Sabtu, September 11

Pengendalian Mutu Oprasional Total Quality Management, TQM - @S11-AZIZ

AZIZ RAMADHAN @S11-AZIZ

ABSTRAK

Pada era globalisasi sekarang ini, persaingan yang sangat tajam terjadi baik di pasar domestik maupun di pasar internasional/global. Agar perusahaan dapat berkembang dan paling tidak bisa bertahan hidup, perusahaan tersebut harus mampu menghasilkan produk barang dan jasa dengan mutu yang lebih baik, harganya lebih murah, promosi lebih efektif, penyerahan barang ke konsumen lebih cepat, dan dengan pelayanan yang lebih baik apabila dibandingkan dengan para pesaingnya. Terlepas dari itu semua, untuk meningkatkan daya saing produk industri tersebut haruslah menawarkan mutu atau kualitas produk  yang lebih baik dari pesaing-pesaingnya begitu juga dalam prosesnya.

Total Quality Management (TQM) atau manajemen mutu terpadu merupakan salah satu strategi yang dapat digunakan oleh pemasar terutama dalam industri bisnis yang melibatkan komitmen manajemen dan karyawan secara total dalam usaha mencapai mutu yang lebih tinggi yang merupakan bagian dari strategi pemasaran untuk mendapatkan kepuasan pelanggan dan keuntungan industri.

Tujuan utama TQM adalah untuk mereorientasi sistem manajemen, perilaku staf, fokus organisasi dan proses-proses pengadaan pelayanan sehingga lembaga penyedia pelayanan bisa berproduksi lebih baik, pelayanan yang lebih efektif yang memenuhi kebutuhan, keinginan dan keperluan pelanggan.

 

Kata Kunci : Pengendalian Mutu Oprasional Total Quality Management, TQM

Referensi : (2003-2005)

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

Dalam sebuah perusahaan sangat di perlukan kualitas suatu produk, kualitas manajemen, dan kualitas karyawan agar suatu perusahaan bisa lebih maju. Karena dari kulitas manajemen dapat memberikan landasan dalam melakukan aktifitas-aktifitas di perusahaan sehingga memberikan kepuasan bagi pelanggan dan memberikan keuntungan bagi perusahaan.

Total Quality Mangement (TQM) atau Manajemen Mutu Terpadu (MMT). berasal dari dunia bisnis dan khususnya dalam dunia perusahaan. Oleh karena itu, untuk memahami TQM harus merujuk pada dunia asalnya. Hal ini bukan berarti bahwa metode bisnis lebih unggul dari  pada praktek pendidikan, atau bahwa pendidikan akan bisa ditingkatkan hanya dengan mengadopsi bahasa komersial. Lebih dari itu, justru dunia bisnis dapat belajar dari metode yang diterapkan di beberapa sekolah.

Di era kontemporer, dunia pendidikan dikejutkan dengan adanya model pengelolaan  pendidikan berbasis industri. Pengelolaan model ini menuntut adanya upaya pihak pengelola institusi pendidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan berdasarkan manajemen perusahaan. Penerapan manajemen mutu dalam pendidikan ini lebih populer dengan sebutan istilah "Total Quality Education (TQE)", dan di dunia pendidikan nasional dikenal dengan istilah Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS). Dasar dari manajemen ini dikembangkan dari konsep TQM, yang pada mulanya diterapkan pada dunia bisnis. Secara filosofis, konsep ini menekankan pada pencarian secara konsisten terhadap perbaikan yang berkelanjutan untuk mencapai kebutuhan dan kepuasan pelanggan.

 

1.2  Rumusan Masalah

1.     Pengertian TQM?

2.     Unsur dan Konsep Dasar TQM?

3.     Prinsip dan Manfaat TQM?

4.     Faktor yang menyebabkan kegagalan TQM?

5.     Langkah-langkah pengambilan keputusan masalah TQM?

 

1.3  Tujuan

Tujuan penulisan artikel ini adalah agar pembaca dapat lebih memahami tentang total quality managemen (TQM) atau mutu perusahaan dan untuk memenuhi tugas Kewirausahaan.

