Minggu, September 12

UDANG PANAME BISNIS MENJANJIKAN BAGI KAUM MILENIAL

 

UDANG PANAME

BISNIS MENJANJIKAN BAGI KAUM MILENIAL


OLEH :

ANNISA SUCI K (4161911008)

@S08-ANNISA

Abstrak

Indonesia merupakan negara maritim terbesar ketiga di dunia yang memiliki luas laut mencapai 7.827.087 km2 dengan jumlah pulau sekitar 17.504 pulau. Garis pantainya mencapai 81.000 kilometer persegi.1Dua pertiga wilayah Indonesia terdiri dari laut dan sisanya adalah pulau. Di dalamnya banyak terdapat sumber daya laut yang membuat negara indonesia kaya akan hasil laut. Salah satunya adalah udang komoditas udang masih menjadi primadona permintaan global untuk sektor kelautan dan perikanan.

Dengan demikian bisnis udang paname ini diharpakan menjadi salah satu alternatif guna meningkatkan perekonomian dalam skala nasional.

Kata kunci : udang paname, peningkatan ekonomi,kaum milenial

Pendahuluan

Generasi milenial akan menjadi generasi yang dominan diharapkan mampu berperan dan memberi kontribusi terutama terhadap ekonomi dalam negeri.khususnya dalam menjalankan banyak usaha yang menjanjijakan seperti ternak udang misalnya.

Budidaya udang Vaname merupakan bisnis yang menjanjikan. Udang Vaname adalah udang yang tinggal di kawasan sub-tropis. Udang ekspor ini jika dibudidayakan di Indonesia memiliki prospek yang bagus. Banyak kelebihan yang dimiliki udang Vaname. Daging yang empuk dan enak, proses budidaya yang relatif cepat. Dengan demikian keuntungan akan semakin cepat didapatkan. Dan perputaran modalpun semakin cepat. Udang vaname sudah menjadi salah satu komoditas perikanan yang bernilai ekonomis tinggi, bahkan bisa menghasilkan omset milyaran rupiah jika dikelola dalam skala yang cukup besar. Maka, tak heran jika banyak orang yang tertarik untuk menjalankan usaha budidaya udang jenis ini, termasuk untuk ekspor. Indonesia bahkan menjadi salah satu negara pengekspor terbesar di dunia untuk komoditas udang vaname ini, dengan nilai dan volume ekspor yang terus meningkat.

Mengenal Udang paname

Udang vaname (Litopenaeus vannamei) adalah spesies udang yang berasal dari pantai barat Amerika, khususnya di daerah sekitar Teluk California, Guatemala, El Salvador, Nicaragua, hingga Perú di Amerika Selatan.

Uniknya, walaupun habitat aslinya adalah di laut, udang ini bisa dibudidayakan di kolam air tawar maupun air payau, dengan lokasi di dataran rendah hingga sedang. Terlebih lagi, udang ini memiliki daya tahan tubuh yang kuat di kisaran salinitas yang luas.Spesies udang ini mulai dikenal di Indonesia sekitar tahun 1996. Udang vaname mulai dibudidayakan untuk memenuhi kebutuhan udang nasional yang tidak tercukupi akibat produksi udang windu yang menurun akibat kematian massal. Namun, udang vaname ini baru naik daun dan menjadi lahan bisnis yang potensial sekitar tahun 2001.Secara morfologi, ukuran tubuh udang jenis ini lebih besar daripada udang biasa namun lebih kecil dari udang windu. Tubuhnya berwarna agak putih dengan warna kekuningan dengan kulit keras dan daging yang tebal dan kaki berwarna putih.


Peluang dan Keunggulan Usaha Budidaya Udang Vaname

Beberapa tahun belakangan ini, budidaya udang vaname mulai menjamur di Indonesia, dengan beberapa sentra di seputar Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera dan Sulawesi. Meskipun sudah mulai banyak orang yang menjalankan usaha budidaya udang vaname, peluang dan pangsa pasarnya masih sangat besar, mengingat tingginya minat masyarakat pada menu berbahan udang. Udang vaname merupakan sumber protein, omega 3 dan 6, serta kaya akan kalsium, potasium, dan fosfor.

Usaha budidaya udang vaname ini memiliki beberapa keunggulan, diantaranya :

1.      Modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha budidaya udang vaname ini relatif tidak terlalu besar, namun harga jual udangnya tinggi.

2.      Udang vaname dapat dibudidayakan di air dengan kisaran salinitas yang luas. Untuk pemula, budidaya dapat dilakukan menggunakan kolam terpal. artinya lokasi pembudidayaan cukup beragam dan tidak memerlukan lahan yang terlalu luas.

