Senin, Oktober 25

PENGEMBANGAN BISNIS MODEL CANVAS




BAB I 
PENDAHULUAN

 Dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat yang semakin lama semakin bertambah, tentunya para masyarakat harus berusaha untuk mendapatkan kebutuhannya sehari-hari yang sangat mendesak. Namun dengan berkembangnya teknologi yang saat ini semakin maju maka masyarakat pun sudah tidak begitu khawatir. Banyak masyarakat yang sudah memanfaatkan teknologi yang berkembang untuk membuka lahan pekerjaan seperti berbisnis. Dalam memulai berbisnis tentunya harus mengetahui bisnis apa yang ingin anda jalani dengan mengetahui bisnis yang ingin anda geluti maka anda harus mengetahui seluk beluk yang terdapat dalam bisnis anda.

Banyak alasan mengapa masyarakat jaman sekarang mengutamakan dan mencoba untuk berbisnis, salah satunya Sejak munculnya praktik e-commerce, model bisnis menjadi salah satu konsep yang paling menonjoldi antara konsep-konsep manajemen yang lain. Hadirnya e- commerce membuat para praktisi bisnis mengubah total model bisnis lama menjadi model bisnis baru yang lebih sesuai. Penyebab utama kepopuleran model bisnis adalah karena ditengarai banyak organisasi yang tumbuh pesat karena kemampuannya menciptakan model bisnis yang tepat. Hal yang paling penting diutamakan dalam berbisnis adalah mencari keuntungan yang sebanyak-banyaknya. Namun tak dipungkiri bahwa keadaan ekonomilah yang memaksa mereka untuk berusaha memenuhi kebutuhan mereka masing-masing. Keadaan ekonomi yang memaksa mereka untuk aktif dan bertindak mencari penghasilan yang didapat melalui cara berbisnis.

     Namun, ada juga para pegawai yang menjalani bisnis karena alasan usaha sampingan. Banyak keuntungan yang bisa didapatkan dalam berbisnis namun juga bukan hanya keuntungan yang didapatkan tapi kerugian pun juga bisa kita dapatkan dalam memulai suatu bisnis. Meskipun dalam berbisnis ada hal negatifnya, namun kita tidak boleh menyerah untuk melakukan suatu bisnis. banyak masyarakat yang berfikiran bahwa dengan memulai usaha bisnis maka mereka harus mempunyai modal yang sangat besar, namun mereka salah. Dalam memulai suatu bisnis anda tidak memerlukan modal yang cukup besar, yang anda perlukan adalah suatu keberanian dalam menanggung resiko yang akan anda hadapi jika anda mengalami suatu kerugian dalam bisnis anda.

        Di era persaingan usaha yang semakin berkembang pesat dan beraneka ragam, ini kita dituntut untuk bisa menciptakan peluang usaha kecil menjadi peluang besar. Dengan mengikuti perkembangan sikap customer yang bervariatif. Hal ini menuntut kita untuk menciptakan suatu inovasi baru dan bisa memuaskan kebutuhan masyarakat. Pada kehidupan yang modern ini masyarakat cenderung membutuhkan sesuatu yang instan, maka tidak heran banyak sekali bermunculan produk – produk instan.Untuk mewujudkan itu semua kita membutuhkan perencanaan yang matang agar usaha yang kita bangun dapat terwujud dan berkembang sesuai harapan kita dan sejalan sesuai koridor. Maka dari itu kita harus merencanakan apa saja yang kita perlukan, bagaimana perencanaannya?, prosesnya?, Bisnis model kanvas akan mennggambarkan dengan jelas.


