Senin, September 20

Menyelami Perbedaan Entrepreneurship, Teknopreneurship dan Sosiopreneurship

Oleh : Yosef Mariawan

 josephmariawan99@gmail.com(@S05-YOSEF)

Pendahuluan

Istilah Entrepreneurship  sudah tidak asing lagi ditelinga semua orang, karena dalam suatu bisnis kita selalu membayangkan bahwa semua pelaku bisnis disebut dengan istilah Entrepreneur. Sebenarnya Entrepreneur merupakan seseorang yang menjalankan usaha sendiri dengan ide sendiri, manajemen pengelolaan sendiri, memiliki kebebasan dalam peraturan, tidak terikat waktu dan segala resiko akan ditanggung oleh seseorang itu sendiri.

Pembahasan

     A.     Entrepreneur

Entrepreneur merupakan istilah yang mungkin tidak asing lagi di telinga sebagian besar orang. Seiring dengan bermunculannya banyak entrepreneur baru, terdapat istilah istilah lainnya yakni technopreneur, sociopreneur, dan ecopreneur. Pada dasarnya istilah tersebut merupakan konsep dari kewirausahaan. Berikut perbedaan-perbedaan yang ada dari keempat istilah tersebut.

Istilah entrepreneur sendiri apabila diartikan ke dalam Bahasa Indonesia adalah pengusaha atau wiraswasta. Yaitu, orang yang memiliki usaha sendiri dan mengelola usahanya sendiri dengan ide atau konsep yang baru. Sehingga entrepreneur memiliki kebebasan dalam menentukan budaya kerja, jadwal, bahkan seragam yang digunakan. Karena memiliki kebebasan tersebut maka risiko pun ditanggung sepenuhnya sendiri.

Menurut BusinessTown, ada empat tipe entrepreneur yang kerap ditemukan. Tipe-tipe entrepreneur tersebut adalah sebagai berikut. 

1. The world changer

The world changer dalam bahasa Indonesia berarti pengubah dunia.Seorang entrepreneur dengan tipe ini membangun bisnis untuk membuat dunia menjadi lebih baik. Mereka percaya bahwa bisnisnya dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.Mereka memahami konsep masyarakat, keseimbangan, dan empati.Selain itu, mereka juga tidak terlalu peduli dengan kariernya sendiri. Mereka lebih fokus pada apa yang bisa diberikan kepada masyarakat.Contoh dari the world changer adalah sociopreneur. Mereka menggabungkan ide bisnis dengan isu sosial.

2. The survivor

Pernahkah kamu mendengar cerita tentang seorang karyawan yang resign dari kantornya demi membangun bisnis?Ya, itulah entrepreneur tipe the survivor.Mereka merasa jenuh dan tidak cocok dengan pekerjaan 9 to 5. Mereka bisa saja pernah mendapat pengalaman buruk ketika bekerja di sebuah perusahaan.Oleh karena itu, the survivor ingin membangun bisnis dan sistemnya sendiri. Mereka ingin bebas dan mencapai financial freedom-nya.

3. The visionary

Entrepreneur dengan tipe the visionary adalah seseorang yang selalu memiliki ide-ide inovatif. Mereka mampu berpikir out of the box untuk menciptakan sesuatu yang tidak dipikirkan oleh orang lain. The visionary tidak hanya fokus pada permasalahan saat ini. Lebih dari itu, mereka juga berharap bisnisnya dapat bertahan di masa depan.Salah satu entrepreneur dengan tipe the visionary adalah Steve Jobs. Ia mendirikan Apple pada 1976. Namun, kini Apple tetap menjadi perusahaan raksasa di bidang teknologi.

4. The strategist

Tidak semua entrepreneur adalah ahli di bidang bisnisnya. Banyak entrepreneur yang sebenarnya hanya melihat sebuah bisnis sebagai peluang. Namun, mereka tidak benar-benar paham di bidang tersebut.Nah, entrepreneur dengan tipe the strategist adalah orang yang sangat paham dengan bidang bisnisnya. Mereka tahu semua detail tentang bidang tersebut.Oleh karena itu, semua keputusan yang mereka ambil fokus pada bidang yang sedang dijalaninya. Mereka memiliki perencanaan, strategi, dan analisis yang mendalam.Sebagai contoh, kamu punya pengetahuan yang mendalam tentang dunia kesehatan. Maka, kamu bisa membangun bisnis atau startup di bidang kesehatan.

 

B.     Techopreneur

Seperti yang diisyaratkan oleh istilah tersebut, ini adalah perpaduan dari dua kata seperti techno yang berarti “teknologi” dan  Entrepreneur yang berarti” “Kewirausahaan”.Secara menyeluruh, ini adalah semacam wirausaha di bidang teknologi. Proses technopreneurship merupakan kombinasi dari kemajuan teknologi dan keterampilan kewirausahaan. Dalam transformasi produk dan layanan, bagian integral dari technopreneur adalah teknologi.

Ini adalah generasi baru di bidang kewirausahaan. Jenis kewirausahaan ini cocok untuk orang yang cerdas, inovatif, paham teknologi, nafsu makan, dan bersemangat dalam perhitungan risiko. Technopreneurship mencapai tingkat kesuksesan berikutnya melalui kerja tim.