3.      Udang vaname tidak memerlukan asupan protein yang tinggi dalam pakannya. 

4.      Udang vaname bisa tumbuh pesat. Pembudidaya bisa menghasilkan sekitar 3 gram per minggu, sehingga tidak perlu menunggu terlalu lama untuk panen. 

5.      Pembudidayaan udang vaname ini membutuhkan waktu yang singkat, yaitu sekitar tiga bulan untuk satu kali siklus.

6.      Udang vaname merupakan jenis udang unggulan (berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan).

7.      Udang vaname merupakan komoditi ekspor yang sangat potensial. Indonesia adalah salah satu negara penghasil udang terbesar di dunia, setelah Thailand dan India.

8.      Tingkat konsumsi udang vaname terus meningkat, baik untuk rumah tangga maupun usaha kuliner.

Rasa dagingnya yang lebih enak dan tebal membuat udang ini disukai banyak orang. Dengan ukuran yang relatif besar dan rasanya yang lezat, udang ini termasuk komoditas yang dijual dengan harga tinggi di pasaran, hingga mencapai ratusan ribu rupiah per kilogramnya. 

Jika dijual ke pasar modern dengan kemasan yang lebih bagus, harganya bisa jauh lebih tinggi lagi, berkali-kali lipat dibandingkan harga dari petambak. Memang, harga udang vaname ini bisa dibilang cukup mahal bagi sebagian masyarakat, namun permintaan akan komoditas ini tetap besar. 

Di pasaran, pada umumnya harga udang vaname bervariasi sesuai ukuran, kemasan, tempat membeli, dan kondisi kesegaran. Pembudidaya akan mendapatkan profit yang lebih besar lagi jika mampu membidik pasar ekspor, seperti Singapura, Brunei, bahkan Eropa.

Dengan banyaknya keunggulan yang dimiliki spesies udang vaname serta luasnya pangsa pasar yang tersedia, tentu saja ada peluang bisnis yang menjanjikan dari budidaya udang vaname.

 

Potensi omset yang dapat dicapai pun sangat besar, dari puluhan juta hingga miliaran. Berikut adalah salah satu cara membuat analisis singkat mengenai usaha budidaya udang vaname :

1.      Pertama, kita hitung modal tetap atau modal awal yang dikeluarkan saat memulai bisnis ini. Besarnya tetap, tidak terpengaruh oleh naik turunnya operasional budidaya. Yang termasuk dalam modal ini adalah biaya lahan, pembuatan kolam, pompa air dan kincir, instalasi listrik, dan peralatan lain.

2.      Kedua, yang perlu dihitung adalah modal kerja, yaitu biaya yang kita keluarkan seiring berjalannya kegiatan operasional budidaya. Biaya ini bisa dikatakan naik-turun mengikuti dinamika operasional tambak, termasuk biaya untuk benih udang, pupuk atau suplemen dan probiotik.

3.      Petambak bisa mengurangi modal kerja secara signifikan dengan cara memilih suplemen probiotik yang berkualitas dan terbukti hasilnya, karena jika sudah memakai suplemen probiotik maka tidak memerlukan tambahan pupuk lagi. Dengan demikian, pengeluaran bisa dikurangi tanpa mempengaruhi kualitas hasil panen.

4.      Suplemen probiotik dapat meningkatkan hasil panen, mengurangi resiko bibit mati, mengurangi konsumsi pangan, dan membuat udang cepat besar. Yang termasuk modal kerja yang dihitung adalah: bibit udang, pakan, suplemen probiotik, biaya panen, transportasi, listrik dan gaji karyawan.

5.      Selanjutnya, hitung perkiraan pendapatan, dengan mengalikan jumlah total hasil panen (kilogram) dengan harga per kilogramnya. Hitung perkiraan keuntungan, yaitu dengan cara mengurangi pendapatan dengan modal total (modal awal dan modal kerja).

Cara Budidaya Udang Vaname Untuk Pemula

Berikut langkah-langkah cara budidaya udang vaname :

1.       Persiapan Tambak Udang Vaname

Langkah pertama yang dapat dilakukan ketika budidaya udang vaname adalah mempersiapkan tambak udang vaname. Melakukan persiapan tambak udang vaname bertujuan untuk  mempercepat proses oksidasi yang dapat membuang gas-gas beracun, menetralkan tingkat keasaman pada tanah, dan bibit hama penyakit yang ada di tanah dasar tambak dapat dibunuhnya. Dalam persiapan tambak, ada 4 cara yaitu :

a. Pengeringan Tambak

Pengeringan tambak merupakan cara awal dalam persiapan tambak udang vaname. Pengeringan tambak tersebut berguna untuk membunuh bakteri pengganggu yang dapat merugikan di dalam kolam tambak. Untuk memastikan bakteri yang merugikan di dalam kolam tambak mati dan hilang, maka biarkan 3hari setelah tambak dikeringkan.

b. Pembajakan Tambak

Langkah selanjutnya, setelah dasar tanah tambak kering adalah membajak tanah pada tambak dengan kedalaman sekitar 10cm. Apabila pada saat melakukan pembajakan ditemukan adanya sampah, dapat dilakukan pembersihan sampah dengan membuangnya terlebih dahulu.

