Rabu, November 10

PENGEMBANGAN PRODUK BARU PADA PERUSAHAAN

 PENGEMBANGAN PRODUK BARU PADA PERUSAHAAN

Oleh : Bayoe Aditya Dwi Prasetya (@S09-BAYOE)

PENDAHULUAN   

Persaingan yang keras, dinamis, dan dipenuhi ketidakpastian yang terjadi di hampir semua pasar dewasa ini mengisyaratkan adanya kebutuhan tiap-tiap perusahaan untuk selalu menyesuaikan diri dengan kebutuhan pelanggan dan tindakan pesaing melalui upaya- upaya penyampaian customer value secara lebih memuaskan kepada pelanggan. Kondisi ini merupakan suatu latar belakang mengapa pengembangan produk baru menjadi keharusan agar perusahaan tetap dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Upaya pengembangan produk baru dan strategi yang efektif seringkali merupakan faktor penentu kelangsungan hidup suatu perusahaan. Ini bukanlah pekerjaan yang mudah, karena membutuhkan berbagai usaha, waktu, dan kemampuan sumber daya perusahaan termasuk besarnya risiko dan biaya kegagalan yang harus ditanggung. Hal ini menjadi permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan dalam mengembangkan produk -produk barunya. Pertimbangan utama yang perlu diperhatikan adalah kesesuaian produk yang ingin dihasilkan dengan kebutuhan dan keingina pasar. Suatu perusahaan harus mampu menempatkan secara tepat di mana posisi produk mereka di tengah persaingan pasar. Perusahaan harus mampu melakukan proses pengembangan produk baru dan menerapkan strategi yang efektif demi kelangsungan hidup perusahaan.

PEMBAHASAN

A. Produk Baru

Produk baru Produk baru, diidentifikasikan oleh kantor konsultan Booz, Allen dan Hamilton (dalam Kotler,2000) berdasarkan kategori berikut: . Produk baru bagi dunia: produk-produk baru yang menciptakan suatu pasar yang sama sekali baru . Lini produk baru: produk-produk baru yang memungkinkan perusahaan memasuki pasar yang telah mapan untuk pertama kalinya. Tambahan pada lini produk yang telah ada produk-produk baru yang melengkapi suatu lini produk perusahaan yang telah mantap. . Perbaikan dan revisi produk yang telah ada: produkproduk yang memberikan kinerja lebih baik atau nilai yang dianggap lebih baik dan menggantikan produk yang telah ada . Penentuan kembali posisi: produk-produk yang telah ada diarahkan ke pasar atau segmentasar baru . Pengurangan kos: produk baru yang menyediakan kinerja serupa dengan harga yang lebih murah Mengelola aktivitas pengembangan produk baru merupakan tugas-tugas manajerial yang kompleks karena harus memadukan kondisi eksternal dan kondisi internal perusahaan. Upaya pengembangan produk baru dimulai dari aktivitas identifikasi terhadap kebutuhan dan keinginan konsumen sampai tahap komersialisasi. Menurut Kotler (2000), suatu perusahaan dapat menambah produk baru melalui akuisis dan/atau pengembangan produk baru. Pengembangan produk baru dapat dilakukan oleh perusahaan dengan mengembang- kannya sendiri atau perusahaan dapat juga menggunakan peneliti independen untuk mengembangkan produk baru bagi perusahaan tersebut

B. Pengembangan Produk Baru

Pengembangan produk baru Pengelolaan dalam pendefinisian produk baru sangat penting untuk dilakukan, Bhattaacharya dkk, (1998) memberikan sebuah kerangka berpikir konseptual bagi para manajer untuk mencoba menjawab bagaimana ketidakpastian tentang pengaruh preferensi konsumen terhadap penentuan waktu bagi perusahaan dalam mendefinisikan produk yang diinginkan konsumen. Model proses pengembangan produk baru yang mereka digunakan mencakup tiga fase: 1) Fase definisi, yaitu menyelesaikan sekumpulan spesifikasi produk yang atraktif bagi konsumen. 2) Fase realisasi, yaitu membuat perubahan-perubahan dalam desain dan prototipe, dan menanggapi feedback dari konsumen. 3) Fase integrasi, yaitu perbaikan produk sampai dengan produk baru siap diluncurkan. Dalam literatur pemasaran, proses pengembangan produk baru dipandang sebagai serangkaian tahap yang mesti ditempuh oleh suatu perusahaan jika ingin sukses dalam memasarkan produk baru. Tahapan-tahapan pengembangan produk baru menurut Crawford (1983) mencakup perencanaan produk baru, penyusunan ide, penyaringan dan evaluasi, pengembangan teknis serta peluncuran produk. Mahajan dkk, 1988 (dalam Ozer, 1999) membedakan pengembangan produk baru kedalam lima fase, yaitu: uji-konsep, uji-prototippasar pra-tes, pasar percobaan serta peluncuran. Tahapan yang lebih rinci dalam mengelola proses pengembangan produk baru diberikan oleh Kotler (2000), yang meliputi delapan tahapan penting, yaitu: pemunculan gagasan, penyaringan gagasan, pengembangan dan pengujian konsep, pengembangan strategi pemasaran, analisis bisnis, pengembangan produk, pengujian pasar, dan komersialisasi.

