Senin, November 15

Memahami Pentingnya Product Development Dalam Usaha & Bisnis

 

Oleh : Alwan Nurfadli @S13-ALWAN


Menurut Philip Kotler dan Kevin Lane Keller “pengembangan produk adalah strategi untuk pertumbuhan usaha dengan menawarkan produk baru atau yang dimodifikasi ke segmen pasar yang sekarang. Mengembangkan konsep produk menjadi produk fisik untuk meyakinkan bahwa gagasan produk dapat diubah menjadi produk yang dapat diwujudkan”.

 Menurut Henry Simamora, “pengembangan produk adalah proses pencarian gagasan untuk barang dan jasa baru dan mengkonversikannya kedalam tambahan lini produk yang berhasil secara komersial”. Pencarian produk baru didasarkan pada asumsi bahwa para pelanggan menginginkan unsur-unsur baru dan pengenaan produk baru akan membantu mencapai tujuan bisnis/usaha

Mengapa product development penting bagi sebuah Bisnis/usaha? Pada dasarnya, zaman terus berkembang. Teknologi dan tren pun terus berganti. Setiap usaha atau bisnis harus menggabungkan kreativitas, penemuan, dan ide untuk mengembangkan sebuah produk yang bisa terus disukai pelanggan. Ketiga hal tersebut tergabung dalam product development.

 

Tahapan Product Development

  1.   Mengumpulkan Ide

Tahap pertama dalam melakukan product development adalah mengumpulkan ide. Kumpulkan idemu dan rekan-rekan satu tim. Selain ide produk, kamu juga harus mengumpulkan ide cara mengembangkan produk tersebut untuk keperluan komersial.

2. Evaluasi ide

Setiap orang tentu setuju dengan idenya masing-masing. Namun, dalam product development, kamu dan timmu harus bisa saling mengevaluasi ide satu sama lain.Berikan pendapat yang objektif tentang ide pengembangan produk yang disampaikan tiap anggota. Selain itu, ada beberapa metode evaluasi lain yang bisa kamu gunakan, seperti Preliminary Innovation Evaluation System (PIES).

3. Menjaga ide

Setelah ide sudah terkumpul dan evaluasi selesai, jagalah ide tersebut baik-baik. Jangan sampai kompetitor mengetahui dan mengikuti idemu. Beberapa cara untuk menjaganya adalah dengan menetapkan copyright, hak paten, dan trade secrecy.

4. Riset dan pengembangan

Tahap product development selanjutnya adalah riset dan pengembangan (R&D). Pada tahap ini, kamu perlu menguji kegunaan dan berbagai fitur dari produkmu. Kamu juga perlu menyempurnakan desain hingga sesuai dengan keinginan pelanggan.

5. Promosikan produk

Jika semua tahap sudah kamu lakukan dengan baik, produk terbarumu siap diluncurkan. Di sini tim marketing akan menjalankan fungsi mereka.

Mengapa Product Development Penting Dalam Usaha dan Bisnis /

 

Ø  Produk atau jasa baru dapat membuka pasar yang benar-benar baru.

Ø  Produk atau jasa baru bisa menggantikan produk yang ada saat ini.

Ø  Mengambil alih produk atau jasa lama yang masih ditawarkan

Ø  Mampu melebarkan pasar.

Ø  Mengantarkan usaha atau bisnis ke pasar atau segmen baru.

Ø  Meningkatkan hubungan antara usaha dengan para distributornya,

Ø  Mempertahankan atau meningkatkan pangsa pasar dalam berbisnis.

 

 

Kapan Sebuah Usaha/Bisnis Harus Melakukan Product Development

1. Pertumbuhan melambat

Setiap usaha/bisnis tentu berharap adanya pertumbuhan yang signifikan dari waktu ke waktu. Namun jika kamu menemukan bahwa pertumbuhan bisnismu terus melambat, bisa jadi ini tanda bahwa kamu perlu melakukan product development.

2. Permintaan berkurang

Tanda lain bahwa perusahaanmu harus melakukan product development adalah ketika permintaan berkurang. Padahal, perusahaanmu telah melakukan berbagai upaya pemasaran yang kamu anggap menarik.

3. Pelanggan berharap perubahan besar

Semua perusahaan perlu mendengarkan feedback dari pelanggan. Berbagai masukan tersebut dapat menjadi pertimbangan besar bagi perusahaan untuk menentukan langkah yang harus diambil.

4. Ada kompetitor baru

Kompetitor adalah hal yang biasa dalam suatu bisnis. Namun, kamu harus tetap waspada saat mendengar ada kompetitor baru. Bisa jadi mereka hadir dengan produk dan inovasi yang lebih disukai oleh pelangganmu. Dengan begitu, mereka akan beralih ke kompetitor baru tersebut. Maka, fungsi product development di sini adalah agar pelangganmu tetap setia pada produk yang kamu tawarkan.

5. Kompetitor mulai meninggalkan pasar

Sekilas, kompetitor yang mulai meninggalkan pasar memang terkesan baik. Kamu bisa mengambil alih pasarnya dan menjadikan pelanggan mereka sebagai pelanggan barumu.Namun, jika didalami, situasi ini bisa jadi pertanda sesuatu yang kurang baik. Bisa jadi kompetitor mulai meninggalkan pasar karena pelanggan sudah tidak tertarik lagi dengan sektor yang kalian jalani.


Referensi:

v  Philip Kotler dan Kevin Lane Keller, Manajemen Pemasaran, Jilid II., Ed. 12., Terj. Benjamin Molan, (Jakarta: Prenhallindo, 2007), hal. 320.

v  Henry Simamora, Manajemen Pemasaran..., hal. 411

v  https://glints.com/id/lowongan/product-development-adalah/#.YZJiw2AxfIU

v  https://www.jojonomic.com/blog/product-development/



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.