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1  Pengertian TQM

Total quality management (TQM) berasal dari kata “total” yang berarti keseluruhan atau terpadu, “quality” yang berarti kualitas, dan “management” yang telah disamakan dengan manajemen dalam bahasa Indonesia yang diartikan dengan pengelolaan. Manajemen didefinisikan sebagai proses planning, organizing, staffing, leading, dan controlling terhadap seluruh kegiatan dalam organisasi. Gaspersz (2008,266) mengemukakan TQM (Management Total Quality) ialah pendekatan manajemen sistematik yang berorientasi pada organisasi, pelanggan, dan pasar melalui kombinasi antara pencarian fakta praktis dan penyelesaian masalah, guna menciptakan peningkatan secara signifikan dalam kualitas, produktivitas, dan kinerja lain dari perusahaan. Tujuan utama TQM adalah untuk mereorientasi sistem manajemen, perilaku staf, fokus organisasi dan proses-proses pengadaan pelayanan sehingga lembaga penyedia pelayanan bisa berproduksi lebih baik, pelayanan yang lebih efektif yang memenuhi kebutuhan, keinginan dan keperluan pelanggan.

 

2.2  Unsur utama TQM

Menurut Goetsch dan Davis yang dikutip oleh M.N Nasution dalam buku

Manajemen Mutu Terpadu (2005,22) ada sepuluh pilar utama TQM yaitu :

1.     Fokus pada Pelanggan

2.     Obsesiterhadap kualitas

3.     Pendekatan ilmiah

4.     Komitmen jangka panjang

5.     Kerja sama tim (Team Work)

6.     Perbaikan sistem secaravberkesinambungan

7.     Pendidikan dan pelatihan

8.     Kebebasan yang terkendali

9.     Kesatuan tujuan

10.  Adanya leterlibatan dan pemberdayaan karyawan

 

2.3  Konsep Dasar TQM

Pada dasarnya, konsep TQM mengandung tiga unsur (Bounds et al, dalam Hessel, 2003,77), yaitu berikut ini :

1.     Strategi nilai pelanggan

2.     Sistem organisasional

3.     Perbaikan kualitas berkelanjutan

 

2.4  Prinsip TQM

Menurut Hensler dan Brunell yang dikutip oleh M.N Nasution (2005,30) ada empat prinsip utama dalam TQM. Keempat prinsip tersebut adalah sebagai berikut :

1.     Kepuasaan Pelanggan

2.     Respek Terhadap Setiap Orang

3.     Manajemen berdasarkan fakta

4.     Perbaikan berkesinambungan

 

2.5  Manfaat TQM

A.    Manfaat bagi perusahaan

- Terdapat perubahan kualitas produk dan pelayanan

- Staff lebih termotivasi

- Produktivitas meningkat

- Biaya turun (cost reduction)

- Produk cacat berkurang

- Permasalahan dapat diselesaikan dengan cepat

- Membantu terciptanya team work

- Membuat perusahaan lebih sensitive terhadap kebutuhan pelangga

- Hubungan antara staff departemen yang berbeda lebih mudah

 

 

 

B.    Manfaat bagi pelanggan

- Pelanggan lebih diperhatikan

- Sedikit atau bahkan tidak memiliki masalah dengan produk ataupun  pelayanan dan kepuasan pelanggan terjamin

 

2.6  Faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan TQM

Lingkungan yang berfokus pada mutu adalah sebuah organisasi dimana pengadaan  pelayanan yang di sesuaikan dengan kenyataan dan keperluan pelanggan dan dengan biaya terjangkau menjadi konsensus di kalangan anggota organisasi tersebut. Inti pendekatan semacam ini adalah tingkat kepuasan pelanggan terhadap efektifitas pelayanan. Sehingga tantangan seperti di bawah ini yang menyebabkan gagalnya TQM, yaitu:

1.     Melihat apakah target mutu setiap departemen telah di laksananakan sesuai denganrencana.

2.     Memastikan bahwa proses yang bermasalah dari hasil analisa keluhan pelanggan telah di koreksi.

3.     Memastikan bahwa kebijakan atau prosedur baru telah di pahami dan di terapkan oleh semua bagian terakhir.

Kunci untuk mengatasi tantangan di atas adalah mempromosikan perubahan pada sistem manajemen dan perilaku organisasi penyedia pelayanan. Hal ini mencakup membangun komitmen untuk perubahan, mempromosikan partisipasi semua pihak terkait dan memberdayakan tim kerja. Komitmen untuk merubah pendekatan organisasi dalam hal  pengadaan pelayanan bermula dari tingkat manajer senior, tetapi perubahan itu sendiri di manifestasikan oleh seluruh staf pada semua lapisan.

