Senin, November 8

Penguatan Pondasi Ekonomi Negara

 



Wirausaha Meningkat, Ekonomi Negara Terangkat

Oleh Agustinus Kukuh (@S15_AGUSTINUS)

Email: august17.kukuh@gmail.com

Abstrak

Globalisasi membuat kompetisi semakin ketat dan transfer pengetahuan semakin cepat.  Dunia sudah memasuki peradaban keempat dengan sebutan era kreatif yang menempatkan kreativitas dan inovasi sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi.  Kebutuhan terhadap inovasi sangat mutlak  jika bersaing dalam dunia yang berubah dengan cepat dan tidak diramalkan ini. Bangsa Indonesia pun harus bekerja keras dan kreatif jika ingin survive dan menang dalam persaingan.  Setiap perusahaan dan instansi pemerintah, terutama para pemimpinnya, harus berpikir terus untuk selalu menemukan sesuatu yang baru yang lebih baik dan efisien, agar menang dalam persaingan jika tidak ingin “dimakan” oleh negara lain. 

Wirausaha (entrepreneur) diartikan sebagai  seorang inovator dan penggerak pembangunan.  Bahkan, seorang wirausaha merupakan katalis yang  agresif untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Dengan mendorong pertumbuhan ekonomi, wirausaha mempengaruhi seluruh perekonomian, khususnya pengaruhnya pada pasar tenaga kerja.  Pertumbuhan ekonomi yang meningkat sangat mungkin akan meningkatkan peluang kesempatan berusaha, namun disisi lain akan mengarah pada tekanan inflasi yang berpengaruh langsung pada upah tenaga kerja.  Padahal kenaikan upah tenga kerja tidak bisa selalu diturunkan dari ketidakseimbangan pada pasar tenaga kerja pasar.

Kata Kunci: Globalisasi, persaingan, kreatif, innovator

Perekonomian Masyarakat Indonesia

Pendapatan masyarakat yang rendah dan tingkat populasi penduduk yang tinggi menjadi suatu permasalahan yang harus diatasi oleh pemerintah negara berkembang dalam upaya mensejahterakan rakyatnya. Di kota besar seperti Jakarta yang terhitung pendududknya sangat padat, keadaan seperti ini sudah menjadi pemandangan umum. Banyak orang yang hidup kurang beruntung  terpaksa hidup sebagai pemulung sampah. Karena pendapatan yang diperolehnya sangat rendah, anaknya tidak dapat disekolahkan sehingga tingkat kecerdasan anak tersebut tidak berkembang. Hal ini juga menimbulkan kesenjangan ekonomi yang tajam antara orang  yang berpenghasilan tinggi dan orang yang berpenghasilan rendah. Hal ini menyebabkan kemerosotan perekonomian di Negara Indonesia.

Maka dari itu peran kewirausahaan sangat diperlukan untuk pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Ada beberapa alasan mengapa kewirausahaan dikatakan sebagai faktor yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Kewirausahaan juga memiliki peranan penting untuk menjadikan masyarakat lebih kreatif dan mandiri. Di Indonesia sendiri jumlah wirausahawan adalah sebesar 19,3% dari jumlah total penduduk dewasa. Dengan adanya kewirausahaan masyarakat dapat mempunyai kemampuan untuk  menciptakan dan menyediakan produk yang bernilai tambah atau inovasi-inovasi yang baru sehingga dapat menjadikan masyarakat lebih kreatif dalam menyampaikan ide-ide dan kreasinya, mereka bisa menciptakan barang yang dirasa perlu dan penting untuk kesejahteraan masyarakat itu sendiri sehingga tidak perlu menimpor dari luar negeri. Selain itu masyarakat tidak tergantung dengan pemerintah seperti tenaga kerja negri (PNS) yang masih di gaji oleh pemerintah, bahkan seorang wirausaha akan mendatangkan omset yang akan di berikan ke negara melalui pajak. Secara tidak langsung kesejahteraan ekonomi masyarakat bisa stabil.

        Alasan ketiga mengapa wirausaha berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia adalah  menarik invesrtor asing untuk berinverstasi atau menanamkan modalnya di Indonesia. Satu kekurangan dari negara maju seperti contohnya negara Amerika yang berinvestasi di Indonesia. Dengan adanya investor asing seperti itu maka akan dapat menambah devisa negara. Selain itu wirausaha dapat mendorong meningkatnya sector pariwisata di Indonesia.


Tentang pengembangan StartUp

Pemerintah terus mendorong hadirnya perusahaan rintisan (startup) baru di Indonesia. Menurut database startup yang dirilis oleh Masyarakat Industri Kreatif/ TIK Digital Indonesia (MIKTI), jumlah startup di negara ini mencapai 992 perusahaan pada 2018.

Sayangnya, dari jumlah itu, startup yang berasal dari Jawa Barat hanya 44 perusahaan, berbeda jauh dengan beberapa provinsi lain, seperti Jawa Timur dengan 113 perusahaan dan Jabodetabek dengan 522 perusahaan.

