Senin, November 1

Peran penting pendanaan

Bangun Usahamu Dengan Bootstrapping Marketing Plan

Oleh: Agustinus Kukuh M W (@S15_AGUSTINUS)

Email: august17.kukuh@gmail.com

Abstrak

Dalam memulai sebuah bisnis entah itu bisnis kecil ataupun besar, ada banyak hal yang harus diperhatikan dan dipersiapkan. Setelah memiliki ide dan  menyusun business plan, tentunya kita harus mulai memikirkan cara untuk mendapatkan modal usaha. Modal awal adalah salah satu aspek penting dalam menjalankan bisnis. Perjalanan sebuah bisnis tentu akan sangat bergantung dengan modal awal yang dimiliki. Namun, saat hendak memulai usaha, penentuan modal awal sering kali menimbulkan kebingungan di kalangan pengusaha.

Walaupun modal usaha bukan hal pertama yang harus dipikirkan dalam membangun sebuah bisnis. Akan tetapi, tanpa modal otomatis bisnis tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Karena dalam membuat dan mempromosikan produk tentu membutuhkan biaya yang terbilang tidak sedikit jumlahnya. Terlepas dari modal yang kecil ataupun besar, masih banyak orang yang bingung bagaimana untuk mulai mendapatkan modal usaha untuk bisnis.

Kata Kunci: bisnis, modal, pengusaha, memulai, biaya.

Apa itu Bootstrapping (Swadana)?

Dengan perkembangan saat ini fenomena metode bootstrapping kian menjamur di negara Indonesia. Kini istilah bootstrapping banyak digunakan oleh perusahaan startup yakni membangun perusahaan tanpa investor atau kita kenal dengan modal dan bisnis modal canvas seadanya. Seperti yang kita ketahui mendapatkan modal dari investor merupakan keuntungan perusahaan untuk berkembang.

Bootstrapping adalah pendanaan startup atau modal usaha rintisan yang berasal dari dana pribadi founder. Bootstrapping dalam artian lain modal usaha startup yang dibangun tidak menggunakan pendanaan dari investor eksternal. Pada awal memulai usaha rintisan rata – rata founder menggunakan dana pribadinya, walaupun dana nya terbatas namun usaha tetap dapat berjalan karena, untuk mencari investor di awal kemunculan startup cukup sulit dikarenakan belum ada track record dan market belum tervalidasi.

Adapun pengertian bootstrapping menurut beberapa narasumber, diantaranya sebagai berikut:

Menurut Wikidata.org, pengertian bootstrap (bootstrapping) adalah proses yang dimulai sendiri yang seharusnya berjalan tanpa input eksternal.

Menurut Kamus Bisnis, pengertian bootstrap (bootstrapping) adalah istilah yang digunakan ketika suatu perusahaan berusaha untuk berdiri sendiri tanpa bantuan eksternal dari investor. Bootstrapping adalah pilihan yang sangat mudah dipilih untuk perusahaan yang memiliki cukup modal untuk memenuhi kebutuhan yang ada.

Menurut Muh Fathi Rauf, istilah bootstrap dalam startup adalah generate money tanpa menggunakan dana eksternal (investor, dkk) melainkan dari jasa ataupun hasil produk itu sendiri.

Faktor-faktor Bootstrapping

Dalam pelaksanaanya adapun yang menjadi faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan metode bootstrapping, diantaranya sebagai berikut:

1. Sikap Idealisme Pemilik

Biasanya sikap idealisme ini ditemukan para pelaku usaha yang perputaran dananya cepat sehingga tidak perlu lama dana mengendap dan bisa langsung turnover laporan keuangnya. Seperti contoh banyak ditemukan pada usaha kuliner dengan berbagai jenis inovasi-inovasi barunya, fashion dan masih banyak lagi.

2. Tuntutan Kondisi

Dalam faktor ini pemilik bisnis biasanya harus mampu meyakinkan pihak investor untuk menanamkan dana yang cukup besar. Seperti contohnya terjadi pada di bidang teknologi digital (aplikasi, game, platform) dan manufaktur (pabrik makanan atau minuman).


