Minggu, September 19

Pentingnya Memahami Perbedaan Entrepreneurship, Teknopreneurship dan Sosiopreneurship Dalam Dunia Kewirausahaan

 Oleh : Hamid Afifudin @S10-HAMID

Email : hamidafifudin@gmail.com

Abstrak

Entrepreneurship adalah komponen penting dari pembangunan ekonomi di seluruh wilayah dunia. Entrepreneur berkontribusi pada kesehatan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja dengan mendorong inovasi.

Entrepreneurship saat ini sudah menjadi fenomena yang berkembang dan tumbuh secara global. Fenomena yang terjadi di Indonesia adalah jumlah entrepreneur yang masih tergolong kecil. Entrepreneurship menjadi jalan yang paling efektif di tengah himpitan ekonomi yang semakin besar dan lapangan pekerjaan yang semakin sempit, untuk membangkitkan kembali kehidupan perekonomian masyarakat. Indonesia masih perlu mempersiapkan lahirnya generasi entrepreneur karena para entrepreneurship inilah yang akan menjadi penggerak pembangunan ekonomi di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana membangun tradisi entrepreneurship pada masyarakat. Techopreneur adalah wirausahawan yang memulai dan mengelola bisnis teknologinya sendiri. Sociopreneur adalah mereka yang berusaha untuk menggunakan berbagai cara bisnis agar bisa mengatasi masalah bersama-sama. Mereka yang bergerak pada bidang ini harus berani mengambil resiko dan berusaha lebih keras untuk bisa memberikan dampak yang positif dengan adanya berbagai inisiatif yang dilakukannya.

Kata Kunci : Entrepreneurship, Technopreneurship, Sosiopreneurship dan Ekonomi

Entrepreneurship

Istilah Entrepreneurship diapdosi dari Bahasa Perancis, entreprendre yang berarti melakukan (to under take), memulai atau berusaha melakukan tindakan mengorganisir dan mengatur. Istilah Entrepreneurship mulai diperkenalkan dalam tulisan Richard Cantillon yang berjudul Essai Sur la Nature du Commerce en General tahun 1755. (Hannah Orwa Bula, “Evolution and Theories of Entrepreneurship: A Critical Review on the Kenyan Perspective”, International Journal of Business and Commerce, Vol. 1, No.11, Lahore, 2012).

Pengertian Entrepreneurship menurut para ahli

  • Menurut Suryana dalam Kewirausahaan: Kiat dan Proses Menuju Sukses (2013), entrepreneurship merupakan suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi untuk memecahkan dan mencari peluang dari masalah yang dihadapi oleh setiap orang dalam kehidupan sehari-hari. Kreativitas adalah kemampuan untuk membuat ide baru dengan mengkombinasikan, mengubah, atau merekonstruksi ide-ide lama. Sedangkan inovasi merupakan penerapan dari penemuan suatu proses produksi baru atau pengenalan akan suatu produk baru.
  • Danang Sunyoto dalam Kewirausahaan Untuk Kesehatan (2013) memiliki pandangan tentang entrepreneurship yaitu suatu sikap untuk menciptakan sesuatu yang baru serta bernilai bagi diri sendiri dan orang lain. Entrepreneurship tidak hanya tentang mencari keuntungan pribadi, namun juga harus mempunyai nilai sosial.

Technopreneurship



Trilogi Technopreneurship


Seperti yang didefinisikan oleh Collins Dictionary, “techpreneur adalah wirausahawan yang memulai dan mengelola bisnis teknologinya sendiri.”  Nama tersebut berasal dari tahun 1990-an dan perpaduan antara “tekno” dan “pengusaha” yang mengambil risiko yang diperhitungkan di dunia teknologi.

Elon Musk

Miliarder Elon Musk telah dianggap sebagai Tech Geeks, yang merupakan CEO SpaceX, PayPal, dan Tesla. Lebih jauh, Elon Musk dikenal sebagai pioner dan dia telah membuang kesalahpahaman bahwa satu-satunya cara terbaik untuk memotong biaya bisnis adalah outsourcing.