C.  Permasalahan Dalam Pengembangan Produk Baru

        Upaya pengembangan produk baru dan strategi yang efektif seringkali merupakan faktor penentu kelangsungan hidup suatu perusahaan. Hal ini memang bukan pekerjaan yang mudah, karena membutuhkan berbagai usaha, waktu, dan kemampuan sumber daya perusahaan serta besarnya risiko dan biaya kegagalan yang harus ditanggung perusahaan. Kegagalan suatu pengembangan produk baru dapat disebabkan oleh banyak hal, misalnya kurangnya gagasan produk baru yang penting diarea tertentu, pasar yang terbagi-bagi, kendala sosial dan pemerintah, mahalnya proses pengembangan produk baru, kekurangan modal, waktu pengembangan yang lebih singkat, dan siklus hidup yang lebih singkat (Kotler, 2000). Dengan adanya tantangan-tantangan ini, maka mau tidak mau perusahaan harus berupaya untuk memastikan keberhasilan produk barunya. Quater dkk (1998) menambah pengertian manajemen desain dan pengembangan produk baru dengan melaporkan penemuanpenemuan yang muncul dari persfektif makro dan mikro, dan juga metoda untuk mengidentifikasi manajemen dan isu-isu penting organisasi yang menyebabkan kesulitan dalam proses desain dan pengembangan produk baru. Temuan mereka mengarah pada faktorfaktor yang mempengaruhi kesuksesan suatu organisasi dalam mengembangkan produk baru, dan bagaimana faktor-faktor tersebut saling berinteraksi dalam hubungan dengan kinerja organisasi Mereka juga mengungkap-kan adanya sindrom penyakit pengembangan produk baru. Sindrom terjadi ketika satu penyakit yang diderita menimbulkan banvak gejala. Kadangkala orang keliru menapsirkan gejala sebagai sumber penyakit, sehingga perhatian dicurahkan pada pengobatan gejala-gejala yang timbul tersebut, sedangkan sumber penyakit yang sebenarnya tidak diobati. Sindrom pada bidang kesehatan ini dianalogikan berhubungan dengan menajemen pengembangan produk baru. Hal ini sangat bermanfaat bagi organisasi dalam menyadari kekeliruan yang telah dilakukan organisasi, yaitu kesalahan dalam mengidentifikasi sumber permasalahan utama organisasi. berdasarkan pentingnya mengidentifikasi sumber masalah, maka dikemukakan cara pengidentifikasian isu-isu yang spesifik pada diri organisasi sendiri, industri dan lingkungan melalui proses self-assessment



D. Kategori Produk Baru

Kategori produk yang baru serta mengapa dilakukan pengembangn usaha, adalah :

1). Benar – benar baru Adalah produk yang benar-benar hasil inovasi dan baru bagi perusahaan serta menciptakan pasar yang benar-benar baru.

2). Lini produk baru Adalah produk yang bagi perusahaan tetapi tidak bagi pasar karena sudah ada produk serupa di pasar.

3). Tambahan untuk lini produk yang sudah ada Merupakan tambahan atau supplement item atau varian dari produk-produk lini dari  suatu perusahaan yang ada. Produk ini dapat merupakan agak baru bagi perusahaan  maupun bagi pelanggan dari produk yang sudah ada. Atau juga dalam upaya untuk memperluas segmen pasar dari produk yang ada.

 4). Perbaikan atau revisi dari produk yang ada Jenis produk baru yang merupakan perbaikan atau memperbaiki kinerja sehingga memeprbaiki kinerjanya sehingga memperbaiki persepsi pelanggan, dari produk lamanya. Lebih merupakan hal baru bagi perusahaan termasuk akibat dari generasi teknologi baru  bagi suatu produk, dan biasanya di persepsi sama dengan produk lama yang digantinya.

5). Reposisi Adalah produk lama yang ditargetkan untuk aplikasi baru dan segmen pasar baru.

6). Penurunan biaya Merupakan modifikasi produk dengan kinerja yang sama tetapi dengan biaya yang lebih  rendah.



Kesimpulan

Mengelola aktivitas pengembangan produk baru merupakan tugas-tugas manajerial yang kompleks karena harus memadukan kondisi eksternal dan kondisiinternal perusahaan. Upaya pengembangan produk baru dimulai dari aktivitas identifikasi terhadap kebutuhan dan keinginan konsumen sampai tahap komersialisasi. Upaya pengembangan produk baru dan strategi yang efektif seringkali merupakan faktor penentu kelangsungan hidup suatu perusahaan. Hal ini bukanlah bukan pekerjaan yang mudah karena membutuhkan berbagai usaha, waktu, dan kemampuan sumber daya perusahaan termasuk besarnya risiko dan biaya kegagalan yang harus ditanggung. Peluncuran produk baru merupakan salah satu tahap dalam proses pengembangan produk baru, dimana perusahaan memperkenalkan produk baru secara terbuka. Suatu persfektif dalam keputusan marketing mix untuk peluncuran produk baru berubah dalam pandangan product-market life cycle. Tidak seperti proses peluncuran produk baru, suatu

 

 

 

REFERENSI

Wardiah, N. (2003). Pengembangan produk baru dan model-model evaluasi produk baru. Jurnal Manajemen Maranatha, 2(2), 93-112.

Suryana. 2013. Kewirausahaan (Kiat dan Proses Menuju Sukses). Salemba Empat..Jakarta Selatan

Usman, Marsuki 1997. Kewirausahaan dalam birokrasi salah satu langkah antisipatif menghadapi globalisasi. Makalah seminar jatinangor : IKOPIN. Ex . 2dan ex 4


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.