Senin, November 8

PENGARUH KEWIRAUSAHAAN BAGI PEREKONOMIAN INDONESIA


Oleh : Yosef Mariawan

Josephmariawan99@gmail.com(@S05-YOSEF)

Abstrak

Di dunia, negara-negara bisa terbagi menjadi negara maju, atau negara berkembang. Negara maju adalah sebutan untuk negara yang menikmati standar hidup yang relatif tinggi melalui teknologi tinggi dan ekonomi yang merata. Contoh-contoh negara yang bisa dikatakan sebagai negara maju antara lain, Amerika Serikat, Hong Kong, Belanda, Portugal, Spanyol dan masih banyak lagi. Sedangkan Negara berkembang adalah sebuah negara dengan rata-rata pendapatan yang rendah, infrastruktur yang relatif terbelakang, dan indek perkembangan manusia yang kurang dibandingkan dengan norma global. Contoh Negara berkembang: Meksiko, India, Malaisya dan Indonesia.

Mengapa Indonesia masih di katakan sebagai negara berkembang? Padahal Indonesia di kenal dengan negara yang kaya akan Sumber Daya Alamnya (SDA). Karena kecendrungan negara-negara berkembang adalah ditandai dengan masyarakat yang memiliki pendapatan  perkapita lebih rendah dibandingkan negara maju dan biasanya memiliki populasi penduduk yang padat. Negara berkembang belum mempunyai kondisi ekonomi dan sosial yang makmur, kebanyakan penduduknya miskin, pemikiran-pemikiran modern belum menyusup sampai ke desa-desa, dan kemajuan teknologi masih sangat jarang mampir sampai ke desa-desa, serta banyaknya pengangguran. Melihat kondisi itu  maka Indonesia merupakan salah satu negara yang termasuk di dalamnya.

Pembahasan

Pendapatan masyarakat yang rendah dan tingkat populasi penduduk yang tinggi menjadi suatu permasalahan yang harus diatasi oleh pemerintah negara berkembang dalam upaya mensejahterakan rakyatnya. Di kota besar seperti Jakarta yang terhitung pendududknya sangat padat, keadaan seperti ini sudah menjadi pemandangan umum. Banyak orang yang hidup kurang beruntung  terpaksa hidup sebagai pemulung sampah. Karena pendapatan yang diperolehnya sangat rendah, anaknya tidak dapat disekolahkan sehingga tingkat kecerdasan anak tersebut tidak berkembang. Hal ini juga menimbulkan kesenjangan ekonomi yang tajam antara orang  yang berpenghasilan tinggi dan orang yang berpenghasilan rendah. Hal ini menyebabkan kemerosotan perekonomian di Negara Indonesia. Jika di biarkan keadaan perekonomian Negara Indonesia seperti itu terus maka semakin lama Negara akan semakin miskin dan terbelakang, serta berdampak pada keamanan nasional akan terganggu.

Maka dari itu peran kewirausahaan sangat diperlukan untuk pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Mengapa? Ada beberapa alasan mengapa kewirausahaan dikatakan sebagai faktor yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Kewirausahaan juga memiliki peranan penting untuk menjadikan masyarakat lebih kreatif dan mandiri. Di Indonesia sendiri jumlah wirausahawan adalah sebesar 19,3% dari jumlah total penduduk dewasa. Dengan adanya kewirausahaan masyarakat dapat mempunyai kemampuan untuk  menciptakan dan menyediakan produk yang bernilai tambah atau inovasi-inovasi yang baru sehingga dapat menjadikan masyarakat lebih kreatif dalam menyampaikan ide-ide dan kreasinya, mereka bisa menciptakan barang yang dirasa perlu dan penting untuk kesejahteraan masyarakat itu sendiri sehingga tidak perlu menimpor dari luar negeri. Selain itu masyarakat tidak tergantung dengan pemerintah seperti tenaga kerja negri (PNS) yang masih di gaji oleh pemerintah, bahkan seorang wirausaha akan mendatangkan omset yang akan di berikan ke negara melalui pajak. Secara tidak langsung kesejahteraan ekonomi masyarakat bisa stabil.