Tahapan Bootstrap

Ada beberapa tahapan yang dilalui oleh perusahaan bootstrap:

1. Tahap pemula

Tahap pemula dimulai dengan sejumlah uang simpanan atau uang pinjaman/investasi yang berasal dari teman. Misalnya, pendiri terus mengerjakan pekerjaan utama mereka dan, pada saat yang sama, memulai bisnis.

2. Tahap yang didanai pelanggan

Ketika uang dari pelanggan / klien digunakan untuk menjaga operasi bisnis dan untuk mendanai pertumbuhannya.

3. Tahap kredit

Tahap kredit melibatkan pengusaha yang berfokus pada pendanaan kegiatan tertentu, seperti mempekerjakan staf, meningkatkan peralatan, dll. Pada tahap kredit, bisnis mengambil pinjaman atau mencoba mencari modal ventura untuk ekspansi.

Alasan pilihan untuk mengambil bootstrap sebagai model bisnis berbeda. Pengusaha mulai terlibat dalam bootstrap jika mereka:

    1. Kurang pengalaman dalam merumuskan rencana bisnis dan berwirausaha

    2. Kurangnya keterampilan untuk promosi produk dan kontak dengan pemasok

    3. Tidak tahu cara mengumpulkan pembiayaan 

    4. Tidak ingin berbagi pendapatan dengan investor 

    5. Tidak ingin menghabiskan waktu mencari investor

    

Keuntungan Metode Bootstrapping

Adapun beberapa keuntungan metode bootstrapping, diantaranya sebagai berikut:

a. Lebih Fokus untuk Mengembangkan Bisnis

b. Kontrol Perusahaan Secara Mutlak

c. Menciptakan Budaya Kerja Perusahaan

d. Terbebas dari Tekanan Bisnis

e. Berpotensi Keuntungan Lebih Besar

f. Ciptakan Peluang Bisnis

 

Kekurangan Bootstrap 
 

a. Pertumbuhan bisnis dapat menjadi sulit jika permintaan melebihi kemampuan perusahaan untuk menawarkan atau menghasilkan layanan atau produk.

b. Pengusaha mengambil hampir semua risiko keuangan alih-alih membaginya dengan investor yang berinvestasi dalam mendukung pertumbuhan perusahaan.

c. Modal terbatas dan kurangnya investasi: Dalam konteks spesifik bootstrap, daya tarik investasi besar dan implementasi penuh ide seseorang bisa sangat sulit.

d. Masalah stress: Kemampuan untuk menangani situasi stres secara teratur diperiksa ketika masalah tak terduga muncul.


Terkait prosesnya sendiri, dalam melakukannya, ada 9 langkah yang harus kalian lakukan untuk mem-bootstrap (bootstrapping) perusahaan, yaitu:

1. Konsultasi dan Mentoring

Mau sehebat apapun kita, tetap saja kita perlu mentor yang dapat berbagi pengalaman dalam menjalankan startup. Untuk mencari mentor sebaiknya di mulai dengan aktif pada agenda-agenda kumpulnya para startup di kota. Berinteraksilah sama siapa saja dan kita akan menemukan orang yang cocok menjadi mentor. 

2. Hemat dan Efisien, akan mebuat anda lebih besar

Hemat dan efisien sepertinya hal yang pasti di sadari, oleh semua founder startup bootstrapping. Jangan pernah keluarkan biaya apapun yang tidak terlalu dibutuhkan dan cari cara agar sesuatu yang kecil dapat dampak yang lebih besar.

3. Pilihlah Co-founder dengan bijak

Dengan bootstrap, jumlah tim tidak banyak dan sebagian besar pekerjaan dilakukan secara internal, hal ini mengharuskan para founder dan co-founder memiliki skill yang saling melengkapi satu sama lain. Jika kita (founder) memiliki skill yang berbeda dengan para co-founder, tentunya akan membuat startup memiliki kesempatan yang lebih baik untuk bisa melakukan segalanya lebih baik.