       Model bisnis merupakan sesuatu yang menggambarkan dan menjelaskan mengenai bisnis Start – Up itu sendiri dengan tujuan agar bisa membantu dalam melakukan pertimbangan perubahan dan kemajuan bisnis secara professional. Model bisnis yang dipaki kali ini adalah Bisnis Model Canvas (BMC) yang dikembangkan oleh Alexander Osterwalder dan Yves Pigneur. BMC merupakan satu alat untuk membantu kita melihat lebih akurat bagaimana rupa usaha yang sedang atau kita jalani. Dalam model bisnis ini pun mengubah konsep model bisnis yang pertamanya rumit menjadi sederhana. Dimana terdapat kerangka bisnis (BMC), dan cara merumuskan ide Bisnis BMC. BMC disajikan dalam bentuk selembar kanvas berisi Sembilan element (kotak) yaitu : Customer Segments, Value Proposition, Channel, Customer Relationsip, Revenue Stream, Key Resourcess, Key Activities, Key Partnership, Cost Structure.

A.    Rumusan Masalah

1.           Apa Pengertian dari BisnisModel Canvass (BMC) ?

2.           Bagaimana Kerangka Bisnis Model Canvass (BMC) ?

3.           Bagaimana Merumuskan Ide Bisnis BMC?

B.    Tujuan

1.           Untuk mengetahui pengertian dari Binis Model Canvass (BMC).

2.           Untuk mengetahui kerangka Bisnis Model Canvass (BMC).

3.           Untuk mengetahui cara merumuskan ide bisnis model BMC


BAB II

BISNIS MODEL CANVAS


A.           Pengertian Bisnis Model Canvas

Bisnis Model Canvas pertama kali dikembangkan oleh Alexander Osterwalder dalam bukunya yang berjudul Business Model Generation. Dan dalam buku Bisnis Model Generation ini, Alexander Osterwalder mencoba menjelaskan sebuah framework sederhana untuk mempresentasikan elemen-elemen penting yang terdapat dalam sebuah model bisnis secara sederhana dan mudah dimengerti. Intinya bahwa model bisnis itu terdiri dari 9 elemen yang disebut sebagai 9 building blocks.

Bisnis Model Canvass adalah sebuah alat (tools) yang digunakan untuk mensederhanakan konsep model bisnis yang rumit dan kompleks agar dapat dimanfaatkan oleh sebuah organisasi / wirausahawan untuk membuat, mendiskusikan, dan memahami sebuah model bisnis dengan lebih sistematis.

Dalam salah satu referensi menyebutkan pengertian Model Bisnis Kanvas adalah sebuah management startegi bisnis yang memungkinkan kita untuk menggambarkan, mendesain kemudian mengerucutkan beberapa aspek bisnis menjadi satu strategi bisnis yang utuh. Jika dilihat sepintas, sebenarnya alur model bisnis kanvas nampak cukup sederhana. Secara garis besar, alurnya mengalir dari satu elemen bisnis menuju elemen penting berikutnya.

1)            Beberapa cara penggunaan BMC:

1.          Visual Thinking

Cara terbaik menggunakan BMC adalah dengan membuat poster berukuran besar dan menempelkannya di dinding. Setelah itu founder dapat menggunakan sricky note seperti post-it untuk mengisi 9 elemen. Sticky note memungkinkan group thinking karena setiap orang dalam tim dapat berpartisipasi aktif.

2.          Iterasi dengan cepat

Iterasi adalah proses dimana founder ”keluar dari kantor / ruangannya” dan mencoba memvalidasi idenya, kemudian kembali ke kantor untuk memperbaiki model bisnis dan produknya berdasarkan feedback yang didapat dari market. Dengan sifat ringkas dan menyeluruh dari BMC, founder dapat dengan cepat melakukan iterasi ini.

3.          Dengan cepat melihat kaitan 9 komponen

Dengan cara ini, tim dapat menemukan hubungan dari peluang pasar atau proposisi nilai unik. Sehingga diharapkan tim dapat mendokumentasikan ide-ide baru sebagai hipotesis baru untuk menguji BMC sebagai iterasi baru.

4.          Memaksa tim dengan ringkas menyampaikan pikirannya


Tim dipaksa menjelaskan dengan tepat dan ringkas apa yang akan mereka uji atau yang akan mereka tindak lanjuti pada iterasi berikutnya, karena informasi-informasi dicatat dengan pendek pada post-it.

5.          Memudahkan startup untuk membaginya dengan partner / rekan kerja

Karena BMC disajikan dalam bentuk poster besar dan ditempel pada dinding, maka mudah untuk berbagi melalui foto atau mengambil poster dari dinding untuk diperlihatkan pada pihak lain yang berkepentingan.