Alasan ketiga mengapa wirausaha berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia adalah  menarik invesrtor asing untuk berinverstasi atau menanamkan modalnya di Indonesia. Satu kekurangan dari negara maju seperti contohnya negara Amerika yang berinvestasi di Indonesia. Dengan adanya investor asing seperti itu maka akan dapat menambah devisa negara. Selain itu wirausaha dapat mendorong meningkatnya sector pariwisata di Indonesia.

Contohnya:  Seorang wirausaha membuka usaha pembangunan hotel di dekat pantai Lovina, Daerah Buleleng, Bali. Dengan adanya hotel di depan pantai Lovina maka akan mengundang para turis asing untuk mengunjungi pantai Lovina selain karena devisa negara akan bertambah, si wirausahawan akan membayar pajak dari jumlah pendapatan yang dia peroleh dari usahanya membangun hotel.

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Pertumbuhan ekonomi juga dapat dilihat melalui pentingnya peran wirausaha untuk mendukung per-tumbuhan ekonomi Indonesia. Dari sini wirausaha juga terbukti dapat berperan signifikan dalam mewujudkan kualitas diri masyarakat dan bangsa.

Gambar Data Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

(Sumber: BPS )

Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga ber-laku triwulan II-2019 mencapai Rp3.963,5 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 2.735,2 triliun. Ekonomi Indonesia triwulan II-2019 dibanding triwulan II-2018 tumbuh 5,05 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh hampir semua lapangan usaha, dimana pertumbuhan tertinggi dicapai Lapangan Usaha Jasa Lainnya yang tumbuh 10,73 persen. Dari sisi Pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) yang tumbuh sebesar 15,27 persen Ekonomi Indonesia triwulan II-2019 dibanding triwulan I-2019 meningkat sebesar 4,20 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi pada Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 13,80 persen. Dari sisi Pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) yang meningkat signifikan sebesar 36,28 persen.

Ekonomi Indonesia semester I-2019 dibanding semester I-2018 tumbuh 5,06 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh semua lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi pada Lapangan Usaha Jasa Lainnya sebesar 10,37 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi pada Komponen PK-LNPRT yang tumbuh sebesar 16,09 persen. Struktur ekonomi Indonesia secara spasial pada triwulan II-2019 didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Kelompok provinsi di Pulau Jawa memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB Indonesia, yakni sebesar 59,11 persen, diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 21,31 persen dan Pulau Kalimantan sebesar 8,01 persen. Sementara itu, pertum-buhan tertinggi dicapai oleh kelompok provinsi di Pulau Sulawesi sebesar 6,76 persen.

Negara-negara yang telah berhasil maju dan juga berhasil dalam meningkatkan kemakmuran rakyatnya seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Singapura, Amerika Serikat, Kanada, Negara-negara Eropa Barat, Australia, Inggris dan lain-lain disebabkan karena negara-negara ini memiliki banyak wirausaha. Singapura sudah 7 persen, Malaysia 6 persen, Thailand 5 persen. Sedangkan Indonesia masih d bawah 3 persen (https://economy.okezone.com, 8 September 2020).

Diperlukan, perubahan, upaya dan kerja keras yang terfokus dan sistematis oleh negara, pemerintah dan keluarga, terutama individu untuk mengubahnya dari keadaan saat ini menjadi wirausahawan. Menjadi seorang wirausaha bukanlah profesi alternatif, tetapi menjadi wirausaha itu pilihan strategis yang harus dibuat dengan tekad bulat dan kuat. Keadaan saat ini dapat dikatakan bahwa kunci kemakmuran adalah kewirausahaan dan bahwa kewirausahaan adalah profesi yang menjanjikan untuk kualitas hidup yang baik dengan meningkatkan daya beli. Daya beli diciptakan oleh pendapatan tinggi. Pada 2019 negara maju men-catatkan PDB per kapita US$ 48.250 per tahun, dibandingkan Indonesia yang hanya memiliki PDB per kapita US$ 4.160 per tahun (https://databoks.katadata.co.id, 28 Pebruari 2020).

