Senin, September 6

Peluang Bisnis Ayam Petelur

 

 

Oleh: Agustinus Kukuh_41619110079

(@S15_AGUSTINUS)

Email @august17.kukuh@gmail.com

 

Abstrak

Pada artikel ini saya ingin mengenalkan bisnis yang sudah saya jalankan yaitu budidaya ternak ayam petelur. Ini merupakan salah satu jenis bisnis yang sepertinya sudah mulai diminati oleh sebagian besar masyarakat. Bisnis satu ini juga termasuk salah satu bentuk budidaya yang sangat mudah dilakukan, termasuk bagi para pemula.

Secara garis besar, budidaya ternak ayam petelur adalah pemeliharaan ayam yang memang bertujuan untuk menghasilkan telur. Seiring dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat akan telur itu sendiri membuat bisnis satu ini akan sangat menjanjikan bagi siapapun yang menjalankannya.

Kata kunci: Budidaya, telur, ayam, bisnis

Pendahuluan

Sebelum belajar cara ternak ayam petelur, kita harus tahu dulu apa ayam petelur itu? Ayam petelur adalah ayam betina dewasa yang dibudidayakan khusus untuk diambil telurnya saja. Menurut sejarahnya, ayam petelur merupakan jenis ayam yang tinggal di hutan dan dipelihara oleh para penduduk desa. Biasanya, ayam ini sering kali dijadikan sebagai sumber makanan utama. Seiring berjalannya waktu, ayam-ayam hutan tersebut diseleksi oleh beragam produsen pangan untuk ditemukan gen unggas petelur dan pedaging paling unggul. Dengan menyeleksi ayam petelur unggul, produsen akan membuang sifat jelek dan menjaga sifat baiknya. Ayam petelur unggul yang diseleksi akan dipakai sebagai plasma nutfah untuk dijadikan bibit bermutu.

Permasalahan

Bisnis ini sebenarnya memiliki potensi berkembang yang sangat bagus karena telur sudah menjadi konsumsi pokok yang selalu dibutuhkan kalangan rumah tangga maupun industri.  Bagi pebisnis ayam petelur, ketidakstabilan harga ini menjadi salah satu faktor serius yang harus bisa diatasi. Harga jual telur ayam bisa berubah sewaktu-waktu tergantung dari permintaan pasar. Harga bisa melambung tinggi ketika hari-hari besar, liburan panjang, atau saat musim hajatan tiba.

Namun ketika hari biasa, daya beli masyarakat cenderung berkurang karena merasa jenuh dan menyebabkan harga kembali turun seperti semula. Pada saat seperti ini, hal yang bisa dilakukan untuk menghabiskan stok adalah dengan menurunkan harganya.

Pembahasan

Cara beternak ayam petelur berbeda dengan ayam pedaging, dimulai dari pemilihan bibitnya sampai pemeliharaannya berbeda. Untuk pembudidayaan ayam petelur dapat di lakukan dimana saja yang daerahnya potensial untuk menjual telur ayam dengan harga yang relatif tinggi. Agar ayam petelur menghasilkan telur yang berkualitas dan bagus, maka harus didukung dengan pemilihan bibit yang sesuai dan bagus serta pola pemberian pakan yang sesuai. Selain pakan dan pemilihan bibit tak lupa juga perawatan yang kita berikan setiap harinya agar ayam tetap dalam keadaan yang sehat dan kondisinya bagus.

Peluang Usaha Ternak Ayam Petelur

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, konsumsi telur nasional terus meningkat dari tahun ke tahun seiring bertambahnya jumlah penduduk, sehingga kebutuhan pun meningkat. Masyarakat Indonesia membutuhkan 6.53 kilogram telur per kapita per tahun. Pada tahun 2017, konsumsi telur nasional mencapai 1.5 juta ton dan diperkirakan akan meningkat hingga 1.7 juta ton pada tahun 2021.

Beternak ayam petelur memiliki beberapa keunggulan dibandingkan ayam pedaging, yaitu dalam hal memberikan pendapatan yang lebih stabil dan masa produktif yang lebih lama. Ayam petelur cenderung memberikan pendapatan yang lebih stabil karena telur bisa dihasilkan setiap hari. Lain halnya dengan ayam pedaging yang perlu menunggu siklus setidaknya 35 hari. 

