Senin, September 20

Kamu sering Mendengar kata Entrepreneurship? Kalau Teknopreneurship dan Sosiopreneurship bagaimana? Cari tahu bareng yuk perbedaan antara ketiganya.







oleh: Iip Purwasih (@S20-IIP)

Abstrak

Tentunya kita tidak asing dengan kata "Entrepreneurship" bukan?

Ya, Pasti kita langsung tertuju pada orang-orang yang sukses dalam mejalankan bisnis yang ia bangun. Selain itu, banyak juga dari kita semua yang berlomba-lomba menjadi seorang entrepreneur masa depan, berlomba-lomba mencari ide dan melakukan inovasi terus menerus untuk bisa menyandang gelar seorang entrepreuner.

Tapi apakah kalian juga mengetahui kata lain seperti "Teknopreunership" dan juga "Sosiopreneurship"?, mungkin 2 kata ini di beberapa orang masih banyak yang belum memahaminya, atau bahkan masih asing di telinga mereka. Maka dari itu, disini saya akan mengajak kalian semua untuk menjacari tahu perbedaan antara Entrepreneurship, Teknopreneurship, dan Sosiopreneurship.

 

Pembahasan

1. Entrepreneurship



Apa itu Entrepreneurship?

Entrepreneurship adalah keyakinan kuat yang ada dalam diri seseorang untuk mengubah dunia melalui ide dan inovasinya. Keyakinan ini kemudian ditindaklanjuti dengan keberanian mengambil risiko mewujudkan ide dan inovasinya tersebut melalui organisasi yang didirikanya, mulai dari membangun, memelihara, dan mengembangkannya sampai menghasilkan dampak nyata bagi dunia.

Terdapat beberapa kriteria seseorang entrepreneurship, yaitu:

1.     Memiliki keyakinan untuk mengubah dunia menjadi lebih baik.

2.     Suka berinovasi dan menemukan ide – ide baru yang membuat kehidupan lebih baik.

3.     Mendirikan organisasi, lembaga, perusahaan sendiri (dikenal sebagai founder).

4.     Berani mengambil risiko untuk mewujudkan ide dan inovasinya.

5.     Berorientasi pada value.

Seorang pelaku entrepreneurship disebut sebagai Entrepreneur.

Siapa itu Entrepreneur?

Ada beberapa perdebatan tentang definisi yang tepat dari seorang entrepreneur. Beberapa memiliki definisi luas yang mencakup siapa saja yang bekerja untuk diri mereka sendiri. Yang lain memiliki sudut pandang yang lebih sempit, menunjukkan bahwa seorang entrepreneur tidak hanya bekerja secara mandiri untuk bisnis mereka sendiri, tetapi bisnis mereka juga harus melibatkan inovasi dan kepemimpinan.

Bagaimana cara Entrepreneur berkerja?

Entrepreneur adalah aspek penting dari ekonomi. Mereka membantu memacu pertumbuhan dengan mengambil risiko pada ide-ide inovatif. Peluang keberhasilan mungkin tidak terlalu menjanjikan, tetapi jika berhasil, banyak upaya kewirausahaan mendorong industri maju secara dramatis.

Seperti apa karakterristik seorang entrepreneur yang sukses?

·   Passion, bicaralah dengan entrepreneur sukses dan Anda akan hampir selalu mendengar kata passion ketika mereka menggambarkan apa yang mereka lakukan. Mengikuti hasrat Anda adalah salah satu peramal kesuksesan terbaik.

·     Berpikir mandiri, entrepreneur sering berpikir di luar kotak dan tidak terpengaruh oleh orang lain yang mungkin mempertanyakan ide-ide mereka.

·       Optimisme, sulit untuk berhasil dalam hal apapun jika Anda tidak percaya pada hasil yang baik. Entrepreneur adalah pemimpi dan percaya ide-ide mereka mungkin, bahkan ketika mereka tampaknya tidak mungkin tercapai.

·     Keyakinan, ini bukan untuk mengatakan entrepreneur tidak pernah memiliki keraguan diri, tetapi mereka mampu mengatasinya, dan percaya bahwa mereka dapat mencapai tujuan mereka.

·   Banyak sumber daya dan pemecah masalah, kurangnya aset, pengetahuan, dan sumber daya adalah hal biasa, tetapi entrepreneur dapat memperoleh apa yang mereka butuhkan atau mencari cara menggunakan apa yang mereka miliki untuk mencapai tujuan bisnis mereka.

·    Mereka tidak pernah membiarkan masalah dan tantangan merintangi, dan sebaliknya, mereka menemukan cara untuk mencapai kesuksesan di tengah kesulitan.

