnya informasi saat ini, baik-buruknya sebuah dunia usaha dapat tersebar dengan cepat dan luas. Memposisikan karyawan, konsumen, pemasok, pemodal dan masyarakat umum secara etis dan jujur adalah satusatunya cara supaya dapat bertahan di dalam dunia bisnis saat ini. Ketatnya persaingan bisnis menyebabkan beberapa pelaku bisnisnya kurang memperhatikan etika dalam bisnis.

Etika bisnis mempengaruhi tingkat kepercayaan atau trust dari masingmasing elemen dalam lingkaran bisnis. Pemasok (supplier), perusahaan, dan konsumen, adalah elemen yang saling mempengaruhi. Masing-masing elemen tersebut harus menjaga etika, sehingga kepercayaan yang menjadi prinsip kerja dapat terjaga dengan baik.

Etika berbisnis ini bisa dilakukan dalam segala aspek. Saling menjaga kepercayaan dalam kerjasama akan berpengaruh besar terhadap reputasi perusahaan tersebut, baik dalam lingkup mikro maupun makro. Tentunya ini tidak akan memberikan keuntungan segera, namun ini adalah wujud investasi jangka panjang bagi seluruh elemen dalam lingkaran bisnis. Oleh karena itu, etika dalam berbisnis sangatlah penting.

 

Referensi

https://id.wikipedia.org/wiki/Etika_bisnis

https://www.akseleran.co.id/blog/etika-bisnis/

https://ajaib.co.id/7-contoh-etika-bisnis-yang-diterapkan-di-indonesia/

https://dinastirev.org/JEMSI/article/view/201

https://media.neliti.com/media/publications/290707-peranan-etika-bisnis-dalam- perusahaan-bi-06f5409c.pdf

https://www.belumlama.com/etika-bisnis/

https://www.harmony.co.id/blog/prinsip-etika-bisnis-penjelasan-dan-penerapannya-dalam-bisnis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.