Jumat, Oktober 8

Kemampuan Pemimpin atau Leadership and Management dalam pelaku usaha

 

Pemimpin atau Leadership and Management dalam usaha



Disusun Oleh :

Aziz Ramadhan (41619110026)

(@S11-AZIZ)



BAB I

PENDAHULUAN

 

            Salah satu hal yang menarik saat ini untuk menjadi terobosan baru didalam lingkup birokrasi pemerintahan adalah bagamana penerapan kepemimpinan kewirausahaan dalam Birokrasi pemerintahan atau bagaimana mentrasfer kesuksesan para CEO-CEO perusahan sukses didunia mampu direplikasi pada birokrasi Pemerintahan demi tercapainya pelayanan publik yang setara dengan layanan swasta, istilah kepemimpinan kewirausahaan sudah lama dikenal dalam dunia usaha hampir semua peursahaan-peruhsaan besar didunia ini yang memilii omzet triliunan pasati memiliki pemimpin yang andal dan memiliki andil besar dalam memajukan perusahaannya tersebut karena itu kepemimpinan tersebut dikenal secara umum sebagi enterpreneurial Leadership.

 

Secara umum Entreprenurial Leadership atau kepemimpinan kewirausahaan bisa dikatakan merupakan sebuah kemampuan seorang pemimpin untuk mengorgnisir sekelompok orang yang bekerja dalam organisasinya untuk mencapai tujuan bersama dalam organisasi dengan menggunakan pendekatan perilaku proaktif kewirausahaan dnegan pendekatan mengoptimalkan Resiko, berinovasi untuk memanfaatkan peluang, mengambil tanggung jawab pribadi dan mengelolah perubahan dalam lingkungan organisasi yang dinamis untuk kepentingan organisasi.

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

            Borokrasi pemerintahan saat ini memang sudah selayanya dipimpin oleh pemimpin yang memiliki kemampuan Enterpreneurial Leadership karena itu pada Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II atau PKN tingkat II materi pelatihan Kepemimpinan kewirausahaan menjadi salah satu mata pelatihan untuk membekali para pemimpin pratama atau para kepala Dinas maupun kepala badan memiliki kemampuan kepemimpinan kewirausahaan.Ada tiga kemampuan yang harus dimiliki untuk menjadi Enterpreneurial Leadership yakni:

 

Pertama, "Opportunity Seeker ",seorang pemimpin kewirausahaan harus memiliki kemampuan untuk dapat melihat Peluang setiap saat, meskipun berstatus ASN namun seorang pemimpin enterpreneur leadership, akan senantiasa mampu merespon setiap peluang yang ada guna memberikan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat, bagi pemimpin enterpreneur kemampuan untuk melihat dan membaca peluang menjadi kata kunci untuk memajukan perusahannya

Demikian pula dalam birokrasi seorang pemimpin kewirusahaan akan senantiasa melihat berbagai peluang yang ada demi tercapainya Visi misi organisasi termasuk menciptakan berbagai pelayanan publik bagi masyarakat yang akan memberikan manfaat besar dan membuat masyarakat yang diberikana pelayanan merasakan kemanfaatan dan rasa puas.

 

Mengubah layanan manual menjadi layanan digital , pelayanan terpadu satu pintu, atau menjalin kerjasama dengan berbagai pihak seperti misalnya yang pernah dilakukan pemerintah Kabupaten Bantaeng dibawah kepemimpinan Nurdin Abdullah yakni mampu mencari peluang untuk mendapatkan bantuan dari jepang, salah satu contohnya dalam bidang pelayanan kesehatan bantuan Mabulance supercanggih jepang mampu didapatkannya .semua hal tersebut tentunya tidak lepas daripada kemampuan Enterpreneur leadership dari sang bupati yang saat ini sukses menjadi Gubernur Sulawesi selatan Bapak Nurdin Abdullah.

 

Kedua "Risk Taker", salah satu kunci untuk sukses menjadi pemimpin entrepreneurial leadership adalah kemampuan untuk berani mengambil resiko yakni suatu kemampuan merima kemungkinan kemungkinan akan adanya resiko yang bisa saja datang akibat keputusan atau tindakan yang akan dilakukannya.

 

Ketiga "Resource allocator" seorang pemimpin enterpreneur leadership tetunya memiliki kemampuan untuk senantiasa memnafaatka sumber daya yang ada baik manusia dan sumber daya lainnya seperti sarana dan prasarana untuk dimanfaatkan kembali atau dikelolah sehinggah mampu mendatangkan dampak positif bagi organisasi.

 

Tiga kunci ini adalah sebahagian kemampuan yang harus dimiliki seorang Pemimpin kewirausahaan, termasuk menerapkan dalam aspek birokrasi pemerintahaan.

