Minggu, Oktober 3

Potensi Diri

 Potensi Diri

Disusun oleh

Radius bagas yoga siswantoro (@S12-RADIUS)

 



ABSTRAK

Pemahaman diri adalah penting bagi setiap individu untuk memahami dirinya secara realistis, baik kekuatannya maupun kelemahannya. Tujuan akhir pemahaman diri adalah menerima dirinya, dirinya seperti apa adanya. Pemahaman diri didasarkan pada adanya informasi tentang diri yang akurat dan sahih. Informasi diri yang akurat akan dapat digunakan untuk bahan pertimbangan dalam pengarahan diri, penentuan dan pengambilan keputusan terkait dengan karir atau pekerjaan yang akan dimasukinya. Mengenal potensi diri dan kualitas pribadi sangat penting dalam upaya untuk memahami diri, mengarahkan diri dan juga mengembangkan diri. Metode yang digunakan dalam kegiatan  ini adalah menggunakan metode ceramah untuk memaparkan materi dan latihan kepada peserta dengan menggunakan instrumen berupa lembar kerja / lembar tugas.

PEMBAHASAN

Potensi diri paling sederhana adalah kemampuan dan kapasitas individu yang masih tersimpan dalam diri. Dengan kata lain, masih mengendap dan belum diaktualisasikan melalui perilaku, perbuatan dan aksi.

Kemampuan dan kapasitas ini bisa di bidang apa saja dan bisa berupa apa saja. Terlepas dari positif atau negatif, potensi tetaplah potensi. Keuletan, kerja keras, keberuntungan, dan bakat jika punya menentukan seberapa jauh potensi dapat diaktualisasikan.

Jenis-jenis potensi diri

1.       Kemampuan sosiologis

Yaitu kemampuan seseorang untuk peka terhadap permasalahan sosial di sekitar. Kepekaan ini mendorong dirinya untuk berpikir kritis dan emansipatoris. Simpati dan empati merupakan wujud kepekaan yang dimiliki mereka yang punya potensi kemampuan berpikir sosiologis.

Kemampuan naturalis

Yaitu kemampuan yang seseorang untuk merasa peka terhadap lingkungan alam sekitar. Orang yang punya potensi kemampuan naturalis akan merasa sakit apabila alam disakiti. Tak hanya itu, potensi ini juga dapat digambarkan dengan adanya kemampuan memahami kehidupan ekologi di bumi.

2.       Kemampuan musikal

Yaitu kecerdasan seseorang untuk menciptakan harmoni lewat suara. Suara tersebut umumnya diciptakan lewat permainan alat musik. Skill memainkan alat musik dan kecerdasan menghayati alunan nada merupakan beberapa contoh potensi yang hanya dimiliki orang tertentu.

3.       Kemampuan spasial

Yaitu kecerdasan yang berhubungan dengan pemahaman akan ruang spasial. Ruang spasial sering dikaitkan dengan pemetaan. Sopir profesional biasanya mengembangkan potensi ini. Contoh, ketika ia lewat suatu jalan yang asing, masuk ke dalam gang-gang yang sempit, ia tetap bisa keluar dari gang tanpa kesasar. Kemampuan tersebut merupakan kemampuan spasial.

4.       Kemampuan visual

Yaitu kecerdasan untuk menciptakan kreasi visual. Kreasi ini bisa berupa gambar, lukisan, atau film. Tak hanya itu, mereka yang punya potensi ini dapat memahami suatu teka-teki yang tampak secara visual, misalnya menerjemahkan makna dari sebuah lukisan.

5.       Kemampuan logika

Yaitu kemampuan seseorang untuk berpikir logis dan matematis. Potensi ini berkaitan dengan kecerdasan dalam pikirannya untuk memahami sesuatu secara numerik, termasuk menghitung dan menghapal rumus-rumus matematis. Potensi kemampuan logika bisa diperoleh dari bakat atau belajar.

6.       Kemampuan linguistik

Yaitu kemampuan individu dalam berbahasa. Kemampuan ini memiliki cakupan yang luas, tidak hanya memahami teks deskriptif, namun juga berbicara, berceramah, dan diskusi. Kemampuan ini berkaitan erat dengan kecerdasan yang dimiliki seseorang dalam mengembangkan skill aktualisasi diri secara verbal.

7.       Kemampuan kinestetik

Yaitu kemampuan seseorang dalam menggerakkan tubuhnya. Tak sekadar bergerak, namun juga mengembangkan elastisitas atau kelenturan tubuh serta mencipakan harmoni melalui gerakan-gerakan fisik yang tepat dan mempesona, seperti penari profesional.

8.       Kemampuan interpersonal

Yaitu kemampuan seseorang dalam menjalin hubungan sosial. Potensi kecerdasan seseorang yang piawai melakukan hubungan interpersonal terlihat dari kemampuannya berkomunikasi, melobi, mewawancarai orang lain atau semacamnya. Kemampuan ini adalah tentang menciptakan dan menjaga hubungan antar manusia.

9.       Kemempuan intrapersonal

Yaitu kemampuan seseorang dalam memahami, mengatur, serta memanajemen diri sendiri. Orang yang berhasil mengembangkan potensi intrapersonalnya piawai dalam mengambil keputusan, merancang visi, dan menetapkan tujuan hidup. Kemampuan intrapersonal dapat dilatih melalui upaya-upaya pengendalian emosi diri.