Masalah ini memberikan pesan dan kesan bahwa kewirausahaan adalah profesi yang mulia yang perannya dalam membangun masyarakat dan negara yang makmur sangat jelas dan hebat, terutama ketika kita memeriksa kemajuan yang dibuat oleh negara-negara maju lainnya di dunia di Eropa dan Amerika. Pada negara-negara tersebut, terutama pemerintah dan rakyat, telah memilih wirausaha sebagai profesi utama yang sangat penting dan ditumbuhkembangkan secara sengaja (intentionally).

Dalam jurnal pengkajian Koperasi dan UKM Nomor 2 Tahun I dalam Darwanto (2012), terdapat empat faktor yang perlu mendapat perhatian dalam pengembangan entrepreneurship, yaitu: (1) akses ter-hadap modal, (2) peran inovasi, (3) pelatihan entrepreneurship,dan (4) peran pemerintah dalam mencip-takan iklim bernsaha yang kondusif bagi lahimya entrepreneur yang berdaya saing.

 

Peran Penting Kewirausahaan dalam Pertumbuhan Ekonomi

Peran Kewirausahaan makin penting akibat dari dinamika perkembangan ekonomi. Khususnya berkaitan dengan pentingnya (1) pertumbuhan ekonomi dan pengembangan bisnis untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan kemakmuran, dan (2) kemampuan pemerintah untuk mencapai kepuasan memberikan layanan publik. Dalam perkembangannya, kewirausahaan telah terbukti mampu memberikan kontribusi yang sangat nyata dan penting untuk membangun kedua hal ini. Menurut Yusof, Permula dan Pangil (2005) dalam Frinces (2010) ada empat alasan mengapa pengusaha (entrepreneurs) penting dalam masyarakat. Empat alasan itu adalah: (1) Untuk mendayagunakan faktor-faktor memproduksi seperti tanah, modal, teknologi, informasi dan berbagai sumber daya manusia (SDM) di dalam memproduksi tugas-tugas yang efektif (producing effective tasks). (2) mengidentifikasi berbagai peluang didalam lingkungan dengan meningkatkan aktivitas yang akan memberikan manfaat kepada setiap orang (beneficial to everyone). (3) Memilih pendekatan terbaik ketika menggunakan semua faktor produksi untuk meminimalkan pemborosan dalam berbagai kegiatan wirausaha (meminimalkan pemborosan dalam kegiatan wirausaha). (4) Untuk kemanfaatan generasi mendatang (benefit of the future generation).

Pilihan untuk menjadi seorang wirausaha juga disebabkan karena adanya keyakinan yang kuat secara individual bahwa profesi sebagai wirausaha merupakan ‘jalan yang baik’ (road map) untuk membuat peru-bahan dalam kualitas hidup, baik secara individu maupun di masyarakat. Kualitas diri yang diinginkan lebih makmur secara ekonomi dan selanjutnya lebih makmur. Karena alasan ini, masyarakat melihat bahwa men-jadi atau bekerja sebagai wirausahawan memiliki keuntungan mendasar.

Pada dimensi yang lebih luas, kewirausahaan diperlukan karena peran yang dimainkannya dalam mendinamisasi kegiatan ekonomi keluarga, masyarakat, perusahaan regional dan milik negara, yaitu melalui kemunculan pengusaha ekonomi baru, yang disebut wirausaha. Menurut Frinces (2010), bentuk kegiatan bisnis baru yang dimunculkan wirausaha meliputi.:

1. Memunculkan kegiatan bisnis baru, yaitu: a.) Impor dan ekspor produk dan layanan, serta pertukaran ahli atau staf teknis melalui kerjasama antar perusahaan. b.) Sebagai produsen bahan baku, produsen produk dan jasa dan juga berperan dalam menciptakan unit bisnis baru lainnya. c.) Penciptaan pedagang perantara atau pengusaha pada berbagai skala mikro, kecil dan menengah. d.) Munculnya banyak pen-gusaha mikro dan kecil yang bertindak sebagai agen perusahaan menengah atau besar. e.) Buat dinamika dan strategi pemasaran baru bagi perusahaan untuk memenangkan persaingan bisnis dengan menggunakan berbagai bentuk media untuk promosi dan pemasaran. f.) Munculnya berbagai jenis dan skala perusahaan atau kegiatan bisnis, sebagaimana disebutkan di atas, memberikan manfaat besar bagi masyarakat untuk mencari pekerjaan, dan juga menyarankan bidang bisnis alternatif untuk bisnis baru.

2. Memunculkan pembudayaan semangat persaingan bisnis yang tinggi: a.) Membangun lingkungan kerja dan budaya organisasi dan perusahaan yang mendorong pertumbuhan kreativitas sumber daya manusia (SDM), kompetisi di antara karyawan untuk kinerja, dan lebih sensitif terhadap kepuasan serta antisipasi pelanggan dalam memecahkan masalah yang dihadapi organisasi. b.) Untuk memenangkan persaingan bisnis, pelaku bisnis harus memiliki daya saing tinggi. Seorang pengusaha harus memiliki tingkat krea-tivitas yang tinggi untuk menghasilkan berbagai inovasi baru, baik dalam menciptakan produk dan layanan, dalam desain, pengemasan dan kualitas, strategi dan pemasaran, dan dalam mengelola keahlian dan teknologi.

3. Pemenuhan kebutuhan pasar dcngan cepat. Salah satu watak atau perilaku wirausaha adalah kemam-puanya membaca kondisi pasar. Ini menjadi peluang mendapatkan keuntungan.

Kesimpulan

Berprofesi wirausaha merupakan pilihan profesional terhormat yang harus terencana dan matang. Kewirausahaan adalah cara hidup yang dipilih karena diyakini dengan fakta yang ada bahwa pengusaha memainkan peran utama dalam meningkatkan kualitas hidup individu, masyarakat dan negara. Selain itu, kewirausahaan juga merupakan salah satu faktor penting dan penentu untuk menciptakan masyarakat dan negara yang makmur.

Itulah sebabnya kewirausahaan adalah profesi yang berkaitan dengan proses penciptaan, pertum-buhan dan pengembangan yang harus terstruktur secara sistematis. Tujuannya adalah karakteristik dan tipe tokoh manusia yang harus berhasil dalam tugasnya membangun dan mengembangkan organisasi dan perus-ahaan mereka. Keberhasilan kewirausahaan adalah salah satu alasan utama mengapa nilai-nilai kewirausahaan, antusiasme dan semangat harus disebarkan ke berbagai profesi lain.

Di Indonesia jumlah pengusaha masih jauh dari cukup untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang makmur. Jumlah wirausaha di Indonesia masih sedikit dibanding penduduknya sehingga upaya menambah wirausaha harus terus dilakukan. Ada empat faktor yang perlu diperhatian dalam pengembangan kewirausahaan ,yaitu: akses terhadap modal, peran inovasi, pelatihan kewirausahaan dan peran pemerintah dalam menciptakan iklim berusaha yang baik.

Referensi

http://indonesiancreative.id/read_article/2016/2/kewirausahaan-di-indonesia-mempengaruhi-perekonomian.html#.YYkscbqyTIU

http://openjournal.unpam.ac.id/index.php/DRB/article/view/9676/pdf

https://www.kompasiana.com/riki1987/551fd72f813311f3379df4df/kewirausahaan-di-indonesia-mempengaruhi-perekonomian

https://campus.smesco.go.id/id/pelatihan/etika-dan-tanggung-jawab-sosial-wirausahawan-2

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.