Senin, November 15

Hubungan Profeisonalisme dan Produktivitas

 

Bangun Pondasi Bisnis Dengan Profesionalisme untuk Peningkatan Produktivitas

Oleh Agustinus Kukuh M W (@S15_AGUSTINUS)

Email august17.kukuh@gmail.com


Abstrak

Membangun bisnis adalah membangun kepercayaan setiap elemen yang berhubungan dengan bisnis kita. Konsumen, pemasok, investor dan bahkan karyawan kita sendiri pun harus dibangun kepercayaannya. Kepercayaan adalah salah satu output dari profesionalisme. Seberapa besar profesionalisme, sebesar itu pula kepercayaan yang akan kita dapatkan. Jadi, keberlangsungan bisnis sangat bergantung pada seberapa kuat kita mempertahankan profesionalisme. Dunia bisnis tidak lepas dari persaingan, maka kita memang dituntut untuk dapat menjadi profesional agar dapat terus maju.

Karakteristik pengusaha dalam menjalankan usaha akan mempengaruhi keseluruhan proses operasi perusahaan. Dua karakteristik yang penting untuk dimiliki oleh pengusaha adalah, entrepreneurial mentality dan administrative mentality. Entrepreneurial mentality adalah kemampuan mental seseorang untuk berinovasi, memimpin, mengambil keputusan, melihat ke depan, dan menyelesaikan masalah.

Setiap manusia mendapatkan jatah waktu yang sama dalam sehari, 24 jam. Namun yang membedakan orang-orang sukses dengan orang biasa adalah masalah manajemen waktu. Mereka menggunakan waktu sebaik mungkin karena waktu adalah investasi masa depan. Apa yang dilakukan maka itu pula yang akan diraih. Termasuk waktu untuk mengembangkan diri. Karena seorang yang dianggap profesional adalah yang juga dipercaya ahli dalam bidangnya. Untuk menjadi ahli dalam bidang apapun memerlukan banyak latihan,membaca, belajar, praktek dan evaluasi secara periodik.

Kata Kunci: Membangun, profesionalisme, karakteristik, mentality

Apa itu Profesionalisme?

Secara leksikal, profesionalisme berarti mutu, kualitas, dan tindak tanduk yang merupakan ciri suatu profesi atau orang yang profesional. Dalam dunia bisnis, profesionalisme berarti menjadi pintar, efisien, ramah, dan tepat sasaran. Profesionalisme dalam berbisnis akan mempertahankan keyakinan klien bahwa mereka bekerja bersama orang-orang yang bisa dan akan menyelesaikan pekerjaannya. Profesionalisme dalam bisnis tidak hanya terbatas pada saat menghadapi klien atau pelanggan, tetapi juga bagaimana membawa diri dalam kehidupan sehari-hari di kantor bersama rekan kerja.

Berikut adalah beberapa tips untuk meningkatkan profesionalisme dalam berbinis:

  • Penampilan yang rapi untuk memberikan kesan baik

Pastikan untuk memperhatikan penampilan. Berpakaian rapi, menarik bagi klien maupun pelanggan, dan juga memberikan kesan bahwa anda memiliki profesionalisme.

  • Sikap yang baik dan etis

Bersikaplah sopan dan bertutur kata dengan baik sepanjang waktu. Sangat penting untuk menampilkan perilaku etis setiap saat untuk menunjukkan profesionalisme.

  • Dapat diandalkan

Sebagai profesional, selesaikan pekerjaan tepat waktu. Tanggapi permintaan dengan segera dan kerjakan dengan tepat waktu. Tentukan tolok ukur dan penuhilah untuk menunjukkan keandalan.

  • Kompeten

Jadilah ahli di bidangmu. Lanjutkan pendidikan, hadiri seminar, dan teruslah belajar.

  • Perbaiki komunikasi anda

Hubungan bisnis dimulai dari komunikasi dan dari sinilah profesionalisme anda akan meninggalkan kesan. Untuk surel, pastikan penulisan bahasa baik dan sopan dengan format penulisan surel yang benar, serta memiliki tanda tangan dan alamat surel profesional.

  • Etika bertelepon yang baik

Perkenalkan diri anda dengan nama, perusahaan, dan jabatan saat menjawab atau menerima telepon. Jangan mendominasi percakapan, dengarkan dengan seksama dan pahami yang lawan bicara katakan. Jangan menggunakan bahasa informal dan jaga nada bicara. Pastikan staf yang menerima telepon sudah terlatih untuk menjawab telepon dengan baik.

  • Sikap tenang

Jaga ketenangan meskipun menghadapi situasi sulit. Jika pelanggan atau klien mulai bernada tinggi, jangan bersikap sama. Redakan situasi dengan sikap bijak dan profesional.

  • Terorganisir

Jaga area anda tetap rapi dan tertata untuk memudahkan mengerjakan tugas. Perbarui jadwal janji dan bawa hanya barang yang dibutuhkan dalam tas anda.

  • Bertanggung jawab

Bertanggung jawablah atas tindakan anda dengan mengakui kesalahan dan perbaiki sesegera mungkin, serta belajar dari kesalahan.

  • Miliki situs web yang cerdas

Mintalah beberapa pengembang web untuk mengubah situs web anda dengan desain modern dan fitur yang akan memposisikan anda di puncak situs web yang cerdas.

