Senin, Oktober 25

Model Bisnis Perpaduan "Keuangan dan Teknologi"

Bisnis Fintech:

Ketahui Potensi Model Bisnis Aggregator


Oleh: Agustinus Kukuh Mardika Wicaksono (@S15_AGUSTINUS)

Email august17.kukuh@gmail.com

Abstrak

Model bisnis adalah rencana mengenai bagaimana sebuah usaha bisa menghasilkan pendapatan dan memperoleh laba. Rencana ini terdiri dari penjelasan mengenai produk/jasa apa yang akan dibuat dan dijual, cara untuk membuat dan menjualnya ,serta biaya yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha tersebut. Saat ini banyak sekali model bisnis yang dapat Anda terapkan. Menetapkan model bisnis sama saja dengan bagaimana Anda menetapkan nilai dan harga produk Anda kepada konsumen. Melihat gaya hidup masyarakat Indonesia yang sangat konsumtif, tentu Anda akan menemukan banyak peluang usaha yang bisa digarap. Setiap kali melihat keinginan dan kebutuhan masyarakat, maka akan mendapat puluhan ide usaha yang tampak cemerlang. Dengan model bisnis yang benar, Anda dapat memetakan konsep usaha sampai  masalah apa yang bisa Anda berikan solusi dan siapa konsumennya, nilai tambahan apa yang dapat Anda berikan kepada mereka, bagaimana cara mereka bisa mendapatkan produk/jasa yang kamu tawarkan, bagaimana usahamu bisa tetap kompetitif dan model bisnis juga dapat menjadi acuan dalam membuat strategi. Model bisnis didasari tiga hal: create, sell, dan consumer perceive.

Kata Kunci: bisnis, konsumtif, model, nilai

Pengertian: Model Bisnis Fintech Agregator

Dalam kehidupan sehari-hari mungkin kita, pernah kebingungan untuk menentukan produk/layanan jasa keuangan yang sesuai dengan  kemampuan dan  kebutuhan sehingga harus membandingkan produk dan transaksi keuangan dari beberapa lembaga keuangan yang berbeda? Atau bingung saat harus memilih produk tabungan, kartu kredit, deposito, asuransi, hingga produk investasi untuk meraih tujuan keuangan? Sekarang tidak perlu khawatir, sekarang terdapat financial aggregator atau Fintech Aggregator yang bisa membantu sobat mengatasi masalah tersebut. Fintech Aggregator akan menggabungkan informasi dari banyak produk jasa keuangan di satu tempat aplikasi online atau website.

Layanan fintech aggregator ini mirip dengan supermarket dimana masyarakat bisa membandingkan antara satu produk dan produk lainnya. Pembandingan itu dilakukan secara digital melalui internet.

Contohnya, Anda berencana membeli asuransi mobil, lalu mengetik kata kunci "asuransi mobil murah" di mesin pencari kemudian menemukan sejumlah halaman situs yang menawarkan informasi mengenai asuransi mobil tersebut. Sebagian situs itu merupakan fintech aggregator yang memungkinkan Anda memilih asuransi mobil yang telah diseleksi berdasarkan tarif premi, merk dan perusahaan asuransinya. Fintech aggregator itu bukan perusahaan asuransi melainkan perusahaan teknologi.

Model bisnis aggregator memang bukan hal yang baru di Indonesia. Berdasarkan data dari Asosiasi Fintech Indonesia tahun 2018, saat ini terdapat 235 perusahaan fintech yang 26 di antaranya bergerak di bidang market aggregatorLalu berdasarkan data OJK per 31 Desember 2020, ada 36 perusahaan fintech aggregator yang beroperasi di Indonesia. Contoh perusahaan fintech aggregator itu antara lain Cekaja.com, Cermati, Lifepal, BandinAja, KreditGogo, TunaiKu dan sebagainya. Jumlah perusahaan fintech aggregator itu terus bertambah dari waktu ke waktu.

Bagi pengguna, keberadaan fintech aggregator ini cukup bermanfaat karena bisa menghemat waktu dalam pencarian informasi. Pengguna tidak perlu memeriksa satu per satu produk di setiap situs perusahaan penyedia produk, melainkan cukup hanya mencari informasi di situs fintech aggregator. Perusahaan fintech aggregator ini perusahaan yang mendapatkan pengawasan Otoritas Jasa Keuangan. OJK mengklasifikasikan perusahaan fintech aggregator ini sebagai Inovasi Keuangan Digital (IKD).