·    Kegigihan dan kemampuan untuk mengatasi kesulitan, entrepreneur tidak berhenti pada rintangan pertama, kedua, atau bahkan keseratus. Bagi mereka, kegagalan bukanlah suatu pilihan, sehingga mereka terus bekerja menuju kesuksesan, bahkan ketika segala sesuatunya salah.

·      Memiliki visi, beberapa definisi kewirausahaan yang lebih ketat mencakup visi sebagai elemen yang diperlukan. Ini membantu untuk mengetahui tujuan akhir Anda ketika Anda mulai. Lebih jauh, visi adalah bahan bakar yang mendorong Anda maju menuju tujuan Anda.

·   Fokus, sangat mudah untuk terganggu di dunia yang serba cepat ini. Entrepreneur sukses menghindari gangguan ini dan tetap fokus pada apa yang akan membawa hasil.

·       Berorientasi pada tindakan, entrepreneur tidak mengharapkan sesuatu datang dari ketiadaan dan mereka tidak menunggu sesuatu terjadi. Mereka adalah pelaku. Mereka mengatasi tantangan dan menghindari penundaan.


Bagaimana menjadi seorang entrepreur?

Menjadi seorang entrepreur tidaklah sulit, tetapi ini adalah pekerjaan dan membutuhkan banyak langkah termasuk:

1.     Fokus pengembangan karakteristik kewirausahaan

2.     Ide bagus bahwa orang akan membayar uang

3.     Rencana terperinci untuk sukses

4.     Eksekusi dan dedikasi yang konsisten untuk rencana itu

 


2. Teknopreneurship



Apa itu Teknopreneurship?

Teknopreneurship adalah cabang bisnis gabungan antara pemanfaatan teknologi informasi dengan bisnis konvensional tersebut belakangan kian menarik untuk digeluti, karena mampu menawarkan solusi atau substitusi dari produk barang maupun jasa kebutuhan sehari-hari. Secara umum, teknopreneurship adalah istilah yang biasa digunakan untuk menyebut sebuah bisnis yang dibangun berbasiskan teknologi.

Sejarah Teknopreneurship

Sebagaimana kita ketahui, Amerika Serikat merupakan salah satu negara yang memiliki pengaruh besar dalam dunia Technopreneurship. Bagaimana tidak? Sederet perusahaan raksasa berhasil lahir dan tumbuh di negara adidaya ini dalam kurun waktu beberapa dekade terakhir.

Contoh Technopreneur dari negeri paman sam adalah Facebook, Apple, Google, Microsoft, eBay, Amazon, Intel, IBM, dan masih banyak lainnya.

Nah, seorang Tekhnopreneurship sendiri disebut Tekhopreneur.

Siapa itu Teknopreneurship?

            Technopreneur adalah istilah yang digunakan untuk menyebut seseorang yang memutuskan untuk menjalankan bisnis dengan memanfaatkan teknologi. Sebut saja Bill Gates yang sukses menjadi seorang teknopreneur melalui Microsoft atau Mark Zuckerberg yang sedari muda sudah sukses membangun platform social media dengan jumlah pengguna hampir sepertiga penduduk dunia 2,5 milyar.

Technopreneur merupakan sebutan untuk seseorang yang memanfaatkan perkembangan teknologi mutakhir untuk dioptimalkan sebagai basis dalam mengembangkan pengembangan usaha. Sederhananya, technopreneur adalah seseorang yang mengelola usaha menggunakan basis teknologi. Kemunculan technopreneur tak lepas dari pergeseran lanskap perekonomian dari resource based menjadi knowledge based.

Nah agar entrepreneur tetap bisa bersaing di dunia usaha maka harus meng-upgrade usahanya. Tak heran inovasi menjadi hal penting yang harus selalu diperhatikan. Salah satu jenis technopreneur adalah high-tech business, yaitu usaha-usaha yang menggunakan inovasi teknologi. Inovasi yang berbasis teknologi ini diharapkan dapat memberi nilai tambah pada keseluruhan proses produksi. Dengan demikian kenyamanan, kemudahan, efisiensi, produktivitas, juga kecepatan bisa diwujudkan.

Keuntungan menjadi seorang Teknopreneurship

1.     Tidak membutuhkan Modal Besar.

2.     Tidak perlu Kantor yang Besar.

3.     Berpotensi mendapatkan Value yang Besar.

4.     Bisa dimulai dari Rumah.

Bagaimana menjadi seorang teknopreneur?

1.     Melakukan sebuah survei

2.     Menjual produk yang berbeda

3.     Menentukan segmentasi pasar

4.     Tidak gagap teknologi

5.     Menciptakan inovasi teknologi baru

 


3. Sosiopreneurship



Apa itu Sosiopreneurship?

