Senin, Oktober 25

“CARA MENGEMBANGKAN BISNIS CANVAS"

 




I.                  PENDAHULUAN

Memiliki bisnis yang sukses adalah impian setiap pengusaha. Oleh karena itu, penting bagi pengusaha merancang bisnisnya sebaik mungkin. Salah satunya menggunakan bisnis model Canvas.

II.               PEMBAHASAN

Bisnis model canvas adalah kerangka manajemen sebuah bisnis yang dibuat untuk merancang bagaimana strategi bisnis akan dijalankan. Sesuai namanya, bisnis canvas dibuat dalam sebuah framework sederhana yang pertama kali diciptakan oleh Alexander Osterwalder, seorang entrepreneur asal Swiss, pada tahun 2005. Dengan kerangka sederhana, bisnis model canvas akan memudahkan Anda melihat gambaran tentang sebuah ide bisnis dan rencana realisasinya dengan cepat. Jadi, jauh lebih ringkas dibanding sebuah bisnis planItulah kenapa sebuah model bisnis canvas perlu dibuat untuk mendiskusikan ide bisnis yang dimiliki dan mengembangkannya. Tidak hanya itu, Anda juga bisa lebih cepat dalam mengambil keputusan apakah ide bisnis Anda menguntungkan untuk dilanjutkan atau tidak. 

9 Elemen Bisnis Model Canvas

Model Bisnis Canvas terdiri dari sembilan elemen penting dalam bisnis, yaitu:

1. Customer Segment

2. Value Propositions

3. Channel

4. Customer Relationship

5. Revenue Streams

6. Key Activities

7. Key Resources

8. Key Partners

9. Cost Structure

Dalam visualisasinya, setiap elemen diwakilkan oleh sebuah kolom atau kotak. Inilah yang kemudian dikenal dengan template bisnis model canvas.

Description: https://lh3.googleusercontent.com/L74WF43AYx2atvk6I0Wag64Fwhx31ZmmDMrd-Rz5JjB436KJIlETevsZVKVzu26dlgWGkKTZ7HgUlDkkfAHFVcHjiovsD2AjjtsAnrOZPmskcZOiuZZA7JqN_l0ar5fKVw

Dengan menggunakan template di atas, Anda dapat memvisualisasikan ide dan konsep bisnis Anda dengan terstruktur serta mendefinisikan setiap elemen dengan mudah.

Mari simak penjelasan masing-masing elemen bisnis model canvas berikut ini:

1. Customer Segment

Elemen pertama bisnis model canvas adalah segmentasi pelanggan. Jadi, Anda perlu menentukan siapa saja pelanggan yang berpotensi membeli produk Anda dulu. Hal ini penting karena tanpa konsumen yang jelas, produk Anda bisa saja tidak laku di pasaran.

Untuk memudahkan penjelasan, kami akan menggunakan contoh bisnis model canvas untuk toko buku online. 

Siapakah pelanggan potensial Anda? Tentu saja para penggemar buku, baik pelajar mahasiswa, atau masyarakat umum. Bila perlu, Anda bisa mengelompokkan mereka menjadi beberapa kategori tertentu, misalnya dari tingkat pendidikan, lokasi, dan lainnya.

Apapun itu, tentukan customer segment dengan tepat di awal. Bila perlu Anda perlu membuat buyer persona secara khusus. 

2. Value Propositions

Setelah tahu siapa calon konsumennya, Anda perlu menentukan kenapa Anda perlu membuat produk tersebut? Apa manfaatnya bagi konsumen? 

Nah, itulah yang disebut sebagai value propositions, yaitu nilai yang Anda tawarkan kepada konsumen yang akan menggunakan produk Anda. 

III.           KESIMPULAN

Dalam bisnis model canvas, value propositions bisa berupa solusi atas permasalahan yang dihadapi pelanggan. Baik solusi yang sebelumnya belum pernah ada, atau solusi dengan pendekatan baru yang lebih efektif. Jadi, upayakan membuat value yang unik.

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.