Agar TQM berhasil, maka baik klien maupun tim kerja harus menjadi mitra aktif dalam  pengembangan pelayana. Secara khusus, agar pelanggan puas maka staf harus memiliki keahlian yang di butuhkan dan rasa memiliki terhadap pelayanan. Pegawai pada semua tingkatan harus  bisa melatih keleluasaan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan

 

 

2.7  Langkah-langkah Pemecahan Masalah dan Pengambilan Keputusan dalam TQM

A.    Langkah-langkah pemecahan masalah menurut andreson :

1)     Pengenalan dan pendefinisian masalah

2)     Penentuan sejumlah solusi alternatif

3)     Penentuan kriteria yang akan digunakan dalam mengevaluasi solusi alternatif

B.    Langkah-langkah pengambilan keputusan :

1)     Menganalisis semua yang ada di dalam organisasi

Ini dilakukan agar anda sebagai pemimpin dapat mengambil keputusan yang tepat. Analisislah semua keputusan yang akan anda ambil, lihatlah risiko yang akan anda hadapi. Tidak ada yang salah dalam pengambilan keputusan, karena semua keputusan yang anda ambil merupakan bentuk kepedulian terhadaporganisasi.

2)     Tenang dalam menghadapi masalah

Sebagai seorang pemimpin maka sikap tenang haruslah dibutuhkan agar dapat menyelesaikan semua masalah yang akan dihadapi dalam organisasi tersebut.

3)     Perumusan masalah dilakukan sebagai keputusan yang berupa masalah dalam berbagai bentuk. Untuk mempermudah anda sebagai pemimpin dalam mengambil keputusan maka sebagai pemimpin perlu melakukan beberapa cara dengan salah satunya dengan mengidentifikasi masalahnya terlebih dahulu dan mengkaji hubungan sebab akibatnya.

4)     Evaluasi alternatif merupakan pemilihan kriteria dalam pengambilan keputusan yang sangat tepat. Mengkriteriakan semua permasalahan akan menjadikan anda sebagai pemimpin mudah dalam mengevaluasi. Contoh: dalam pengambilan keputusan manajer harus bisa menggunakan mesin yang baru untuk operasi walaupun akan dikenakan biaya. Evaluasi sangat penting dilakukan agar risiko yang akan timbul dapat diambil alih.

 

 

5)     Pemilihan alternatif terbaik

Dalam melakukan alternatif sebagai pemimpin harus bisa membuat pilihan alternatif. Untuk membuat alternatif memang cukup sulit namun alternatif ini akan dilakukan jika solusi permasalahan yang akan dilakukan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Permasalahan keputusan sulit disajikan secara lengkap jika tidak ada kompromi antar berbagai faktor. Semua harus dipertimbangkan dengan baik dan teliti.

6)     Implementasi keputusan yang sangat penting bagi suatu organisasi. Implementasi memerlukan beberapa perubahan baik dari perilaku, sehingga dalam membuat keputusan berbagai karyawan yang melihat dari berbagai sudut pandang dapat menilai dengan baik.

7)     Evaluasi keputusan ini merupakan tahap penyelesaian dalam sebuah organisasi. Sebagai pemimpin anda harus dalam menilai setiap keputusan yang telah diambil agar pengurus selanjutnya dapat lebih baik lagi.

8)     Menerima semua keputusan

Semua pegawai organisasi wajib untuk menerima hasil yang telah disepakati bersama. Tidak ada perdebatan dan permusuhan yang akan dilakukan antar karyawan.

 

 

 

 

                                                                BAB III

PENUTUP

 

3.1  Kesimpulan

Total Quality Mangement (TQM) atau Manajemen Mutu Terpadu (MMT). berasal dari dunia bisnis dan khususnya dalam dunia perusahaan. Oleh karena itu, untuk memahami TQM harus merujuk pada dunia asalnya. Hal ini bukan berarti bahwa metode bisnis lebih unggul dari  pada praktek pendidikan, atau bahwa pendidikan akan bisa ditingkatkan hanya dengan mengadopsi bahasa komersial. Lebih dari itu, justru dunia bisnis dapat belajar dari metode yang diterapkan di beberapa sekolah.

TQM (Management Total Quality) ialah pendekatan manajemen sistematik yang berorientasi pada organisasi, pelanggan, dan pasar melalui kombinasi antara pencarian fakta praktis dan penyelesaian masalah, guna menciptakan peningkatan secara signifikan dalam kualitas, produktivitas, dan kinerja lain dari perusahaan.

 

 

 

 DAFTAR PUSTAKA

 

Gaspersz, V. 2008. Total Quality Management, Edisi kelima, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Hessel Nogi S Tangkilisan, Drs, 2003. Manajemen Modern Untuk Sektor Publik, Yogyakarta: BALAIRUNG & CO

Nasution, M. N. 2005. Manajemen Mutu Terpadu: Total Quality Management, Edisi Kedua, Jakarta: Ghalia Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.