2)            Keuntungan BMC:

1.          Bisa dipakai untuk semua jenis model bisnis, seperti :travelling, restoran, hotel, perkebunan, mining, dan sebagainya.

2.          Cepat mengetahui keseluruhan kekuatan dan kekurangan bisnis.

3.          Proses analisa kebutuhan dan profit dapat dilakukan dengan cepat.

4.          Memetakan bisnis untuk mengetahui kelemahan sejak dini dan memahami kekuatan bisnis dari sudut pandang yang benar.

5.          Pemetaan BMC menggambarkan secara sistematis bisnis yang kemudian dapat digunakan untuk pengambilan keputusan pengembangan manajemen strategis bisnis.

 

 

3)            Penyebab mengapa sebuah model bisnis dapat gagal bersaing:

1.           Solving and Irrelevant Customer Jobs atau Value Proposition yang dianggap tidak penting oleh sebuah Customer Segments, yaitu sebuah Value Proposition yang tidak menyelesaikan sebuah masalah pelanggan (customer problems) meskipun Value Proposition yang telah dibuat merupakan sebuah inovasi baru atau solusi dari sebuah permasalahan pelanggan, namun solusi yang ditawarkan merupakan (produk atau jasa) dianggap kurang/ bahkan tidak penting sebelumnya oleh sebuah customer segements. Contoh:

Ø Segway sebuah produk yang inovatif namun dianggap sebagai produk yang tidak menyelesaikan sebuah customer problem.

Ø Newton sebuah produk personal assistant yang dianggap kurang penting pada waktu pertama kali diluncurkannya.

Ø Flo TV sebuah handheld tv yang kurang dapat diterima di pasar juga merupakan contoh dari sebuah Value Proposition yang tidak dianggap penting oleh sebuah Customer Segments

2.           Flawed Bisnis Model, yaitu sebuah business model yang lemah. Lemah disini dapat diartikan jika model bisnis yang telah dibuat ternyata membutuhkan biaya akuisisi pelanggan lebih besar dibandingkan dengan perolehan atau omset dari pelanggan. Meskipun Value Proposition yang ditawarkan mampu menyelesaikan sebuah customer problem namun hasil yang diperoleh tidak dapat menutupi biaya akusisi pelanggan yang dianggap terlampau tinggi.


Contoh:

·                  Customer Acquisition Cost > Customer Lifetime Value

·                  Kodak dengan Kamera Digital

3.           External Threats, yaitu ancaman dari lingkungan eksternal. Adanya ancaman dari kompetitor yang mampu menawarkan Value Proposition dengan model bisnis yang sama dengan biaya yang lebih murah, adanya keunggulan teknologi yang tidak mampu diikuti oleh sebuah organisasi disaat kompetitor menerapkan teknologi baru tersebut atau mungkin karena pertimbangan konsumen yang menganggap model binis kurang ramah terhadap lingkungan dsb.

4.           Poor Execution atau eksekusi yang lemah, yaitu meskipun sebuah model bisnis yang telah dibuat merupakan model bisnis yang benar namun karena kelemahan eksekusi dari model bisnis tersebut maka sebuah model bisnis dapat saja gagal. Lemahnya tim manajemen juga mampu menghambat dan menggagalkan sebuah model bisnis.

B.              Kerangka Bisnis Model Canvas

Sebelum membuat model bisnis kanvas, kita harus mempelajari 9 elemen penting yang mendukung kemajuan suatu bisnis. Elemen-elemen tersebut yaitu:

1.      Customer segments

Customer Segment Dalam menjalankan bisnisnya, pertama-tama organisasi harus menetapkan siapa yang harus dilayani. Customer segment adalah pembagian kelompok yang terdiri dari orang-orang atau organisasi yang ingin dibidik oleh perusahaan.