  • Jangan mengecewakan

Pebisnis profesional tahu bahwa transaksi dengan pelanggan hanya berhasil ketika kedua belah pihak senang. Jadi jika terdapat permasalahan dalam kerja sama bisnis, pastikan anda memberikan kompensasi dan penyelesaian yang tepat, sehingga kedua belah pihak merasa senang dan puas dengan kerja sama tersebut.

Bagaimana mempertahankan profesionalisme ini dimulai dari pertama kali merencanakan bisnis. Hal ini sangatlah berkaitan. Perencanaan bisnis yang matang akan membuat kita semakin lebih mudah untuk mempertahankan profesional dengan sistem yang telah terstruktur rapi dari awal. Seperti sistem pembukuan, sistem supply bahan baku, sistem pelayanan, sistem kerjasama dan lain-lain. Perencanaan yang sukses sama artinya dengan merencanakan kesuksesan. Dan perencanaan yang gagal berarti sedang merencanakan kegagalan untuk bisnis kedepannya. Mitra dan konsumen kita pun akan lebih percaya pada profesionalisme bisnis diri kita jika melihat bisnis yang memiliki sistem terstruktur.

Bila sikap profesionalisme tersebut sudah mendarah daging menjadi kebiasaan maka akan lebih mudah mempertahankan profesionalisme tersebut. Misalnya seperti kita yang sudah terbiasa tersenyum saat bertemu orang tidak akan kikuk lagi untuk tersenyum ketika menghadapi mitra atau konsumen. Profesionalisme merupakan kumpulan dari sikap-sikap positif. Maka kita harus  menempa diri menjadi pribadi yang positif dan berusaha mengurangi kebiasaan negatif. Sehingga kita bukan sedang berjuang mempertahankan profesionalisme, namun hanya sedang menjalankan kebiasaan positif dalam diri seperti biasanya dengan ringan hati.


 

Faktor yang mempengaruhi produktivitas usaha.

Inovasi merupakan hal yang penting untuk berkembangnya perusahaan. Selain inovasi, produktivitas juga menjadi tolak ukur yang penting agar inovasi dapat terus dilakukan. Produktivitas pada akhirnya mendukung keseluruhan proses operasi keseluruhan perusahaan. Berikut adalah 3 faktor utama yang harus diperhatikan untuk meningkatkan produktivitas usaha:

1. Karakteristik Pengusaha

Seorang pengusaha dengan entrepreneurial mentality yang tinggi biasanya berjiwa mandiri, individualistis, dan berpikir positif.

Administrative mentality sendiri dibagi menjadi dua, yaitu analytical ability dan ability to the reality. Analytical ability mencakup kemampuan seseorang untuk mengumpulkan informasi, berpikir sistematik, kalkulasi data, dan memecahkan masalah. Ability to the reality mencakup kemampuan seseorang untuk bekerja sama, berpikir rasional, konsisten, dan stabil.

2. Strategi

Strategi yang baik adalah strategi yang mendukung visi dan misi perusahaan. Bisnis yang kecil dan menengah (UKM) harus memiliki strategi pemasaran yang berbeda dengan perusahaan besar pada umumnya. Strategi tersebut harus dapat disesuaikan dengan target pasar di daerah yang berbeda. Karena biaya pemasaran UKM yang terbatas, maka diperlukan kreativitas untuk merancang strategi pemasaran yang tepat dengan biaya yang rendah atau bahkan tanpa biaya.

3. Performa Bisnis

Performa bisnis akan menentukan berkembang atau tidaknya suatu perusahaan. Perusahaan dengan performa yang baik akan memiliki tingkat penjualan, keuntungan dan pengembalian modal yang tinggi, turnover karyawan yang rendah, dan luasnya pangsa pasar yang diraih. Karakteristik pemilik, strategi perusahaan, dan performa bisnis merupakan 3 hal yang berhubungan dan mempengaruhi satu sama lain. Pengusaha yang baik akan membuat strategi bisnis yang mencerminkan visi dan misi perusahaan, yang pada akhirnya akan meningkatkan performa perusahaan.

Mind Mapping



 


Kesimpulan

Kenalilah diri dan jadilah diri sendiri, maka dengan begitu kita akan tahu apa kekuatan dan kelemahan diri ini. Seorang yang profesional bukanlah yang tidak memiliki kelemahan. Namun ia yang paham akan kekuatan dan kekurangannya serta bisa mengelola kedua sisi tersebut. Salah satu tantangan mempertahankan profesionalisme adalah hanya paham namun belum dijadikan kebiasaan. Mengapa perlu dijadikan kebiasaan? Karena bila sikap profesionalisme dilakukan hanya sekedar tuntutan akan terasa berat dan seperti menggunakan topeng. Ada pepatah yang mengatakan bahwa mempertahankan lebih sulit daripada membangun. Namun yang pasti, membangun maupun mempertahankan punya tantangannya masing-masing.

Seorang yang profesional akan melakukan evaluasi berkala untuk mengukur keberhasilan perencanaannya dan membuat strategi baru dari pembelajaran evaluasi tersebut. Fokus pada hal penting menjadi bagian dalam evaluasi tersebut sehingga akan membantu Anda untuk tetap konsisten dengan tujuan. Oleh karena itu evaluasi berkala menjadi bagian penting dalam rangka mempertahankan profesionalisme.

 Referensi

asaro9.wordpress.com
ejournal.unikama.ac.id

https://www.jurnal.id/id/blog/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-produktivitas-usaha-anda/ 

https://zahiraccounting.com/id/blog/4-cara-mempertahankan-profesionalisme-dalam-bisnis/ 


 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.