Tujuan Technopreneurship

Technopreneurship telah memainkan peran penting dalam penggunaan teknologi untuk memenuhi berbagai tujuan. Pertama, memudahkan orang untuk tetap berhubungan satu sama lain dan menghasilkan beberapa produk yang tidak dapat diprediksi serta solusi yang bermanfaat bagi banyak orang.

Selain itu, Technopreneur juga memberikan manfaat lain bagi masyarakat dan bangsa yang memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi dan manusia. Di sini, kita akan membahas pentingnya Technopreneurship bagi dunia dan banyak orang.

1. Menciptakan Kesempatan Kerja

Ketika memulai bisnis, maka ada peningkatan peluang kerja karena mereka membutuhkan tenaga kerja untuk menjalankan semua operasi bisnis.

Dengan cara yang sama, technopreneurship menciptakan lapangan kerja dan membantu bangsa untuk memerangi masalah pengangguran. Ini meningkatkan tingkat lapangan kerja suatu perekonomian.

2. Sumber Daya Lokal

Berbagai sumber daya alam dan produktif tersedia yang dapat dimanfaatkan oleh setiap pengusaha untuk kesuksesan bisnis. Penggunaan sumber daya lokal meningkatkan nilainya dan mengurangi laju pemborosan sumber daya.

3. Diversifikasi bisnis dan desentralisasi

Seorang Pengusaha dapat mengetahui peluang bisnis dan menempatkannya di daerah yang sesuai termasuk daerah terpencil.

4. Kemajuan teknologi

Dengan menjadi technopreneur yang kreatif dan inovatif, mereka memainkan peran penting dalam bidang pemanfaatan serta perkembangan teknologi.

5. Pembentukan modal

Investasi merupakan bagian integral dari bisnis dan Pengusaha membutuhkan dana untuk memulai dan membawa bisnis mereka ke ketinggian yang baru. Mereka mengambil bantuan keuangan dari investor dan pemodal dan memanfaatkan investasi besar yang mengarah pada pembangunan ekonomi.

6. Promosi kegiatan kewirausahaan

Generasi muda mendapat kesempatan untuk bekerja dengan perusahaan technopreneurship tersebut dan mempelajari cara untuk mencapai kesuksesan. Ini juga menginspirasi rekan tim dan karyawan ini untuk tumbuh dan memulai perusahaan bisnis mereka juga.

Fokus Utama Technopreneur

Ada area utama yang perlu menjadi fokus teknopreneur. Kami telah menyebutkan di bawah ini:

  • Usaha berteknologi tinggi dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi, internet, layanan kehidupan, elektronik, dan bioteknologi.
  • Perusahaan jasa yang misi utamanya adalah teknologi.
  • Merancang produk berteknologi tinggi seperti perangkat keras atau perangkat komputer.
  • Penggunaan teknologi dalam penyampaian aktivitas bisnis normal.

Sociopreneur


Sociopreneur atau sociopreneurship ini adalah gabungan dari dua kata, yaitu social dan entrepreneurship. Sama seperti namanya, sociopreneur ini menggabungkan konsep bisnis dengan isu sosial yang ada di masyarakat.

Dilansir dari laman Investopedia, sociopreneur adalah mereka yang berusaha untuk menggunakan berbagai cara bisnis agar bisa mengatasi masalah bersama-sama. Mereka yang bergerak pada bidang ini harus berani mengambil resiko dan berusaha lebih keras untuk bisa memberikan dampak yang positif dengan adanya berbagai inisiatif yang dilakukannya.

Bila pada umumnya suatu bisnis berusaha keras untuk mengejar keuntungan sebanyak-banyaknya, maka sociopreneur berbeda. Sociopreneur adalah bisnis yang lebih menekankan pada unsur isu sosial daripada mengejar profit. Tapi, itu bukan berarti sociopreneur mengabaikan profit.

Dilansir dari laman CNN Indonesia, terdapat tiga bidang sociopreneur yang paling banyak diminati oleh para sociopreneur dalam negeri. Ketiga bidang

Ada tiga bidang yang paling diminati oleh para sociopreneur lokal, yaitu industri kreatif sebanyak 22%, agrikultur dan perikanan 16%, dan pendidikan 15%.

