Senin, November 8

KEWIRAUSAHAAN SEBAGAI PONDASI EKONOMI NEGARA

 

Oleh : Annisa Suci Kurniawati

(@S08-ANNISA)



ABSTRAK

Globalisasi telah bergerak semakin cepat dan maju, banyak inovasi serta terobosan baru untuk mengubah peradaban yang ada termasuk dalam berwirausaha. Bangsa Indonesia pun harus bekerja keras dan kreatif jika ingin survive dan menang dalam persaingan.  Setiap perusahaan dan instansi pemerintah, terutama para pemimpinnya, harus berpikir terus untuk selalu menemukan sesuatu yang baru yang lebih baik dan efisien, agar menang dalam persaingan jika tidak ingin “dimakan” oleh negara lain.  Kritik yang menyatakan bahwa bangsa Indonesia kurang kreatif harus ditanggapi dengan serius dan hal itu harus dianggap sebagai tantangan, wirausaha adalah pencipta kekayaan  melalui inovasi, pusat pertumbuhan pekerjaan dan ekonomi, dan pembagian kekayaan yang bergantung pada kerja keras dan pengambilan resiko (Bygrave, 2004). Ini berarti bahwa kewirausahaan sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi.

Kewirausahaan bukanlah sesuatu yang baru dalam ekonomi. Istilah kewirausahaan telah dilakukan setidaknya sejak 150 tahun yang lalu, dan konsepnya telah ada sejak 200 tahun lalu (Bygrave, 2004)

Kata kunci : kewirausahaan,pertumbuhan ekonomi

PENDAHULUAN

Wirausaha adalah seseorang yang mandiri, yaitu orang yang memilki perusahaan sebagai sumber penghasilannya. Dengan kata lain ia tidak menggantungkan dirinya kepada orang lain. Untuk mendirikan perusahaanya ia menghimpun sumber-sumber atau faktor produksi dan menyusun organisasi perusahaan. Karena tindakan-tindakan itu mempunyai dampak pertama kepada dirinya sendiri, yaitu menciptakan lapangan pekerjaan kepada masyarakat dan pemerintah, yaitu menciptakan lapangan kerja bagi tenaga kerja yang lain serta penghasilan, mengerjakan sumber-sumber bahan baku yang belum digunakan sehingga menjadi bermanfaat bagi masyarakat, menciptakan teknologi sehingga menambah akumulasi untuk teknologi yang sudah ada dalam masyarakat, mendorong investasi dibidang-bidang lain, memperluas dasar pajak bagi pemerintah dan meningkatkan citra bagi suatu bangsa, sehingga secara keseluruhan mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Seorang wirausaha memiliki peran sangat besar dalam melakukan wirausaha. Peran wirausaha dalam perekonomian suatu negara adalah:

  1. Menciptakan lapangan kerja
  2. Mengurangi pengangguran
  3. Meningkatkan pendapatan masyarakat
  4. Mengombinasikan faktor-faktor produksi (alam, tenaga kerja, modal, dan keahlian)
  5. Meningkatkan produktifitas nasional
  6. Mendorong pertumbuhan ekonomi
  7. Mengurangi kesenjangan ekonomi dan sosial
  8. Mendorong terciptanya masyarakat adil dan makmur
  9. Menggerakan kegiatan ekonomi
  10. Mendorong inovasi produk baru
  11. Mendorong produktivitas SDM (Sumber Daya Manusia)
  12. Terjalinnya silaturahmi

Indonesia perlahan-lahan mulai berbenah diri dari berbagai sektor kehidupan. Kemunculan usahawan-usahawan tanah air bisa menjadi titik awal pergerakan ekonomi Indonesia kearah yang lebih baik. Pola pikir masyarkat tentang berwirausaha sedikit demi sedikit mulai tumbuh. Lapangan pekerjaan yang muncul tentu akan menyerap tenaga kerja. Indonesia merupakan negara yang populasi masyarakatnya tinggi. Kewirausahaan yang berada di sektor padat karyalah yang dibutuhkan di Indonesia agar kesejahteraan masyarakat dapat meningkat dan dapat mengurangi tingkat pengangguran serta mampu menaikkan tingkat pertumbuhan dan kesejahteraan ekonomi di Indonesia.

