Minggu, November 14

“MEMBANGUN PROFESIONALITAS DALAM RANGKA PRODUKTIVITAS KERJA”

 

Oleh :

Debi Kurniawan ( @S07-DEBI )

Abstrak: Dalam rangka terciptanya berbagai peningkatan produktivitas didalam lingkungan pekerjaan, tentu tidak dapat dilepaskan dari berbagai faktor yang mampu mendukung  terciptanya situasi yang baik didalam sebuah perusahaan. Salah satu faktor pendukung tersebut yaitu; profesionalitas, dimana hal tersebut sangat penting untuk dilakukan, karena berbagai kendala yang terjadi didalam sebuah perusahaan, dipengaruhi oleh sikap profesionalisme yang kurang berkembang dan menjadi budaya  didalam lingkungan perusahaan tersebut. Sangat penting bagi setiap individu untuk menerapkan budaya sikap yang profesional, dengan didorong semangat dan etos kerja yang tinggi sehingga tercipta situasi lingkungan kerja yang baik.

Kata kunci: profesionalitas, produktivitas, budaya semangat dan etos kerja.

Pendahuluan

Profesionalisme adalah sebuah istilah atau sebutan yang diberikan kepada seseorang yang dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang besar serta menjalankan amanah yang diberikan seseorang untuk dijalankan dengan baik dan penuh tanggung jawab.

Pentingnya sikap profesionalisme menjadikan individu pekerja untuk lebih bisa memanfaatkan berbagai kemungkinan yang dapat dilakukan untuk menciptakan produktivitas yang baik bagi individu tersebut, dan tentu saja menghasilkan dampak positif  di dalam lingkungan kerja mereka.

Faktor yang tidak kalah penting adalah Profesionalisme menjadi sebuah wadah yang sangat diperlukan, karena tanpa adanya hal tersebut maka akan muncul kecemburuan sosial dalam suatu bidang pekerjaan, selain itu, sikap profesionalisme sendiri membutuhkan sebuah tanggung jawab besar dan gigih kepada setiap Kader maupun anggota dan pengurus untuk bertanggung jawab atas tugas atau pekerjaan yang dilakukan yang telah diserahkan kepadanya dan harus menyelesaikan secara maksimal.

Nilai-nilai Profesionalitas

Kita sering bicara profesionalitas untuk pemegang profesi tertentu, namun nilai yang terkandung didalamnya bisa berlaku bagi siapa saja.

Nilai profesional itu mencakup pelayanan, rendah hati dan Integritas. Nilai pelayanan berperan untuk berkontribusi bagi orang lain. Rendah hati yaitu sifat tidak sombong, memandang diri secara wajar, tidak memandang diri paling penting, tidak berlebihan bicara tentang kemampuan dan kepunyaanya. Integritas adalah kejujuran dan moralitas yang dipegang teguh.

Penciptaan nilai profesional dimulai dari menciptakan pelayanan, memperbesar rendah hati, melanggengkan integritas. Ini adalah tiga elemen utama seorang profesional.

Ciri-ciri Profesionalitas Dalam Bekerja.

Ciri-ciri khusus bagi seorang karyawan yang menerapkan budaya profesionalitas didalam pekerjaannya antara lain yaitu :

a.   Memiliki ilmu pengetahuan dan pengalaman yang luas, serta memiliki kecerdasan khusus untuk dapat melakukan analisis untuk setiap permasalahan yang terjadi dan peka terhadap situasi.

b.     Berorientasi kepada masa depan, sehingga setiap individu mampu memiliki keahlian dalam mengantisipasi perkembangan lingkungan yang ada saat ini dan dimasa depan.

c.  Mampu menjadi pribadi yang ber- integritas, yaitu dengan mengutamakan prinsip dasar yang mengedepankan nilai-nilai kebenaran, keadilan dan kejujuran serta bertanggung jawab.

d.      Memilki keterampilan yang sangat tinggi pada bidang-bidang tertentu, atau memiliki skill yang kompeten di dalam mengoperasikan alat tertentu.

e.   Memiliki sikap yang mandiri, dan yakin terhadap kemampuan individu yang dimilki serta terbuka untuk bisa menghargai pendapat dari orang lain.

f.    Mampu memotivasi diri sendiri dan orang yang ada disekitarnya. Yaitu dengan menjadikan situasi yang sulit sebagai tantangan dalam membangun kualitas diri untuk kedepannya. 