Karakter Sociopreneurship

Beberapa karakter yang berhubungan dengan sociopreneur adalah sebagai berikut ini:

1. Fokus Pada Misi Sosial

Sociopreneur adalah mereka yang fokus pada visi dan misi sosial yang sudah mereka pilih dari awal. Sebagai contoh, sociopreneur bisa memilih untuk fokus pada isi bencana di daerah yang rawan konflik perang atau rawan terjadi bencana alam.

Untuk itu, setiap usaha yang dilakukan pada isu sosial ini harus lebih mengacu pada pemenuhan hak sandang, pangan, dan papan pada daerah bencana tersebut.

2. Memiliki Skala Dampak yang Besar

Setelah berhasil memilih misi, maka sociopreneur pun harus mempunyai target skala dampak yang ingin dicapainya. Misalnya, akan lebih baik lagi bila bisnis sosial yang dilakukan mampu memberi dampak keselamatan untuk berbagai daerah rawan bencana di Indonesia, bukan hanya pada satu daerah saja.

3. Inovatif

Suatu bisnis sosial harus sangat peka dan juga inovatif dalam hal menciptakan cara terbaik agar bisa mencapai tujuan bisnisnya.

4. Terbuka pada Feedback

Bisnis sosial tidak hanya terkait tentang bisnis saja, namun juga tentunya banyak orang yang akan merasakan efek tersebut. Untuk itu, sociopreneur pun harus bisa lebih mengedepankan feedback dari orang lain agar bisa terus beradaptasi dalam mengembangkan bisnisnya.

Contoh Sociopreneurship di Indonesia

1. Waste4Change

Salah satu dari bisnis sociopreneur yang sangat terkenal di Indonesia adalah Waste4Change. Waste4Change adalah suatu bisnis sosial yang lebih fokus pada pengelolaan limbah sampah yang ramah lingkungan dan juga bertanggung jawab.

Bisnis yang sudah didirikan pada tahun 2014 lalu ini mempunyai tujuan untuk menjadikan Indonesia terbebas dari limbah sampah. Caranya adalah melakukan berbagai bentuk kolaborasi dan juga pemanfaatan teknologi dalam mengelola limbah sampah.

2. Wecare.Id

Wecare.id adalah sociopreneur lain yang bergerak di dalam bidang kesehatan. Tujuan mereka adalah mengumpulkan dana untuk para pasien dengan kemampuan finansial yang sangat terbatas, memiliki rumah di daerah yang lebih sulit untuk dijangkau dan juga belum terdaftar BPJS Kesehatan.

Tokoh Sociopreneur

Berikut ini adalah beberapa tokoh sociopreneur asal Indonesia:

  • Gamal Albinsaid, Pendiri klinik Asuransi sampah, tujuannya adalah agar masyarakat yang kurang bisa mendapatkan fasilitas kesehatan dengan menggunakan sampah.
  • Alfatih timur, pendiri kitabisa.com, usahanya bergerak pada bidang penggalangan dana sebagai suatu sarana beramal untuk mereka yang terkena bencana.
  • Dea Valencia, Pendiri Batik Kultur. Dengan bisnisnya ini, Dea mampu membawa batik ke tingkat internasional dan mempekerjakan banyak difabel.
  • Azalea Ayuningtyas, Penggagas Du’anyam. Dengan usahanya ini, Ayu mampu membantu banyak wanita Flores untuk menghasilkan lebih banyak produk kerajinan tangan berbentuk anyaman.

·         Agis Nur Aulia, Pencetus Jawara Banten Farm, Agis mampu memberikan kontribusi besar dalam hal swasembada pangan dengan merintis usaha peternakan kambing etawa, domba, dan sapi perah

DAFTAR PUSTAKA

https://accurate.id/bisnis-ukm/technopreneur/

https://accurate.id/bisnis-ukm/sociopreneur-adalah/

https://www.entrepreneurship-terangbangsa.ac.id/artikel/pengertian-entrepreneurship-kewirausahaan/

https://sarjanaekonomi.co.id/entrepreneur/

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.