Rabu, Oktober 27

STRATEGI PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN

 STRATEGI PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN

Oleh : Bayoe Aditya Dwi Prasetya (@S09-BAYOE)

PENDAHULUAN   

               Suatu usaha didirikan bertujuan untuk mendapatkan keuntungan agar usaha tersebut dapat berkelanjutan. Untuk mendapatkan keuntungan yang berkelanjutan, suatu usaha harus memiliki daya saing, dengan cara meningkatkan volume penjualan, menjaga kualitas, dan meningkatkan pelayanan. Perkembangan usaha dan laba yang dicapai dapat digunakan sebagai alat ukur terhadap keberhasilan suatu usaha dalam menjalankan aktivitas yang berkenaan dengan operasinya. Dalam hal ini untuk meningkatkan volume penjualan, suatu usaha harus bersaing untuk mendapatkan konsumen sebanyak-banyaknya dan menjaga loyalitas konsumennya sehingga kelangsungan suatu usaha dapat berkelanjutan sehingga mampu bersaing. Untuk meningkatkan penjualan, suatu usaha harus menetapkan strategi pemasaran yang tepat. Strategi Pemasaran adalah suatu proses yang menghantarkan organisasi pada peluang pasar yang besar untuk meningkatkan penjualan dan meraih keunggulan yang di harapkan, strategi pemasaran juga merupakan alat yang penting agar perusahaan mampu menenangkan persaingan.           

PEMBAHASAN

A. Strategi Pemasaran

Strategi Pemasaran merupakan kumpulan petunjuk dan kebijakan yang digunakan secara efektif untuk mencocokan program pemasaran (produk, harga, promosi dan distribusi) dengan peluang pasar sasaran yang efektif. 7 Strategi pemasaran merupakan rencana yang menjabar ekpektasi perusahaan atas dampak berbagai aktivitas atau program pemasaran terhadap permintaan produk atau produk lini di pasar sasaran spesifik, berdasarkan permintaan yang ingin di stimulasi strategi pemasaran diklasifikasikan menjadi strategi pemasaran primer dan strategi permintaan selektif.

B.     Unsur-Unsur Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran terdiri atas lima unsur yang saling terkait yaitu sebagai berikut:

a.       Pilihan pasar yaitu memilih pasar yang akan dilayani. Keputusan ini berdasarkan pada faktor persepsi terhadap fungsi produk dan pengelompokan teknologi yang dapat diproteksi dan di dominasi, keterbatasan sumber daya internal yang mendorong perlunya pemusatan yang lebih sempit. Pengalaman komulatif yang di dasarkan pada trial dan error di dalam menanggapi peluang dan tantangan dan kemampuan khusus yang berasal dari akses terhadap sumber daya langka atau pasar yang terproteksi.

b. Perencanaan produk, meliputi produk spesifik yang dijual pembentukan lini produk, dan penawaran individual pada masing lini.

c.       Penetapan harga yaitu menentukan harga yang dapat mencerminkan nilai kuantitatif dari produk kepada pelanggan.

d.  Sistem distribusi yaitu perdagangan grosir dan eceran yang melalui produk hingga konsumen akhir yang membeli dan menggunakanya.

e.    Komunikasi pemasaran (promosi) yang meliputi periklanan, personal selling, promosi penjualan, direct marketing, dan public relation.                                                       

C.    Faktor-Faktor yang mempengaruhi penjualan

a.      Kondisi dan kemampuan penjual

Transaksi jual beli atau pemindahan hak milik secara komersial atas barang dan jasa itu pada prinsipnya melibatkan dua pihak, yaitu penjual sebagai pihak pertama dan pembeli sebagai pihak kedua. Disini, penjual harus dapat meyakinkan kepada pembelinya agar dapat berhasil mencapai sasaran penjualan yang diharapkan. Untuk maksud tersebut penjual harus memahami beberapa masalah penting yang saling berkaitan, yakni: 1) Jenis dan karakteristik barang yang ditawarkan 2) Harga produk 3) Syarat penjualan seperti, pembayaran, penghantaran, pelayanan sesudah penjualan, garansi, dan sebagainya.

b.      Kondisi pasar

Pasar, sebagai kelompok pembeli atau pihak yang menjadi sasaran dalam penjualan, dapat pula mempengaruhi kegiatan penjualannya. Adapun faktor-faktor kondisi pasar yang perlu diperhatikan adalah: 1) Jenis pasarnya, 2) Kelompok pembeli atau segmen pasarnya, 3) Daya belinya, 4) Frekuensi pembeliannya, 5) Keinginan dan kebutuhannya.

