Senin, November 8

Etika dan tanggung jawab social apakah berpengaruh dalam kewirausahawan

 

Etika dan tanggung jawab social apakah berpengaruh dalam kewirausahawan

Disusun

Radius bagas yoga siswantoro (@S12-RADIUS)





PENDAHULUAN

Etika bisnis adalah kode etik yang diterapkan dalam perusahaan untuk melakukan kegiatan bisnisnya. 

Tanggung jawab sosial perusahaan adalah wujud kepedulian suatu usaha pada masyarakat dan lingkungan disekitar dimana usaha tersebut berada. Arti yang lebih luas dari istilah ini adalah tanggung jawab perusahaan terhadap pelanggan, karyawan, dan kreditor.

PEMBAHASAN

Tanggung jawab sosial perusahaan merupakan kebijakan yang diambil guna untuk menemukan titik keseimbangan antara perusahaan dan pihak yang terkait seperti masyarakat, pemerintah dan konsumen. Dalam hal ini perusahaan bukan saja mencari keuntungan, akan tetapi juga memperhatikan dampak sosial apa yang bisa ditimbulkan dengan keberadaan mereka, kegiatan operasi atau investasi.

Selain itu hal ini menjadi suatu cara bagi perusahaan untuk beradaptasi dengan perubahan psikologis pada pelaku ekonomi. Dimana saat ini konsumen bukan saja menomor satukan harga murah, tapi efek apa yang diberikan kepada lingkungan dengan membeli produk tertentu. 

Sehingga dapat diambil kesimpulan kalau Corporate social responsibility menjadi sebuah kewajiban bagi setiap usaha untuk memikirkan pentingnya kemampuan perusahaan, dalam menjaga keseimbangan antara kinerja perusahaan. Serta bagaimana cara mengatasi isu sosial dan lingkungan yang berpotensi muncul, akibat operasi perusahaan yang sedang dijalankan, seperti yang sudah ditekankan oleh Organisasi standarisasi internasional (ISO).

Bentuk Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

·         Tanggung jawab sosial kepada karyawan

Sebelum memikirkan pihak luar, ada baiknya untuk menomorsatukan rasa aman dan nyaman kepada karyawan, seperti memberikan perlakuan yang adil, kesempatan untuk berkembang, serta pelatihan yang dapat digunakan untuk melakukan pengembangan diri. Ingat jika karyawan merupakan aset perusahaan yang berharga.

·         Tanggung jawab sosial kepada konsumen

Jika bicara soal ini, kami mengajak Anda untuk berpikir secara luas, dimana Tanggung jawab ini bukan selalu terkait dengan penyediaan produk atau jasa. Namun juga bagaimana perusahaan dapat menghasilkan produk atas jasa yang dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar, serta tidak menimbulkan kerugian bagi penggunanya.

·         Tanggung jawab sosial kepada lingkungan

Jangan hanya karena keinginan untuk mencari keuntungan yang lebih besar, membuat perusahaan tidak peduli lagi terhadap lingkungan sekitar. Perhatikan untuk tidak membuang limbah sembarangan, mencegah penggunaan bahan berbahaya, hingga mencegah polusi disekitar tempat usaha. Ya, jadilah  perusahaan yang ramah lingkungan dan memberikan nilai positive. 

·         Tanggung jawab kepada pemegang saham

Selain hal-hal di atas ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan seperti bagaimana tanggung jawab kepada pemegang saham. Jika perlu libatkan setiap pemegang saham dalam setiap pengambilan keputusan dalam menjalankan aktivitas operasional perusahaan. 

·         Tanggung jawab sosial kepada komunitas

Dalam hal ini tentunya corporate social responsibility atau CSR menjadi solusinya. Dimana perusahaan dapat melakukan bantuan yang terkait dengan  kesehatan, dana, pendidikan, infrastruktur, atau keperluan lainnya yang diperlukan oleh masyarakat tersebut. Perlu diingat besar peluang perusahaan Anda memiliki image yang baik, jika memberikan bantuan dalam keadaan yang sedang tidak baik. 