Soal masa produktif, ayam petelur bisa terus menghasilkan telur untuk jangka waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 1.5 hingga 2 tahun. Puncak produksi biasanya dapat dicapai sekitar minggu ke 90. Selama masa produktif tersebut, kamu bisa mengambil telur setiap harinya. 

Hal inilah yang membuat bisnis ayam petelur layak untuk dikembangkan. Keuntungan lainnya yaitu ketika ayam sudah tidak mampu memproduksi telur lagi, ayam tersebut bisa dijual untuk dimanfaatkan dagingnya. 

Tips Memulai Usaha Ternak Ayam Petelur

Ternak ayam petelur rumahan sangat cocok bagi yang memiliki modal sedikit dan lahan yang sempit. Hal tersebut disebabkan modal ternak ayam petelur tidak terlalu banyak dan lahannya pun juga tidak memerlukan lahan yang cukup lebar. Buat yang tertarik menjalankan usaha ternak ayam petelur, berikut ini ada beberapa tips sukses untuk memulainya.

1. Persiapkan lokasi beternak

Dalam menentukan lokasi untuk membangun kandang, usahakan yang letaknya jauh dari pemukiman warga, agar bau yang disebabkan oleh kotoran ayam tidak mengganggu warga di sekitar lokasi. 

Disamping itu, kandang ayam memang sebaiknya ditempatkan di lokasi yang tidak terlalu ramai untuk mencegah terjadinya stress pada ayam, yang tentunya akan mempengaruhi kondisi fisik dan produktivitas ayam dalam menghasilkan telur, serta mencegah ayam  menjadi rentan penyakit dan menghasilkan telur yang kurang sempurna.

Namun, harus dipastikan bahwa lokasi beternak ini juga mudah dijangkau dengan kendaraan, untuk menjamin kelancaran proses pemantauan atau pemeliharaan ternak, serta pengangkutan telur yang diambil dari peternakan untuk dijual.

2. Persiapkan perlengkapan ternak ayam petelur

Berikut ini adalah perlengkapan yang diperlukan untuk beternak ayam petelur.

· Kandang ayam : Ukuran kandang untuk ayam berumur 0-6 minggu adalah 1 m2 untuk 10-15 ekor anak ayam dengan suhu kandang berkisar antara 30ºC-32ºC. Suhu ini harus stabil, agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan atau stres pada anak ayam. Pada ternak ayam petelur dewasa, suhunya berkisar 32,2ºC-35ºC dengan kelembaban sekitar 60-70%.

Kandang baterai bisa memudahkan peternak dalam melakukan pemeliharaan pada ayam petelur. Kandang dengan sistem baterai adalah kandang yang didesain seperti sangkar berderet dan memanjang, serta bertingkat. Tiap sangkar biasanya diisi oleh 1 atau 2 ekor ayam petelur dengan ukuran 40 cm × 30 cm dengan tinggi 60 cm atau bisa menyesuaikan dengan tinggi ayam.

Susunan tingkat kandang semakin ke atas harus semakin ke belakang. Hal ini bertujuan agar kotoran dari kandang atas tidak jatuh ke kandang bawah. Lantai kandang pada sistem baterai dibuat miring ke depan dengan kemiringan 9o. Kemiringan pada lantai kandang bertujuan untuk mempermudah pengambilan telur hasil panen. Hal ini karena setelah telur dikeluarkan oleh ayam, maka telur akan menggelinding ke depan.

Fasilitas untuk tempat pakan dan minum harus bisa disesuaikan dengan desain kandang baterai yang dibuat. Jika kandang baterai dibuat bertingkat, maka tempat pakan dan minum juga harus bertingkat. Peletakan tempat pakan berada di bawah agar bisa dijangkau oleh ayam. Sedangkan, peletakan tempat minum berada di atas dengan menggunakan bambu, kayu ataupun pipa PVC. Agar ayam bisa merasa nyaman, usahakan agar kandang selalu dalam kondisi bersih dan kering.

