Kamis, September 23

“etika bisnis itu penting bagi perusahaan dan pelaku usaha ?”

Disusun Oleh : Aziz Ramadhan (41619110026)

(@S11-AZIZ)   

   BAB I

PENDAHULUAN

Semakin terbukanya pasar nasional sebagai dampak dari proses globalisasi ekonomi semakin menumbuhkan minat untuk melakukan kegiatan bisnis. Kegiatan bisnis yang tengah berkembang di Indonesia,

akan memicu terjadi persaingan yang sangat ketat dan kadang kala akibat dari ketatnya persaingan dapat menyebabkan pelaku bisnis menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya,  

 

            Akibatnya terjadilah persaingan yang tidak sehat dalam bisnis. Persaingan yang tidak sehat inidapat merugikan orang banyak, selain itu juga dalam jangka panjang dapat merugikan pelaku bisnis itu sendiri. Permasalahan etika ini tidak hanya ada pada bisnis skala kecil, namun tidak jarang bisnis dalam skala besarpun mengahadapi permasalahan yang sama yaitu permasalah etika dalam bisnis.

 

            Bisnis merupakan suatu hal yang tidak dapat terlepas dari masyarakat,dalam kata lain masyarakat merupakan bagian dalam bisnis dan sebaliknya. Karena bisnis tidak dapat terlepas dari masyarakat maka bisnis seharusnya patuh padanorma-norma yang ada di masyarakat. Tata hubungan bisnis dengan masyarakatyang tidak dapat dipisahkan tersebut telah menciptakan etika-etika tertentu dalam kegiatan bisnis, baik etika bisnis antar sesama pelaku bisnis ataupun etika bisnis terhadap masyarakat, baik dalam hubungan langsung maupun tidak langsung.

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

PembahasanApa itu Etika Bisnis ?

 

            Sebelum kita mengetahui apa yang dimaksud dengan etika bisnis, kita mengetahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan etika dan etiket. Secara etimologi (asal kata) etika berasal dari kata “ethicus”(BahasaLatin) dan “eticos” (Bahasa Yunani) yang memiliki makna “kebiasaan”. Menurut Harmon Chaniago (2013:237) etika adalah nilai-nilai yang dianut oleh suatu masyarakat, di dasarkan pada kebiasaan mereka. Hal ini dipertegas oleh Barten dalam Gustina (2008:138) “etika dapat diartikan sebagai nilai -nilai dan norma-norma moral dalam suatu masyarakat. Di sini terkandung arti moral atau moralitas seperti apa yang boleh dilakukan, apa yang tidak boleh dilakukan yang pantas atau tidak, dan sebagainya.”

 

            Dari beberapa definisi di atas mengenai etika, dapat kita tarik kesimpulan bahwa etika adalah hal yang penuh dengan pandangan atau nilai yang di anut oleh masyarakat, di mana dasar nilai itu dibangun dari kebiasaan yang mereka lakukan.

           

            Membahas mengenai etika, maka kita akan masuk pada ranah kebiasaan yang terjadi pada suatu masyarakat, etika akan berbicara mengenai benar atau salah. Kebiasaan yang berlaku disuatu tempat biasanya mengacu pada adat istiadat, norma, peraturan, budaya dan lainnya. Semakin seseorang sesuai dengan kebiasaan setempat, maka dapat dikatakan ia semakin beretika di tempat yang bersangkutan.

 

 

Prinsip-Prinsip dalam Etika Bisnis

Untuk menerapkan etika bisnis, kita harus mengetahui beberapa prinsipnya terlebih dahulu. Melalui prinsip-prinsip etika bisnis diharapkan bisa menghasilkan nilai-nilai, norma dan perilaku moral yang baik

 

Lalu apa sajakah prinsip yang digunakan dalam etika berbisnis tersebut?

 

1. Prinsip Kejujuran

Kejujuran menjadi hal penting dan bisa sangat berpengaruh pada kepercayaan. Bisa dikatakan bahwa kejujuran menjadi salah satu kunci yang harus digunakan kalau bisnis ingin sukses. Pada tingkat persaingan yang makin keras ini justru pengusaha harus mampu mempertahankan konsumennya melalui kejujuran.

 

Contohnya kejujuran mengenai kualitas produk yang ditawarkan kepada konsumen. Dengan harga baku yang makin mahal sebaiknya perusahaan menaikan harga jual daripada mengurangi mutunya. Kualitas yang menurun akan membuat konsumen atau pelanggan kecewa dan meninggalkan Anda.

 

 

 

2. Prinsip Integritas Moral

Penerapan integritas moral ini harus dilakukan kepada seluruh lapisan yang ada di perusahaan. Integritas yang tinggi membuat kepercayaan masyarakat bertambah begitu juga sebaliknya kalau ada satu atau beberapa orang dari perusahaan Anda yang melakukan hal yang bertentangan dengan moral maka semua bagian dalam perusahaan akan terkena imbas buruknya.

 

3. Prinsip Kesetiaan

Yang dimaksud dengan prinsip kesetiaan adalah bahwa seluruh elemen dalam perusahaan baik bawahan hingga atasan tidak seharusnya mencampuradukan urusan bisnis dengan urusan pribadi. Dengan begitu maka semua orang di dalam manajemen bisa melakukan pekerjaan secara serius dan fokus supaya visi dan misi perusahaan bisa tercapai.