OJK mengatur IKD dalam Peraturan OJK Nomor 13/2018 tentang IKD di Sektor Jasa Keuangan. Dalam memastikan IKD mencapai tujuan-tujuan idealnya, OJK menerapkan regulatory sandbox. Regulatory sandbox adalah mekanisme pengujian yang dilakukan oleh OJK untuk menilai keandalan proses bisnis, model bisnis, instrumen keuangan, dan tata kelola penyelenggara.

Perusahaan aggregator ini kemudian bertugas untuk mengonsolidasi dan menstandardisasi sebelum didistribusikan lewat mekanisme platform digital. Jadi, Fintech Aggregator adalah Situs Web atau Aplikasi yang membantu masyarakat/konsumen (nasabah) untuk memperoleh informasi mengenai produk dan layanan jasa keuangan dengan menghimpun informasi, menyaring dan memperbandingkan produk dan layanan antar Lembaga Jasa Keuangan (LJK) secara digital.

Ciri-ciri Fintech Legal

Meski memiliki banyak manfaat, namun kamu tetap harus memperhatikan kembali layanan dari perusahaan fintech yang bakal digunakan.

Sebab sekarang ini banyak sekali kasus penipuan berkedok lembaga pembiayaan, yang justru membuat debitur merugi karena beban bunganya terlampau besar.

Oleh karena itu, sebelum menggunakan layanan fintech, setidaknya ketahui dulu beberapa ciri-ciri dari fintech legal yang pasti aman dan terdaftar OJK. Berikut diantaranya:

  • Menyertakan persyaratan pengajuan yang masuk akal, seperti melampirkan KTP, NPWP, bukti riwayat kredit, serta SIUP khusus pebisnis
  • Transparan dalam hal biaya dan bunga
  • Memiliki situs resmi yang bisa diakses oleh nasabah
  • Memiliki kontak yang jelas dan bisa dihubungi kapan saja sesuai jam kerja

Manfaat Layanan Fintech

Selama telah mengantongi izin dari OJK, dan memiliki informasi yang pasti mengenai lembaganya hingga besaran biaya layanannya, menggunakan jasa fintech untuk mendapatkan kucuran dana segar rasanya bukanlah hal yang salah.

Dan berikut manfaat dari layanan financial technology:

  • Membantu inklusi keuangan

Adanya jenis-jenis fintech di Indonesia diharapkan dapat mendukung inklusi keuangan nasional agar bisa mencapai target yang ditetapkan oleh Dewan Nasional Keuangan Inklusi, yakni sebesar 75 persen.

Dari tujuan itulah, layanan financial technology diharapkan dapat berkembang pesat dan memenuhi target, mengingat basis layanan dari lembaga pembiayaan ini adalah online.

  • Kemudahan untuk mengakses layanan

Layanan keuangan online dinilai jauh lebih efektif dan mudah untuk menjangkau hampir seluruh masyarakat, terutama generasi milenial.

Tak perlu lagi repot mendatangi bank, masyarakat sudah bisa mengirim uang atau bahkan mendapatkan dana tunai dari perusahaan berbasis financial technology.

  • Membantu masyarakat mendapatkan pinjaman berbunga rendah

Yang membuat layanan fintech kian berbeda dari bank adalah suku bunga dari pinjaman yang diberikan. Rata-rata perusahaan fintech menetapkan suku bunga yang jauh lebih rendah terhadap debiturnya. Sehingga mereka bisa mendapatkan dana tunai untuk berbagai kebutuhan, termasuk pula sebagai modal usaha.

Perusahaan Fintech Agregator

 



1.     ALAMI

ALAMI merupakan salah satu contoh sukses dari sebuah perusahaan yang menjadikan aggregator sebagai model bisnisnya. Perusahaan yang berdiri sejak akhir tahun 2017 ini memiliki fokus untuk menjembatani pelaku usaha ke akses pembiayaan syariah yang dimiliki oleh perbankan syariah di Indonesia. Platform digital ALAMI memungkinkan calon nasabah untuk mendapatkan informasi perbankan yang sesuai dengan kondisi keuangan usahanya untuk melakukan pembiayaan modal dalam rangka ekspansi bisnis.