Peraturan Menteri Pertanian Nomor 31 Tahun 2004 telah menjelaskan mengenai ukuran standar kandang bagi ayam petelur, yaitu:

1. 100-500 ekor memerlukan luas kandang 50 m2

2. 500-1000 ekor memerlukan luas kandang 100 m2

3. 1000-1500 ekor memerlukan luas kandang 150 m2

4. 1500-2000 ekor memerlukan luas kandang 200 m2

5. 2000-2500 ekor memerlukan luas kandang 250 m2

6. 2500-3000 ekor memerlukan luas kandang 300 m2

Ukuran kandang bisa disesuaikan dengan luas lahan yang tersedia. Hal utama yang harus diperhatikan adalah mengusahakan agar ayam selalu merasa nyaman berada di dalam kandang.

 

· Penerangan Dan Atau Pemanasan Kandang

· Pemanasan dilakukan jika udara sekitar lebih rendah dari suhu yang disarankan. Penggunaan lampu penghangat sebaiknya dilakukan pada malam hari karena suhu pada saat tersebut relative lebih rendah.

· Tata Letak Kandang

Arah kandang sebaiknya menyerong dari timur ke barat untuk menekan pengumpulan panas didalam kandang. Dengan begitu kandang memperoleh sinar matahari secara langsung hanya pada saat pagi dan sore hari saja. Letak antara kandang yang satu dan kandang yang lain harus diatur sesuai dengan kelompok umur ayam yang dipelihara.

3. Penyiapan Bibit Day Old Chicken (DOC)

Berasal Dari Induk Yang Sehat.

Bibit yang sehat tentu berasal dari induk yang sehat pula. Induk sehat dapat   dibuktikan dengan produksi telur yang tinggi serta performans pertumbuhan yang normal.

Bulu tampak halus, penuh dan baik pertumbuhannya.

Salah satu tips yang perlu dicoba adalah dengan melihat kehalusan bulunya. Ayam yang memiliki bulu yang rusak atau tidak halus patut dicurigai berpenyakit.

Tidak terdapat cacat tubuh.

Kecacatan dapat saja tidak terlihat sehingga perlu diteliti lebih seksama agar dihasilkan bibit yang benar-benar bebas dari kecacatan.

Mempunyai nafsu makan yang baik.

Nafsu makan yang baik mencerminkan sehatnya ayam tersebut. Tinginya nafsu makan akan meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas telur.

Ukuran berat badan antara 35-40 gram.

Ayam jenis petelur ringan biasanya memiliki berat badang 35-40 cm dengan tumbuh ramping dan kurus.

Tidak ada letakan tinja diduburnya.

Tinja yang melekat di tubuh dapat mengundang penyakit sehingga perlu dihindari. Oleh sebab itu, pilih DOC yang tampak bersih dan sehat.

4. Pemberian Pakan Untuk Ayam Petelur

Langkah selanjutnya setelah melakukan pemilihan bibit ayam dan kandang ayam petelur yaitu, pakan yang dapat berikan untuk ayam petelur. Ayam petelur adalah jenis ayam yang di fokuskan untuk di ambil telurnya, agar telur yang di hasilkan dapat berkualitas dan memenuhi kriteria maka harus memberikan pakan yang cocok dan bagus untuk ayam petelur.

Untuk ayam petelur, pakan yang dapat berikan yaitu konsentrat, jagung giling yang sudah halus, tepung ikan dan beberapa jenis pakan campuran ayam petelur. Pemberian pakan ayam petelur dapat di lakukan 3 kali sehari secara rutin dan jangan lupa isi tempat minum dengan air agar saat ayam merasa haus bisa langsung minum.



5. Pemberian Vitamin

Ayam membutuhkan vitamin dan nutrisi yang cukup untuk keberlangsungan hidupnya. Agar ayam dapat tetap dalam keadaan sehat maka harus diberikan vitamin secara rutin. Pemberian vitamin dan nutrisi dapat diberikan dengan cara di campur pada pakannya atau pada minumannya. 

Jenis vitamin yang dapat diberikan adalah jenis vitamin yang dapat membuat ayam petelur bertelur dengan kualitas yang bagus. Vitamin atau nutrisi untuk ayam dapat bisa beli di poultry shop terdekat di wilayah rumah. 

