Jumat, Oktober 15

“GIMANA SIH CARANYA MENGELOLA KEUANGAN DALAM BISNIS?”

 



I.                PENDAHULUAN

Keuangan dalam sebuah perusahaan menjadi pondasi yang kuat terbangunnya sebuah perusahaan. Keuangan juga bersifat sangat riskan. Jika tidak dikelola dengan baik akan menjadi amburadul dan tentunya akan menghentikan jalannya sebuah perusahaan. Dalam sebuah perusahaan dibutuhkan bidang sendiri yang mengurus bagian keuangan atau bisa juga disebut manajemen keuangan.

 

II. PEMBAHASAN

          Pengelolaan keuangan adalah upaya yang dilakukan sebuah perusahaan dalam merancang kegiatan yang berkaitan dengan penyimpanan serta pengendalian dana dan aset. Mengingat pentingnya pengelolaan keuangan, Anda harus merencanakannya secara cermat.

Tujuan Pengelolaan Keuangan

Setiap perusahaan yang ingin maju dan berkembang wajib mengelola keuangannya dengan benar. Beberapa tujuan pengelolaan keuangan antara lain:

1.     Menjaga cash flow agar belanja perusahaan tetap terkendali.

2.     Meningkatkan kinerja keuangan perusahaan dengan mengurangi budget yang tidak prioritas.

3.     Membuat struktur modal menjadi lebih seimbang antara anggaran dengan dana yang terpinjam.

4.     Pengelolaan keuangandapat meningkatkan keuntungan perusahaan dalam kurun waktu yang panjang.

5.     Dengan pengelolaan keuangan yang baik, otomatis anggaran perusahaan akan semakin efisien.

6.     Memaksimalkan modal perusahaan, salah satunya karena kepercayaan para investor yang semakin meningkat sehingga mereka bersedia meningkatkan investasinya.

7.     Mengurangi biaya modal karena perencanaan yang tepat.

8.     Mengurangi risiko kerja karena keputusan manajemen keuangan yang tepat.

Fungsi Pengelolaan Keuangan

Pertanyaannya, mengapa pengelolaan keuangan begitu penting bagi perusahaan? Sebab, pengelolaan keuangan memiliki fungsi yang jelas, yang harus dijalankan oleh manajer perusahaan.

1.     Fungsi Planning, yakni sebuah perencanaan keuangan di perusahaan yang mencakup manajemen uang kas, perhitungan rugi laba, serta perencanaan cash flow.

2.     Fungsi Budgeting merupakan kegiatan penganggaran untuk pengadaan barang/jasa. Anda harus menekan budget seminimal mungkin untuk meraih keuntungan yang lebih besar.

3.     Fungsi Controlling fokus pada pengawasan dan evaluasi terhadap kondisi keuangan sehingga sistem keuangan berjalan dengan baik.

4.     Fungsi Auditing mengarahkan Anda untuk memeriksa keuangan sesuai prinsip akuntansi untuk menghindari potensi penyelewengan dana.

5.     Fungsi Reporting adalah kegiatan pelaporan kinerja keuangan. Prosesnya harus dilakukan secara terbuka karena laporan ini berisi informasi tentang kondisi keuangan perusahaan.

 

 

Proses Pengelolaan Keuangan

1.     Pisahkan Antara Rekening Pribadi dan Keuangan Perusahaan

Banyak pelaku bisnis yang masih mencampurkan uang pribadi dan uang perusahaan. Uang pribadi dan perusahaan harus dipisah, hal tersebut berguna untuk mengukur keadaan keuangan perusahaan dan menghindari penyalahgunaan keuangan perusahaan.

2.     Alokasikan Pengeluaran untuk Menggaji Diri Sendiri

Meskipun perusahaan tersebut milik Anda sendiri, di setiap bulan Anda harus mengalokasikan dan untuk menggaji diri Anda sendiri yang pasti sesuai dengan kebutuhan. Jika Anda meminjam uang di perusahaan sendiri juga harus dicatat sebagai utang dan harus dikembalikan.

3.     Buat Laporan Keuangan

Laporan keuangan dibuat dengan tujuan mengetahui keluar masuknya uang dan dapat mengetahui untung dan rugi usaha yang sedang berjalan.

4.     Buat Catatan Proyeksi Arus Kas

Dengan adanya catatan proyeksi arus kas, perusahaan bisa mengetahui kapan harus mengeluarkan dana serta kapan waktunya menerima dana. Catatan ini juga berfungsi untuk mencari upaya sebelum terjadi kerugian pada keuangan perusahaan.

5.     Hindari Uang Menginap di Karyawan

Jangan sampai uang perusahaan dibawa oleh karyawan yang mengatur keuangan perusahaan. Besar kemungkinan uang tersebut akan dipakai untuk keperluan pribadi si karyawan.

6.     Lakukan Cek Stok Barang

Mengecek stok barang secara berkala akan meminimalisir manipulasi. Sering terjadi stok barang yang sudah terjual ditulis belum terjual. Jadinya, dana yang harusnya masih ada harus menghilang tanpa tujuan yang jelas.

7.     Pisahkan Kasir dan Akunting

Bagian yang memegang uang kasir juga harus membuat laporan keuangannya sendiri. Uang kasir harus dilaporkan setiap harinya, hal ini untuk menghindari potensi manipulasi data.

Untuk memudahkan hal tersebut Anda bisa menggunakan software POS dan akuntansi untuk meminimalisir tindakan fraud dan memudahkan Anda memantau bisnis.

Untuk hasil yang maksimal Anda bisa menggunakan software akuntansi yang memiliki fitur integrasi dengan berbagai software kasir, contohnya adalah seperti Accurate Online.

Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang sudah digunakan oleh lebih dari 300 ribu pengguna dari berbagai jenis di Indonesia. Accurate Online juga memiliki fitur terbaik dengan pengintegrasian dengan software lainnya, contohnya adalah software kasir seperti Moka Pos.

Kesimpulan

Mengatur keuangan perusahaan tidak sesulit yang dibayangkan. Yang terpenting dalam manajemen keuangan di sebuah perusahaan adalah transparansi dan kejujuran, mengingat masalah keuangan dalam sebuah perusahaan sangat rentan dengan manipulasi. Untuk itu, lakukan tips-tips yang telah dibahas tadi dengan sebaik-baiknya.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.