Menurut Osterwalder & Pigneur (2010, hal 20), sebuah bisnis model akan menetapkan satu atau banyak customer segments. Organisasi harus sadar dalam mengambil keputusan pelanggan yang akan dilayani atau diabaikan. Ada beberapa tipe customer segments ialah

: 1. Mass market, bisnis model yang tidak membedakan segmen pelanggan. Nilai proposisi, distribusi channel, dan hubungan dengan pelanggan hanya fokus pada pelanggan yang memiliki kebutuhan dan masalah yang sama. Tipe bisnis model ini dapat ditemukan pada sektor elektronik.

2.  Niche market, bisnis model yang target pasarnya hanya melayani segmen pelanggan tertentu. Nilai proposisi, distribusi channel, dan hubungan dengan pelanggan disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan yang spesifik. Bisnis model seperti ini dapat ditemukan pada hubungan supplier-buyer ( perusahaan suku cadang mobil bergantung pada penjualan dari perusahaan mobil).

3.  Segmented, bisnis model ini membedakan antara kebutuhan dan masalah yang berbeda pada setiap pelanggan. Bisnis model ini dapat ditemukan pada industri jam, industri obat.

4.  Diversified, bisnis model yang melayani 2 sekmen pelanggan yang tidak berhubungan dari kebutuhan dan masalahnya. Bisnis ini dapat dilihat pada Amazon.com yang memutuskan untuk memperluas bisnis retailnya dengan menjual pelayanan “cloud computing” yang melayani segmen pelanggan yang berbeda dengan nilai proposisi yang berbeda pula.


5.  Multi-sided platforms (or multi–sided markets), bisnis model yang melayani dua atau lebih sekmen pelanggan yang saling ketergantungan. Bisnis model inidapat ditemukan pada perusahaan kartu kredit yang membutuhkan banyak pemegang kartu kredit dan banyak merchants yang menerima kartu kredit tersebut.

2.      Value Propositions

Value Proposition adalah bundling (seluruh bagian) dari sebuah produk atau jasa yang bermanfaat untuk spesifik kelompok pelanggan tertentu (customer segments). Value Proposition adalah alasan mengapa sekelompok pelanggan memilih suatu nilai manfaat tertentu yang ditawarkan bila dibandingkan dengan nilai manfaat yang ditawarkan perusahaan lain. Value Propositions yang ditawarkan bisa sama dengan yang lain namun beda atribut dan fitur atau bisa juga sebuah penawaran yang baru yang lebih inovatif dan atau disruptive. Value Proposition harus mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti: Nilai tambah apa yang bisa kita tawarkan ke pelanggan? Permasalahan pelanggan mana yang ingi n diselesaikan? Kebutuhan pelanggan apa yang hendak di penuhi?

Bundling produk atau jasa apa yang di tawarkan untuk masing-masing kelompok pelanggan.

3.      Channel

Channels merupakan sarana bagi organisasi untuk menyampaikan value proporsition kepada customer segment yang dilayani. Channel berfungsi dalam beberapa tahap mulai dari kesadaran pelanggan sampai ke pelayanan purna jual. Channel menggambarkan bagaimana sebuah perusahaan mengkomunikasikan dan mendeliver nilai proposisi tertentu yang ditawarkan ke sebuah kelompok pelanggan. Channels adalah “touch point” sebuah organisasi dengan pelanggan yang berperan sangat penting dalam membangun customer experience.

Beberapa Fungsi Channels:

·  Membangun awareness diantara pelanggan tentang penawaran sebuah produk atau jasa

·  Bagaimana membantu pelanggan memilih Value Proposition dari sebuah perusahaan Memungkinkannya untuk sebuah kelompok pelanggan membeli produk atau jasa yang spesifik

·  Bagaimana men-deliver sebuah produk atau jasa

·  Menyediakan “post-purchase” customer support

Bagaimana cara untuk menjangkau segmen pelanggan yang dibidik? Bagaimana saluran distribusi segmen pelanggan yang ada sekarang? Mana yang terbaik dan saluran mana yang Cost-Efficient? Serta bagaimana caranya mengintegrasikan saluran itu dengan rutinitas pelanggan?