Apa Saja Yang Perlu Dilakukan

Hal-hal yang perlu Dilakukan untuk meningkatkan profesionalitas kerja didalam lingkungan perusahaan antara lain :

1.   Menyelenggarakan kegiatan pelatihan untuk peningkatan kemampuan para karyawan secara bertahap dan berkesinambungan.

2.      Beri kesempatan bagi para karyawan mendapatkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi

3.   Memberikan kesempatan bagi karyawan pilihan untuk bisa lebih meningkatkan pengetahuan mereka dengan melakukan berbagai studi banding, baik dalam negeri ataupun luar negeri.

4.    Selenggarakan kegiatan seminar atau workshop yang berkaitan dengan peningkatan kualitas tenaga kerja karyawan.

5.  Menyediakan fasilitas dan bantuan dana kepada para karyawan yang berprestasi untuk meningkatkan keahlian di bidangnya.

Pengaruh Profesionalitas terhadap Produktivitas kerja

Menurut Sukarno (1995), mengemukakan teori tentang hubungan profesionalisme terhadap produktivitas kerja yaitu profesionalisme ini sangat mempengaruhi kehidupan seseorang secara keseluruhan mulai dari kehidupan dalam keluarga, pekerjaan, sampai interaksi dengan lingkungan sosialnya. Oleh karena itu kecerdasan emosional berpengaruh juga pada cara seseorang menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan keluarga, pekerjaan maupun interaksi dengan lingkungan sosial.

Produktivitas Kerja

Produktivitas kerja merupakan suatu ukuran yang membandingkan suatu kulaitas dan kuantitas seorang tenaga kerja dalam satuan waktu untuk memperoleh hasil kerja yang efektif dan efisien dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada.

Faktor-faktor yang berpengaruh Terhadap Produktifitas Kerja.

Bagi seorang pekerja, tentu harus dapat lebih memahami berbagai hal yang dapat menigkatkan produktifitas kerja bagi diri mereka sendiri, Dari bukunya yang berjudul Manajemen Sumber Daya Manusia (2003), Ambar Teguh Sulistiyani dan Rosidah menyatakan ada faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas, di antaranya adalah:

1.      Pengetahuan (knowledge), Dengan pengetahuan yang luas dan pendidikan yang tinggi, seorang pegawai diharapkan mampu melakukan pekerjaan dengan baik dan produktif.

2.  Keterampilan (skill), merupakan kemampuan dan penguasaan teknis operasional mengenai bidang tertentu yang bersifat kekaryaan. Dengan keterampilan yang dimiliki seorang pegawai, diharapkan mampu menyelesaikan pekerjaan secara produktif.

3. Kemampuan (abilities), Salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja adalah kemampuan. Abilities atau kemampuan terbentuk dari sejumlah kompetensi yang dimiliki oleh seorang pegawai.

4.  Perilaku (behaviors), dengan perilaku yang baik, tentu akan  menghasilkan produktivitas kerja yang baik pula.

5.    Sikap (Attitude), dengan sikap yang baik, akan berdampak baik pula pada lingkungan kerja disekitar kita dan dapat berdampak baik pada produktifitas karyawan tersebut.

Kesimpulan

Sebagai seorang karyawan, sikap profesional tentu harus dapat diterapkan dalam lingkungan pekerjaan mereka, sikap profesionalitas dapat terjadi jika didukung oleh sikap,   perilaku, integritas yang didorong oleh kemampuan dalam ilmu pegetahuan, keterampilan, yang berorientasi pada masa depan. Sehingga peningkatan produktivitas didalam pekerjaan dan tanggung jawab dapat dilakukan secara maksimal.

Referensi : 

https://www.kompasiana.com/amp/ifan49419/5f0710c1d541df617c5450a2/profesionalitas-loyalitas-dan-totalitas

https://adjatwiratma.wordpress.com/2015/05/09/nilai-profesionalitas/

https://www.talenta.co/blog/cerita-talenta/profesionalitas-dalam-bekerja/

https://glints.com/id/lowongan/meningkatkan-produktivitas-kerja/#.YZCl5VMxedM


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.