Senin, November 8

PERAN KEWIRAUSAHAAN DALAM MEMBANGUN KETAHANAN EKONOMI BANGSA

 



 

ABSTRACT

 

Entrepreneurship is entrepreneurship aimed at the interests of the community, not just maximizing personal profit. Social entrepreneurship is commonly called 'community development' or 'social purpose organizations' (Tan, 2005: 1). According to J. Gregory Dees, Professor of Social Entrepreneurship at Duke University who said that social entrepreneurship is a reformer or revolutionary social sector (education, health, economic development, environment, arts and so on). According to Bill Drayton, CEO and Chair of Ashoka, social entrepreneurs are individuals who have innovative solutions to overcome social problems by changing systems, providing solutions and influencing people to make changes. The development of the business world today requires independent, creative and innovative human resources to face competition. The mission of creating these innovative values is by empowering the community through research / study and service / counseling for the creation of creative social entrepreneurs. Universities must be sensitive and care about the problems faced by the community by doing real activities. This process is a way to establish an emotional bond so that graduates will have meaning and value to form graduates who have high social entrepreneurship. It is necessary to create a conducive and real environment in the University to equip graduates.

 

ABSTRAK

 

Kewirausahaan adalah kewirausahaan yang ditujukan untuk kepentingan masyarakat bukan sekadar memaksimalkan keuntungan pribadi. Kewirausahaan sosial biasa disebut 'pengembangan masyarakat' atau “organisasi bertujuan sosial' (Tan, 2005:1).  Menurut J. Gregory Dees, Professor of Sosial Entrepreneurship at Duke University yang mengatakan bahwa wirausaha sosial adalah pelaku reformasi atau revolusi sektor sosial (pendidikan, kesehatan, pengembangan ekonomi, lingkungan, seni dan sebagainya). Menurut Bill Drayton, CEO and Chair of Ashoka, wirausaha sosial adalah individu yang memiliki solusi inovatif untuk mengatasi masalah sosial dengan cara mengubah sistem, memberikan solusi dan memengaruhi masyarakat untuk melakukan perubahan. Perkembangan dunia usaha saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang mandiri, kreatif dan inovatif untuk menghadapi persaingan. Misi penciptaan nilai-nilai inovatif ini dengan melakukan pemberdayaan masyarakat melalui penelitian/kajian dan pengabdian/penyuluhan bagi terciptanya social entrepreneur yang kreatif. Perguruan Tinggi harus peka dan peduli pada persoalan yang dihadapi masyarakat dengan melakukan kegiatan nyata. Proses ini sebagai cara untuk menjalin ikatan emosional sehingga para lulusan sarjana nantinya  mempunyai arti dan nilai untuk membentuk lulusan yang memiliki social entrepreneurship yang tinggi Perlu diciptakan lingkungan di Universitas yang kondusif dan nyata untuk membekali lulusannya.

 

PENDAHULUAN

 Pemerintah dan seluruh stake holder yang terlibat merupakan unit yang bertugas melakukan riset, membina, dan mengembangkan UKM, agar memiliki wawasan dan pengetahuan tentang kewirausahaan. Berbagai aktivitas yang dilakukan oleh beberapa kementrian dengan tujuan untuk mengembangkan budaya social kewirausahaan di lingkungan akademik dan masyarakat. Salah satu upayanya dengan melakukan pemanfaatan hasil  social entepreneurship research.Penumbuhkembangan wirausaha sosial dalam pendidikan perguruan tinggi akan menjanjikan terciptanya sumber daya manusia yang tangguh dan memiliki integritas social dalam berpikir dan bertindak, sehingga mampu menciptakan lapangan pekerjaan dengan nilai-nilai social yang tinggi.

 Pusat Pengembangan Kewirausahaan di perguruan tinggi merupakan salah satu pusat studi yang berperan sebagai wadah pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi bagi para civitas akademika yang memiliki pengetahuan entrepreneurship. Berbagai alternative kegiatan yang dapat dilaksanakan, agar perguruan tinggi menjadi pusat kajian dan pengembangan kewirausahaan yang mandiri, inovatif, profesional serta mampu memberi solusi terhadap permasalahan masyarakat lokal dan perkembangan global. Upaya tersebut diharapkan untuk menciptakan sumber daya manusia yang tangguh sehingga mampu menciptakan lapangan kerja bagi para lulusan PT maupun pembinaan dan pendampingan kegiatan usaha ekonomi masyarakat.