4. Rancanglah business plan yang dapat menghasilkan uang dengan cepat

Startup yang berjalan secara bootstrapping, membutuhkan rencana bisnis yang secepat mungkin dapat menghasilkan uang. Kemudian dana yang ada dapat di putar untuk membesarkan startup. Tanpa adanya pemasukan sejak awal, kita akan banyak menghabiskan dana cadangan sebelum anda mendapatkan banyak pelanggan dan akhirnya startup harus exit lebih cepat.

5. Pastikan arus kas tercatat dengan baik

Dengan membuat dua akun yang terpisah, maka kita lebih mudah dalam melacak dan mengukur kondisi uang perusahaan startup.

6. Jangan gaji diri sendiri terlalu besar

Jangan pernah memikirkan kehidupan yang mewah di awal startup berjalan. Ada baiknya mempertimbangkan segala pengeluaran yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan. Tidak sedikit founder yang justru tidak mendapatkan gaji, demi menggaji para pekerjanya. 

7. Jangan pekerjakan orang, Jika kita Dapat Melakukan Sendiri

Jika berbicara Bootstrap, pasti selalu berbicara tentang efisiensi.

Sebagai contoh, ada sebuah startup di indonesia yang tidak menyediakan resepsionis di depan perusahaannya. Sebagai gantinya setiap pekerja yang bertemu pertama kali melihat tamu datang, maka dia akan berperan sebagai resepsionis yang ramah, sekalipun dia seorang programmer.  Hal ini menghemat sekitar 30 juta pertahun, dan dana tersebut sama dengan 30% modal marketing mereka.

8. Belilah domain website, sebelum dia menjadi begitu mahal

Nama domain merupakan nama startup dan biasanya nama adalah awal dari membangun brand merek yang baik. Nama domain menggambarkan secara tekstual bagiamana bentuk dan rupa dari startup, sehingga sangat susah jika harus di ubah. Banyak pihak yang dapat mengambil kesempatan dengan membeli domain tersebut dan menjualnya dengan harga sangat mahal kepada kita. 

9. Temukan dan Dapatkan Sumber Uang (Dana)

Teknik terkait pada tahap ini yaitu adalah memulai dengan bisnis sampingan, di mana owner, founder atau pendiri terus melakukan pekerjaan harian untuk menjaga jiwa dan raga bersama.

Pendiri kemudian menggunakan penghasilan harian untuk mendanai bisnis sampingan.

Singkatnya, sang pendiri berhasil mengumpulkan sumber daya yang cukup untuk menjalankan bisnisnya serta diluncurkan dengan anggaran yang sedikit.

Mind Mapping

Kesimpulan

Alasan utama untuk mengambil bootstrap sebagai model bisnis adalah kurangnya pengalaman dalam merumuskan rencana bisnis, serta kurangnya keterampilan untuk promosi produk dan hubungan dengan pemasok.
Menggunakan metode bootstrap mungkin tidak terlalu bermanfaat pada awalnya. Karena keterbatasan dana, agak sulit untuk dikembangkan. Dengan berfokus pada penciptaan peluang bisnis, masalah manajemen keuangan dipermudah dengan penggunaan software akuntansi untuk bisnis, sehingga menghasilkan laporan keuangan yang akurat dan andal.

Dengan metode bootstrapping ini dapat menciptakan budaya kerja yang kuat dan tahan banting karena sudah mengenal selak beluk merintis dari awal dibentuk perusahaan. Budaya kerja perusahaan dapat menciptakan suasana kerja yang kondusif untuk fokus mengejar target perusahaan.

 

http://www.bigbrothersinvestment.com/detailpost/bootstrapping

https://blog.mokapos.com/marketing-plan

https://www.harmony.co.id/blog/mengenal-istilah-bootstrapping-membangun-startup-tanpa-investor

https://corporatefinanceinstitute-com.translate.goog/resources/knowledge/strategy/bootstrapping

http://www.mpssoft.co.id/blog/startup/cara-membangun-startup-secara-bootstrapping/

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.