 

·         Tanggung jawab sosial kepada kreditor

Sudah seharusnya bagi perusahaan untuk memberitahu pada kreditor, jika saat itu sedang mengalami masalah keuangan. Hal ini dapat menjadi pertimbangan kreditor, serta etika yang baik dalam berbisnis.

 

Dalam kita berwirausaha ada beberapa prinsip etika yang harus kita pegang dalam berwirausaha , sehingga kita memiliki pedoman dalam melangkah di bidang wirausaha

Prinsip – prinsip itu adalah

·         Kejujuran



Jujurlah dalam semua komunikasi dan tindakan. Pemimpin atau manajer yang baik adalah inti dari bsinis yang berkembang dan layak dipercaya, dan kejujuran adalah landasan kepercayaan.

Mereka selalu jujur dan berterus terang. Para pemilik bisnis yang beretika tidak dengan sengaja menyesatkan atau menipu orang lain dengan representasi yang keliru, pernyataan yang berlebihan, kebenaran parsial, penghilangan selektif, atau cara tidak jujur apapun.

Dan ketika kepercayaan mengharuskannya, mereka akan memberikan informasi yang relevan dan mengoreksi kesalahpahaman fakta.

·         Integritas

Selalu pertahankan integritas pribadi. Pemilik bisnis yang memiliki prinsip etika bisnis yang benar akan mendapatkan kepercayaan orang lain melalui integritas pribadi.

Integritas mengacu pada keutuhan karakter yang ditunjukkan oleh konsistensi antara pikiran, kata-kata dan tindakan. Mempertahankan integritas sering kali membutuhkan keberanian moral, kekuatan batin untuk melakukan hal yang benar bahkan ketika biayanya lebih mahal daripada yang ingin mereka bayarkan.

Pemimpin yang beretika selalu berprinsip, terhormat, tegas dan teliti. Mereka memperjuangkan keyakinan mereka dan tidak mengorbankan prinsip demi kemanfaatan semu.

·         Tepati Janji dan Penuhi Komitmen



Wirausahawan atau pemilik bisnis harus dapat dipercaya karena mereka melakukan segala upaya yang benar untuk memenuhi janji dan komitmen mereka. Mereka tidak menafsirkan perjanjian dengan cara teknis atau legalistik yang tidak masuk akal untuk merasionalisasi ketidakpatuhan atau menciptakan pembenaran untuk keluar dari komitmen mereka.

·         Loyalitas



Setialah dalam kerangka prinsip etika bisnis lainnya. Wirausah yang baik selalu memberikan kepercayaan dengan selalu loyal kepada organisasi mereka dan orang-orang yang bekerja dengan mereka. Para pemilik bisnis yang beretika menjunjung tinggi perlindungan dan memajukan kepentingan dari perusahaan dan kolega mereka.

Namun perlu diperhatikan, mereka tidak menempatkan loyalitas di atas prinsip etika lain atau menggunakan loyalitas kepada orang lain sebagai alasan untuk perilaku yang tidak berprinsip.

Pemimpin yang baik menunjukkan kesetiaan dengan menjaga kemampuan mereka untuk membuat penilaian profesional yang independen. Mereka menghindari konflik kepentingan dan mereka tidak menggunakan atau mengungkapkan informasi yang dipelajari secara rahasia untuk keuntungan pribadi.

Jika mereka memutuskan untuk menerima pekerjaan lain, mereka akan memberikan pemberitahuan, menghormati informasi kepemilikan perusahaan sebelumnya, dan menolak untuk terlibat dalam aktivitas apa pun yang mengambil keuntungan yang tidak semestinya dari posisi mereka sebelumnya.

REFRENSI

1.      http://www.firstmedia.co.id/responsibility/corporate-social-responsibility

2.      https://spn.or.id/etika-dan-tanggung-jawab-sosial-perusahaan/

3.      https://greatdayhr.com/id-id/blog/

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.