KAJIAN TEORITIS

 Richard Cantillon (1775), misalnya, mendefinisikan kewirausahaan sebagai pekerjaan itu sendiri (wirausaha). Seorang pengusaha membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang beresiko atau ketidakpastian.Robbin & Coulter, Kewirausahaan adalah proses dimana seorang individu atau kelompok individu menggunakan upaya terorganisir dan peluang dan menciptakan nilai untuk tumbuh untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui inovasi dan keunikan, tidak peduli sumber daya apa yang digunakan saat ini.Frank Knight, Seorang pengusaha mencoba untuk memecahkan dan memprediksi perubahan di pasar. Penjelasan ini menekankan peran pengusaha dalam menghadapi ketidakstabilan di dinamika pasar. Seorang majikan diwajibkan untuk melakukan semua fungsi manajerial dasar seperti pengawasan dan bimbingan.  

 

PEMBAHASAN

 Wirausaha secara historis sudah dikenal sejak diperkenalkan oleh Richard Castillon pada tahun 1755. Di luar negeri, istilah kewirausahaan telah dikenal sejak abad 16, sedangkan di Indonesia baru dikenal pada akhir abad 20. Beberapa istilah wirausaha seperti di Belanda dikenadengan ondernemer, di Jerman dikenal dengan unternehmer.Pendidikan kewirausahaan mulai dirintis sejak 1950-an di beberapa negara seperti Eropa, Amerika, dan Kanada.Bahkan sejak 1970-an banyak universitas yang mengajarkan kewirausahaan atau manajemen usaha kecil. Pada tahun 1980-an, hampir 500 sekolah di Amerika Serikat memberikan pendidikan kewirausahaan.DI Indonesia, kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja.Sejalan dengan perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi, pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat kewirausahaan menjadi berkembang.

 Kewirausahaan adalah hal-hal yang terkait dengan wirausaha. Sedangkan wira berarti keberanian dan usaha berarti kegiatan bisnis yang komersial atau non-komersial, Sehingga kewirausahaan dapat pula diartikan sebagai keberanian seseorang untuk melaksanakan suatu kegiatan bisnis. Kewirausahaan secara umum adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru atau kreatif dan berbeda (inovatif) yang bermanfaat dalam memberikan nilai lebih.Dalam bahasa Inggris wirausaha adalah enterpenuer, istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Richard Cantillon, seorang ekonom Prancis. Menurutnya, entrepreneur adalah “agent who buys means of production at certain prices in order to combine them”. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, ekonom Perancis lainnya- Jean Baptista Say menambahkan definisi Cantillon dengan konsep entrepreneur sebagai pemimpin.

 Secara umum banyak sekali definisi yang dikemukakan oleh para ahli, mengenai kewirausahaan, dibawah ini akan saya kemukakan beberapa pendapat tersebut, yang diambil dari berbagai sumber : Harvey Leibenstein (1968, 1979), mengemukakan, kewirausahaan mencakup kegiatan-kegiatann yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya. Penrose (1963) : Kegiatan kewirausahaan mencakup indentifikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi. Kapasitas atau kemampuan manajerial berbeda dengan kapasitas kewirausahaan. Frank Knight (1921) : Wirausahawan mencoba untuk memprediksi dan menyikapi perubahan pasar. Definisi ini menekankan pada peranan wirausahawan dalam menghadapi ketidakpastian pada dinamika pasar. Seorang wirausahawan disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerial mendasar seperti pengarahan dan pengawasan.