Cara menggali potensi diri

1.   Cari tahu apa impian anda



Hal pertama yang bisa dilakukan untuk menggali potensi diri adalah mencari tahu apa impian anda. Impian dalam hal ini bisa jadi sebuah hasrat yang ingin dicapai dengan kemampuan anda sekarang. Dengan begitu, tanpa disadari anda akan mengenali potensi diri anda dengan mengandalkan kemampuan yang menonjol dalam diri anda.

Mengetahui impian dan harapan personal dapat menjadi tolok ukur dalam memahami diri sendiri. Mungkin bagi sebagian orang hal ini nampak tidak realistis karena sekadar berangan-angan, tapi bagi seorang yang ingin menemukan potensi diri, hal ini penting dilakukan. Sebabnya, melalui proyeksi masa depan ini nantinya potensi diri akan keluar dan dapat terlihat saat proses meraih impian tersebut.

2.       Kenali kelebihan dan kekurangan anda

Selain mencari tahu impian anda, langkah lain yang bisa digunakan untuk menggali potensi diri adalah mengenali kelebihan dan kekurangan diri. Beberapa orang mungkin akan berpikir bahwa setiap potensi diri adalah kelebihan diri yang tampak. Hal itu tak salah, tetapi juga tak sepenuhnya benar. Belum tentu suatu kekurangan bukan termasuk potensi diri.

Kita perlu memahami apakah kelebihan dan kekurangan ini relevan dengan personalitas kita atau tidak. Itulah mengapa tidak setiap kelebihan akan menjadi potensi diri yang mumpuni. Kelebihan mungkin lebih cenderung berkorelasi dengan bakat, tapi belum tentu juga hal itu berarti potensi diri. Beberapa kekurangan justru kadang kala dapat menjadi potensi diri jika hal itu menunjukkan relevansi secara simultan bagi seorang individu.

3.       Ketahui apa yang anda sukai

Cara yang cukup mudah untuk mengetahui relevansi suatu hal terhadap potensi diri adalah tentang suka atau tidak suka. Seperti yang sudah dibahas di atas, setiap kekurangan belum tentu bukan potensi diri, seseorang bisa saja tidak bisa bermain basket di usia 7 tahun, tapi ia terus menyukai olahraga itu hingga ia berkembang menjadi atlet di usia 20 tahun.

Potensi diri adalah menyoal apa yang disukai dan secara terus-menerus dikembangkan. Kekurangan tentu saja bukan hambatan bagi seseorang yang menyukai sesuatu hal. Potensi diri tidak mengenal lemah atau kuat, tetapi bagaimana ia suka untuk terus mengembangkan sesuatu secara terus-menerus

4.     Berani untuk berbeda





Beberapa individu seringkali menyukai hal-hal yang nyaman dan mengikuti arus. Jika kawan-kawannya menggemari kopi, maka ia terpaksa mengikutinya. Atau jika kawan-kawan di lingkungannya menyukai genre  musik tertentu, ia pun mengikuti hal tersebut. Hal-hal semacam ini akan membuat seseorang sulit untuk menemukan potensi dirinya.

Potensi diri adalah hal yang unik, sehingga tidak masalah dengan perbedaan. Oleh karena itu, menjadi berbeda bukanlah suatu hal yang buruk. Sebabnya, melalui keberanian untuk menjadi berbeda inilah seseorang akan menjadi yakin tentang hal apa yang ia sukai dan ingin dikembangkan. Meskipun tak ada seorang pun di lingkungannya yang tertarik dengan hal itu.

5.       Berani mengahdapi kegagalan

Seperti halnya perbedaan, kegagalan seringkali amat dihindari oleh beberapa orang. Kemauan untuk senantiasa berhasil memang baik, namun jika tak pernah gagal maka seseorang itu sebenarnya belum siap untuk berhasil. Kegagalan dapat menunjukkan potensi diri karena hal ini akan menimbulkan evaluasi dan introspeksi diri. 

Melalui kedua hal inilah potensi diri dapat tergambar, entah itu gagal karena tidak berbakat atau gagal karena hanya belum pmengasah potensi saja. Justru, dengan merasakan kegagalan inilah seseorang akan diuji, sebab jika memang itu adalah potensi dirinya, ia akan senantiasa mencoba sembari mengembangkan dirinya untuk lebih baik lagi.

6.       Buat daftar achievement



Achievement atau pencapaian penting untuk diapresiasi, salah satunya adalah dengan membuat daftar pencapaian itu. Hal ini akan memudahkan seseorang untuk melakukan evaluasi terhadap hal-hal apa saja yang koheren dan relevan dengan keinginan diri sesungguhnya. Tiap pencapaian belum tentu terkait dengan potensi diri, karena hal ini bisa saja hal apapun dalam perjalanan hidup seseorang.

Melalui daftar pencapaian ini seseorang akan melihat kecenderungan mana yang ia lakukan atau telah ia capai dan hal itu membuatnya puas. Sekali lagi, kepuasan dan keselarasan hati dengan pencapaian diri merupakan salah satu hal yang hadir karena adanya potensi diri. Dari sanalah kemudian dapat dilihat bagaimana potensi diri seseorang tanpa sadar telah menuntunnya untuk mencapai berbagai hal dengan baik.

REFRENSI

1.       MODUL 5

2.       https://core.ac.uk/download/pdf/230753736.pdf

3.       https://www.studilmu.com/blogs/details/6-cara-menggali-potensi-diri

https://www.fib.unair.ac.id/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.