Contoh Technopreneur

Seperti yang didefinisikan oleh Collins Dictionary, “techpreneur adalah wirausahawan yang memulai dan mengelola bisnis teknologinya sendiri.”Nama tersebut berasal dari tahun 1990-an dan perpaduan antara “tekno” dan “pengusaha” yang mengambil risiko yang diperhitungkan di dunia teknologi.Berikut adalah contoh beberapa technopreneurship yang menjadi contoh:

Elon Musk

Miliarder Elon Musk telah dianggap sebagai Tech Geeks, yang merupakan CEO SpaceX, PayPal, dan Tesla. Lebih jauh, Elon Musk dikenal sebagai pioner dan dia telah membuang kesalahpahaman bahwa satu-satunya cara terbaik untuk memotong biaya bisnis adalah outsourcing.Elon Musk selalu menyemangati kelompok teknopreneur yang suka mengambil risiko.

Bill Gates dan Steve Jobs

Teknopreneur terkenal lainnya mencakup Bill Gates yang merupakan pendiri dan pemilik perusahaan pemenang penghargaan sepanjang masa, Microsoft. Tapi kita juga tidak pernah melupakan mendiang Steve Jobs.

Tujuan Technopreneurship

Technopreneurship telah memainkan peran penting dalam penggunaan teknologi untuk memenuhi berbagai tujuan. Pertama, memudahkan orang untuk tetap berhubungan satu sama lain dan menghasilkan beberapa produk yang tidak dapat diprediksi serta solusi yang bermanfaat bagi banyak orang.Selain itu, Technopreneur juga memberikan manfaat lain bagi masyarakat dan bangsa yang memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi dan manusia. Di sini, kita akan membahas pentingnya Technopreneurship bagi dunia dan banyak orang.

1. Menciptakan Kesempatan Kerja

Ketika memulai bisnis, maka ada peningkatan peluang kerja karena mereka membutuhkan tenaga kerja untuk menjalankan semua operasi bisnis.

Dengan cara yang sama, technopreneurship menciptakan lapangan kerja dan membantu bangsa untuk memerangi masalah pengangguran. Ini meningkatkan tingkat lapangan kerja suatu perekonomian.

2. Sumber Daya Lokal

Berbagai sumber daya alam dan produktif tersedia yang dapat dimanfaatkan oleh setiap pengusaha untuk kesuksesan bisnis. Penggunaan sumber daya lokal meningkatkan nilainya dan mengurangi laju pemborosan sumber daya.

3. Diversifikasi bisnis dan desentralisasi

Seorang Pengusaha dapat mengetahui peluang bisnis dan menempatkannya di daerah yang sesuai termasuk daerah terpencil.

4. Kemajuan teknologi

Dengan menjadi technopreneur yang kreatif dan inovatif, mereka memainkan peran penting dalam bidang pemanfaatan serta perkembangan teknologi.

5. Pembentukan modal

Investasi merupakan bagian integral dari bisnis dan Pengusaha membutuhkan dana untuk memulai dan membawa bisnis mereka ke ketinggian yang baru. Mereka mengambil bantuan keuangan dari investor dan pemodal dan memanfaatkan investasi besar yang mengarah pada pembangunan ekonomi.

6. Promosi kegiatan kewirausahaan

Generasi muda mendapat kesempatan untuk bekerja dengan perusahaan technopreneurship tersebut dan mempelajari cara untuk mencapai kesuksesan. Ini juga menginspirasi rekan tim dan karyawan ini untuk tumbuh dan memulai perusahaan bisnis mereka juga.

C.    Sociopreneur

Berbeda dengan kedua konsep kewirausahaan sebelumnya. Sociopreneur tidak hanya fokus terhadap profit yang dihasilkan, tapi seorang sociopreneur juga fokus pada aspek sosial. Oleh karena nya sociopreneur dapat melihat peluang usaha yang ada di sekitarnya tersebut yang dapat menghasilkan keuntungan dan memiliki fungsi untuk meningkatkan kesejahteraan sosial.

Contoh Usaha Sociopreneur

Setelah mengetahui pengertian sociopreneur, maka berikutnya Anda perlu tahu contoh usaha sociopreneur dalam dunia nyata. Usaha social entrepreneur sangat beragam dan berasal dari bidang berbeda. Di Indonesia sendiri terdapat beberapa contoh nyata dari usaha social entrepreneurs.

  1. Usaha kerajinan tangan
  2. Bisnis pertanian
  3. Bidang kesehatan seperti Klinik Asuransi Sampah
  4. Usaha mode dan retail
  5. Bidang energi dan lingkungan seperti Waste4Change

Menjadi sociopreneur adalah jalan bisnis yang tidak dimiliki oleh semua orang. Pasalnya, selain harus memikirkan keuntungan perusahaan, karakteristik bisnis seperti ini juga menuntut Anda untuk memperhatikan dampak positif dan juga isu sosial di lingkungan sekitar.

Kendati demikian, bukan berarti konsep bisnis ini tidak bisa dijalankan. Sudah ada banyak contoh sociopreneurship dari dalam maupun luar negeri yang sukses dengan ide mereka. Kuncinya adalah konsisten serta memanfaatkan peluang yang ada.

Kesimpulan

Berdasarkan pengertian tersebut, ketiga istilah tersebut pada dasarnya memiliki tujuan untuk mencari keuntangan. Perbedaannya yang paling menonjol adalah penggunaan sumber daya dan fokus yang dituju.

Referensi

https://medium.com/@nandazmann/perbedaan-entrepreneur-intrapreneur-technopreneur-sociapreneur-dan-ecopreneur-57e220a802b5

https://accurate.id/bisnis-ukm/technopreneur/

https://glints.com/id/lowongan/entrepreneur-adalah/#.YUf4f32yTIU

https://qwords.com/blog/sociopreneur/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.