CEO dan Founder ALAMI Dima Djanimenilai, Indonesia saat ini sudah memiliki cukup banyak lembaga keuangan syariah yang siap mendukung pengembangan ekonomi umat dengan sistem pinjaman bebas riba. Memilih model bisnis aggregator, ALAMI ingin mendukung penguatan posisi institusi jasa keuangan syariah Indonesia di masyarakat yang lebih luas lagi. Saat ini ALAMI memiliki setidaknya 13 bank umum syariah yang siap menyalurkan dana kepada umat. Melalui positioning ALAMI sebagai perusahaan tekfin aggregator syariah, ALAMI memiliki keunggulan untuk mempertemukan layanan perbankan tadi ke calon-calon nasabah yang ingin memperbesar skala usaha namun tetap dalam koridor syariah. Platform digital ALAMI memungkinkan calon nasabah untuk mendapatkan informasi perbankan yang sesuai dengan kondisi keuangan usahanya untuk melakukan pembiayaan modal dalam rangka ekspansi bisnis.

Layanan yang diberikan oleh tekfin aggregator syariah bisa dimaknai sebagai solusi satu pintu atas beberapa masalah dalam industri jasa keuangan syariah di Indonesia mulai dari perbaikan image lembaga keuangan syariah, sampai dengan percepatan penetrasi dan inklusi keuangan syariah di masyarakat.

2.     CekAja.com



CekAja.com adalah situs toko finansial produk keuangan dan investasi. Perusahaan menawarkan berbagai kartu kredit, kredit tanpa agunan (KTA), asuransi, pinjaman untuk Usaha Kecil Menengah (UKM) hingga investasi, contohnya reksa dana. Selain itu, CekAja.com adalah portal layanan informasi dan perbandingan yang netral dan terpercaya untuk membantu masyarakat Indonesia membuat keputusan finansial yang cerdas. Perusahaan beroperasi dengan izin dan pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia. CekAja.com juga merupakan salah satu perusahaan pendiri Asosiasi Fintech Indonesia yang memiliki situs fintech.id. Saat ini, CekAja.com dipimpin oleh Agatha Simanjuntak Ellis selaku President Director. 

Yang menarik, Produk pinjaman online yang diberikan CekAja.com dirancang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi dan kesibukan yang padat. Kini masyarakat yang membutuhkan bantuan finansial, tidak harus datang ke bank atau lembaga keuangan untuk mengumpulkan informasi terkait produk yang diinginkan. Seluruh persyaratan dan prosedur yang semula harus dilakukan dengan tatap muka pun tidak diperlukan lagi. Bahkan, wawancara kelayakan kredit kini dilakukan melalui telepon. Dan proses pengambilan keputusannya juga memerlukan waktu yang tidak lama, hanya 24 jam dengan proses pencairan dana minimal 3 hari kerja.

Selain prosesnya yang mudah, tenor yang diberikan juga cukup panjang, maksimal 20 bulan. Dengan pinjaman online, kebutuhan hidup yang sifatnya mendadak dapat langsung dipenuhi dengan mudah. Ini sangat membantu masyarakat dan debitor dalam memenuhi kebutuhannya.

Kesimpulan 

Bagi pengguna, keberadaan fintech aggregator ini cukup bermanfaat karena bisa menghemat waktu dalam pencarian informasi. Pengguna tidak perlu memeriksa satu per satu produk di setiap situs perusahaan penyedia produk, melainkan cukup hanya mencari informasi di situs fintech aggregator.

Di samping itu, pengguna bisa melakukan komparasi mengenai berbagai aspek dari produk itu, mulai dari harga sampai pelayanan yang diberikan. Komparasi merupakan salah satu langkah penting dalam pengambilan keputusan transaksi.

Di sejumlah situs, pengguna akan diminta untuk registrasi dengan cara mengisi nama dan nomor telepon saat hendak mencari produk keuangan tertentu. Setelah itu, pengguna akan ditelepon oleh pihak telemarketing dari perusahaan fintech aggregator itu dan ditawarkan sejumlah produk terkait.

Referensi

https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Article/30679

https://www.industry.co.id/read/37737/konsisten-jalani-model-bisnis-aggregator-ceo-alami-bangun-nilai-tambah-lewat-strategi-diversifikasi

https://bigalpha.id/news/mengenal-fintech-aggregator-dalam-memilih-produk-keuangan

https://money.kompas.com/read/2021/04/22/185857226/fintech-adalah-pengertian-jenis-dan-aturan-hukumnya?page=all

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.