4.      Customer Relationships

Customer Relationship Merupakan cara organisasi menjalin ikatan dengan pelanggannya. Menurut Osterwalder & Pigneur (2010, hal. 28),

Customer Relationship dibagi menjadi 6 :

1.  Personal Assistant, merupakan komunikasi langsung antara customer dengan customer representative sehingga kualitas barang dapat terjamin.

2.  Dedicated Personal Assistant, merupakan satu customer representative hanya ditujukan untuk satu pelanggan sehingga penjelasan dapat lebih jelas dibandingkan dengan personal assistant ( contoh : asuransi).

3.  Self service, dalam hal ini pelanggan tidak melakukan kontak langsung dengan customer representative. Dalam self service dapat dijalankan dengan penggunaan Vending Machine yang menjual makanan-makanan yang dapat disajikan dalam keadaan dingin seperti salad sayur, salad buah dan minuman berprotein dan jus buah.

4.  Automated Service, merupakan perkembangan dari self-service. Sebagai contoh dibuatnya vending machine yang berfungsi untuk melihat menu makanan hari ini, untuk memesan dan untuk membayar dengan men-tap kan kartu yang telah terisi saldo

5.  Communities, sebagai wadah untuk berkumpul sebagai sharing ilmu pengetahuan, sehingga dapat membantu perusahaan dalam mengerti keinginan mereka.

6.  Co-creation, merupakan hubungan antara customer dan penjual untuk menciptakan value propotition baru, dengan contoh toko makanan membuat forum untuk meminta para pelanggan menilai dan menambahkan masukkan seperti rasa dan bentuk baru sebagai inovasi produk.

5.      Revenue Streams

Revenue Stream Merupakan komponen yang dianggap paling vital. Umumnya organisasi memperoleh pendapatan dari pelanggan. Revenue Stream pada 9 building blocks, merepresentasikan bagaimana sebuah perusahaan memperoleh cash dari setiap sekmen pelanggan. Osterwalder & Pigneur (2010, hal 30-31) menjelaskan bahwa bila customer adalah jantung dari perusahaan, maka revenue streams adalah pembuluh darahnya. Dan perusahaan perlu mempertanyakan untuk nilai seperti apa customer rela untuk membayar. Setiap revenue stream memiliki pricing mechanism yang berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya antara lain sistem tawar-menawar, pelelangan, mengikuti permintaan pasar, harga tergantung dari volume, dan sebagainya. Menurut Osterwalder & Pigneur (2010, hal 30), sebuah bisnis model dapat melibatkan dua tipe revenue streams yang berbeda, yakni:

1.  Transaction revenues yang diperoleh dari 1 kali pembayaran dari customer

2.  Recurring revenues yang berasal dari pembayaran yang masih berlanjut untuk menyampaikan value proposition kepada pelanggan (Rent,Credit, Subscription) dan menyediakan customer support setelah pembelian. Jadi, menurut Osterwalder & Pigneur (


2010, hal 30-31), pertanyaan- pertanyaan yang harus dijawab dalam revenue streams adalah untuk nilai apakah yang akan membuat customer mau untuk membayar, untuk apa mereka bayar dan bagaimana cara pembayaran, cara pembayaran apa yang mereka lebih sukai

6.      Key Activities

Key Activities Merupakan kegiatan utama organisasi untuk dapat menciptakan proposisi nilai. Menurut Osterwalder & Pigneur (2010, hal. 36-37), key activities mendeskripsikan aktifitas penting yang harus dilakukan perusahaan agar bisnis modelnya dapat berjalan dengan baik. Key activities dapat dikategorikan menjadi 3, yakni :

1.  Produksi, aktivitas ini berhubungan dengan desain, membuat dan menyampaikan produk dengan jumlah tertentu atau kualitas yang baik. Biasanya produksi didominasi oleh perusahaan manufacturing.

2.  Solusi masalah, tipe key activities yang berhubungan dengan langsung dengan solusi baru untuk masalah pada individu. Konsultasi di rumah sakit sebagai contoh. Konsultasi ini memberikan solusi yang berbeda pada tiap individu.