6. Vaksinasi ayam petelur

Hal terakhir yang dilakukan saat beternak ayam petelur yaitu proses vaksinasi. Vaksinasi adalah proses pemberian antigen untuk merangsang sistem kekebalan pada tubuh ayam dengan begitu ayam tidak mudah sakit dan kebal terhadap berbagai jenis penyakit yang menyerang. Untuk ternak ayam petelur rumahan dapat divaksin menggunakan tetes mata, melalui air minum atau dengan di suntik. Untuk pemberian vaksin melalui suntik sendiri perlu dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak mengenai tulang namun di bawah jaringan kulit. 

7. Pemilihan Telur

Pada umumnya bibit ayam petelur baru akan mulai bertelur di usia 4 bulan. Jika ayam dalam kondisi normal dan sehat, ayam tersebut akan mampu menghasilkan telur setiap hari. Setelah mengumpulkan telur, sebaiknya jangan langsung dijual, tetapi perlu disortir terlebih dahulu untuk memisahkan telur yang tidak normal. 

Telur yang tidak normal memiliki ukuran yang lebih kecil atau lebih besar dari telur biasa. Ada pula yang bentuknya cenderung lebih gepeng atau lonjong. Jadi, pastikan untuk selalu menyortir telur yang terkumpul agar hanya  telur yang berkualitas saja yang kamu jual di pasaran.

Pasar Luas

Pangsa pasar bukan hanya mengandalkan setiap rumah tangga. Namun dari kalangan pengusaha kuliner atau industri makanan skala besar atau skala kecil. Misalnya industri makanan rumahan. Seperti di desa penulis banyak industri makanan ringan skala kecil secara rumahan. Ini menjadi pangsa pasar utama. Memang banyak jenis telur yang dijual di pasaran. Seperti telur puyuh, telur ayam omega, telur ayam kampung dll. Tapi telur ayam yang banyak dicari orang adalah telur ayam negeri. Ditambah lagi jumlah populasi penduduk di Indonesia baik yang berada di kota maupun desa semakin bertambah banyak. Menjadikan permintaaan akan telur ayam sangat tinggi akhir-akhir ini dan selamanya. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), per Senin (21/12/2020), harga telur ayam rata-rata nasional sebesar Rp 28.850 per kilogram.Harga di tingkat peternak tersebut, sudah berada di atas kisaran harga acuan di peternak sebesar Rp 19.000-Rp 21.000 per kilogram.

Mind Mapping Bisnis Ayam Petelur


Kesimpulan
Beternak ayam memiliki banyak manfaat karena ayam merupakan penghasil daging dan telur yang sangat digemari masyarakat. Dengan beternak ayam secara teratur, akan banyak hasil yang diperoleh nantinya. Selain itu, ayam akan menghasilkan daging dan telur yang mengandung protein hewani yang baik untuk kebutuhan manusia.

Kotoran ayam bisa kita kumpulkan kemudian dijadikan pupuk untuk kesuburan tanah dan membantu pertumbuhan tanaman. Pembibitan ayam bisa dilakukan sendiri dan lebih mudah. Ayam juga sering digunakan untuk acara adat. Dagingnya digunakan untuk makanan khas syukuran sehingga beternak ayam sangat menguntungkan jika dikelola dengan baik. Beternak ayam masuk dalam kategori usaha rumahan untuk membantu pendapatan keluarga atau rumah tangga.

Pasar dari peternak ayam kampung tentu sudah jelas, sehingga tidak perlu lagi bingung untuk menjual hasil ternak ayam kampung yang akan anda lakukan. Setelah panen, anda bisa menjualnya kepada pedagang ayam kampung di pasar. Pedagang keliling atau bahkan anda bisa menjualnya secara langsung kepada konsumen agar hasilnya lebih banyak.

https://wongtaniku.wordpress.com/2012/10/13/peluang-menggiurkan-ternak-ayam-kampung-super

https://www.cekaja.com/info/cara-budidaya-ternak-ayam-petelur-untuk-pemula

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-mengetahui-faktor-penyebab-kegagalan-bisnis-ayam-petelur/

https://hobiternak.com/ternak-ayam-petelur-rumahan/

https://money.kompas.com/read/2020/12/21/164837526/harga-telur-ayam-diproyeksi-tetap-tinggi-hingga-2021?page=all

https://bukukas.co.id/peluang-usaha-dan-tips-ternak-ayam-petelur/

https://alatternakayam.com/articles/konstruksi-kandang-baterai-yang-baik-untuk-ternak-ayam-petelur/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.