Tujuan pembajakan pada tambak ini adalah untuk menghilangkan bau busuk yang berasal dari sisa pakan yang mengendap di dasar tambak dan mengangkat sisa-sisa lumpur.

 

c. Mengembalikan pH Tanah

Salah satu hal yang dapat mempengaruhi pertumbuhan udang vaname adalah tingkat keasaman air tambak yang digunakan. Bahkan apabila tingkat keasaman air (pH) tambak yang digunakan terlalu tinggi dapat menyebabkan udang vaname terbunuh atau mati.

Tingkat keasaman yang diperlukan dalam budidaya udang vaname adalah 7.5 sampai 8.5 pH. Udang vaname akan dapat tumbuh dengan baik pada nilai pH 7.5 sampai 8.5. Akan tetapi, pada umumnya tambak mempunyai tingkat keasaman dengan nilai pH dibawah 7.

Para pembudidaya dapat menggunakan alat pH meter, agar lebih akurat dalam mengetahui nilai pH air yang digunakan pada tambak. Setelah nilai pH diketahui akurat, kemudian para pembudidaya dapat menetralkan nilai pH tersebut dengan menggunakan kapur pertanian atau dapat juga disebut dengan dolomite. Dosis pengapuran pH tanah adalah sebagai berikut :

·         Gunakan kapur sebanyak 500 – 1000 kg/ha untuk nilai pH <4

·         Gunakan kapur sebanyak 250 – 500 kg/ha untuk nilai pH 5 – 6

·         Gunakan kapur  sebanyak 100 – 250 kg/ha untuk nilai pH 6

Mengaduk kapur atau dolomite secara merata, kemudian taburkan pada tambak udang merupakan cara pengapuran pada tambak udang vaname. Setelah cara tersebut selesai, kemudian diamkan tambak selama 2 hingga 3 hari.

d. Persiapan Tambak

Langkah selanjutnya setelah mengembalikan pH tanah menjadi normal adalah :

·         Lumpur sisa usaha budidaya sebelumnya dibuang terlebih dahulu dan lakukan pengeringan kolam.

·         Pemberian kapur pertanian (CaCO₃) 100 – 300 Kg/Ha, kapur tohor [Ca(OH)₂] 50 -100 Kg/Ha dan Dolomit [CaMg(CO)₃] sebanyak 200 – 300 Kg/Ha.

·         Pemupukan organic dengan pupuk kandang dan penyemprotan GDM Black BOS dosis 5 Kg/Ha secara merata.

·         Pemupukan Urea 10 m- 20 Kg/Ha, SP 36 sebanyak 5 – 10 Kg/Ha.

·         Pemberian saponin 10 – 12 ppm dan diamkan 2 – 3 hari untuk memberantas hama penyakit yang ada di kolam

·         Pengisian air secara bertahap dan aplikasi Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Tambak 6 liter/Ha.

·         Penumbuhan plankton sebagai pakan alami benur / udang dengan aplikasi rutin Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Tambak 6 liter/Ha seminggu sekalin

2. Pemilihan Benur dan Cara Penyebarannya

Pilih benur dari pembenihan yang baik dengan ciri-ciri berikut, diantaranya :

·         Tidak cacat, organ tubuh lengkap serta memiliki ukuran yang seragam

·         Mempunyai bentuk tubuh yang ramping dan memanjang

·         Bersih dari lumut dan kotoran dengan warna tubuh yang jernih

·         Memiliki pergerakan yang aktif dan lincah

Untuk menyesuaikan suhu air dan alkalinitas air, setelah benur tiba di lokasi tambak harus diaklimatisasi terlebih dahulu. Hal tersebut juga berguna untuk meningkatkan angka kelulusan hidup benur dan menghindari stress benur. Saat melakukan penebaran benur, menggunakan tingkat padat antara 100 hingga 125 ekor/M².

3. Manajemen Pakan

Pemberian pakan pelet pada udang vaname sesuai dengan usia pertumbuhannya yang disebar secara merata ke seluruh bagian tambak. Pada awal pemeliharaan, frekuensi pemberian pakan cukup 2 – 3 kali sehari karena masih tersedia pakan alami yang cukup.

Kemudian frekuensi pemberian pakan  meningkat 5 sampai 6 kali sehari seiring dengan pertumbuhan udang vaname. Jumlah yang digunakan adalah 50% dari bobot udang pada awal pertumbuhan dan menurun hingga 3% saat menjelang panen.