 

4. Prinsip Otonomi

Prinsip otonomi dalam etika berbisnis ini terkait erat dengan kemampuan seseorang untuk bisa mengambil keputusan serta tindakan yang semestinya. Seorang pengusaha haruslah memiliki sikap yang tegas dalam membuat semua keputusan dengan kesadaran yang penuh sesuai dengan kewajibannya.

 

Prinsip otonomi tersebut pastinya tidak boleh bertentangan dengan nilai moral dan norma yang berlaku di dalam kehidupan masyarakat. Pengusaha harus bisa meninggalkan semua hal dan menghindari membuat keputusan yang bertentangan dengan nilai moral.

 

Keputusan dan tindakan yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku hanya akan menambah risiko pada perusahaan Anda karena berpotensi ditinggalkan oleh mitra bisnis ataupun pelanggan.

 

5. Prinsip Keadilan

Prinsip keadilan ini berhubungan erat dengan hak untuk diperlakukan sama sesuai dengan peraturan yang berlaku. Perusahaan tidak boleh bertindak diskriminatif kepada pihak-pihak yang berkonstribusi serta terlibat dalam aktivitas usahanya.

 

Jika prinsip keadilan ini bisa berjalan dengan baik maka dampaknya sangat bagus bagi perusahaan. Keadilan yang dirasakan oleh semua elemen akan mendorong mereka untuk bekerja lebih keras demi keberhasilan perusahaan.

 

Penerapan prinsip etika bisnis sebaiknya tidak ditunda-tunda demi kemajuan usaha. Etika bisnis akan membantu perusahaan/usaha mencapai visi dan misi di dalam bisnis tanpa meninggalkan moral dan norma yang berlaku.

 

 

Berikut Contoh Penerapan dari Etika Bisnis Itu Sendiri

 

1.     Menyebutkan Nama Klien dengan Baik

Salah satu contoh penerapan dari berbisnis yang penuh etika adalah menyebutkan nama klien dengan baik saat rapat atau pertemuan. Menjadi sangat penting dan menjadi menghormati ketika mengetahui nama klien yang akan diajak kerjasama. Hal ini juga bisa memberikan suasana bisnis yang sehat, nyaman dan penuh kepercayaan.

2. Hadir Tepat Waktu Saat Janji Temu

Agaknya datang ngaret atau telat sama sekali bukan contoh bisnis yang baik. Datanglah tepat waktu ketika ada janji temu apalagi ketika diadakan diluar kantor. Jangan biarkan klien menunggu apalagi jika menjadi tuan rumah atau si pengundang.

3. Berdiri Saat Berkenalan

Kemudian contoh lain yang bisa dicoba untuk diterapkan adalah berdiri saat berkenalan dengan klien. Jangan sampai terkesan terlalu bossy meski menjadi tuan rumah perusahaan. Sikap sopan santun merupakan budaya ketimuran yang baik diterapkan dalam berbisnis.

4. Tidak Segan Mengucapkan Terimakasih

Contoh lainnya dari berbisnis yang baik adalah tidak segan untuk mengucapkan terimakasih saat kegiatan meeting atau kontak dengan klien. Ini bisa menjadi salah satu pembangun citra yang baik. Selain itu sudah menjadi keharusan bukan untuk berterimakasih pada orang lain dalam kehidupan bersosial.

5. Membayar Tagihan Rapat

Rapat dan pertemuan bisnis seringkali terjadi diluar kantor seperti café, rumah makan, mall atau tempat lainnya. Biasakan ketika menjadi tuan rumah yang mengundang untuk selalu tepat dalam membayar tagihan. Jangan sampai klien yang mengeluarkan uang karena bisa memberikan citra kurang baik.

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

 

Kesimpulan

  Jadi, etika bisnis merupakan suatu pedoman yang sangat penting dalamkegiatan bisnis, pelaku bisnis harus mampu memahami dan mengintrepretasikanapa yang dimaksud dengan etika bisnis.

Etika bisnis menjadi sangat penting bagi kelangsungan hidup suatu perusahaan/usaha, maksudnya adalah keberlangsungan hidupsuatu perusahaan/usaha bergantung pada bagaimana cara penerapan etika bisnis oleh pelaku bisnis.

Dengan terapkannya etika dalam bisnis, maka secara tidak langsung dapat menumbuhkan kepercayaan dari rekan kerja, masyarakat, dan pelanggan, di manakepercayaan merupakan sebuah modal yang sangat penting agar kelangsungan hidup perusahaan/usaha tetap terjamin. Maka dari itu, perusahaan/usaha harus memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan standar etika.

Dengan terciptanya kesadaran akan pentingnya etika bisnis, maka akan ada banyak pihak yang mendapat keuntungan, diantaranya adalah pelaku bisnis itusendiri, pelanggan, serta masyarakat serta pemerintah. Dengan menerapkan etika bisnis, dapat membantu tatanan ekonomi menjadi lebih baik dan dapatmengingkatkan tanggung jawab sosial perusahaan.

  

 

DAFTAR PUSTAKA

1.     Cristiandi marcelino mararu  ( Modul 4 perkulihan kewirausahan 2 UMB )

2.     Harmony. 24 Februari 2021. Prinsip Etika Bisnis : Penjelasan dan Penerapannya dalam Bisnis.

3.     Anggara Farhan. 14 September 2018. 5 Prinsip Etika Bisnis dan Pendekatannya dalam Perusahaan.

4.     Gustina. 2008 Artikel “Etika Bisnis Suatu Kajian Nilai dan Moral dalam Bisnis dalam jurnal Jurnal Ekonomi dan Bisnis Volume 3 No 8.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.