 

 

 

  1. Konsep manajemen

Kata “manajemen” berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti "seni melaksanakan dan mengatur." Pendapat lain menyebutkan bahwa kata managemen berasal dari bahasa Latin, yaitu dari asal kata manus yang berarti tangan dan agere yang berarti melakukan. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal, tetapi pada umumnya memiliki magna yang sama. Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.

 

  1. Konsep pemimpin

Pengertian kepemimpinan adalah faktor kunci dalam suksesnya suatu organisasi serta manajemen. Kepemimpinan adalah entitas yang mengarahkan kerja para anggota organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Kepemimpinan yang baik diyakini mampu mengikat, mengharmonisasi, serta mendorong potensi sumber daya organisasi agar dapat bersaing secara baik. Konsep kepemimpinan telah banyak ditawarkan para penulis di bidang organisasi dan manajemen. Kepemimpinan tentu saja mengkaitkan aspek individual 67 seorang pemimpin dengan konteks situasi di mana pemimpin tersebut menerapkan kepemimpinan. Kepemimpinan juga memiliki sifat kolektif dalam arti segala perilaku yang diterapkan seorang pimpinan akan memiliki dampak luas bukan bagi dirinya sendiri melainkan seluruh anggota organisasi[2].

  1. Perbedaan leadership dan manajemen

Untuk memudahkan perbedaan kedua hal ini, anggaplah bahwa seorang manajer sudah pasti leader, sedangkan leader belum tentu seorang manajer. Secara khusus, berikut ini beberapa perbedaan antara leadership dan manajemen.

       Dari segi fokus, leadership berfokus pada tindakan mendengarkan, membangun hubungan, kerjasama tim, menginspirasi, memotivasi dan membujuk. Sementara manajemen berfokus pada perencanaan, pengorganisasian, penempatan staf, pengarahan, dan pengendalian. 

       Dari segi otoritas, leadership mendapatkannya dari para pengikutnya, sedangkan manajemen mendapatkan posisi otoritas dari organisasi atau perusahaan.

       Dari segi kebijakan, leadership kebanyakan mengikuti pengetahuan dan naluri sendiri, sedangkan manajemen harus mengikuti kebijakan dan prosedur perusahaan. 

       Dari segi interaksi, leadership berhubungan dengan anggota dan tim dalam suatu perusahaan saja, sementara manajemen berurusan dengan dimensi teknis dalam perusahaan.

       Dari segi evaluasi, leadership mengevaluasi individu berkaitan dengan potensi kinerja karyawan di masa depan, sementara manajemen mengevaluasi melalui catatan masa lalu dan kinerja saat ini. 

       Dari segi komunikasi, pemimpin cenderung menggunakan komunikasi verbal, sedangkan manajemen cenderung menggunakan komunikasi tertulis.

 

  1. Hubungan leadership dan manajemen

Kepemimpinan (leadership) dan manajemen merupakan dua istilah berbeda yang sering dianggap sebagai sinonim. Namun, kedua istilah ini sangat berbeda. Leadership secara khusus adalah bagian dari manajemen itu sendiri. Sebagai komponen yang sangat penting dari manajemen, perilaku kepemimpinan yang benar akan  membangun lingkungan yang baik dan produktif bagi setiap anggota perusahaan.

  1. Peran peran penting leadership

Pergerakan dari sebuah kelompok, organisasi, dan institusi tentu sangat dipengaruhi oleh seorang pemimpin. Bahkan pemimpin juga yang menentukan kesuksesan dari sebuah tim tersebut. Bagi sebuah perusahaan, leadership menjadi salah satu faktor penentu paling besar untuk keberhasilan dalam mencapai target. Berikut peran peran penting leadership

      Menyusun kebijakan tim

      Mendelegasikan tugas

      Mengkoordinasikan semua elemen perusahaan

      Melakukan evaluasi

      Mengendalikan wewenang anggotadalam perusahaan

 

 

Definisi Manajemen Kepemimpinan

Manajemen kepemimpinan adalah sebuah keahlian berorganisasi yang terdiri dari ilmu manajemen dan leadership skill.

 

Secara umum, bisa diartikan sebagai keterampilan untuk mengatur suatu organisasi, yang dibarengi dengan kemampuan untuk memimpin, mengarahkan, dan memotivasi, dengan cara yang efisien dan efektif.

 

Individu yang merangkap fungsi manajemen kepemimpinan dalam suatu organisasi biasanya adalah manajer atau pemimpin utama perusahaan.

Kepemimpinan dan manajemen itu sendiri adalah istilah yang sering dianggap sinonim. Padahal, tidak seperti itu.

 

Definisi Manajemen

Manajemen adalah sistem yang untuk mencapai tujuannya secara efektif dan efisien.

 

Proses pencapaian tujuan ini dilakukan dengan merencanakan strategi organisasi, penyusunan struktur organisasi, menggerakkan semua sumber daya yang tersedia.