Sosiopreneurship adalah gabungan dari kata social dan entrepreneurship.

Sesuai namanya, sosiopreneurship menggabungkan konsep bisnis dengan isu sosial.

 

Pelaku sosiopreneurship disebut sebagai sosiopreneur.

 

Siapa itu Sosiopreneur?

 

Dikutip dari Investopedia sosiopreneur adalah seseorang yang berusaha menggunakan berbagai cara bisnis untuk mengatasi masalah bersama. Seorang sosiopreneur harus berani mengambil risiko dan berusaha keras untuk memberikan dampak positif melalui berbagai inisiatif yang dilakukannya. Jika bisnis pada umumnya berusaha mengejar profit setinggi-tingginya. Namun, berbeda dengan sosiopreneurship. Sosiopreneurship memiliki jauh lebih menekankan pada unsur isu sosial daripada keuntungan semata. Namun, bukan berarti sosiopreneurship mengabaikan keuntungan, ya. Sosiopreneurship tetap menghasilkan profit. Namun, profit tersebut lebih banyak dimanfaatkan untuk membuat sebuah aksi positif daripada keuntungan pribadi. Hubspot menulis, ukuran kesuksesan sebuah sosiopreneurship adalah ketika bisnis tersebut mampu memberikan dampak positif yang berarti bagi dunia.

Ada berbagai bidang sosiopreneurship yang banyak dipilih saat ini.

Mulai dari pendidikan, industri kreatif, ekonomi, kesehatan, kemanusiaan, hingga penyediaan akses di daerah terpencil. Dikutip CNN Indonesia, ada tiga bidang yang paling diminati oleh para sosiopreneur lokal. Tiga bidang tersebut adalah industri kreatif (22 persen), agrikultur dan perikanan (16 persen), dan pendidikan (15 persen).

 

Seperti apa karakterristik seorang Sosiopreneur yang sukses?

·       Fokus pada misi social, sosiopreneurship harus fokus pada visi dan misi sosial yang telah mereka pilih sejak awal. Sebagai contoh, sociopreneur bisa memilih untuk fokus pada isu pendidikan di desa terpencil. Maka, segala usaha yang dilakukan bisnis sosial tersebut harus mengacu pada pemenuhan hak pendidikan di desa terpencil.

·       Memiliki skala dampak besar, setelah memilih misi, sociopreneur juga harus memiliki target skala dampak yang ingin dicapai. Misalnya, akan lebih baik jika bisnis sosial yang dijalankan bisa memberi dampak pendidikan bagi desa-desa di seluruh Indonesia, bukan hanya satu desa saja.

·       Inovatif, sebuah bisnis sosial harus peka dan inovatif dalam menciptakan cara terbaik untuk mencapai tujuan usahanya.

·       Terbuka pada Feedback, bisnis sosial tidak hanya tentang bisnis itu sendiri, tetapi juga tentang banyak orang yang akan merasakan dampaknya. Oleh karena itu, sociopreneurship harus mengedepankan feedback orang lain untuk terus beradaptasi dan mengembangkan usahanya.

 

Bagaimana menjadi seorang sosiopreneur?

1.     Paham akan isu yang akan kamu angkat

2.     Melakukan riset terhadap target pasar

3.     Menciptakan konsep yang unik

4.     Tentukan bisnis model

5.     Pilih jenis pendanaan

6.     Seimbangkan antara profit dan dampak

7.     Jalankan bisnis dengan transparan

8.     Memanfaatkan berbagai flatform.

 

 


Kesimpulan

Secara garis besar, “Teknopreneurship” sebenarnya merupakan bagian dari enterpreneurship. Namun, dalam prakteknya technopreneur lebih memanfaatkan teknologi sebagai core utama bisnis dan “Enterpreneurship” lebih mengedepankan transaksi konvensional berupa barang atau jasa. sedangkan “Sosiopreneurship” adalah penggabungan antara konsep bisnis dan isu social, selain itu tujuan seorang sosiopreneurship bukan hanya profit, tetapi menghasilkan dampak positif.

 

 

 Reference

https://www.modalrakyat.id/blog/entrepreneur

https://bbs.binus.ac.id/business-creation/2020/04/apa-itu-entrepreneurship/

https://campus.quipper.com/careers/technopreneur

https://qwords.com/blog/technopreneurship-adalah/

https://glints.com/id/lowongan/sociopreneurship/#.YUimDbgzY2w

https://www.sirclo.com/8-tips-menjadi-sociopreneur-pebisnis-yang-membawa-dampak-positif-bagi-masyarakat/

https://www.ardhiansatya.com/2021/07/cara-menjadi-seorang-technopreneur-yang.html

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.