3.  Platform / network, bisnis model yang didominasi oleh platform/network

7.      Key Resources

Key Resourcess Merupakan sumber daya milik organisasi yang digunakan untuk mewujudkan proposisi nilai. Sumber daya umumnya berwujud manusia, teknologi, peralatan, channel maupun brand.

8.      Key Partnerships

Key Partnership Merupakan sumberdaya yang diperlukan oleh organisasi untuk mewujudkan proposisi nilai, tetapi tidak dimiliki oleh organisasi tersebut. Pemanfaatan Key Partnership oleh perusahaan dapat berbentuk outsourcing, join venture, joint operation, atau aliansi strategis. Partnership atau kemitraan adalah kesepakatan dan kerjasama antara dua belah pihak untuk mencapai suatu kepentingan bersama. Sudah menjadi strategi umum perusahaan untuk menjalin partnership yang ditujukan agar memiliki daya saing yang tinggi dari rivalnya. Menurut buku Osterwalder & Pigneur (2010, hal 38) kemitraan dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu :

1)  Strategic alliances between non-competitor

2)  Cooperation

3)  Joint ventures to develop new bussinesses 4) Buyer supplier relationships to assure reliable supplies

9.      Cost Structure

Cost Structure Merupakan komposisi biaya untuk mengoperasikan organisasi mewujudkan proposisi nilai yang diberikan kepada pelanggan. Struktur biaya yang efisien, menjadi kunci besarnya laba yang diperoleh organisasi. dalam bukunya Business Model Generation, Osterwalder & Pigneur (2010, hal 40-41), dalam block Cost Structure


ini dijelaskan seluruh biaya yang akan muncul dalam menjalankan sebuah bisnis model. Biaya yang dijelaskan biasanya adalah pos-pos biaya paling penting. Dalam aktivitas usaha untuk men-deliver Value Propositions kepada pelanggan, menjaga Customer Relationships dan men-generate Revenue, seluruhnya memerlukan biaya. Biaya-biaya itu dapat dihitung dengan mudah setelah Key Resources, key Activities dan Key Partnerships telah ditentukan. Pertanyaan-pertanyaan yang perlu dijawab dalam pos Cost Structure dalam 9 building blocks ini adalah biaya apa saja yang paling penting dan dibutuhkan untuk menjalankan suatu bisnis model, mana biaya yang paling mahal dan Key Activities apa yang paling mahal.

 

 

C.           Merumuskan Business Model Canvas

Business Model Canvas dapat dirumuskan ke dalam suatu ide bisnis dengan cara memanfaatkan Bisnis Model Canvas, diantaranya:

1.           Membangun Relasi Konsumen

Bisnis Model Canvas (BMC) penting untuk membangun relasi dengan konsumen. Relasi dengan konsumen penting agar konsumen kita tidak lari ke pesaing.

2.           Meningkatkan Penjualan

Ketika strategi marketing kita satukan melalui BMC ini, diharapkan target penjualan tercapai. Customer Segment, Chanel, Custome Relationship (3 blok di BMC) memiliki tujuan untuk meningkatkan penjualan.

3.           Menghadapi Pesaing

Hal yang tidak kalah penting ketika BMC sudah dijalankan adalah kita akan membangun bisnis yang kokoh untuk mengahadapi pesaing.

4.           Memastikan bisnis berjalan

Seringkali kita bingung memulai dan menjalankan bisnis, di BMC ini kita memasukan siapa- siapa saja yang nantinya akan mendukung bisnis kita berjalan. BMC ini penting untuk memetakan apa saja yang dibutuhkan agar bisnis kita tetap berjalan.

5.           Mempunyai Sistem Bisnis

BMC ini adalah cara yang efektif untuk membuat sistem bisnis, tujuannya membuat bisnis makin efektif dan bisa menghasilkan maksimal meskipun kita tidak berada di bisnis kita.