 Pada saat ini Negara Indonesia masih dikatakan sebagai Negara berkembang. Hal ini disebabkan oleh berbagai masalah yang terdapat di Indonesia. Misalnya pendapatan penduduk yang rendah, banyaknya pengangguran,dan kondisi ekonomi dan sosial yang tertinggal dibandingkan dengan Negara maju. Banyak hal yang harus dibenahi pemerintah Indonesia untuk dapat meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya. Padatnya penduduk di Kota besar seperti Jakarta misalnya, menyebabkan sempitnya lapangan pekerjaan. Oleh karena itu, penduduk yang tidak memiliki pekerjaan yang tetap dan tidak memiliki kemampuan berwirausaha akan memiliki pendapatan yang rendah dan tidak dapat mencukupi kebutuhan keluarganya. Jika hal ini belum dapat terselesaikan maka perkembangan perekonomian di Indonesia tidak akan mengalami peningkatan dan Indonesia tidak dapat menjadi Negara maju. Oleh karena itu, jiwa kewirausahaan penduduk Indonesia harus ditingkatkan untuk membantu mengembangkan perekonomian Negara Indonesia. Kewirausahaan dikatakan sebagai salah satu faktor yang dapat mendorong peningkatan perekonomian Indonesia karena memiliki beberapa alasan. Diantaranya dapat meningkatkan kreatifitas dan kemampuan masyarakat dalam menyalurkan ide dan kreasinya, masyarakat tidak bergantung kepada pemerintah seperti PNS (Pegawai Negeri Sipil), dan juga dapat menarik investor Negara asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia apabila kewirausahaan berjalan dengan baik. Jumlah wirausaha di Indonesia pada saat ini masih menunjukan presentase yang sangat kecil, yaitu belum mencapai 4%. Padahal, untuk dapat dikatakan sebagai Negara maju jumlah wirausaha di suatu Negara harus berjumlah minimal 5% dari total jumlah penduduk. Indonesia masih jauh tertinggal oleh Negara- Negara tetangga yang memiliki jumlah wirausaha lebih tinggi. Seperti Singapura yang merupakan Negara dengan jumlah wirausaha tertinggi di ASEAN, kemudian Malaysia. Memprihatinkan memang, mengingat Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah. Hal ini dikarenakan kurangnya inovasi dan kreativitas penduduk Negara Indonesia dalam memanfaatkan sumber daya tersebut. Untuk dapat berwirausaha dibutuhkan kemauan dan niat yang kuat. 

 

SIMPULAN

 Mayoritas penduduk Indonesia memilih bekerja di kantor pemerintahan karena berfikir menjadi wirausaha kurang menjanjikan dan memiliki resiko yang lebih tinggi. Sedangkan di Negara maju seperti Amerika Serikat, penduduk di Negara tersebut hanya berjumlah 6% yang ingin bekerja di kantor pemerintahan. Dan pada tahun 1990-an, diketahui 60% pelajar SMA di Amerika ingin menjadi pengusaha.Jika hal-hal tersebut terus dibiarkan, kewirausahaan di Indonesia tidak akan berkembang dan tidak dapat meningkatkan perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, dibutuhkan perhatian pemerintah serta kesadaran masyarakat dalam mengembangkan bidang kewirausahaan. Karena dengan berkembangnya kewirausahaan, dapat mengembangkan perekonomian Negara. Contohnya, bertambahnya devisa Negara karena banyaknya investor yang menanamkan modalnya di Indonesia. Penduduk dapat membantu mewujudkan peningkatan perekonomian dengan berwirausaha dan memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia di Indonesia. Dengan demikian omset dari usaha tersebut dapat menentukan pajak yang akan membantu menambah pendapatan Negara. Perkembangan kewirausahaan juga dapat mengurangi jumlah pengangguran, jika demikian Negara Indonesia dapat terus berkembang bahkan menjadi Negara maju.

 

REFERENSI

Byers, T.H., Dorf, R.C., and Nelson, A.J. 2010. Technology Ventures, From Idea to Enterprise.

McGraw-Hill. New York.

SEDS Project. 2016. Handout Roll-Out Workshop, Materi 1 Rancangan dan Penyampaian Kewirausahaan Terapan. Humber, Global Affairs Canada.

Nasution, Arman Hakim, dkk. 2011. Entrepreneurship, Membangun Spirit  Technopreneurship.

Andi Publisher. Yogyakarta, Indonesia.

Robbins, S. dan M. Coulter. 2004. Manajemen. Edisi ke 7. PT. Indeks. Jakarta.

Pekerti, A. 2008. Strategic Change Leader: Pemimpin Perubahan Organisasi. PPM.  Jakarta.

Rhenald Kasali, dkk. 2010. Modul Kewirausahaan untuk Program Strata 1. Kerjasama Rumah Perubahan dan Mandiri. Hikmah. Jakarta Selatan.

Malayu S.P. Hasibuan. 2016. Manajemen Sumber Daya Manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.