Banyaknya startup berarti sejalan dengan jumlah pengusaha yang tinggi. Adanya pengusaha penting bagi negara, salah satunya untuk menciptakan lowongan kerja di kota besar, yang juga berperan sebagai pusat ekonomi dan bisnis.

Sampai saat ini ada beberapa alasan pentingnya pengembangan StartUp di Indonesia:

1.     Menciptakan lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja

Setiap pengusaha akan membutuhkan tenaga kerja untuk menjalankan dan mengembangkan bisnisnya. Oleh karena itu, keberadaan pengusaha berarti akan menciptakan lapangan kerja baru. Kesempatan masyarakat pun akan semakin luas untuk mendapatkan pekerjaan dan bisa menurunkan angka pengangguran.

2.     Meningkatkan penerimaan pajak negara

Setiap warga negara wajib membayar pajak agar bisa menikmati beragam layanan publik yang disediakan pemerintah. Pajak yang dibayarkan pun beragam dan berbeda, termasuk antara tenaga kerja dan pengusaha. Pengusaha membayarkan pajak lebih banyak, mulai dari pajak badan usaha hingga pajak produk/ jasa yang dihasilkan.

Jadi, semakin banyak StartUp maka penerimaan pajak negara juga meningkat. Pemerintah pun bisa mengoptimalkan penerimaan pajak untuk layanan publik yang lebih baik, seperti di bidang kesehatan dan pendidikan.

3.     Mendorong inovasi dan kemandirian masyarakat

Pengusaha lahir dari ide usaha masing-masing. Bisa jadi karena ingin menjawab masalah di lingkungannya atau melihat peluang dari tren yang tengah berkembang. Dari mana pun asal ide tersebut, kewirausahaan menunjukkan adanya inovasi masyarakat. Ini juga berarti masyarakat memiliki kemandirian untuk menyelesaikan masalah yang ada dan berusaha meningkatkan taraf hidupnya, tidak selalu menunggu tindakan pemerintah.

Kewirausahaan juga akan memunculkan persaingan bisnis. Alhasil, setiap pengusaha harus terus berpikir kreatif, inovatif, dan visioner dalam mengembangkan usahanya agar bisa lebih banyak menjangkau pelanggan dan unggul dari para pelaku usaha lainnya.

4.     Menjadi indikator keunggulan dan daya saing negara

Kewirausahaan akan menciptakan lapangan kerja baru, menyerap tenaga kerja, dan mendorong kemandirian di masyarakat. Oleh karena itu, jumlah pengusaha bisa digunakan sebagai indikator keunggulan dan daya saing sebuah negara. Sejumlah negara maju, seperti Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan Amerika Serikat, bisa mencapai posisi yang sekarang karena banyaknya pengusaha di negara mereka.

Sayangnya, jumlah pengusaha di Indonesia masih rendah, dibanding negara-negara lain di Asia Tenggara. Pada 2016, mengutip katadata.co.id, jumlah pengusaha di negara ini hanya 3,1% dari seluruh populasi.

Jadi, pemerintah terus berusaha untuk menghadirkan pengusaha-pengusaha baru, salah satunya agar makin banyak lowongan kerja di kota-kota besar yang tersedia.


Peran UMKM dalam Perekonomian Indonesia

        Peran Usaha Mikro Kecil dan Menengah ( UMKM) atau Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam pertumbuhan perekonomian suatu negara dinilai penting. UMKM memiliki kontribusi besar dan krusial bagi perekonomian Indonesia. Kriteria UMKM Menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), usaha kecil didefinisikan sebagai kegiatan ekonomi produktif yang berdiri sendiri. Usaha ini dilakukan perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar serta memenuhi kriteria lain.

    Dilansir dari situs Bappenas, di Indonesia UMKM memiliki kontribusi atau peranan cukup besar, yaitu:

     1. Perluasan kesempatan kerja dan penyerapan tenaga kerja. 

     2. Pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB).   

    3. Penyediaan jaring pengaman terutama bagi masyarakat berpendapatan rendah untuk menjalankan kegiatan ekonomi produktif.

Dikutip dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Indonesia (2001) karya Tulus Tambunan, UMKM mempunyai peran penting di dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Peran UMKM tidak hanya dirasakan di negara-negara sedang berkembang melainkan juga di negara-negara maju. Di negara maju maupun berkembang, UMKM sangat penting, sebab menyerap paling banyak tenaga kerja dibandingkan usaha besar. Kontribusi UMKM terhadap pembentukan atau pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) paling besar dibandingkan kontribusi dari usaha besar.