c.       Modal

Akan lebih sulit lagi bagi penjual untuk menjual barangnya apabila barang yang dijual tersebut belum dikenal oleh calon pembeli, atau apabila lokasi pembeli jauh dari tempat penjual. Dalam keadaan seperti ini penjual harus memperkenalkan dulu membawa barangnya ketempat pembeli. Semua ini hanya dapat dilakukan apabila penjual memiliki sejumlah modal yang diperlukan untuk itu.

d.      Kondisi organisasi perusahaan

Pada perusahaan besar, biasanya masalah penjualan ini ditangani oleh bagian tersendiri (bagian penjualan) yang dipegang orang-orang tertentu ahli dibidang penjualan. Lain halnya dengan perusahaan kecil dimana masalah penjualan ditangani oleh orang yang juga melakukan fungsi-fungsi lain. Hal ini disebabkan karena jumlah tenaga kerjanya lebih sedikit. Sistem sarana yang dimilikinya tidak sekompleks perusahaan besar.

D. Strategi Pengembangan Pasar dan Produk

Strategi pengembangan pasar adalah strategi pemasaran untuk produk yang sudah ada, tetapi merambah ke pasar yang baru pengembangan pasar terdiri dari atas memasarkan produk yang ada saat ini, sering kali terkait hanya dengan modifikasi yang bersifat kosmetik, untuk pelanggan di wilayah pasar yang terkait dengan cara mengubah iklan atau promosi.

Strategi pengembangan produk adalah strategi pemasaran pasar yang ada tetapi dengan meluncurkan produk yang baru, melibatkan modifikasi substansial terhadap produk yang ada saat ini atau menciptakan produk yang baru namun masih terkait yang dapat dipasarkan pada pelanggan saat ini melihat melalui saluran distribusi yang sudah ada. Strategi pengembangan produk sering kali digunakan untuk memperjang siklus hidup dari produk yang ada saat ini maupun untuk memanfaatkan reputasi atau merek yang menguntungkan.

Tujuan produk dijadikan pedoman dalam menentukan tipe dasar strategi yang dibutuhkan. Jika tujuan utama produk adalah meningkatkan volume penjualan atau pertumbuhan pada pasar, maka alternatif utama yang dipertimbangkan adalah strategi permintaan selektif yang berfokus pada upaya merebut pelanggan dari pesaing atau memperluas pasar yang dilayani. Apabila tujuan produk lebih menekankan pada aliran kas dan profitabilitas, maka strategi pemasarannya difokuskan pada mempertahankan atau meningkatkan permintaan dari basis pelanggan saat ini.


Kesimpulan

Strategi menggunakan kekuatan perusahaan untuk mendapatkan peluang yang ada, yaitu Menciptakan produk yang unik dan bervariasi untuk mendapatkan pelanggan yang lebih setia dan Menggunakan teknologi dengan baik untuk meningkatkan perusahaan. Strategi pemasaran terdiri atas lima unsur yang saling terkait yaitu sebagai berikut: Pilihan pasar yaitu memilih pasar yang akan dilayani. Keputusan ini berdasarkan pada faktor persepsi terhadap fungsi produk dan pengelompokan teknologi yang dapat diproteksi dan di dominasi, keterbatasan sumber daya internal yang mendorong perlunya pemusatan yang lebih sempit. Pengalaman komulatif yang di dasarkan pada trial dan error di dalam menanggapi peluang dan tantangan dan kemampuan khusus yang berasal dari akses terhadap sumber daya langka atau pasar yang terproteksi. b.Perencanaan produk, meliputi produk spesifik yang dijual pembentukan lini produk, dan penawaran individual pada masing lini, Penetapan harga yaitu menentukan harga yang dapat mencerminkan nilai kuantitatif dari produk kepada pelanggan. d.Sistem distribusi yaitu perdagangan grosir dan eceran yang melalui produk hingga konsumen akhir yang membeli dan menggunakanya, Komunikasi pemasaran Keinginan dan kebutuhannya.

 

 

 

REFERENSI

Assauri, Sofian. (2004). Manajemen Pemasaran. Jakarta. Rajawali Press.

Basu, Swastha. (1995). Pengantar Bisnis Moderen. Edisi Ke Tiga. Liberti. Yogyakarta

David .(2002). Manajemen strategi:Konsep. Jakarta.Prenhallindo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.