Berikut dilampirkan sembilan blok elemen dalam ide bisnis dengan BMC:


D.    Contoh Bisnis Canvas Online Shop Pakaian Wanita

A.            Customer Segmentation

Online shop memiliki target para pekerja diantaranya karyawan, pegawai kantor khususnya kalangan wanita yang tidak memiliki banyak waktu untuk berbelanja, untuk pergi ke Mall dan malas untuk pergi berbelanja jadi kami menyediakan berbagai jenis baju, hijab dan mukena dengan model – model terbaru, kualitas bagus, serta harga yang dapat dijangkau oleh berbagai kalangan.

B.            Value Proposition

a.           Kemudahan Berbelanja yang Menghemat Waktu

Awalnya banyak orang meghabiskan waktu untuk pergi berbelanja, sekarang waktu belanja bisa diatasi dengan adanya online shop. Kita tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk berbelanja. Cukup dengan hanya melihat handphone dan membuka social media kita sudah bisa “shoping” dan juga bisa dilakukan kapan saja tanpa harus meninggalkan suatu kewajiban yang harus dikerjakan. Apalagi bagi para wanita karier yang tentunya tidak mempunyai banyak waktu untuk berbelanja karena sibuk bekerja.

b.            Model baju, hijab dan mukena masa kini.

Jangan khawatir akan barang yang mungkin akan tak sesuai dengan harga dan tak sesuai dengan yang diharapkan. Model yang terbaru tak akan membuat pelanggan ketinggalan model – model terkini.

C.    Channel

Social Media

Online shop akan aktif di social media untuk berinteraksi dengan konsumen dan memberikan informasi terhadap produk yang ditawarkan kami. Kami memanfaatkan berbagai beberapa social media yang sedang trend di masyarakat seperti facebook, instagram dan BBM.

D.            Customer Relationship

Memiliki hubungan yang baik dengan konsumen adalah cara untuk menarik perhatian pembeli agar lebih banyak lagi. Kami memanfaatkan social media untuk berkomunikasi dengan konsumen diantaranya Facebook, Instagram dan BBM yaitu dengan cara memberikan pelayanan yang terbaik, dimana dapat memenuhi apa yang menjadi keinginan konsumen. Bukan hanya itu saja, tapi bagaimana menjadikan konsumen kembali berbelanja serta mereferensikan ke orang sekitarnya.

E.      Revenue Streams

Penghasilan yang kita dapatkan adalah berupa pembayaran via transfer dari konsumen.

F.      Key Resources


Kunci utama berjalannya kegiatan ini adalah dengan adanya “gadget”. Tanpa “gadget” proses jual beli tidak akan pernah terjadi. Karena kita memanfaatkan Hp dan Laptop sebagai sarana untuk melakukan kegiatan Online Shop ini.

G.       Key Activities

Kegiatan yang dilakukan pertama kali adalah proses marketing menarik pelanggan dengan cara mengupload gambar – gambar model baju yang kita jual di social media seperti facebook, instagram dan BBM.

H. Key Partner Supplier

Membangun hubungan yang baik dengan supplier, agar kerja sama tetap terjaga.

I.        Cost Structure

Biaya yang dikeluarkan akan berbeda berdasarkan jumlah dan harga pembelian barang ke supplier. Serta biaya – biaya lain yang akan dikeluarkan seperti biaya internet, biaya jasa pengiriman barang.


BAB III

PENUTUP


1.      Kesimpulan

Bisnis Model Canvas ( BMC ) memiliki Sembilan elemen, yaitu Customer Segment, Value Proposition, Channel, Customer Relationship, Revenue Stream, Key Resources, Keya Activities, Key Partnership dan Cost Sructure. BMC kita dapat melihat lebih akurat bagaimana usaha yang akan atau sedang dijalankan. Serta dengan BMC dapat memetakan suatu bisnis lebih sederhana dan strategis.

2.      Saran

Dengan Bisnis  Model Canvas diharapkan dapat memudahkan para pebisnis baik pemula maupun yang sudah menjalankan dalam mengetahui aspek – aspek terpenting dalam suatu bisnis



DAFTAR PUSTAKA

 

https://karinov.co.id/contoh-bisnis-model-canvas/


https://www.slideshare.net/erlinda11593/bisnis-model-kanvas


http://sucihanda.blogspot.com/2017/03/business-model-canvbmc- business.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.