 

Selain itu semua prosesnya juga diawasi untuk memastikan apakah setiap orang bekerja sesuai jalur yang diinginkan.

 

Manajer adalah sebutan untuk individu yang mengakomodasi setiap proses di atas. Secara umum, Indeed menyimpulkan fungsi manajer itu sendiri ada lima yang meliputi:

 

 

1. Menetapkan tujuan

Menetapkan dan mencapai tujuan adalah cara utama bagi seorang manajer untuk meraih dan mempertahankan kesuksesan.

Nah, seorang manajer juga harus bisa menyampaikan visi organisasi kepada orang-orang yang bekerja di bawahnya dengan meyakinkan.

Dengan begitu, semua orang dalam tim akan lebih mudah bekerja sama karena berbagi pandangan dan tujuan akhir yang seragam.

2. Pengorganisasian

Seorang manajer menilai setiap jenis pekerjaan dan membaginya menjadi tugas-tugas yang lebih spesifik.

Kemudian, manajer mengamanatkan masing-masing tugas tersebut secara efektif kepada tim atau individu yang ditunjuk.

Pengorganisasian juga terdiri dari serangkaian hubungan antara staf individu serta departemen di dalam organisasi.

Jadi, manajer bertanggung jawab memastikan bahwa individu di dalam dan antar departemen dapat bekerja secara harmonis.

Seorang manajer yang baik terampil membangun hubungan interpersonal di antara anggota tim mereka dan dapat memecahkan masalah ketika anggota menemukan masalah dalam pekerjaannya.

Organisasi juga mengharuskan manajer untuk menetapkan hubungan otoritas di antara anggota tim mereka.

Memaksimalkan susunan organisasi dapat membantu meningkatkan nilai efisiensi perusahaan di pasar, mengurangi biaya bisnis, dan tentunya meningkatkan produktivitas.

3. Memotivasi tim

Selain tugas mengorganisasi dan mendelegasi, memotivasi juga menjadi bagian dari fungsi manajemen. 

Memotivasi itu sendiri adalah keterampilan untuk memahami berbagai jenis kepribadian untuk menggembleng setiap anggota tim fokus mencapai suatu tujuan.

4. Merancang sistem penilaian

Manajer perlu menetapkan target atau indikator kinerja utama yang menjadi tujuan tim dan kemudian menghasilkan cara untuk mengukur apakah tim mereka berada di jalur yang tepat.

Jadi, penilaian sangat penting untuk meningkatkan kinerja bisnis, lho.

Namun, mungkin akan sulit menemukan cara yang benar-benar terstandarisasi untuk mengukur kinerja.

Maka itu, seorang manajer harus bisa berpikir kreatif juga bijaksana dalam menilai anggota timnya. 

5. Memajukan orang

Selain memimpin tim meraih tujuan dan mengukur kemajuan mereka di sepanjang jalan, manajer yang baik juga terlibat dalam memajukan stafnya.

Mereka bertanggung jawab untuk melatih anggota tim mereka dengan membantu mengenali kekuatan dan kelemahan masing-masing.

Dari sana, manajer dapat, misalnya, bekerja dengan tim untuk membantu mereka menetapkan tujuan demi meniti karier dalam organisasi tersebut.

Guna menjalankan kelima fungsi manajemen ini dengan sukses, seorang manajer harus punya keterampilan kepemimpinan yang baik

  

 

 

BAB III

 

PENUTUP

KESIMPULAN

 

 

Kepemimpinan Usaha kecil berkaitan dengan kemampuan  melihat peluang dan strategi ke depan. Manajemen Usaha Kecil berkaitan dengan strategi dan upaya-upaya teknis membuat terobosan menuju kemajuan.

 

Dalam sebuah bisnis usaha kecil dan menengah, kerapkali antara pemimpin dan manajer dikerjakan oleh satu orang yaitu pemiliknya.

 

Pada tahap tertentu pemilik harus memiliki kemampuan menjadi pemimpin dan manajer, tetapi pada tahap perkembangan yang lebih lanjut pemilik harus menjadi pemimpin yang memfokuskan diri pada pengarahan usaha kedepan,

memberikan dorongan untuk majunya perusahaan, bukan berkutat pada urusan teknis manajemen.

 

Kemampuan leadership yang kuat dan didukung kemampuan Manajemen Usaha kecil yang baik akan menjadi faktor penting sebagai penunjang keberhasilan Usaha

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

     1..’”Modul 6 perkulihan kewirausahan 2  UMB

               2.https://www.google.com/search?q=leadership+and+management+dalam+pel               aku+usaha&oq=Leadership+and+Management+dalam+pelaku+u&aqs=chrome.1               .69i57j33i160l2.10231j0j7&sourceid=chrome&ie=UTF-8

               3.http://www.bintan-s.web.id/2011/04/peranan-pemimpin-dalam-sebuah-usah               a.html

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.