Pemberian Suplemen Organic Cair GDM Spesialis Perikanan atau probiotik melalui pakan dengan dosis 10 ml/Kg setiap hari dan melalui air kolam dilakukan seminggu sekali dengan takaran 6 liter/hektar 

4. Manajemen Kualitas Air

Manajemen air memiliki ikatan dengan kualitas dan volume air tambak. Untuk ketinggian air tambak harus dipertahankan agar tetap stabil dan apabila terjadi penguapan atau kebocoran pembudidaya hanya perlu menambahnya. Kualitas air mencakup kecerahan, kandungan oksigen terlarut, salinitas, suhu, pH air dan kadar amonia.


Alat uji kualitas air

Untuk budidaya udang, suhu air yang optimal digunakan adalah  28° hingga 30°C. Apabila suhu terlalu tinggi dapat terjadi reaksi amonia dan meningkatkan keasaman di air. Tingkat keasaman atau pH air yang dianjurkan berkisar 7,5 sampai 8,5. 

Untuk pertumbuhan udang umur 1 – 2 bulan, kadar garam atau salinitas yang diperlukan adalah berkisar 15 – 25 ppt. Sedangkan untuk udang berumur lebih dari 2 bulan kadar garam yang diperlukan dalam air berkisar 5 – 30 ppt.

Untuk kandungan oksigen terlarut dalam air berkisar 4 hingga 6 ppm. Upaya agar dapat meningkatkan kadar oksigen terlarut yaitu dengan cara menggunakan kincir air sebanyak 4 – 6 kincir setiap 0,25 hektar. Upaya pengaplikasian Suplemen Organic Cair GDM Spesialis Perikanan 6 liter/hektar seminggu sekali dan penggunaan kincir dapat menurunkan kadar NH₃ atau amonia dalam air.

Karena hasil sekresi udang dapat diuraikan oleh bakteri-bakteri Suplemen Organic Cair GDM Spesialis Perikanan dan sisa pakan berlebih. Amonia dapat berasal dari sisa bahan organic di air dan sekresi udang. Kemudian amonia ini akan dioksidasi dalam proses nitrifikasi.

Nitrit sendiri dapat membahayakan bagi udang karena dapat merusak jaringan udang dan mempengaruhi transport oksigen. Kandungan nitrit 6,4 ppm, mampu menghalangi pertumbuhan udang hingga 50%. Kecerahan air tambak yang disarankan saat budidaya udang adalah berkisar antara 25 sampai 45 cm secchi disc.

Para pembudidaya dapat menggunakan alat water test kit atau Alat pengukur kualitas air, agar dapat mengetahui dan mengukur secara mudah nilai kualitas air tambak. Setelah nilai nilai pada kualitas air tambak diketahui akurat, para pembudidaya dapat melakukan pertahanan terhadap kualitas air tambak tersebut hingga pertumbuhan udang baik dan subur.

5. Panen dan Pasca Panen Udang Vaname

Berat panen udang vaname mencapai 16 – 20 gram/ekor atau umur panen udang vaname berkisar 100 hari. Untuk menjaga mutu udang vaname tersebut, biasanya panen dilakukan pada malam hari dan dapat dilakukan keseluruhan atau sebagian.

Kegiatan pasca panen udang vaname meliputi :

·         Cuci udang dari lumpur dan kotoran sesegera mungkin.

·         Sortir udang berdasar ukuran dan mutunya.

·         Timbang udang vannamei.

·         Masukkan udang dalam box container bersama es secara berlapis atau campur.

 

Mind mapping


 


 

Kesimpulan

Sebagai kaum milenial disarankan untuk membaca dan menelaah peluang yang ada disekitarnya. Salah satu contoh adalah budidaya udang paname yang cukup menjanjikan. Sebab indonesia sangat kaya tinggal bergantung kepada para penerus bangsa bagaimana cara merubah pola pikir masyarak agar mau kreatif dan inovatif bersaing dengan peradaban yang ada. Usaha budidaya udang misalnya sebagai salah satu cara membangun perekonomian dalam sektor kelautan.

 


Sumber referensi

https://www.antaranews.com/berita/1803769/kkp-udang-masih-jadi-primadona-permintaan-global

http://scholar.unand.ac.id/10420/7/BAB_I_PENDAHULUAN_.pdf

https://news.kkp.go.id/index.php/estimasi-biaya-usaha-budidaya-udang-vaname/

https://bukukas.co.id/peluang-usaha-dan-tips-penting-budidaya-udang-vaname/

https://www.google.com/search?q=udang+vaname+bisnis+yang+menjanjian&sxsrf=AOaemvJdXFKBXgU1eav6gN9lnUwYOQsfnQ:1631462119554&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=2ahUKEwjTtuaA5vnyAhXtFLcAHZlMCZoQ_AUoAXoECAEQAw&biw=1366&bih=600#imgrc=BIFk5mOxvgC81M

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.