Kamis, Oktober 14

PENGELOLAAN KEUANGAN USAHA MIKRO


 PENGELOLAAN KEUANGAN USAHA MIKRO

Oleh : Bayoe Aditya Dwi Prasetya (@S09-BAYOE)

PENDAHULUAN   

Usaha Mikro mempunyai peranan yang sangat penting dan strategis bagi pertumbuhan ekonomi negara, baik negara berkembang maupun negara maju. Masalah utama yang menjadi fokus dalam pengembangan Usaha Mikro adalah mengenai pengelolaan keuangan. Karena banyak Usaha Mikro yang beranggapan bahwa pengelolaan keuangan merupakan hal yang mudah dan sederhana. Pengelolaan keuangan menjadi salah satu masalah yang seringkali terabaikan oleh para pelaku bisnis Usaha Mikro, khususnya berkaitan dengan penerapan kaidah-kaidah pengelolaan keuangan yang benar. Masalah ini biasanya timbul dikarenakan pengetahuan dan informasi pelaku Usaha Mikro mengenai pengelolaan keuangan sangat terbatas, latar belakang pendidikan para pelaku Usaha Mikro juga mempengaruhi pengetahuan para pelaku Usaha Mikro. Menurut Setyorini, et.al. (2010) menyatakan pengelolaan keuangan menjadi salah satu aspek penting bagi kemajuan perusahaan.

PEMBAHASAN

A.    PENGELOLAAN KEUANGAN

Pengelolaan keuangan yang baik adalah pengelolaan dalam mendapatkan dana dan menggunakan dana tersebut dengan efisien, sehingga perusahaan mendapatkan laba dan dapat bertahan di masa mendatang. Pengelolaan keuangan yang baik dapat menghindarkan perusahaan dari kegagalan usaha. Pengelola suatu usaha perlu juga memperhatikan fungsi manajemen keuangan untuk meningkatkan kualitasnya. Fungsi manajemen keuangan terdiri dari tiga keputusan yang saling terkait yaitu investment, funding, dan working capital decision (Ross, Westerfield, & Jordan, 2000)

B.     PENGERTIAN USAHA MIKRO

Usaha mikro adalah usaha yang bersifat menghasilkan pendapatan dan dilakukan oleh rakyat miskin atau mendekati miskin. Sedangkan Pengusaha Mikro adalah orang yang berusaha di bidang usaha mikro. Ciri-ciri usaha mikro antara lain: modal usahanya tidak lebih dari Rp 10 juta (tidak termasuk tanah dan bangunan), tenaga kerja tidak lebih dari lima orang dan sebagian besar mengunakan anggota keluarga/kerabat atau tetangga, pemiliknya bertindak secara naluriah/alamiah dengan mengandalkan insting dan pengalaman sehari-hari.

C.    ASPEK KEUANGAN

Menurut Kasmir dan Jafkar (2012) Aspek Keuangan, menilai biaya-biaya apa saja yang akan dikeluarkan dan seberapa besar biaya-biaya yang akan dikeluarkan. Kemudian meneliti seberapa besar pendapatan yang akan diterima, seberapa lama investasi yang ditanamkan akan kembali, sumber pembiayaan bisnis, dan tingkat bunga yang berlaku). Aspek keuangan menggambarkan proyeksi jumlah dana atau modal awal yang dibutuhkan, sumber modal yang akan digunakan, dan pengembalian apa yang akan diharapkan dari investasi yang dilakukan (Investopedia. 2017). Menurut Rangkuti (2012), analisis kelayakan aspek keuangan dalam bisnis bertujuan untuk mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan aliran kas serta sumber dana dan proyeksi keuangan, baik pemasukan atau pengeluaran yang mungkin terjadi selama masa produksi dan operasional proyek yang direncanakan.

D.  PERILAKU MANAJEMEN KEUANGAN

Perilaku manajemen keuangan dianggap sebagai salah satu konsep penting pada disiplin ilmu keuangan. Banyak definisi yang diberikan sehubungan dengan konsep ini, misalnya, Horne dan Wachowicz (2002) dalam Mien dan Thao (2015) mengusulkan perilaku manajemen keuangan sebagai penentuan, akuisisi, alokasi, dan pemanfaatan sumber daya keuangan. Sedangkan secara keseluruhan Weston dan Brigham (1981) dalam Mien dan Thao (2015) menggambarkan perilaku manajemen keuangan sebagai suatu pengambilan keputusan keuangan, harmonisasi motif individu dan tujuan UMKM. Selain itu menurut Mien dan Thao (2015) manajemen keuangan berkaitan dengan efektivitas manajemen dana. Menurut Amanah (2016), perilaku manajemen keuangan adalah ilmu yang menjelaskan mengenai perilaku seseorang dalam mengatur keuangan mereka dari sudut pandang psikologi dan kebiasaan individu tersebut.



Kesimpulan

    Usaha Mikro mempunyai peranan yang sangat penting dan strategis bagi pertumbuhan ekonomi negara, baik negara berkembang maupun negara maju. Pengelolaan keuangan yang baik adalah pengelolaan dalam mendapatkan dana dan menggunakan dana tersebut dengan efisien, sehingga perusahaan mendapatkan laba dan dapat bertahan di masa mendatang. Aspek keuangan dalam bisnis bertujuan untuk mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan aliran kas serta sumber dana dan proyeksi keuangan, baik pemasukan atau pengeluaran yang mungkin terjadi selama masa produksi dan operasional proyek yang direncanakan

 


 

REFERENSI

Dewanti, Ida Susi. 2010. Pemberdayaan Usaha Kecil Dan Mikro: Kendala Dan Alternatif Solusinya. Jurnal Administrasi Bisnis. Volume 6. No. 2 Januari. UPN “Veteran” Yogyakarta

Assauri, S. 2008. Manajemen Produksi dan Operasi. Edisi revisi : Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Jakarta


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.