Namun di sisi lain, para pelaku UMKM masih dihadapkan dengan beberapa tantangan, di antaranya dalam hal edukasi di mana para penjual harus memahami fitur-fitur online baru untuk bisa menggunakannya secara tepat. Kedua, adalah dari sisi operasional, terkait fasilitas yang sesuai untuk produksi dan penyimpanan barang dalam ukuran yang lebih besar agar dapat menjaga kualitas produk. Dan ketiga adalah mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten.

Pelaku bisnis lebih baik merancang strategi penjualan secara virtual sehingga tidak bergantung pada gerai offline untuk menjual produk pada pelanggan. Dengan langkah ini, pelaku bisnis dapat tetap berhasil di tengah pandemi ataupun periode new normal.

Selain itu, kunci untuk tetap mempertahankan bisnis yaitu mengedepankan atau bahkan memperbesar anggaran untuk marketing atau promosi produk. Dengan demikian, keuntungan bisnisnya justru berkembang saat pandemi, dengan pemesanan online meningkat menjadi 90%.

Asuransi Usaha

Melihat kondisi tersebut, Allianz menawarkan asuransi bisnis dengan perlindungan komprehensif, melalui Allianz UsahaKu. Pasalnya, selain melengkapi keterampilan berbisnis, pelaku usaha sepatutnya memiliki perlindungan yang sesuai untuk menghindari berbagai bentuk risiko.

Pelaku UMKM tidak hanya harus mengetahui tips berbisnis di tengah pandemi. Namun, sangat penting untuk memahami berbagai potensi risiko yang dapat terjadi. Maka dibutuhkan perlindungan komprehensif atas kerugian akibat musibah atau bencana alam yang dapat menimpa tempat usaha. Dalam Allianz UsahaKu ada berbagai pilihan rencana dengan manfaat perlindungan dan premi yang menarik. Jenis okupasi tempat usaha yang dilindungi juga luas dan beragam.

Allianz UsahaKu memberi jaminan perlindungan kelangsungan usaha, tanggungan gugatan hukum pribadi, kerusakan barang atau properti, uang dalam brankas, kehilangan barang pelanggan, serta banjir dan bencana lainnya. Melalui Allianz UsahaKu, para pelaku bisnis dapat dengan mudah melindungi usahanya secara menyeluruh dan mengantisipasi segala risiko yang ada.

Apabila kalangan pelaku usaha sudah matang mempersiapkan strategi bisnis beserta perlindungan yang sesuai untuk usahanya, pertumbuhan pengusaha nasional dan UMKM dapat semakin terealisasi. Untuk itu, perlu perencanaan strategis bagi pertumbuhan pengusaha nasional dan UMKM serta pengembangan kompetensinya. Hal itu bisa tercapai dengan mendirikan innovation hub untuk berbagi ilmu, pengalaman, serta melakukan program mentoring kepada UMKM dan pengusaha muda. Dapat pula mendorong peningkatan kualitas dan kapasitas pengusaha negara melalui program vocational training.

Kesimpulan

Dengan total penduduk yang mencapai hingga 265 juta jiwa, Economist Intelligence Unit (EIU) menjelaskan Indonesia merupakan pasar yang menarik bagi pelaku usaha. Bahkan, laporan e-Conomy SEA yang disusun Google, Temasek, dan Bain & Company pada November 2020 menyebut Indonesia merupakan pasar ekonomi digital atau ekonomi internet terbesar di Asia Tenggara. Untuk konsumsi di Indonesia, Direktur Regional Asia EIU Simon Baptist menyebut bahwa masyarakat Indonesia akan lebih konsumtif dalam lima tahun ke depan, dengan konsumsi pribadi kemungkinan meningkat rata-rata sebesar 5,4 persen per tahun dari 2018 ke 2022. Hal ini menunjukkan Startup dan UMKM dinilai membawa beragam manfaat untuk perekonomian di tingkat daerah, nasional, hingga dunia. Selain turut menciptakan lapangan kerja, startup juga berkontribusi secara tidak langsung dalam mengembangkan kompetensi dan keterampilan sumber daya manusia. Ditambah dengan kondisi pasar Indonesia yang punya potensi terbesar di Asia Tenggara, memulai atau bergabung dengan startup menjadi pilihan menarik bagi usia produktif kini. Pemerintah pun ikut mendukung dengan menargetkan untuk melahirkan 3,500 startup hingga 2024 mendatang.

Mind Mapping



Referensi

http://indonesiancreative.id/read_article/2016/2/kewirausahaan-di-indonesia-mempengaruhi-perekonomian.html#.YYkhIroxXIU

https://investor.id/business/201327/peran-penting-kewirausahaan-bagi-pertumbuhan-ekonomi-dan-bisnis

https://www.umkmkoperasi.com/peran-umkm-dalam-perekonomian-indonesia/

https://www.beritasatu.com/ekonomi/788089/umkm-sebagai-penggerak-ekonomi-di-tengah-pandemi-covid

Sumber gambar:

RuangGuru

https://ids.ac.id/mengetahui-peran-startup-dalam-membangun-indonesia/

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.