PEMBAHASAN

Kewirausahaan bukanlah sesuatu yang baru dalam ekonomi. Istilah kewirausahaan telah dilakukan setidaknya sejak 150 tahun yang lalu, dan konsepnya telah ada sejak 200 tahun lalu (Bygrave, 2004).  Namun, pertama kali gagasan tentang kewirausahaan dan pertumbuhan ekonomi memiliki hubungan yang sangat erat dan positif disampaikan oleh Schumpeter pada tahun 1911.  Peningkatan jumlah wirausaha menyebabkan peningkatan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Ada lima alasan yang melatarbelakangi gagasan Schumpeter ini, yakni: (1) wirausaha yang mengenalkan produk baru dan kualitas baru dari suatu produk, (2) wirausaha yang mengenalkan metode baru berproduksi yang lebih komersial, baik berdasarkan pengalaman maupun hasil kajian ilmiah dari suatu penelitian (3) wirausaha yang membuka pasar baru, baik dalam negeri ataupun di negara yang sebelumnya belum ada pasar (4) wirausaha yang menggali sumber pasokan bahan baku baru bagi industri setengah jadi atau industri akhir, dan (5) wirausaha yang menjalankan organisasi baru dari industri apapun. Kelima hal inilah mengapa wirausaha mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi suatu negara, karena adanya  peningkatan produktivitas.

Dengan mendorong pertumbuhan ekonomi, wirausaha mempengaruhi seluruh perekonomian, khususnya pengaruhnya pada pasar tenaga kerja.  Pertumbuhan ekonomi yang meningkat sangat mungkin akan meningkatkan peluang kesempatan berusaha, namun disisi lain akan mengarah pada tekanan inflasi yang berpengaruh langsung pada upah tenaga kerja.  Padahal kenaikan upah tenga kerja tidak bisa selalu diturunkan dari ketidakseimbangan pada pasar tenaga kerja pasar.

 

Dalam upaya memicu pertumbuhan ekonomi, wirausaha melakukan berbagai kegiatan SBB:

·       Meningkatkan lapangan pekerjaan.

·        Meningkatkan kualitas hidup.

·       Meningkatkan pemerataan pendapatan.

·       Memanfaatkan Sumber Daya.

·       Meningkatkan penerimaan pemerintah melalui pajak.

Berikut beberapa masalah yang dihadapi dalam menumbuhkembangkan kewirausahawan adalah:

·       Pembinaan UKM

·       Pribumisasi usahawan yang gagal.

·       Usaha kecil yang umumnya gagal menjadi besar.

Kewirausahaan dan Pertumbuhan Ekonomi


Audretsch dan Keilbach (2005) menempatkan entrepreneurship capital (modal kewirausahaan) sebagai variabel independen yang menjelaskan kinerja ekonomi regional.  Model persamaan yang dibangun adalah model persamaan tunggal dengan dua jumlah persamaan dan diestimasi oleh three stage least square (3SLS) error correction.  Persamaan pertama adalah kinerja ekonomi regional (variabel endogen) sebagai fungsi dari cadangan modal, tenaga kerja, intensitas R & D dan modal kewirausahaan, sedangkan persamaan kedua menjelaskan tingkat modal kewirausahaan modal regional sebagai fungsi dari kinerja ekonomi regional dan variabel eksogen lain pembentuk modal kewirausahaan, seperti tingkat teknologi, pajak, populasi, dan munculnya usaha-usaha baru

 

 

SUMBER REFERENSI

http://akuntansi11-strahmayanti.blogspot.com/2012/06/bab-10-kewirausahaan-dan-lingkungan.html

https://bec.bsi.ac.id/baca-artikel/2016/11/apa-kewirausahaan-itu-penting-dalam-kehidupan-kita

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.